KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
256. SHOCK TERAPI DI MALAM PERTAMA


__ADS_3

Xavier pun kemudian melangsungkan akad nikahnya di rumah Alisha. Bisma mendatangkan penghulu ke rumahnya. Dengan sekali tarikan Xavier pun mengucapkan ikrarnya dengan lancar .



" Sah !! " ucap Para hadirin yang menjadi saksi pernikahan mereka.



" Anak kita menikah Dik " Ucap Bisma sambil menyeka air mata harunya melihat putrinya kini telah resmi menjadi istri Xavier.



" Mas Bisma kok nangis sih... " Sonya memberikan tisu pada Bisma untuk menyeka air mata Bisma yang keluar dari pelupuk matanya karena saking terharunya.



" ..." Bisma cuma tersenyum dan kemudian memeluk Sonya. Sonya yang memang seorang wanita tegar memeluk erat suaminya yang berhati lembut itu.


.


.


Mas Bisma memang laki laki berhati lembut...Dia terharu melepas putrinya yang kini jadi tanggung jawab pria lain. ...


.


.


Xavier menyematkan cincin kawinnya ke jari manis Alisha. Alisha pun melakukan hal yang sama. Kemudian Xavier mencium kening Alisha dengan begitu lembut . Alisha tersenyum dan kemudian mencium tangan suaminya itu .



" Daddy langsung gas boleh ..? " tanya Xavier dalam candanya.



Sontak itu membuat semua hadirin yang ada di sana tertawa. Juga pak penghulu. Sementara Alisha tersipu dengan wajah memerah malu. Ia mencubit tangan Xavier.



" Bocah ini..tetep saja gak ada akhlak " gerutu Dafi.



" Sabar.." Ucap Aleena istrinya.



" Nanti lah Xavier.. Masih pagi ini...Malam pertama itu nanti malam....Belum juga acara resepsinya...Nanti lo kita pajang dulu di podium dulu sampai acaranya usai.. " Sahut Bisma.



" Pengantin pria nya selak kebelet.." celutuk salah seorang .



" Hahahahaha...." tawa yang lain.



" Namanya juga duda ...sudah puasa 10 tahun pula..hihi..." timpal Xavier sambil tertawa. Orang orang pada tertawa. Mereka pikir Xavier bercanda. Karena usia nya masih begitu muda , sulit untuk percaya jika ia pernah menduda sepuluh tahun lamanya.


.


.


.


.


Xavier dan Alisha di make up lengkap dengan pakaian pernikahan adat jawa dan modern. Mereka berganti kostum beberapa kali dan di potret oleh fotografer handal untuk mengabadikan moment istimewa mereka.



Berbagai gaya, berbagai kostum sudah mereka lakukan. Dan kemudian mereka duduk di kursi pengantin dengan di dampingi sepasang muda mudi yang saling bertukar bunga..istilahnya kembar mayang. Sesudahnya mereka duduk dan menerima ucapan dari para tamu undangan, sanak famili dan keluarga besar mereka.



Dafa, Dafi, Romi, Andi bahkan Shakapun juga hadir di sana dengan keluarga besar mereka. Yoga dan Kristy memberi ucapan lewat pesan. Dan tamu tak terduga pun juga turut hadir di sana. Yakni Mimi . Ia datang dengan Ferdi dan Saif.



" Selamat Xavier.." ucap Mimi dan Ferdi dengan senyum manis.



Xavier memeluk Mimi dan Ferdi bergantian dengan penuh senyum pula.



" Sepertinya kita memang tidak berjodoh Mimi... " ucap Xavier lapang dada. Ia sudah ilkhlas Mimi dengan Ferdi dan ia menerima takdirnya dengan Alisha.



Mimi tersenyum. " Semoga kalian berbahagia " Mimi pun mendoakan Xavier dengan Alisha.



" Kalian kapan menikah ?" tanya Xavier

__ADS_1



" Minggu depan " Jawab Ferdi. " Keluargaku juga ingin aku menikah cepat dan punya anak "



" Itu benar...kau memang harus cepat menikah... Selak gak kuat jebol perawan..eh...maksudku janda...hihi..." ledek Xavier usil.



