KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
68. KETAKUTAN TERBESAR SEORANG YOGA


__ADS_3

Keesokan harinya Kristy terbangun saat mendengar suara marah marah Yoga menggema di kamar itu.



" Pokoknya cari dia sampai ketemu..." ucap nya keras



" Yoga... " Kristy melihat Yoga sedang mengamuk dengan seseorang di telepon.



Kristy hendak bangun namun kepalanya terasa pusing dan tubuhnya sakit semua. Terutama di daerah inti tubuhnya. Rasanya ngilu dan nyeri.



Yoga menoleh kepada Kristy yang baru saja terbangun dengan wajah marah.



" Kau ini bodoh sekali Kris.. kenapa kau bisa sampai mabuk seperti itu.. bahkan dia sampai memberimu obat perangsang.. kalau aku tidak menyusul mu kemarin entah apa yang sudah orang itu lakukan padamu.. " Yoga meluapkan emosinya pada Kristy.



" O..obat perangsang? " tanya Kristy kaget.



" Iya.. lihat apa yang kau lakukan padaku.." Yoga membuka kemejanya dan terlihatlah begitu banyak \*\*\*\*\*\* , bekas gigitan dan cakaran di tubuhnya.



Kristy ternganga. Benarkah dia yang melakukan itu pada Yoga? Sampai separah itukah yang dilakukannya saat tak sadar kemarin?



" Kenapa sih kau datang ke bar segala? Minum minum dengan pria asing yang tidak kau kenal..Kau ini benar benar ceroboh Kris.."



Kristy menunduk.



" Habis aku kan mencari mu Yog.. Masak sampai dini hari kau belum balik ke kamar.." ucap Kristy berusaha membela diri.



" Aku kan sudah bilang.. aku ada pertemuan bisnis ..."



" Tapi kau juga minum minum dengan perempuan lain " sahut Kristy.



" Rekan bisnisku itu tidak cuma pria Kris.. banyak wanita juga. Dan ini pekerjaanku. Kau harus mengerti . Aku bertemu banyak orang dan berhubungan baik dengan mereka. Kami punya ikatan bisnis. Dan lagi... aku cuma minum. Ada Andi juga yang menemaniku di sana. Aku tidak berduaan saja dengan para wanita itu. " Jelas Yoga.



Kristy kian menunduk dengan mata berkaca kaca dan bibir bergetar. Namun ia menahan tangisnya.



Yoga memang berbeda dengan Raka suaminya dulu. Raka selalu pulang tepat waktu dan tak pernah ada acara minum minum dengan rekan bisnis seperti itu. Kalaupun lembur tak pernah sampai lewat tengah malam. Pekerjaan Yoga dan Raka memang tidak sama dan ia sadar ia tidak boleh menyamakan itu.



" Maaf.. " ucap Kristy kemudian. " Aku jadi bodoh karena cemburu.. "



" Cemburu...?"



"Aku tidak suka kau dekat dengan wanita lain... "



' Dia cemburu...Haha..Akhirnya dia mengaku juga kalau dia cemburu .Padahal saat dengan Grace yang jelas jelas mencium ku dia masih jaim '



Aku tertawa dalam hati . Ternyata Kristy bisa juga cemburu. Kalau dia cemburu itu artinya dia benar benar cinta padaku.. Ah aku senang sekali...



" Ya Ampun Kris... dulu aku memang seorang play boy. Tapi sekarang beda. Aku sudah menikah. Aku punya kau. Aku tidak tertarik lagi pada wanita lain. Semua yang ku inginkan kau memilikinya. Dan itu sudah cukup..." jelas ku.



Kristy menengadah dan menatapku nanar.



" Aku ini tipe setia kalau sudah serius pada satu wanita Kris... " kata ku lagi berusaha untuk meyakinkan Kristy.



