KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
149. TIPU DAYA CINTA


__ADS_3

Keesokan paginya...



Guntoro mendatangi anak buahnya yang di beri tugas memantau Yoga melalui alat penyadap yang mereka pasang di hotel itu.



" Bagaimana semalam?"



" Sukses Tuan Besar...a.." anak buahnya nampak ragu.



" Katakan saja!"



" Tuan Muda benar benar melakukan itu semalaman.. Berhenti sebentar terus mulai lagi.. Sepanjang malam.. Walau Nyonya muda kadang menyebut nama 'pria lain' ..."



Guntoro paham sepenuhnya. Nara pasti menyebut nama Romi meski sedang bersama Yoga. Ia berfantasi membayangkan pria yang di cintai nya padahal sedang bercinta dengan pria lain. Itu lucu. Tapi itu bukan masalah besar menurutnya, yang penting mereka benar melakukannya. Tinggal menunggu saja hasilnya bulan depan.



" Kalau pagi ini ?"



" Pagi ini tidak ada aktifitas apapun sepertinya Tuan dan Nyonya muda sedang beristirahat karena kecapekan..."



" Ya sudah..matikan alat itu.. Nanti kalau mereka sudah check out bereskan semuanya..." ucap Guntoro sambil tersenyum.Ia senang Yoga akhirnya menuruti kemauannya. Ia yakin sebentar lagi pasti akan menimang cucu dari menantu pilihannya.



" Kalau Romi?"



" Dia tetap di rumahnya. Dia tidak keluar rumah sama sekali..."



" Bagus.."



Dengan senang hati , ia hendak berangkat ke kantor. Ia berpapasan dengan Risa istrinya yang baru pulang .Ia baru ingat istrinya semalam tidak pulang sejak ia keluar rumah karena kesal.



" Darimana saja kau Risa...kau menginap di mana?"



" Aku menginap di tempat menantuku. Aku menemani anaknya yang rewel karena Papanya tidak pulang.."



" Menantu?"



" Kristy Pa..Dia juga istri Yoga. Yoga tidak pulang semalam . Xavier tentu rewel..Aku menginap di sana.."



Guntoro tersenyum . Yoga tidak pulang karena bersama sedang bersama Kinara.



" Lupakan dia...Sebentar lagi kau akan punya cucu yang sebenarnya.." ucap Guntoro.



" Mau bagaimanapun dia anak Yoga..Dia tetap cucuku. Coba kau lihat Mas...wajahnya tampan dia sangat mirip dengan Yoga saat kecil.." ucap Risa sembari memberikan sebuah foto pada Guntoro.



" Malas aku melihat keturunan janda miskin itu...aku mau ke kantor.." Guntoro buru buru masuk mobil tanpa mau melihat foto itu. Risa menyelipkan foto itu ke saku jas nya.



" R i s.... " ucap Guntoro geregetan dengan sikap istrinya.



" Hati hati di jalan Mas..."Risa tersenyum sambil melambaikan tangannya saat mobil yang di tumpangi suaminya itu mulai melaju.



Guntoro memang kadang kesal namun ia tidak pernah bisa benar benar marah pada istri yang sangat di cintai nya itu. Ia pun akhirnya mengambil foto yang di selipkan istrinya ke saku jasnya tadi. Dan di lihatlah wajah seorang bocah kecil tampan yang sedang berdiri di sebuah sofa dengan senyum merekah di wajahnya. Ia di apit oleh Yoga dan janda miskin yang di bencinya itu , keduanya mencium pipi kanan dan kiri bocah kecil tampan yang baru ia tahu namanya beberapa waktu lalu. Xavier...



Sangat tampak kalau Yoga begitu mencintai istri dan anaknya itu.


Benar kata Risa...Xavier sangat tampan...dan dia sangat mirip dengan Yoga... Matanya , hidungnya , bibirnya , kulit putihnya , rambutnya ...semua itu sama persis dengan putranya... Tak ada yang menyimpang


Pantas saja Risa menyayanginya. ...dia fotokopi Yoga...


