
Keluarga Yoga semua berkumpul di rumah untuk sarapan pagi bersama. Tamu tamu undangan seperti, Andi dan Romi sekeluarga yang menginap di hotel sudah kembali ke rumah masing masing.Juga keluarga Bisma. Dafa Dafi dan istrinya lengkap turut berkumpul di sana.
" Sekarang kalian sudah sah sebagai Suami Istri. Mulai sekarang kalian bertanggung jawab dengan rumah tangga kalian masing masing. Papa tidak perlu mengajari kalian harus bagaimana lagi kan Dafa Dafi...Mulai hari ini tanggung jawab Restoran ini adalah Dafi. Dan restoran Surabaya adalah Dafa... Kembangkan usaha kalian sendiri sendiri "
" Iya Pa.." jawab Dafa dan Dafi.
" Jadilah pemimpin rumah tangga yang baik. Jadilah panutan untuk istri dan anak anak kalian kelak. Mama dan Papa hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan kalian.." tambah Kristy. Keduanya mengangguk.
" Besok Papa akan berangkat ke Surabaya, Mama mu dan Cinta akan ikut aku..Sementara ini Papa tidak membuka anak cabang dulu karena harus membantu Perusahaan Andy ..."
" Papa tinggal di apartemen atau rumah dekat kampus?" tanya Mischa cepat karena salah satunya akan menjadi tempat tinggal barunya dengan Dafa.
" Terserah ...Kalian mau tinggal di tempat yang mana..."
" Kami di rumah dekat kampus saja.." jawab Mischa cepat.
" Kan jauh dari restoran kita Mis.." sangkal Dafa.
" Tidak apa apa...Kita kan pakai mobil.. Di sana kan ada kolam renangnya.. Jadi biar aku mudah kalau ingin berenang..." Mischa beralasan. Padahal sebenarnya , ia memilih rumah itu karena rumahnya lebih luas dan mewah dan juga bernilai tinggi.
" Ya sudah...Pakai saja..Aku juga cuma sementara kok tinggal di apartemen..." jawab Yoga.
Mischa dan Dafa mengangguk.
" Dafi...Sambil mengembangkan restoran mu kau awasi pembangunan ruko dekat pasar kita ya... Nanti kalau sudah jadi , Papa mungkin bakal mengelolanya dengan Mama. " terang Yoga. " Lalu nanti juga...rumah belakang juga harus di perbaiki...Karena ini bangunan tua, aku mungkin akan merobohkannya dan membangunnya kembali yang lebih bagus lagi untukmu..."
" Itu saja tidak apa apa Pa...masih bisa di tinggali..."
" Enggak Fi...Papa akan tetap membangunnya. Itu bisa di tinggali tapi karena sudah tua tidak akan aman jika di pakai jangka panjang. Papa akan membangunkan rumah baru untukmu..Kalau kau punya desain nya , lakukan sesuai keinginanmu. Tapi kalau tidak Papa yang akan merancangnya untukmu. Kau dan keluargamu kelak juga harus punya hunian yang layak.."
.
Huh ...telat sekali Om Yoga...Coba tante Kristy berpikir seperti Om Yoga...mungkin aku juga akan pikir pikir dulu sebelum memilih Dafa...
Tante Kristy dasarnya orang gak punya makanya pola pikirnya hemat...coba kalau seperti Om Yoga...Benar benar mertua idaman...
Hem...Aleena beruntung....batin Mischa.
.
" Terserah Papa kalau begitu.." Kata Dafi kemudian.
.
.
" Cinta pindah sekolah lagi ?" tanya Kristy saat ia bersiap siap mengemasi barang barang yang akan mereka bawa ke Surabaya.
