
Aku tak berkutik saat Kristy memberikan sebuah ciuman manis padaku.Aku menatapnya tajam, Wajah cantik dan bibir indah itu manis sekali. Aku baru sadar kalau aku memang masih mencintainya.Sangat merindukannya. Selama ini aku benar benar bodoh menjauhinya.
" Kris.."
" A..a.." Saat itu kesadaran Kristy kembali. Dan ia jadi gugup dan kikuk dengan apa yang baru saja di lakukan nya pada Yoga. Ia menjadi salah tingkah.
Tanpa kata aku mendekati Kristy dan langsung menciumnya. Ku lihat ekspresi terkejutnya dengan mata terbelalak lebar. Aku terus menciumnya , mengulum bibir manis nan indah itu. Dan akhirnya diapun terbawa.
Dia membalas ciumanku. Bibir kami saling menuntut . Bergantian menyesap. Dan tak ingin berhenti. Aku memejamkan mataku menikmati indahnya rasa manis dan getaran halus di dadaku. Ah sensasi rasa ini sangat menyenangkan.
Ciuman yang awalnya pelan berangsur angsur mulai memanas. Aku mulai memainkan lidahku memasuki mulutnya dan bermain dengan lidahnya. Dia balas menghisap lidah bergantian dengan bibirku. Kristy pun juga bergantian memainkan lidahku. Kami mulai memanas dengan hasrat yang semakin meninggi.
OH tidak... ini gila. Kristy benar benar hot..dan ini...bagaimana ini...juniorku bangun..
Aku panik dalam hati karena milikku sudah terbangun dengan sempurna. Aku tidak bisa lagi membendung gelora ini.
Kami berhenti sejenak karena kehabisan nafas. Saling terdiam dan saling berpandangan.
Aku mulai bimbang. Aku harus menyalurkan hasrat ku. Tapi dengan Kristy...aku masih dilema. Aku benar benar ingin melakukannya dengan Kristy. Tapi saat ku ingat Kak Romi, Bisma, aku ragu.
" Bau apa ini..." ucapku saat mencium bau hangus. Dan saat menoleh ke kompor terlihat asap mengepul di sana.
Astaga...aku lupa Kristy sedang memasak tadi..😓
" Ah tidak...masakan ku..." Kristy langsung bangkit dan berlari menuju ke kompornya. Ia buru-buru mematikan kompor agar api tidak semakin membesar.
" Hati hati Kris.. " Aku dengan cepat bangkit dan menyusul Kristy.
" Ya Ampun ...gosong.." ucap Kristy saat melihat terong krispi nya hangus tak berbentuk, menyisakan kerak kerak hitam di penggorengan
Aku dan Kristy saling berpandangan dan kemudian tertawa bersama. Ini benar benar sebuah kecelakaan kecil yang lucu.
" Bau apa ini..." Ibu Kristy datang dengan terburu-buru untuk memeriksa asal bau hangus itu. Dan ia melihat kekacauan di dapur itu. Namun saat ia mendapati Yoga dan Kristy tertawa bersama dan terlihat akur , ia pun tersenyum. Ia mengurungkan niatnya dan meninggalkan keduanya.
******
Karena sudah jam pulang sekolah ,Kristy dan Yoga menjemput Dafa dan Dafi di sekolah. Yoga yang tidak membawa mobil mengantar Kristy dengan naik sepeda motor yang sudah cukup tua dan usang. Matahari yang sudah bersinar terik terasa cukup menyengat kulit Yoga yang tidak memakai jaket dan memakai baju lengan pendek.
Si Kembar sudah mulai sekolah , Kristy dan anak anak setiap hari merasakan seperti ini..lumayan panas juga , Apalagi naik sepeda motor. Kenapa Kristy tidak membeli mobil saja , padahal uang belanja bulanan ku juga cukup banyak. Di tambah black card yang kuberikan.. saldo unlimited itu...apa dia tidak memakainya..
Kami sampai di sekolah TK Dafa dan Dafi , TK Darma wanita namanya. Bukankah itu sekolah negeri milik pemerintah yang tidak berbayar. Kenapa Kristy menyekolahkan mereka di sana. Bukankah di kota ini juga ada sekolah bonafit internasional ?
" Yog..kau tunggu di sini saja. Biar aku yang menjemput ke dalam " ucap Kristy.
Aku mengangguk. Mungkin Kristy tidak ingin aku menjadi perbincangan para ibu ibu di Tk .Biasanya para ibu ibu itu kalau berkumpul suka bergosip.
Aku pun juga pasti tidak nyaman jika masuk di sana. Berbaur dengan ibu ibu..rasanya malas sekali. Aku menunggu sambil mengambil HP ku dan menelpon Andi.
__ADS_1
" Halo Yoga..Gimana kabarmu bos pagi ini..sudah dapat pemandangan segar?" ucap Andi cengengesan.