Tapi...Di tubuh bocah itu mengalir separuh darah nya... separuh keturunan janda miskin itu... Apa yang akan di katakan dunia nanti kalau mereka tahu..cucu Seorang Guntoro lahir dari rahim seorang janda ,miskin , mantan istri salesman karyawan perusahaan nya..


TIDAK !!!..... Ini sangat memalukan!!!


Guntoro kemudian \*\*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* foto itu dan membuangnya ke tempat sampah kecil yang ada di dalam mobilnya.


.


.


.


Kinara bangun tidur dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Rasanya benar benar remuk. Ia ingat ia melakukan malam percintaan panas dengan Yoga sepanjang malam. Ia baru bisa tidur saat menjelang pagi.


Ia mengambil hpnya dan menerima sebuah pesan.



'Aku turun duluan. Sarapan pagi di restoran Habis itu aku langsung ke kantor. Kau pulang saja dengan taksi atau minta di jemput sopir '



Sebuah pesan dari Yoga dibacanya. Dingin , acuh . Ia menangkap pesan Yoga itu. Benar benar berbeda dengan sikap lembutnya tadi malam.



Sungguh hatinya sebenarnya tidak rela, ia tak ubah bedanya dengan wanita penghibur. Semalam di manjakan dan kini di tinggalkan setelah memberi kepuasan. Harga dirinya terinjak injak oleh sikap Yoga.



Namun itu masih lebih baik daripada dirinya harus merasakan sakit babak belur di hajar Guntoro.



Setidaknya perlakuan kesewenangan keduanya hanya di rasakan satu kali. Sesudah itu tidak ada lagi yang menyakiti tubuh dan memainkan hatinya. Yoga tidak akan menyentuhnya lagi dan Guntoro juga tidak akan menganiayanya pula. Ia sedikit tenang meski perasaannya hancur.



Kinara bangun dengan rasa nyeri di badannya, sesaat ia melihat bercak darah di sprei sisa pergumulan tadi malam. Ia tak begitu ingat semuanya karena terpengaruh alkohol yang memabukkan. Tapi yang jelas...dia kini bukan perawan lagi.



Antara ingin dan tidak ia harus hamil . Jika ia bisa melahirkan penerus keluarga Pratama, ia akan selamat..Jika tidak, bukan tidak mungkin Guntoro akan menganiayanya lagi. Dan mungkin dia juga dipaksa lagi untuk menghabiskan malam lagi dengan Yoga. Ia tidak ingin di sentuh lagi oleh Yoga meskipun Yoga memperlakukannya dengan baik. Karena ke\_sudahan nya ia harus menelan pil pahit lagi dengan sikap acuh Yoga yang tidak mencintai dirinya.



Kinara menangis sambil berendam di bath up. Ia membayangkan bagaimana perasaan Romi saat mengetahui itu. Wanita yang di cintai nya di miliki oleh adiknya sendiri. Romi pasti sedih sekali. Ia mungkin juga akan membenci dirinya.


__ADS_1


Kinara hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Sembari itu ia menggosok gosok tubuhnya dengan cukup kuat untuk menghilangkan bekas sentuhan pria yang tak diinginkannya itu.


.


.


" Romi ke mana?" tanya Guntoro pada sekretarisnya.


" Tuan Romi minta ijin cuti satu minggu . Dia bilang ingin refreshing untuk pemulihan.Dia berlibur ke luar kota....."



Guntoro tersenyum. Ia yakin Romi pasti patah hati . Ia selama ini tak pernah minta ijin untuk berlibur.



" Aku mengijinkan..Biar dia berlibur seminggu ini untuk memulihkan dirinya "


Rasakan itu Romi...sakit hatinya... Anjing berani menginginkan milik Tuannya..Pergi saja ...Nikmati perjalanan libur patah hatimu itu.... Hahahaha....


Guntoro tertawa dalam hati. Ia senang sekali Romi menerima balasan telak darinya. Ia bisa membayangkan bagaimana jerit tangis ke\_tidakrelaan Romi...Bagaimana sakit hatinya karena gadis yang dicintainya di ambil oleh Yoga. Bahkan sudah remuk terkoyak di mainkan anaknya...