" Iya...Sama Andres...Andi bilang dia sudah mengurus sekolah nya..." jawab Yoga " Yang aku heran, kalau cuma minta aku membantu di perusahaan nya, kenapa Dia sudah mendaftarkan Cinta satu sekolah dengan anaknya...Aku curiga dia ada lobi lobi dengan Kak Romi supaya aku balik memegang perusahaan "
" Hem... Mungkin saja begitu. Mas bilang , Andi sakit...tapi kemarin pas di pernikahan Dafa Dafa dia tampak baik baik saja "
" Makanya aku juga heran.."
" Sebenarnya tidak apa apa juga sih kalau Mas Yoga mau kembali mengurus perusahaan..Toh itu perusahaan milik keluargamu..."
" Lalu anak cabang restoran yang masih mau di bangun itu bagaimana? Siapa yang mengelola..? " ucap Yoga
" Kan bisa kita serahkan pada Dafi dan Aleena..."
" Kamu suka aku kerja di mana , Dik ?" tanya Yoga pada istrinya.
__ADS_1
" Senyaman kamu Mas..."
" Aku jadi seperti menjilat ludahku sendiri kalau kerja di perusahaan...Padahal aku sudah pernah bilang tidak akan kembali ke Pratama lagi.." kata Yoga.
" Itu kan Pratama nya Papamu..Sekarang kan Pratama mu sendiri Mas..."
" Tau begini, Dafa Dafi aku masukkan saja ke Perusahaan sekalian...Aku seperti diskriminasi anak..Xavier, Cinta kelak akan kerja di perusahaan, masak Dafa Dafi tidak..Aku seperti membedakan anak kandung dan anak tiri.."
" Mas kan nanti bisa mengajak Dafa dan Dafi kalau mereka bersedia. Restorannya biar di kelola istri mereka..Seperti kita dulu.."
" Ah...benar juga..." Ucap Yoga dalam senyumnya.
" Sementara biar seperti ini dulu..."
" Oh iya..dari tadi aku tidak melihat Xavier..kemana dia?" tanya Yoga mencari cari satu satunya anaknya yang tidak terlihat batang hidungnya sedari pagi.
.
.
...----------------...
.
.
Xavier yang menghilang sejak pagi ternyata mendatangi hotel tempat pesta pernikahan kemarin untuk mencari Mimi.
" Hah?..Sudah pulang? " tanya Xavier tak percaya saat ia bertanya pada resepsionis hotel untuk mencari tahu kamar Mimi yang ia yakin menginap di hotel itu.
Padahal ia sudah berusaha gerak cepat bangun tidur langsung mandi dan langsung ke sana.
" C i .h... Sial.. " ucap Xavier kesal.
.
Padahal Mimi adalah satu satunya cewek yang berhasil membuatku langsung jatuh cinta...Selama ini gak ada satupun cewek di sekolah ku yang bisa membuatku berminat...Kenapa dia malah kabur...
Apa kurangnya aku....Apa dia rabun ..menolak cowok setampan aku...keluargaku juga keluarga sukses.... Nanti kalau aku dewasa , aku juga yang akan mengambil alih perusahaan Pratama yang kini di pegang Om Romi...Dia benar benar cewek idiot...
Xavier benar benar tak habis pikir dengan Mimi. Sikap Mimi jelas memberikan penolakan padanya. Pertama kali ia jatuh cinta, pertama kali pula ia harus patah hati. Kekecewaan menyelimuti hatinya. Terlebih ia tidak tahu dimana tempat tinggal Mimi.
.
" Bagaimana Bos?" tanya anak buah Xavier yang menunggu di depan hotel.
" Dia kabur.." jawab Xavier.
" Lalu bagaimana?"
" Aku akan mencari dia...Nanti aku akan tanya Mama ku..dia pasti tahu tempat tinggalnya..."
" Tapi seperti nya cewek itu lebih tua dari bos...dengar dengar sih sudah kuliah?"
" Itu tidak masalah buatku..."
" Jangan jangan dia sudah punya pacar bos?"
" Kalau dia punya pacar aku akan memisahkan mereka...Siapa sih yang mampu melawan XAVIER PRATAMA...."
" Hahaha.. Itu benar bos..." dukung anak buahnya.
