KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
206. FAKTOR KETURUNAN


__ADS_3

" Mama..Papa..." panggil Xavier seraya memeluk Mama tercintanya. Kristy memeluk putranya dengan erat. Betapa ia merindukan putranya yang kini sudah jauh lebih tinggi darinya. Dan bahkan sedikit lebih tinggi dari Yoga yang tingginya 180cm.



" Salim ...cium tangan orang tuamu.." Yoga mengingatkan kebiasaan yang hampir di lupakan oleh anaknya yang baru beberapa bulan tak di lihatnya itu.



" Ih Papa macam orang kampung saja ...Gaul dikit lah Pa.." kata Xavier. Meski begitu , ia tetap melakukannya. Ia bersalaman dengan Kristy dan Yoga dan mencium tangan mereka setelah puas memeluk kedua orang tuanya.



" Nilai luhur dan sopan santun pada orang tua itu harus tetap di jaga..." ucap Yoga.



" Iya iya , Papa selalu benar " ujar Xavier.



" Tidak bertemu sebentar saja sudah berubah..." timpal Yoga.



" Berubah apa...Berubah lebih tampan...hehe..."



" Dasar..." ucap Yoga sambil mengacak acak rambut putranya . Ia gemas sekali dengan putranya yang tumbuh begitu cepat itu. Padahal usianya baru 15 tapi sudah begitu besar dan tinggi.



" Hehe...Aku kangen Mama..." ucap Xavier sambil ber\_manja di pelukan Mamanya lagi.



" Papa tidak?" tanya Yoga.



" Kangen dong.." ucap Xavier sambil memeluk keduanya.



" Kalian kalau berdiri bertiga seperti itu seperti sebuah maha karya hebat.. " ucap Romi mengagumi saat ketiganya tampak indah berdiri bersama. Ayah , Ibu dan anak yang sempurna. Very Good looking " .



" Bukankah masih lebih tampan aku waktu muda dulu kak .." kata Yoga sambil tertawa.


" Tampan kau sedikit , anakmu banyak...hahaha.." ucap Romi sambil tertawa. Xavier cuma tersenyum.



" Ayo sapa semua famili kita...Itu keluarga almarhum Papa Dafa dan Dafi...Oma Nora , Opa Jaka dan Om Daren tante Dea dari yogja. " Juga kakak sepupu kamu, Mimi ...Yang lagi sama Cinta dan Alisha itu.."


.


Rasanya malas kumpul dengan orang orang kampung itu....Dekil dan bau.... Mereka bukan level ku...Batin Xavier.


.


.


Namun ia hanya bisa menurut pada kedua orang tuanya itu.



Kristy dan Yoga mengajak Xavier mendatangi keluarga mantan mertuanya.



" Ini putra kami...Xavier..." Kristy dan Yoga memperkenalkan Xavier pada keluarga dari Yogja itu.



" Ya ampun , tinggi dan gagah sekali..Kuliah?" tanya Jaka , Opa si kembar.



" Dia baru SMA..." jawab Kristy sambil tertawa.



" Ku kira sudah kuliah...Sama Mimi yang masih kuliah saja masih gedean Xavier..😅😅"



" Ya sudah jelas Pa...Nak Yoga saja setinggi itu.." ucap Nora pula. Mereka tertawa bersama.



" Pa..aku mau ke tempat bocil cebol itu.." Kata Xavier saat melihat Cinta dan Alisha sedang ngobrol dengan seorang gadis asing. Yoga mengangguk, ia ngobrol dengan Jaka , dan Daren suami adik Raka.


.


" Hei Duo cebol...kenapa kalian tidak tumbuh tumbuh ..tetap segitu dari dulu.." Ucap Xavier pada Adiknya Cinta dan Alisha (anak Bisma).

__ADS_1



" C i h...Mulutnya tetap lemes , Kak.." timpal Cinta sewot. Kakaknya itu memang suka sekali menggoda dan meledek nya sejak dulu.



" Kak Xavier..." panggil Alisha begitu melihat Xavier.



" Apa kabar kalian duo cewek kampung dekil..." Meski mulutnya berkata pedas namun Xavier memeluk kedua gadis kecil itu dengan hangat. Ia menganggap Alisha sama seperti Cinta, Adiknya sendiri.



Xavier jongkok dan memeluk keduanya.


" Cium! " Ia menyuruh keduanya mencium pipi kanan dan kirinya. Dan keduanya tersenyum sambil melakukannya.


" Wah...kalian nampak akur sekali..." ucap Seorang gadis yang begitu manis sekali saat tersenyum. Xavier terpana pada gadis manis yang nampak kalem dan lembut itu.



" Siapa? " tanya Xavier.



" Ini kak Mimi....anaknya Om Daren dan Tante Dea..." jawab Cinta.



" Halo Xavier...Aku adik sepupu Kak Dafa dan Kak Dafi...aku saudara sepupu jauh mu juga , Mimi.." gadis berkulit sawo matang itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Namun Xavier malah tak bergeming . Ia terpaku menatap Mimi.


.


.


*Ya ampun....Ternyata ada juga gadis kampung yang cantik...Dia seperti bidadari, dan Senyumnya itu semanis gula...Biarpun dia pendek tapi dia cantik*...


Meski berhijab..Semakin di lihat dia semakin manis..😍😍


.