"Dulu saat dengan Bulan , ya cuma dia saja tidak ada yang lain. Sekarang aku memilikimu. Jadi cuma kau saja .. Cemburu boleh tapi posesif jangan! "


__ADS_1


" Maafkan aku Yog...Aku tidak akan mengulanginya.." ucap kristy kemudian.



Yoga menghela nafas panjang . Ia kemudian membawa Kristy ke pelukannya.



Ya sudahlah.. aku memaafkan Kristy. Toh Kristy juga sudah menyadari kesalahannya. Dan aku juga senang dengan kecemburuannya. Semoga dia bisa lebih mengerti lagi tentang pekerjaanku nantinya..



Kan memang baru semingguan ini dia benar benar bersama ku.. menjadi istri yang sesungguhnya...Lambat laun dia pasti akan mengerti juga duniaku...



" Temani aku tidur sebentar Kris.. aku belum tidur semalaman.. " ucapku sambil membawa Kristy berbaring kembali dan memeluknya.



"Kau belum tidur?" tanya Kristy



" Iya ... tadi malam sesudah membawamu kemari kita main sampai pagi..kau tidak mau berhenti. Mungkin karena pengaruh obat itu " Kristy terdiam.



"Aku juga jadi sedikit kasar . Padahal pelumasnya sudah mengering tapi kau minta terus..Maaf ya kalau sakit..mungkin sedikit lecet ya.."



' Pantas saja terasa ngilu dan nyeri ' batin Kristy.



" Dafa dan Dafi pasti sudah di urus Andi dan Desi. Kita istirahat saja dulu.." ucapku sambil memeluk Kristy erat dan kemudian memejamkan mata. Kristy menurut . Ia juga ikut memejamkan mata dan tiduran bersamaku.



" Yog..."



" Hem... "



" Sebenarnya aku mau tanya.. waktu kita mengambil si kembar di tempat Oma Opanya .. darimana kau tahu kalau mertuaku itu dulu pernah mengusirku saat mengandung Dafa dan Dafi ? Seingat ku aku tidak pernah memberitahukan hal itu pada siapapun..."



'DEG'




" Yog ?"



" Dari Ibu " jawabku sekenanya. Dalam hati aku berharap semoga Kristy tak bertanya lagi.



" Oh , Ibu ya... "



Syukurlah dia percaya.Padahal tadi aku hanya asal saja . Ternyata dia benar pernah cerita pada Ibunya.


>>>>>>>


Setelah aku dan Kristy cukup lama beristirahat , kami mandi bersama. Aku mengangkat tubuh Kristy karena ia berkeluh tubuhnya sakit saat berjalan.



Aku tertawa dalam hati. Aku memang sengaja ingin menghukum Kristy karena kenakalannya kemarin.



Kami berendam bersama dalam bath up yang berisi air hangat dan penuh busa untuk mengurangi lelah dan menyegarkan badan.



" Jangan minta lagi Yog...Beberapa hari ke depan aku minta cuti..." ucap Kristy sambil bersandar padaku.



"Hahaha.. cuti ya..." Aku tertawa tawa "Kalau masih sakit mau di periksakan ke dokter? " tanyaku menggodanya.



" Ah bikin malu saja...masak ke dokter.. kalau di tanya sakit apa , aku harus jawab apa coba.."



" Ya bilang saja sakit karena kebanyakan main dok ..punya suamiku kebesaran.. gitu aja kok repot " Aku mulai iseng.



" Ih ngasal ya.... " ucap Kristy sambil mencubit tanganku. Aku tertawa cengengesan .

__ADS_1



" Aku dan Raka hebat siapa di ranjang ?" tanyaku asal.



" Apa sih.. " Kristy nampak malu malu dengan pipi semerah tomatnya.



" Ya... kepo aja sih..kali aja aku masih harus belajar ke suhu.. "



" Kau tidak perlu belajar lagi Yog.. kau ini sudah mahir di atas mahir.. kau Pro! .. Ah tidak..kau jenius ! " sahut Kristy cepat.