" Sudah kuduga ini pasti ulah mu.." ucapku
" Hahaha.." Andi tertawa tawa. " Makanya jangan jual mahal. Kalau rindu ya temui saja.."imbuhnya.
" Dasar sok tau.." timpal ku cepat.
" Aku ini orang yang paling mengerti dirimu Yoga...Masak mabuk yang di sebut sebut Kristy terus.. "
" Jadi kemarin aku menyebut namanya ya..Kupikir aku kemarin cuma bermimpi..tau tau aku ada disini.."
" Hahaha... " Andi cuma tertawa.
" Urusan kantor bagaimana?"
" Beres lah ..kan ada aku..Andi.."ucapnya Pede.
" Orang tuaku dan Kak Romi...?" tanyaku kemudian.
" Mereka semua pergi ke kota Jombang. Tadi pagi berangkat. Katanya mau menemui adik Mamamu..."
" Apa mereka tidak menanyakan ku?" tanya Andi.
" Tuan Besar tau kau kemarin minum minum dengan Kak Romi... jadi mereka pikir kau masih tidur di rumah. Aku yang memberitahu mereka kau mungkin masih mabuk. Untung saja mereka menginap di hotel jadi mereka langsung berangkat ke Jombang tanpa memeriksa rumah . Tapi mereka menyuruh kau menyusul ke sana nanti..."
" Oke.."
" Oh ya Andi... Apa Kristy pernah menarik uang dari black card ku?" tanya ku.
" Sepertinya tidak Yog....Tidak pernah ada laporan masuk saldo di tarik ... "jawab Andi.
Jadi dia benar benar tidak pernah menggunakannya ya...
" Tapi kau sudah mengirimkan jatah belanja bulanan ke rekening Kristy kan?"
" Tentu . Tiap awal bulan aku selalu mengirimnya "
jawab Andi.
" Nanti kau ke dealer mobil ya.. Kau pesankan kendaraan buat Kristy dan anak anak...Suruh mengirim sekalian "
" Siap Bos..."
" Ya sudah..Itu anak anakku sudah keluar. Aku tutup dulu " ucapku buru-buru menutup telpon saat melihat Si Kembar dari kejauhan berlarian ke arahku.
" Papa..." ucap keduanya senang dan langsung memelukku. Aku memeluk keduanya dan mencium pipi mereka bergantian.
__ADS_1
" Itu Papa anakmu Kris?" tanya Ibu ibu yang juga sedang menjemput anaknya
" Iya..."
" Ganteng banget Kris...Kau sungguh beruntung..." ucapnya pada Kristy. Kristy tersenyum.
" Katanya suamimu kaya Kris... Kok tidak menjemput pakai mobil?" tanya Ibu ibu yang lain.
" Kemarin dia naik taksi kemari tidak bawa mobil" jawab Kristy.
" Orang kaya mudik ko naik taksi ... Jangan jangan sudah bangkrut ya..." Sahut ibu ibu yang lain.
' Haduh.. ibu ibu ini suka banget bergosip' batin Kristy kesal.
" Kami duluan ya.. "ucap Kristy seraya menarik ku ke sepeda motor kami.
" Buruan Yog.."
Aku kemudian menyalakan mesin motor dan langsung cabut. Aku tahu , Kristy nampak kesal. Mungkin karena kata kata para Ibu ibu itu.
Sesampainya di rumah ,Kristy menyiapkan makanan untuk kedua anak kami di ruang makan . Karena sudah besar dan belajar mandiri , Kristy menyuruh mereka makan sendiri . Tidak menyuapi mereka lagi.
Aku duduk bersantai di ruang tamu. Kulihat Kristy menghampiriku dan duduk tak jauh dariku.
" Tadi kau bilang mau bicara denganku..Ada apa? " tanyaku.
Kristy nampak terdiam. Ia seperti ragu untuk berucap.
" Kenapa kau tidak menyekolahkan Dafa dan Dafi ke sekolah internasional atau TK plus.. kenapa malah di TK negeri...bukankah itu TK free SPP? "
" Aku takut tidak mampu membayarnya.."
jawab Kristy.
" Hah? Tidak mampu membayar?... " Aku benar benar heran. Apa uang dariku masih kurang sampai menyekolahkan anak saja tidak mampu.
" Kau memiliki aku Kris...Kau bisa minta apapun dariku. Dan selama aku mampu aku akan memberikan semuanya "
" Justru karena itu Yog...Aku tidak mau bergantung denganmu.."
" Kenapa?" tanyaku cepat.
" Aku tidak mungkin merepotkan mu lagi kalau kita berpisah nanti " jawab Kristy.
" Berpisah?" Aku begitu terkejut mendengarnya.
" Ya Yog...Aku berpikir untuk bercerai darimu "
__ADS_1
Rasanya bagai di sambar petir di siang bolong mendengar kata cerai terucap dari mulut Kristy.
" Cerai? " tanyaku tak percaya.