KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
87. KEBENCIAN MENDALAM


__ADS_3

" Lalu Papa bilang apa ke Tuan Abraham?" tanyaku



" Tidak bilang apa apa.. Wong mereka tidak secara langsung bilang ingin menjodohkan kalian. Mereka cuma bilang makan malam denganmu. Tapi mereka bilang Celine ikut..jadi aku sudah paham maksud Abraham.."



" Kak Celine lebih cocok untuk Kak Romi " ucapku menolak secara tidak langsung.



" Mana mungkin mereka mau menikahkan putri tunggal mereka dengan anak angkat " ucap Guntoro.



" Pokoknya aku tidak mau di jodohkan Pa.. " tegas ku.



" Yog Yog.. sampai kapan kau akan begini terus...Bulan sudah lama meninggal.." ucap Guntoro yang mengira Yoga masih belum bisa move on dari Bulan.



" Sampai aku punya anak " sahut Yoga cepat



" Anak?"



' Astaga..mulut ku ini kenapa tidak ada rem nya.. malah keceplosan lagi...' batinku geram pada diriku sendiri.



" Hahaha . Kau ini melantur Yog.. Pacar saja tidak punya pingin punya anak.. Sudahlah istirahat sana..Kau kebanyakan minum ya tadi malam.. " ucap Guntoro sambil tertawa tawa.



' Ya sudahlah.. Papa memang tidak tahu apa apa..'



Kemudian Guntoro segera bangkit dan hendak pergi.



" Papa ke Jakarta lagi kapan?"



" Nanti malam . Siang ini aku masih ada pertemuan bersama Abraham dan rekan bisnis Papa yang lain"



" Ya sudah...hati hati di jalan Pa.." ucapku melepas kepergian Papa.


.


.


Guntoro menghampiri Romi yang berada di luar ruangannya dengan Andi. Kemudian ia mengajak Romi meninggalkan kantor Yoga itu. Sementara Andi kembali ke ruangan Yoga dan bekerja kembali.



" Romi..Aku dari kemarin penasaran dengan Resto di depan kantor Yoga. Kenapa ada jembatan penyeberangan yang seperti menghubungkan kantor ini dengan Restoran itu "



" Mungkin ada kerjasama antara Tuan Muda dan pemilik restoran itu Tuan.."jawab Romi.



" Kau sudah makan belum..kalau belum kita coba makanan nya "



" Terserah Tuan Besar saja..."



" Kalau begitu kita ke sana "


.


.


Sementara itu Kristy yang sedang berada di restorannya masih berada di dalam ruangannya mengecek laporan pembukuan bulanan.



" Rasanya remuk.." ucapnya pelan sambil mengencangkan kedua tangan sambil menguap. Tubuhnya masih terasa pegal setelah semalaman melakukan adegan panas dengan Yoga .Dan iapun juga masih mengantuk.



' Apa aku pulang saja..Toh di sini semua sudah aman terkendali . Aku cek di rumah saja deh ' batin Kristy bangkit sambil membawa buku laporan dan bolpoin nya.

__ADS_1



" Risma aku pulang dulu.. Aku tidak enak badan " ucap Kristy pamit pada pegawainya yang bertugas sebagai manager di restoran nya.



" Iya Bu.." jawabnya.


Kristy kemudian keluar dari ruangannya dan hendak pulang menuju ke rumahnya. Ia menuruni tangga menuju ke lantai 1.Restorannya nampak ramai pengunjung karenanya ia masih menyempatkan diri melihat pekerjaan anak buahnya .


" Semua beres ? " tanya Kristy pada para juru memasaknya.



" Beres Bu.." jawab para pegawainya.



Kristy lalu melangkah menuju ke kasir dimana dua pegawainya sedang sibuk melayani pengunjung yang membayar tagihannya. Ia tersenyum , sepertinya semua berjalan lancar tanpa kendala.



Kristy begitu terkejut saat melihat ke seputar restorannya , ia melihat sosok dua orang yang tak asing melangkah memasuki restorannya. Sosok dua orang yang sangat di bencinya . Karena mereka mengingatkannya pada sebuah masa lalu menyakitkan yang pernah di alaminya. Dimana saat itu ia berhadapan dengan mereka saat menuntut keadilan untuk dirinya.



" Percuma saja kau membawa kasus ini ke pengadilan . Kau tidak akan pernah bisa menang dari kami.." ucap orang itu dengan sombongnya.



Kristy mengenal orang itu bernama Guntoro Pratama , orang itu adalah mantan Bos tempat di mana ia dan Raka dulu bekerja. Ayah dari orang yang membuatnya harus kehilangan suaminya.



" Aku ingin orang yang menabrak suamiku di penjara kalau perlu di hukum mati. Nyawa harus di bayar dengan nyawa " ucap Kristy yang kala itu sangat emosi lantaran mendengar kabar kalau pelaku kecelakaan itu kabur ke luar negeri di sembunyikan oleh orang tuanya.



" Hahaha.. mimpi.. Kau pikir kau bisa melakukan itu...Kau tidak akan bisa menyentuh anakku. Bahkan hukum pun tidak bisa. Anakku tidak bersalah . Dia tidak melakukan itu dengan sengaja. Itu cuma sebuah kecelakaan. Dan lagi apa kau bodoh...sadar dirilah kau ini berhadapan dengan siapa.." kata Guntoro lagi dengan sombongnya.



Kristy tahu Bos perusahaannya saat itu memang masih memiliki kekuasan karena ia sedang mempunyai kedudukan politik. Dan selain itu dukungan finansial super kuat yang dimilikinya membuat orang itu yakin ia tak akan tersentuh hukum.