.


Xavier langsung jatuh hati padanya.



" Kak..Salaman.." ucap Cinta sambil menepuk pipi kakaknya yang sedang terpana dalam kecantikan alami Mimi.




" Xavier Putra Pratama "



" Mimi Calista " Keduanya saling menatap dan tersenyum.



" Punya pacar ? " tanya Xavier langsung.



" Ha?" Mimi membelalakkan matanya.



Hal itu sontak mengundang perhatian banyak orang. Termasuk teman teman Xavier yang berada di sekitaran meja prasmanan dekat dengan mereka.



" H\_Uuu!!....hu\_uuu!!!...Bos nembak cewek! " ucap Mereka yang kemudian mendekat dan bersorak sorai untuk mendukung Xavier, Bos mereka.



" A.. Apa?" Mimi langsung merona karena malu dengan sikap Xavier dan teman temannya itu. Ia jadi kikuk saking malunya.



" Mau jadi pacarku ?" Tanya Xavier to the poin.



Mimi ternganga...Ia sampai menutup mulutnya yang terbuka karena saking kagetnya .



Semua pengunjung yang ada di situ menoleh menatap Xavier yang dengan berani menembak cewek di depan semua orang itu yang menghadiri pesta itu.



" Ya ampun..." Yoga dan Kristy benar benar tak habis pikir dengan kelakuan anaknya itu.


__ADS_1


Romi malah tertawa. " Kelakuan anaknya juga sama persis dengan Bapaknya....Dia sama seperti kau dulu saat nembak Bulan..Tak peduli tempat dan di depan banyak orang pula...Benar fotokopi mu Yoga ..."



Kristy sesaat menoleh pada suaminya .Yoga yang di tatap Kristy langsung menyahut. " Jangan salahkan faktor keturunan Dik..." Yoga tak mau di salahkan.



Kristy menghela nafas panjang. Anaknya satu itu benar benar memberi banyak kejutan padanya hari ini.



" Terima!! ..terima!! ...terima !!. " Anak buah Xavier kompak menyuruh Mimi menerima cinta Bos mereka.



" Aku tampan, tinggi , anak orang kaya...Aku sempurna...apalagi yang kau pikirkan? " tanya Xavier dengan angkuhnya.


.


Ya ampun sombong nya. ..batin Mimi tak suka dengan sikap angkuh Xavier.


.


Mendengar itu Mimi tertawa. Ia kemudian melepaskan jabatan tangannya dengan Xavier.



" Kenapa kau tertawa? "



Mimi tak menjawab. Ia kemudian melangkah pergi mendekati Ayah dan Ibunya. (Dea dan Daren).



Xavier yang tak mendapat jawaban dari pernyataan cintanya kemudian melangkah mengikuti Mimi yang menuju ke kedua orang tuanya yang sedang berdiri di dekat Yoga dan Kristy juga Opa Oma Dafa.



" Hei , kau belum menjawab ku..." Xavier tetap meminta kepastian.



" Xavier.." Yoga menegur anaknya yang begitu memaksa Mimi itu. Namun Xavier mengabaikannya. Ia berdiri di depan Daren , dimana Mimi bersembunyi di balik punggung Ayahnya itu.



" Kau harus menjawab ku... Kau mau tidak menjadi kekasihku? " tanya Xavier.



" Ya ampun..." Kristy menepuk keningnya. Ia benar benar di bikin pusing oleh kelakuan anaknya.



" Terima!! ...terima !! ..terima!! ..." Anak buah Xavier kompak memberi dukungan seperti korlap suporter sepak bola.



" A..Begini..Xavier...Mungkin ini terlalu mendadak untuk Mimi, jadi dia bingung harus menjawab apa..." kata Daren mewakili Mimi.



" Kau siapa? "



" Aku Ayah Mimi..."



" Kalau begitu Om yang jawab... apa Om mengijinkan dia menjadi kekasihku?" tanya Xavier lagi.



" A...." Daren juga bingung harus menjawab apa di tembak seperti itu.



" Ayah, aku kembali ke kamar dulu.." ucap Mimi. Ia kemudian buru buru pergi. Xavier hendak menyusulnya namun dengan cepat YOGA mencegahnya.



" MIMI...Kemanapun kau pergi aku akan mencari mu....Kau akan menjadi kekasihku...KAU PASTI AKAN MENJADI MILIKKU !!" Ucap Xavier keras dan lantang agar Mimi mendengarnya. Meski di cekal Papanya ia tetap lantang menyuarakan isi hatinya.



" Ya ampun bocah nakal itu..." Dafa dan Dafi begitu geregetan melihat kelakuan adiknya itu. Namun karena sedang menerima ucapan dari tamu pernikahan , mereka hanya bisa melihat dari jauh saja.



" Sepertinya Darah keturunan Guntoro lebih mendominasi Yog...Kau harus bisa mengendalikan anakmu " ucap Romi yang melihat kekeraskepala\_an Xavier. Sepertinya Xavier akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya. Dan itu persis dengan sifat kakeknya.



Kristy benar benar pusing tujuh keliling. Apakah kelak anaknya akan menjadi orang yang sombong dengan semua yang di milikinya. Dan apakah ia juga akan memaksakan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Sepintas lihat saja sifat Xavier sudah menurun Guntoro.

__ADS_1


__ADS_2