.
__ADS_1
.
" Darimana saja Xavier? " tanya Yoga pada anaknya yang baru saja pulang itu.
" Aku mencari Mimi...tapi dia sudah pergi." Jawab Xavier jujur. " Mama punya alamat Mimi?"
" Hah? ... Untuk apa?" tanya Kristy.
" Dia belum memberiku jawaban.."
" Astaga...Xavier Xavier...Tidak usah mencari Mimi...dia sudah pulang ke Yogja. Dia buru buru pergi karena takut padamu..Dea tadi Wa aku...Sudah Xavier...Tidak usah mencari Mimi lagi..dia sudah kuliah dan kamu masih SMA...Usia kalian terpaut jauh sekali..." kata Kristy.
" Kau ikut kami ke Surabaya saja bagaimana? tinggal bersama kami..." kata Yoga. Ia ingin mengawasi tumbuh kembang anaknya yang mulai merisaukannya itu. Jika dalam pengawasan kedua orang tuanya , ia yakin Xavier pasti akan berubah. Mumpung belum kebablasan.
" Gak Pa..aku sama Om Romi saja...Aku nyaman di sana..."
" Tapi jangan seperti ini Xavier...Papa dapat laporan kau jadi pimpinan genk... Kau sering ikut tawuran, mabuk mabukan , merokok dan bahkan pemalakan... Itu memalukan Xavier...Kau memalak orang..." kata Yoga.
" Bukan aku yang memalak...tapi teman temanku...Karena mereka anak buah ku aku yang melindungi mereka...Aku beking mereka..."
Kristy dan Yoga menghela nafas panjang. Mengelus dada.
" Kau ikut tawuran?" tanya Yoga
" Tentu saja...aku pimpinan mereka" jawab Xavier lugas.
" Kau merokok?"
" Kadang.."
" Mabuk mabukan?"
" Aku kadang minum ...tapi gak mabuk mabukan..Kalau mabuk mabukan parah ya anak buah ku... Yah....Aku cuma kadang kadang mentraktir mereka..."
Kristy dan Yoga mengelus dada untuk kesekian kalinya mendengar jawaban putranya itu. Memang Xavier melakukan semua hal buruk itu...Namun ia mengakui semuanya dengan jujur karena sedari kecil ia selalu di ajari seperti itu oleh kedua orang tuanya. Ia tidak pernah berbohong.
" Tawuran , merokok, minum...satu lagi...kau suka main perempuan?" tanya Yoga to the poin.
" Tidak...ah belum.."
" Ha?" Yoga dan Kristy melongo mendengar jawaban Xavier. " Belum???" tanya keduanya.
" Kalau menurut cerita Om Romi...Papa dulu sewaktu muda juga melakukan semua seperti yang ku lakukan itu kan...Tapi aku belum separah Papa yang dulu suka me\_rentengi cewek.. Papa dulu Play boy parah kan.. Tukang gonta ganti pacar... Dimana mana banyak pacar Papa....f u c k b o y..." jawab Xavier sambil tersenyum.
Yoga ternganga. Sedang Kristy melirik Yoga dengan sinis dan penuh amarah.
" Ooo...jadi begitu ya.." Kristy geram.
"D.. Dik...itu cuma masa lalu...aku bisa jelaskan.." ucap Yoga gelagapan karena belangnya di bongkar oleh Xavier. Kristy nampak marah karena ia selama ini mengira Yoga cuma laki laki kalem dan penyayang keluarga , Sisi kelam Yoga sebelum menikah sama sekali tidak diketahuinya.
" H i h...bocah nakal ini..." Yoga geregetan dengan Xavier yang tertawa cengengesan.
" Xavier..Suruh teman temanmu itu balik ke Jakarta. Dan kau...KAU AKAN KU MASUKKAN KE SEKOLAH PONDOK PESANTREN !!! "
" 😱😱😱 Oh My God...pondok pesantren?" tanya Xavier shock.
__ADS_1
.