
" Dasar bocah edan tempat kerja di buat mainan..kau pikir ini tempat bapakmu?!!" ucap pak Hasbi keras penuh amarah
"Apa?" ucap Romi sambil menoleh pada Hasbi.
DEMI Tuhan.. sebaiknya kau diam pak...kalau kau ingin selamat musuh singa ini..batinku.
"Bocah ini tidak disiplin , bolos di jam kerja, tidak masuk beberapa hari tanpa ijin , juga kabur membawa kendaraan dan produk perusahaan... Sekarang malah masuk siang siang begini .. " ucapnya mengadu pada Romi.
"Pak..tolong..diam.."ucapku pelan
"Apa?.. kau menyuruhku diam...dasar bocah edan..." umpat pak hasbi.
Ya ampun ...anjing herder tua ini benar benar ya... mulutnya ember tidak ada rem. Batinku sambil mengelus dada.
" Aku tidak masuk beberapa hari karena ada keperluan penting pak..Dan untuk produk yang kubawa aku akan mengganti semua biayanya..termasuk targetku yang beberapa hari tidak tercapai..semua akan ku penuhi..."ucapku.
" Jangan kira karena kau anak orang kaya kau bisa seenaknya...apa kau tidak di beritahu temanmu..kau sudah ku pecat.. dan kau akan ku proses secara hukum untuk tindakanmu "
Romi yang sedari tadi diam menahan amarahnya mengepalkan tangannya kuat kuat.
" Bocah edan....bolos kerja.. kabur..target tak tercapai... di pecat..." Romi geram.
Aku yang melihat kemarahan Romi yang begitu memuncak itu panik...Tatapan matanya yang ibarat pedang api itu menatapku penuh kemarahan.Apalagi tangannya yang mengepal kuat seperti hendak memukul orang itu membuatku semakin panik.
"Jang..jangan kak.."ucapku terbata.
Melihat Sikap Romi seperti itu pak Hasbi tersenyum.
"Rasain kau bocah ... habis kau sekarang.." batinnya senang.
Romi maju dan melayangkan pukulannya dengan keras . Tapi bukan padaku melainkan pada pak Hasbi.
Pak Hasbi begitu terkejut menerima pukulan keras dari Romi yang sama sekali tidak di sangka nya. Ia sampai jatuh dan pusing karena saking kerasnya . Dan bahkan darah segar keluar dari hidungnya.
Ya ampun....dia mimisan..Pasti keras banget pukulan dari Raja Singa ini... Aku ngeri membayangkan bagaimana rasanya itu.
"Tuan.. tuan Romi.. kenapa memukulku..?" tanya pak Hasbi heran sambil menghapus darah di wajahnya dengan sapu tangan dari sakunya." kenapa membela salesman ini..."
"Apa kau bilang? Salesman??!!" ucap Romi seraya menghampiri Hasbi lagi dan hendak memukulnya lagi
"Jangan kak..." Aku dengan cepat menahannya.
"kau bilang salesman??!" tanya Romi lagi
"Dia memang salesman..."
" Demi tuhan...tidak bisakah kau diam...?! " ucapku pada pak Hasbi.
__ADS_1
"minggir kau!" ucap kak Romi seraya menepiskan tanganku dengan keras dan bersiap memukul pak Hasbi lagi.
"Kau pikir kau siapa menjadikan dia salesman?... Bukankah kau sudah ku suruh menempatkan dia di direksi keuangan..beraninya kau mengabaikan perintahku.." ucap Romi seraya memukuli pak Hasbi lagi.
Tuh kan...dibilang diam ..susah banget..bonyok sendiri kau..
" Sudah kak...sudah cukup!!' ucapku seraya menarik kak Romi menjauh dari pak hasbi yang sudah babak belur di hajar kak Romi.
Hal itu mengundang perhatian semua yang ada di sana.Mereka pada berkerumun menyaksikan bos CEO mereka yang di hajar orang.Namun saat tahu yang melakukan pemukulan adalah Romi, atasan mereka tak ada seorangpun yang berani bertindak. Salah omong sepatah kata mereka juga akan mengalami hal yang sama seperti pak hasbi. Termasuk pula satpam dan beberapa sekuriti yang datang ke sana. Mereka sama sama tak berkutik di depan Romi. Bahkan Andi pun juga ada di sana.
"Kak sudah cukup...dia bisa mati nanti.."ucapku menenangkan kak Romi.
" Kau tahu tidak siapa dia ini Hasbi?... Dia ini Yoga... Yoga Putra Pratama...Dia anak tunggal Tuan Besar Guntoro Pratama.!!"