.


Yoga menemui Papanya di ruangannya. Guntoro tersenyum senang melihat kedatangannya.



" Selamat pagi anakku...Bagaimana malam pengantin mu? Berhasil belah duren? Bagaimana rasanya dapat perawan? Menyenangkan bukan..." Guntoro meluncurkan banyak pertanyaan



" Aku sudah menuruti permintaan Papa.. Tepati janji Papa.."



" Tentu Anakku..Kau sudah membuat papamu senang. Jadi aku tidak akan mengganggu kesenanganmu.."



" Jangan usik Kak Romi , Kinara dan Kristy lagi .Terutama Xavier..."



" Ya ya ya....Berharap saja semoga Kinara hamil...Atau kau harus mengulanginya...



" Tidak . Aku tidak mau. Cukup sekali itu saja..." tegas Yoga.



" Kenapa...Bukankah menyenangkan bermain dengan barang bersegel ..."



Yoga menghela nafas panjang. " Untuk kebutuhan itu aku sudah mendapat dari wanita yang kuinginkan..."



" Apa asiknya dengan bekas orang.."



" Jangan memancing amarahku Pa.."



" Hahaha... Baiklah nak..Aku tak akan merusak hari bahagia mu.."



Yoga segera kembali ke ruangannya dan bekerja seperti biasanya.


.


.


...----------------...


Sejak hari itu hari hari damai berlalu dengan cantiknya....




Karena menumpang tinggal Sonia membantu melakukan apapun sebisanya. Memberi makan ayam , mengambil telur dan memberi makan sapi .



" Mau susu segar?" tanya Bisma saat mereka berada di kandang sapi perah nya.



" Boleh?"



Bisma tersenyum kemudian ia mendatangi pekerjanya yang sedang memerah susu dengan manual.



" Kemari\_lah.." panggil Bisma .Ia kemudian memencet satu persatu \*\*\*\*\*\* sapi tersebut itu untuk mengeluarkan susunya.



" Mesum.." ucap Sonia sambil tertawa



Bisma pun tertawa. " Bukan mesum tapi memang begini cara mengambilnya..Kau juga coba ..nih.."



Sonia perlahan menyentuh \*\*\*\*\*\* susu sapi itu dan memencetnya hingga susu itu keluar.



" Ini gelasnya Tuan.." Bisma menerima gelas dari pekerjanya itu dan mengambil susu hasil perahan dari tempat penampungnya. "Cobalah.."



Sonia menerima gelas susu itu dan meminumnya. Rasanya memang segar ." Enak " ucapnya sambil memberi jempol.


.


.


Hari hari yang mereka lalui seminggu ini sangat menyenangkan . Bisma seolah membuka hati pada sosok asing yang baru di kenal nya ini. Meski ia sama sekali tak tahu jati dirinya, Sonia sosok manis yang mudah akrab . Ia gadis ceria yang memiliki sejuta pesona di balik senyuman manisnya.



Keluarga Bisma pun tak keberatan dengan kedekatan mereka. Mereka justru bahagia jika Bisma mau berhubungan lebih serius dengan Sonia. Mereka menganggap Sonia seperti putri mereka sendiri.



Sonia sedikitnya mampu membuat Bisma tersenyum kembali. Ia yang patah hati dari Kristy mulai ceria kembali.



Sonia dan Bisma kemudian pergi mengecek ke persawahannya. Bisma melihat para pekerjanya bekerja dengan giat.



" Bis...kita mampir ke sana.." ucap Kinara mengajak Bisma turun ke sebuah sungai dengan pemandangannya yang nampak indah dan alami. Batu batu gunung yang besar banyak berserakan di sepanjang sungai. pepohonan yang asri menghijau di sekitarnya, juga air sungai yang begitu jernih mengalir. Sungguh pemandangan asli yang begitu indah .



Sonia me\_nyipratkan air ke muka Bisma sambil tertawa tawa. Kemudian ia kabur menjauh dan bersembunyi di balik bebatuan besar. Bisma mengejar dan mencarinya..



" Mau kemana lagi ?" tanya Bisma saat melihat Sonia yang tak bisa kabur lagi karena di belakangnya nampak air sungai yang salam.