Aku tertawa senang mendengar pujian Kristy. Kalau itu jawabannya , aku yakin pasti servis ku sudah di atas Raka.



" Kalau aku dan Bulan ?" tanya Kristy turut penasaran pula.



"Hem..." Kristy menatapku dengan rasa penuh keingintahuan.



" Kau lebih segalanya , Kris " ucapku sambil memberi jempol dengan kedua jariku. Dan setelah itu memberi tanda cinta ala ala korea padanya. Kristy tersenyum sumringah.



" Oh iya Yog.. aku lupa bilang... Pertengahan bulan depan aku mau ke Yogja lagi bersama Dafa dan Dafi. Aku mau berkunjung ke makam Mas Raka. Hari itu pas hari peringatan 5 tahun kepergiannya " ucap Kristy.


... ...


5 tahun kepergian Raka itu sama dengan 5 tahun kepergian Bulan. Ternyata sudah hampir 5 tahun ya. Aku belum pernah mengunjungi makam Bulan satu kali pun. Juga keluarganya....



Papa Ramon , Mama Fany , Bintang..


bagaimana kabar mereka. Dan bagaimana kalau mereka tahu aku sudah menikah lagi.. terlebih menikahi janda dari pria yang meninggal itu ...Apa aku punya keberanian menemui mereka?


" Yog ? Kau melamun?" tanya Kristy membuyarkan kegundahan dalam alam pikirku.



" A..Aku hanya berpikir apa hari itu aku bisa menemanimu.. karena aku juga sekalian mau berkunjung ke makam Bulan "



Seperti mereka dulu berani ambil resiko menerima aku sebagai menantu mereka padahal mereka tahu aku ini bukan orang baik baik , kurasa sudah saatnya aku harus menemui mereka dengan berani pula . Menerima kesalahanku dan menghadapi konsekuensinya. Tidak mungkin aku akan terus menghindari mereka. Aku harus menyampaikan permintaan maaf ku kepada keluarga Bulan secara langsung dengan berani. Aku tidak boleh lari lagi dari kenyataan.



" Sepertinya bisa Kris. Aku bisa menemanimu ke makam Raka. Nanti sekalian kita ke makam Bulan. Kita doakan mereka ya.." ucapku kemudian



" Terima kasih Yog..." ucap kristy sambil tersenyum.



" Kris.. Suatu saat jika ada badai di rumah tangga kita.. kuharap kau tetap bersamaku... aku harap kau tidak akan pernah meninggalkanku... Sebesar apapun kesalahanku.. ingatlah satu hal yang tidak akan pernah berubah Kris..."



" Kenapa tiba tiba serius sekali Yog.." ucap Kristy heran dengan sikap Yoga yang mendadak serius.



" Ingatlah bahwa aku mencintaimu dan anak anak kita... Aku sangat mencintai kalian " ucapku sambil memeluk Kristy dengan erat dan mata berkaca kaca.



" Ya ?"



Kristy heran dengan sikap Yoga yang tiba tiba berubah menjadi aneh itu menurutnya. Yoga seperti orang yang menyimpan sebuah rahasia dan memendam kesedihan yang begitu dalam jauh di relung hatinya. Seperti beban berat dan besar yang sulit di lepaskan.



"Iya " jawab Kristy sambil mendekap lenganku yang memeluk tubuhnya.



Ketakutan terbesarku adalah saat aku mulai mencintai sesuatu, aku sangat takut jika itu di ambil dariku.



Seperti saat aku mencintai Bulan dengan sepenuh hatiku , dia di rampas paksa dariku oleh takdir.



' Kris , Aku takut kehilangan kalian...'



Setetes air mata bening jatuh juga dari mataku. Sedih sekali saat membayangkan kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai. Terlebih...jika itu yang kedua kalinya....

__ADS_1


__ADS_2