Semua orang ternganga mendengar ucapan Romi.Mereka benar benar tak menyangka kalau Yoga adalah anak bos besar mereka.Yang berarti dia adalah Tuan muda mereka.
Terlebih Hasbi... ia benar benar shock.Ternyata ia telah melakukan sebuah kesalahan besar.Wajahnya yang sudah bonyok berubah pucat membayangkan nasibnya.Ia telah bersikap buruk kepada Anak bosnya.Dan seperti yang dia tahu..Perusahaan ini adalah milik bos yang mempunyai kelompok mafia besar sebagai bekingnya.
"Ampuni saya tuan muda.." Ucapnya cepat tanpa menghiraukan rasa sakit dan luka luka di tubuhnya. Ia sadar ia harus cepat melakukan itu jika ia masih ingin hidup.
Aku menoleh pada pak Hasbi yang sudah bonyok di hajar kak Romi.
Kasihan sekali kau jadi samsak nya Raja Singa ini... sudah kubilang diam sih...susah banget.
******
Aku cuma duduk di sofa di ruangan Ceo yang begitu luas ,adem dan bagus itu.Sambil melihat pemandangan indah dari luar kaca. Gedung gedung bertingkat dan langit biru yang indah.Nyaman sekali tempat ini...pikirku.
" Beraninya kalian mengabaikan perintahku.." ucap Romi kesal meskipun tak marah besar tadi.
"Ma..maafkan kami tuan.." ucap keduanya sambil menunduk.
"Sebaiknya kalian ku pecat saja atau..."
"Jangan pecat kami tuan.."
"kami punya keluarga ..."ucap keduanya.
"Hm... kalau begitu kalian jadi salesman saja menggantikan Yoga.."ucap Romi
Keduanya begitu terkejut mendengarnya.
"Bagaimana Tuan muda?"tanya kak Romi padaku.
Aku berjalan menghampiri kak Romi dan menatap keduanya.Mereka nampak takut dan panik.
"Sudahlah... "ucapku tak ingin terus terlarut dalam masalah ini. "Kalian kembali bekerja saja"kataku kemudian.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan Muda" ucap keduanya lega.
Romi menghela nafas panjang.Kenapa Yoga cepat sekali memaafkan mereka.
"Mulai sekarang Yoga yang akan menjadi CEO disini...Dan kau akan bekerja di direksi keuangan menggantikan posisi Yoga ,hasbi. ,Dan kau kau ku hukum potong gaji bulan ini...Kalau kalian tidak terima buat surat pengunduran diri..."tegas Romi pada pak hasbi dan manager itu.
Keduanya terdiam sesaat .Namun kemudian menjawab.
"Baik ,Tuan" kemudian sesudah itu keduanya pamit dan pergi.
"pak hasbi..." panggilku.
"Ya tuan muda..."jawabnya cepat.
"Kau pergilah berobat ke rumah sakit dulu.. Dan kalau kau masih ingin bekerja di sini...istirahatlah dulu beberapa hari.." ucapku kemudian.
" Baik tuan muda" ucapnya.
Romi tak habis pikir dengan sikap Yoga itu..
" Lembek" ucap kak Romi kemudian .Ia lalu duduk di sofa.Akupun mengikutinya.
"Kak Romi saja yang terlalu kejam.."ucapku.
"Bukan kejam tapi tegas.."jawabnya
"Tegas kok main tangan.."Sahutku.
"Apa kau bilang?!"Kak Romi menatapku sinis.
UPS...mulutku ini..ember sekali...Raja Singa ini tak ada lawan..aku lebih baik diam kalau ingin selamat.
"Ah tidak kok kak..aku tak bilang apa apa" ucapku seraya memberi kode tangan mengunci mulutku
" Dasar.." iapun tersenyum akhirnya
"Kenapa sih kau tidak bilang padaku kalau dia menjadikanmu salesman?...Benar benar konyol menjadi salesman padahal kau anak bosnya..." gerutunya. Aku cuma tersenyum
"Kau juga kenapa mau saja di suruh jadi salesman...bodoh sekali"
"Aku hanya ingin mencoba saja.."jawabku
"Mencoba?" tanya kak Romi
"Aku ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi salesman...Mendiang suami kristy itu dulu juga bekerja menjadi salesman..."ucapku.
"Hah....lagi lagi dia...kenapa semua urusanmu pasti melibatkan kristy...kristy lagi kristy lagi...sampai kapan kau terus terlibat dengan kristy.."ucap Romi tak habis pikir.
__ADS_1