KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
73 . KAU ADALAH JACKPOTKU


__ADS_3

" Bagaimana rasanya Yog.." tanya Kristy saat aku mulai mencicipi masakannya.



Aku mengambil gurami bakar terlebih dahulu. Mengambil sedikit dagingnya dan mencelupkan ke sambal tomat asam manis buatan Kristy dan rasanya.. hem.. ini enak sekali.



Kemudian aku mencoba lele bakar madunya , rasanya manis dan gurih . Dan tetap saja sambal sebagai pelengkapnya. Mmmmm.. aku tak bisa bilang apa apa. Masakannya super du\_per mantap. Maknyus.. semua mantap. Cocok dengan selera ku.



" Lumayan " ucapku masih jaim.



Aku tidak akan membuatnya senang sebelum dia benar benar menurut padaku.



Aku makan dengan lahap. Semua masakannya ku cicipi walau sedikit sedikit.



" Dan ini hidangan penutupnya..es buah yummy " ucap Kristy sambil membagikan es buah kepada kami semua.



Es dengan beraneka macam buah seperti irisan apel, alpukat, melon , sari kelapa, kolang kaling dan jeli. Tampilannya begitu cantik ditambah sirup warna pink coco pandan , es batu, susu dan sedikit soda.



' Wow.. perpaduan manis dan sri\_wing soda menambah nikmat rasanya...benar benar kuakui istri cantikku ini sangat pintar memasak '💯



" Enak Ma.." ucap Dafa dan Dafi senang.



Kristy tersenyum. " Bibi Ijah dan Mang Adul makan sekalian ya.."



" Nanti saja Non.." ucap Bibi Ijah.



Mereka biasanya makan di dapur sesudah aku selesai makan. Di meja makan mereka sendiri.



Aku bangkit dan berpindah ke ruang depan .Dafa dan Dafi yang sudah selesai makan langsung mengikuti ku.



Kami bercanda tawa di ruang tamu .



" Sebentar lagi kalian sudah berusia 5 tahun lho.. minta hadiah apa untuk hadiah ulang tahun? " tanyaku yang tahu Ultah mereka beberapa bulan lagi.



" Aku mau sepeda Pa...Aku ingin bersepeda bersama teman temanku. " kata Dafa.



" Kalau Dafi?"



" Aku juga ingin sepeda... tapi.. "



" Kok pakai tapi ? tanyaku.



" Aku ingin punya adik "



" Adik?"



" Teman sekolah TK ku punya adik perempuan . Dia cantik seperti boneka barbie " jelas Dafi



" Betul Pa. Adik Bobby namanya Melisa..sangat cantik " tambah Dafa



Aku tersenyum pada keduanya. Saat itu Kristy datang dan turut bergabung.



" Sama Mama cantik mana?" tanyaku


__ADS_1


" Hem... cantik Mama " jawab keduanya bersamaan. Aku dan Kristy tersenyum.



" Adik kalian pasti lebih cantik..." ucapku



" Apa iya?" tanya keduanya.



" 1\+1 berapa?" tanya Yoga



" Hah?! " keduanya nampak bengong.



" jawab dong.." kata Kristy kemudian



" Dua " jawab Dafa dan Dafi bersamaan.



" 2\+2..."



" Empat "



" 5\+5... "



" Sepuluh "



Yoga tersenyum . " Nanti kalau kalian punya adik perempuan , adik kalian selain cantik juga pintar... seperti Kakak kakaknya.." ucapku pada keduanya.



" Horeeee.. " Keduanya nampak begitu senang. Kristy pun tersenyum .



Keduanya nampak begitu bangga saat Yoga mengusap kepala mereka. Mereka saling tersenyum.



>>>>


Kami pergi ke bandara dengan di antar Adul. Kami menunggu di lounge first classroom . Menunggu pesawat kami siap berangkat.



" Kita naik pesawat " ucap keduanya senang karena ini pertama kali mereka naik pesawat terbang.



" Tidak takut ?" tanya ku



" Tidak " Jawab keduanya senang.



" Anak hebat.." Dafa Dafi tersenyum



Para pramugari menyapa kami dengan ramah. Terutama pramugari dari maskapai pesawat yang akan kami tumpangi.



Mereka lalu mengantar kami ke kabin kami. Sama seperti pesawat yang kami tumpangi ke Jepang dulu. Kabin kami memiliki sebuah tempat tidur dan 2 kursi.



" Sebentar lagi waktu tidur siang kalian.. Jadi kalian harus tidur.."ucap Kristy pada keduanya.