" Hemmm.." Ferdi mendehem.



" Kau cocok dapat janda , jadi gak usah mencari jalannya lagi...Tinggal menikmati jalan tolnya..."



" Parno " timpal Ferdi.



" Kau sudah tua sih...gak kan mampu jebol gawang..ckikikiki.." Xavier meledek Ferdi.



" Asemmm.." Ucap Ferdi kesal. Xavier ngakak.



" Awas dapat karma lo.." kata Ferdi .



" Hahahaha.. Keberuntungan berpihak pada gue...Yang pertama dapat jalan tol..kali ini dapat yang bersegel..hehe.."



" Selamat menikmati..." Ferdi yang pemikirannya dewasa tak mau menanggapi Xavier yang seperti bocah itu. " Hah ??...Jalan tol ? " Ferdi menyadari dengan cepat kejanggalan ucapan Xavier.



" Upps...kelepasan....lupakan yang ku katakan barusan..Itu rahasia dalam rumah tangga gue.." timpal Xavier sambil tersenyum.


.


.


Jadi...Xavier waktu mendapatkan Mikaila , dia juga bukan pria pertama bagi Mika?...Gila ... Jadi dia dapat bekas orang??...


Tapi meski begitu Xavier cinta mati sekali sama istri pertamanya itu... Sulit di percaya....😲


.


.



Ferdi menghela nafas kesal. Bocah kemarin sore itu mau mengajarinya?. Ia mulai emosi. Apalagi ia seolah memanasinya.


.


.


Janda?..Gak mungkin dia sudah pernah melakukan itu dengan Mimi kan...Positif thinking aja...Mimi saja menolak mentah mentah dia , dan Mimi juga tidak semudah itu mengobral tubuhnya...Jangankan pada orang lain..untukku calon suaminya sendiri saja dia tidak mau memberikannya...Gak mungkin bocah ini pernah menyentuhnya...


Mungkin maksudnya dia cerita tentang Mikaila...mantan istrinya sendiri....


Gadis rasa janda...


.


.


Ferdi menggunakan logikanya untuk menurunkan tensinya. Ia lalu tersenyum sambil menepuk bahu Xavier.



" Setidaknya kali ini kau tak bisa menang dari ku...Mimi menolakmu tapi dia menerimaku...hohoho....." Ferdi tersenyum penuh kemenangan.


.


.


Asem nih😠...Jejaka tua akut ini...dia balas ngeledek gue...


Tapi kesalnya yang dia omingin itu benar...asem...😓 Batin Xavier kesal.


.


.


Akhirnya setelah seharian melakukan upacara pernikahan resepsi dan \*\*\*\*\* bengeknya Xavier dan Alisha masuk ke kamar pengantin. Kamar tersebut adalah kamar lama Alisha . Kamar sederhana dengan sebuah dipan kayu dan kasur spon . Meski kini tampak indah dengan bungabunga indah di atas ranjang tersebut.



Alisha adalah sosok sederhana gadis desa yang tidak begitu suka kemewahan meski ia anak orang kaya. Bisma bos peternakan , pertanian dan kebun buah. Namun pola pikirnya sama kunonya dengan Ayahnya. Jika menyukai sesuatu akan terus memakainya sampai barang itu benar benar rusak baru akan menggantinya dengan yang baru.


__ADS_1


" Kakak mandi dulu.." Ucap Alisha



" Buat apa mandi...nanti juga berkeringat...Kita langsung mulai saja.." Xavier yang tidak sabaran ingin buru buru membuka segel istrinya.



" Kita sudah berkeringat seharian. Badan rasanya lengket kak...Masak malam pertama kita tidak berkesan..."



" Huuuuuuuffft..." Xavier akhirnya mengalah. Ia lalu segera pergi menuju ke kamar mandi dalam kamar tersebut agar bisa cepat mendapat jatah.



