
" Ma\_aas..." Suara manja Kristy terdengar lagi. Sepertinya ia benar benar sudah tidak tahan untuk segera bersatu denganku.
*Aku tidak boleh begini...kasihan Kristy yang tersiksa menungguku*...
Saat itu logika ku kembali. Kalau aku ingin bersama Kristy dan anak anak kembali aku harus menerima dia apa adanya. Toh aku menikahi dia dulu dalam keadaan janda. Bekas Raka Bekas Bisma... tak ada istilah seperti itu. Kristy ya Kristy. Dia tetap wanita yang kucintai. Istriku...Ibu dari anak anakku. Bagaimanapun adanya dirinya aku harus menerimanya. Menerima dia lahir dan batin.
" Cepat lakukan mas..." pintanya..
Aku kemudian menarik pelan kakinya lebih mendekat ke tepi meja. Dan kemudian meletakkan kedua kakinya bersandar di bahuku. Dan kemudian segera memposisikan junior ku ke inti tubuhnya. Dan perlahan mulai mendorongnya.
Suatu keanehan terjadi. Aku sulit memasukkan adik ku ke sana. Sempit dan rapat sekali. Aku mencobanya lagi.
Ini aneh.. kenapa sulit sekali. Ini rasanya seperti saat aku pertama kali menyentuh Kristy dulu. Seperti lama tak tersentuh dan dimasuki Pria. Ini benar benar aneh...
Apa Kristy melakukan perawatan untuk mengembalikan keperawanannya... ini rasanya benar benar tak jauh beda dengan saat aku melakukannya dengan Bulan dulu
Kalau milikku yang ukuran tidak biasa bukankah sudah tak terhitung berapa kali jumlahnya aku melakukan itu dengan Kristy. Tapi ini benar benar merapat kembali seperti tak pernah di sentuh pria lain.
Aku berusaha menarik dan mendorongnya lagi. Berulang ulang. Sedikit demi sedikit. Dan terus mengulanginya. Cukup lama dan dengan sedikit memaksa hingga akhirnya dia bisa berada di dalam seluruhnya dengan sempurna .
Aku terkesiap dengan semua keanehan ini. Namun aku tidak diam. Aku mulai menggerakkan nya perlahan. Kulihat Kristy memejamkan matanya sambil tangannya menyentuh tubuhku. Seperti menahannya. Ini Nikmat atau sakit? aku benar benar tak bisa berkata apapun..
" Aa\_ah... " desahannya terdengar meski ekspresi Kristy seperti orang kesakitan.
Semakin aku menggerakkannya suara Kristy terdengar semakin keras. Dan itu membuatku semakin bersemangat untuk lebih memacunya.
Aku memegang kedua paha Kristy dan mulai menghujam nya dengan keras dan cepat. Suara kami saling bersahutan menggema di ruangan itu.
*Rasanya benar benar nikmat sekali... Benar benar indah..seperti di surga*...
Aku menikmatinya sambil terus memompa miliknya. Menyusup dalam dan lebih dalam lagi. Mengguncang nya dengan kuat, keras dan sedikit kasar. Rasanya seperti tersengat listrik yang terasa dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak menyakitkan namun sangat menyenangkan .
Setelah cukup lama , sepertinya aku akan mencapai puncaknya
" Mas..."Kristy menyentuhku dengan cengkeraman yang kuat. Sepertinya dia pun sama.
Dia akan mencapai puncaknya lagi.
" Bersama sayang..." ucapku sambil menghujam nya lagi dengan cepat dan lebih bertenaga lagi. Aku ingin kami mencapai \*\*\*\*\*\*\* bersama.
" Di luar atau dalam ?" tanyaku saat aku hampir tak bisa menahan nya lagi
" Terserah mas.." jawab Kristy.
" Aaa\_ah" Kristy mendesah kuat saat ia mencapai puncaknya. Terasa berkedut kedut dan menggigit sekali . Mencengkeram milikku dengan kuatnya.
__ADS_1
Aku merapatkan tubuhku saat lahar panas itu pun akhirnya mengalir keluar juga. Aku tak ingin melepasnya sehingga semua itu tumpah di dalam tubuhnya. Rasanya sayang melepasnya terlebih saat sensasinya menguat. Seperti gerakan memijit dan mencengkeram. Sangat nyaman dan luar biasa rasanya. Nikmat yang begitu memabukkan ...
rasanya seperti terbang ke awang awang saking enaknya.
Dengan nafas yang masih menderu aku menarik Kristy bangun dan kemudian duduk di kursi meja makan dengan posisi memangku nya. Dan tentunya tanpa melepas persatuan kami. Aku mengecup lembut bibirnya sambil memeluknya erat. Kristy membalas ciumanku sambil menyentuh wajahku dan membelainya.
" Dik... "
" Hem..." Kristy menatapku
" Kau pakai apa...kenapa bisa rapat sekali... " Aku bertanya sambil me\_rekuh pinggangnya.
"Aku tak pakai apa apa.."
" Apa kau operasi selaput dara waktu di Australia?" tanyaku penasaran.