" Pokoknya dia harus di penjara !" ucap Kristy ngotot.




Kristy tak mengenalnya tapi yang jelas orang itu pasti anak buah Guntoro. Dia adalah pemuda yang datang bersama Guntoro tadi.



" Lebih baik anda menerima penawaran kami ...Kami akan memberikan jumlah yang besar yang tidak akan bisa anda bayangkan. Bahkan jika anda bekerja keras seumur hidup belum tentu anda bisa mendapatkannya. Tuan Besar akan mencukupi semuanya bahkan hingga anak anda dewasa. Bukannya itu merupakan jalan terbaik untuk seorang janda hamil yang di tinggal mati suami seperti anda.."



Kristy yang mendengar itu bukannya senang malah semakin tersulut emosinya. Meski di ucapkan dengan nada pelan dan sopan ucapan pemuda itu sama menyakitkannya dengan kata kata Guntoro. Ia merasa sangat di remehkan.



" Aku tidak akan menerima sepersen pun uang dari PEMBUNUH!!!" ucap Kristy keras.



" Asal tahu saja ya..aku tidak gila uang apalagi dengan uang kotor kalian . Kalian para orang kaya , kalian pikir semua bisa selesai dengan mudah asalkan ada uang. Tapi Apa kalian pikir kalian bisa membeli nyawa seseorang dengan uang?...Kalian bisa mengembalikan hidup seseorang dengan uang?!" teriak Kristy penuh emosi.



Guntoro benar benar geram dengan sikap Kristy itu.



" Kalau begitu kita jumpa di pengadilan... dan lihat saja . Sebesar apa kekuatan uang itu....Kau akan menangis darah wanita miskin belagu!! " kata Guntoro dengan tak kalah keras.



Dan semuanya terbukti. Dengan kekuatan uangnya Guntoro memenangkan persidangan.


Kristy malah di tuntut balik dan di denda dengan jumlah yang sangat besar. Bahkan selain di pecat dari pekerjaannya , rumahnya juga di sita.


Kedua mertuanya juga marah padanya dan mengusirnya. Dalam keadaan hamil tua , tak punya uang dan tanpa pekerjaan ia harus mengalami penderitaan beruntun . Ia kehilangan semuanya. Ia benar benar menderita saat itu . Sampai ia harus hidup menumpang di rumah Bibinya di Blitar.



Ia benar benar sakit hati dan jadi begitu membenci Guntoro. Orang kaya sombong yang membuat hidupnya nya berantakan dan merendahkannya dengan uangnya.



Dan bahkan sampai saat inipun ia masih sangat membencinya. Orang itu adalah sumber penyebab penderitaannya dulu. Dan ia masih memendam kebencian yang begitu mendalam kepadanya. Sangat dalam...


.


.

__ADS_1


Dengan spontan ia bersembunyi di balik meja kasir. Dan meringkuk di bawah sana.



' Kenapa mereka kemari...' Batin Kristy bertanya tanya



" Bu Kristy..." pegawainya begitu heran dengan sikapnya.



"St.. " Kristy memberi isyarat diam pada pegawainya. Pegawainya mengangguk.



" Ada yang bisa dibantu Tuan..." tanya pegawainya.



" Apa aku bisa bertemu dengan pemilik restoran ini ?" Suara seorang pria yang sangat di bencinya itu terdengar di telinganya. Kristy masih hafal betul pemilik suara itu.. yakni Guntoro. Orang kaya sombong yang pernah membuat hidupnya sengsara .



Pegawainya nampak ragu menjawab ia menoleh pada Kristy dan ia nampak menggeleng geleng.



" A... "



Kristy dengan cepat menulis di balik berkas laporan yang hendak di cek nya di rumah.



' Katakan aku tidak ada...' tulis Kristy cepat dan menunjukkannya pada pegawainya.



" Ah..maaf Tuan. Nyonya sedang keluar. Tidak ada di tempat " jawab pegawainya.



" Hem.. apa restoran ini punya kerja sama dengan perusahaan Pratama itu.."



" Maaf Tuan..Saya tidak tahu.."



" Hem.. ya sudah kalau begitu.. Kau pesan saja makanannya Rom..aku akan mencari tempat duduk yang nyaman " Kata Guntoro.



" Baik Tuan " Jawab Romi yang kemudian segera memesan makanan yang ada di daftar menu. Lalu iapun segera pergi mengikuti Guntoro.



" Sudah pergi?" tanya Kristy setengah berbisik.



" Iya "



" Ambilkan masker " Kata Kristy pada anak buahnya yang kemudian segera mengambilkan sebuah masker dan memberikannya pada Kristy. Kristy dengan cepat memakainya. Dan kemudian ia segera berdiri.



" Mana pesanan orang tadi ?" tanya Kristy. pegawainya segera memberikan pesanan Romi padanya.



' Lalapan dengan sambal hijau dan sambal merah ya..' Kristy tersenyum simpul dan kemudian menuju ke dapur bagian memasak pesanan.



" Kalian ada stok cabe hijau dan merah tidak?"



" Banyak Bu..."



" Bagus.. untuk pesanan khusus ini buat sambalnya se\_pedas mungkin ya... Sangat sangat sangat pedas... " kata Kristy pada pegawainya sambil memberikan pesanan Romi pada mereka.



Kemudian sesusah itu ia melangkah pergi sambil tersenyum.



' Selamat menikmati hadiah spesial dariku orang orang jahat bermulut pedas... Semoga sambal itu bisa membakar lidah dan kesombongan kalian...'

__ADS_1


__ADS_2