" Yaaaah.. padahal masih ingin lihat langit dari pesawat" kata Dafa.



" Lihat sebentar boleh kok.. Terus bobok siang. Masih lama sampai Yogja.."



"Yeeee.. " ucap keduanya senang.



Kristy dan Yoga membiarkan kedua putranya berlarian sambil mengintip ke kaca jendela. Mereka begitu senang saat pesawat yang mereka tumpangi terbang ke angkasa.

__ADS_1



" Woooow.. tinggi sekali.." kata Dafa.



" Langitnya kelihatan jelas. ada awannya " kata Dafi pula .



Sementara keduanya asik memandangi pemandangan indah dari kaca jendela , Yoga membuka laptopnya. Sementara Kristy terdiam sambil memandangi suaminya yang masih sempat sempatnya mengurus pekerjaannya.



Setelah capek , Dafa dan Dafi tiduran di ranjang.



" Mama bacakan cerita ya.." kata Kristy sambil duduk di ranjang bersama kedua putranya.



" Papa saja.." ucap keduanya.



Aku menoleh pada keduanya yang mengulurkan buku cerita yang di bawa Kristy tadi padaku. Keduanya menatapku dengan wajah penuh harap agar aku menuruti keinginan mereka.



" Baiklah.. " aku menerima buku cerita itu dan ikut duduk di ranjang.



" E\_hem E\_hem.. Pada suatu hari ada seekor kelinci dan kura kura yang mau balap adu cepat... " Aku mulai membaca cerita itu dengan datar. Seperti membaca buku biasa saja. Sedikit cepat intonasinya. Mungkin seperti orang membaca UUD saat mengikuti upacara bendera.



" Papa tidak menjiwai. Tidak seperti Mama " ucap Dafi .Dafa mengangguk.



" Membosankan.." Protes Dafi.



" Habis Papa tidak pernah membacakan cerita sayang.." ucapku



" Tapi Papa hebat lho saat kerja. Papa bisa tampil di depan banyak orang. Menjelaskan tentang sesuatu dengan baik. " ucap Kristy.



" Apa iya?" tanya keduanya.



" Memang kau pernah lihat aku presentasi? " tanyaku heran



" Iya.. waktu itu Om Andi menampilkan sesuatu dari laptop ke layar proyektor. Kemudian Papa kalian menjelaskan dengan baik. Padahal banyak yang melihat Papa.. semuanya orang orang hebat lho.. " jelas Kristy.



" Papa di depan berdiri sendiri? "tanya keduanya lugu.



" Tentu saja. Kalau kalian berani tidak?" tanya Kristy. Si kembar menggeleng.



" Kalau waktu presentasi seperti itu Papa tidak bawa buku lho. Papa mempelajarinya dulu. Kemudian menjelaskannya kembali.."kata Kristy lagi.



" Hebat..." ucap keduanya kagum .Mereka biasanya malu bila di suruh maju ke depan kelas. Sehingga membayangkan jika Yoga tampil sendiri mereka jadi berdecak kagum mengagumi Papanya.



" Kalau ingin hebat seperti Papa kalian harus cepat tidur siang. Biar cepat besar dan tinggi dan berani seperti Papa. Biar Mama yang bacain ceritanya ya.."



" Iya " jawab keduanya . Kemudian Kristy mengambil buku cerita itu dan membacakannya.



Memang berbeda cara Kristy membacakan buku cerita itu . Dia terkadang merubah suaranya . Kadang pelan kadang juga dengan nada tinggi. Seolah sedang bermain peran.Suaranya , ekspresinya dan cara bicaranya menyesuaikan dengan karakter yang di bawakan nya.



Ya dia memang pintar bercerita. Mendengarnya bercerita seolah aku bisa membayangkan karakter apa dan apa yang dilakukannya. Seperti bermain drama. Ia benar benar menghayati peran dan ceritanya.



Tak lama kemudian keduanya pun tertidur.



' Kristy hebat sekali..dia bisa bekerja mencari uang sendiri , pintar memasak, pintar bercerita . Dia juga hebat di urusan ranjang. Benar benar satu paket komplit.. Bisa memanjakan perut, memanjakan anak dan suami..'

__ADS_1



Diam diam aku mengagumi istriku. Dibalik sikap keras kepalanya , ia benar benar sosok ibu dan istri yang baik. Penyayang dan perhatian pada keluarganya . Meski dulu dia seorang janda , tapi sebuah keberuntungan besar aku bisa memilikinya dengan semua kelebihannya. Seperti mendapat sebuah Jack\_pot.


__ADS_2