" Tidak. untuk apa.."
" Rasanya luar biasa.. menggigit kuat.. Seolah kau lama tak terjamah pria..." ucapku jujur. " Itu sangat nikmat..sangat memuaskan.."
Kristy tersenyum dengan wajah tersipu malu.
" Dulu juga waktu pertama kali menyentuhmu.. Rasanya sama seperti ini..."
" Bagaimana bisa...Memang Bisma tak pernah menyentuhmu?" tanyaku cepat.
" Iya.."
" Hah?!"Aku terkejut. Itu rasanya tidak mungkin. Bukankah Bisma itu suami barunya selama 3 tahun ini. Mana mungkin tak menyentuhnya.
" Bisma dan aku belum menikah. Kami baru mau menikah setelah Bisma resign .Rencananya kami mau pulang kampung dan menikah di sana. Mas tau kan Bisma itu orangnya lurus dan dia kuat agamanya. Tentu saja dia tidak berani menyentuhku sebelum sah menjadi suami istri "
Aku ternganga. Jadi dugaan ku salah. Kupikir Bisma benar benar sudah menikah dengan Kristy dan juga sudah tidur bersamanya.
" Kami sepakat menjadi Mommy Daddy agar orang tidak memandang rendah aku. Tidak meremehkan aku dan Xavier. Juga sekaligus agar Bisma tidak di kejar kejar gadis yang menyukainya. Di australia sana dia populer , banyak gadis menyukainya. Dia selalu bilang mempunyai istri dan 3 anak"
*YA AMPUN...aku benar benar tidak percaya ini...Bisma memang anak keluarga yang agamanya kuat.. Tapi 3 tahun bersama Kristy dan tidak menyentuhnya itu luar biasa*. ..
*Ini benar benar mengejutkan . tapi ini sangat menggembirakan...Betapa leganya aku.. mereka belum menikah..istriku tak pernah di sentuh pria lain*...
*Pantas saja tadi rasanya lain. Miliknya tak pernah dimasuki pria selain Aku.. Aku benar benar bersyukur*...
" Kemarin pas Mas Yoga sembunyi di lemari kan pasti juga tahu..Di kamar itu cuma ada bajuku dan baju Xavier..Bisma tidur di kamar depan kamarku dan tapi dia selalu menemani Xavier dulu sampai Xavier tidur baru kemudian kembali ke kamarnya..."
__ADS_1
Begitu rupanya...pantas saja..aku kemarin sempat heran kenapa tidak ada satupun barang Bisma di kamar mereka..
Syukurlah..... ternyata istriku ini cuma milikku sendiri..Aku benar benar lega mengetahuinya.
Aku memeluk Kristy dengan erat dan menciumnya lagi. Ini hal yang sangat tidak terduga...tapi sangat membahagiakanku...
.
.
Kami kemudian mandi bersama dan berendam di bath up penuh busa sabun. Kristy bersandar di dadaku. Aku duduk sembari memeluknya erat.
" Sakit tidak ?" tanya ku
Kristy tersenyum. " Cuma sedikit ngilu..tapi tidak apa apa.. Aku kan harus membiasakan diri.. Sakitnya masih kalah jauh sama enaknya.." ucapnya sambil tersenyum menggoda.
" Dasar.. istri nakal.."
Kristy tertawa tawa. " Habis punya kamu emang standard bule mas...bukan ukuran orang sini.."
" Hahaha..."Aku tertawa. " Suka yang lokal apa blesteran?" aku bercanda menggodanya..
" Suka yang ini..." ucap Kristy nakal sambil menyentuh sesuatu di dalam air.
" Jangan salahkan aku ya kalau tidak mau berhenti minta jatah terus... " ucapku sambil mengecup pipinya dan memeluk tubuhnya erat.
" Aku yang tidak mau Mas berhenti...sampai Kamu sakit pinggang.."
" Nakal..." ucap Yoga sambil mencium Kristy dengan mesra.
Sepertinya bermain sekali memang tidak cukup untuk mereka melepaskan kerinduan selama tiga tahun ini. Dan kemudian merekapun mengulangnya kembali.....
.
.
.
Sementara itu Bisma termenung sendiri di kamar Xavier dan Kristy. Ia shock saat mengetahui kalau Yoga ternyata adalah suami Kristy .Terlebih semalam Kristy dan Xavier tidak pulang ke rumah mereka.
*Kristy...Xavier... kalian dimana.. kenapa kalian tidak pulang... Cuma tadi malam saja atau seterusnya*...
*Cepat pulang Kris...Xavier...Aku merindukan kalian*... *Hidupku hampa tanpa kalian*
Bisma benar benar stres memikirkan mereka. Ia juga bingung harus melakukan apa. Hp Kristy tak bisa di hubungi dari semalam. Bahkan pagi inipun juga masih tidak bisa di hubungi.
Ia sampai terjaga semalam karena menunggu mereka yang tak kunjung kembali...
*Apa kau benar benar meninggalkan aku Kris*..
__ADS_1