Alisha mondar mandir kesana kemari. Ia sebenarnya cuma beralasan saja karena saking gugupnya. Ia begitu kacau karena sebentar lagi harus melewati malam pertama yang begitu mendebarkan dengan Xavier. Ia sampai gelisah sendiri.



" Katanya yang pertama itu sakit dan berdarah...aku kan jadi takut...Apalagi Kak Xavier itu kan blesteran..Bule...tingginya saja 185...kata sepupu ku semakin tinggi dan besar...Itunya juga....aaaaarghhh..." Ia begitu takut dengan bayangannya sendiri. Ia jadi paranoid sendiri.



" Tenang tenang...tenangkan dirimu Alisha...Semua kan demi cinta...Toh semua pasangan juga mesti melewatinya.. Hanya sakit sedikit..di awal saja...." Alisha berusaha menenangkan dirinya.



" Ambil air putih dulu..." ucapnya seraya menuju ke ruang samping dan mengambil air. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya.



" Lebih baik gelap gelapan saja...Kan kalau tidak lihat tidak takut..." Alisha mengambil keputusan dengan pemikiran simpelnya sendiri.



" Loh...ko mati Lampu? ..Alisha..."



" Sebentar Kak..." sahut Alisha yang masih mengembalikan gelas.



" Ooo...Jadi milih gelap gelapan...Oke...aku datang!!....." Xavier dengan penuh semangat mendatangi tempat tidurnya. Hasrat yang sudah naik hingga ke ubun ubun nya itu membuatnya ingin cepat cepat menuntaskannya. Setengah berlari ia menuju ke tempat tidur dan langsung melompat ke atasnya. Ia yakin Alisha sudah menunggunya disana.



Namun suatu hal mengejutkan terjadi. Saat Xavier terjun dan menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur , ranjang kayu tua itu malah ringsek dan patah.



' BRUAKK!! '



Suara jatuh dan tempat tidur patah itu terdengar keras . Alisha yang kaget langsung menghidupkan lampu dan segera mendatangi Xavier.



" Kak Xavier.." Alisha ternganga sampai matanya melotot dan mulutnya terbuka lebar , melihat Xavier yang hanya mengenakan handuk yang menutupi inti tubuhnya itu terjerembab di antara ranjang tidur yang patah itu.



" A..aduuuh....tolong aku Alisha...Sepertinya tulang punggungku patah..." rintih kesakitan Xavier terdengar pelan.



" Waduh...Kak.." Alisha buru buru menolong Xavier. Ia membantu Xavier yang kesakitan itu bangun. Tubuh Xavier yang tinggi dan besar itu membuatnya cukup kesulitan menolongnya .Namun demi suaminya, ia mengabaikannya. Ia sekuat tenaga membantu Xavier.



Xavier berhasil bangun namun saat posisi berdiri , handuk yang menutupi inti tubuhnya terlepas dan jatuh ke lantai. Sehingga terlihatlah benda besar dan panjang kebanggaan pria itu dengan jelas di depan matanya. Dan itu membuatnya begitu terkejut. Shock terapi dengan damage tak terkira besarnya.



Saking terkejutnya karena baru pertama kali melihat benda itu ia spontan mendorong Xavier menjauh . Dan sialnya , Xavier malah membentur Dinding kamarnya. Seketika Xavier terpental pingsan dengan dahi bocor mengeluarkan darah karena kepalanya terantuk tembok cukup keras akibat dorongan Alisha.



"Aaaa..." Teriak Alisha keras.



Bisma dan Sonya yang mendengar teriakan anaknya itu saling berpandangan.



" Bagaimana ini Dik? Kita kesana atau tidak ?" tanya Bisma ragu ragu karena anaknya sedang bermalam pertama dengan menantunya. Ia tak ingin mengganggu mereka dengan aktifitas pertama pasangan pengantin baru itu.



" Bagaimana ya..." Sonya juga ragu.



" Memangnya sesakit itu ya malam pertama mu dulu?...Ko Alisha sampai berteriak sekencang itu..." gumam Bisma.


__ADS_1


" Hmmm...gimana ya..."


__ADS_2