__ADS_1


Sonia melangkah mundur perlahan memasuki air sungai itu.



" Stop.. Jangan bergerak lagi...Belakangmu itu sungainya dalam.." Bisma mengingatkan



" Aku ingin tahu sedalam apa..." ucap Sonia mulai mundur lagi. Awalnya dalamnya cuma sepinggang selangkah kemudian sudah sedada Sonia dan selangkah lali sudah seleher Sonia.



" Aku bilang stop.." ucap Bisma sambil meraih tubuh Sonia dan memegangnya. Ia tak ingin Sonia mundur lagi karena ia benar benar bisa tenggelam. Bisma ikut masuk ke air sungai yang cukup dalam itu.



Sonia berhadapan dengan Bisma. Bisma dan Sonia sama saling bertatapan. Badan Bisma lebih tinggi Sonia. Tinggi Sonia cuma sebahu Bisma sehingga air yang menenggelamkan tubuh Sonia sampai ke lehernya itu cuma sedada Bisma tingginya.



" Kau bisa tenggelam kalau mundur lagi.."



" Aku sudah tenggelam Bis...Tenggelam dalam pesona mu... "



Bisma terdiam sesaat dan kemudian ia memeluk erat tubuh Sonia.



" Aku tahu... Aku bisa merasakannya..."



" Oh ya... Apa?" tanya Sonia sambil terus menatap Bisma.



" Kau jatuh cinta padaku..." jawab Bisma " Benar tidak?"



" Kau memang pintar.. " jawab Sonia sambil tersenyum. " Tapi aku tahu kau menyukai orang lain..Kau sering menatapku..Mencuri curi pandang padaku.. Tapi aku tahu..kau cuma mencari persamaan wanita itu di dalam diri ku..."



Bisma tersenyum. Sonia benar benar bisa membaca dirinya. " Kau tahu tidak...hewan apa yang ada di sungai ini..."



" Apa?" tanya Sonia kaget.



" Buaya..."



" Apa?!....." Sontak Sonia panik dan buru buru hendak naik ke permukaan. Ia tidak mau mati konyol di terkam buaya. Namun Bisma tak mau melepaskannya.



" Bis.."



" Kau sudah tertangkap oleh salah satu predator itu.." ucap Bisma. Sonia terkesiap. Ia kemudian menyadari ternyata Bisma cuma mengerjainya.." Hahaha...kena kau.."Bisma pun tertawa tawa.



" Ah..sialan..kau mengerjai ku..." ucap Sonia sambil memukul dada Bisma pelan.



" Hei Predator...Mau ku beri tau cara melupakan mantanmu itu ...?" tanya Sonia



" Tidak usah...Aku tidak ingin melupakannya.." ucap Bisma acuh seraya melepaskan Sonia dan segera berbalik hendak naik ke daratan.Sonia nampak kecewa.



" Cepat naik di situ benar benar ada buaya..." Bisma sampai di atas



" Bis... Tolong ...aku tidak bisa naik..Ada sesuatu menggigit kaki ku." ucap Sonia sambil menyibak\_nyibak air sungai itu dengan wajah panik.



"Ha?!... Beneran ada buaya?" tanya Bisma panik dan segera kembali masuk ke air untuk menolong Sonia. Ia benar benar panik saat kepala Sonia tidak nampak lagi di permukaan air.



Bisma masuk ke air..Ia pun memasukkan kepalanya ke air untuk melihat yang terjadi di dalam sana. Ia benar benar terkejut saat tiba tiba saja Sonia merangkul lehernya dengan kedua tangannya. Dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Bisma. Sonia mencium Bisma.



Bisma membeku sesaat namun kemudian ia membalas ciuman Sonia. Rasanya aneh saat keduanya berciuman di dalam air .Dingin air mengalahkan rasa sebenarnya. Meski kedua saling ber\_pagutan yang lebih terasa adalah dinginnya air itu. Dan juga sedikit air ikut masuk ke mulut mereka.



Keduanya segera naik saat mereka kehabisan oksigen . Mereka buru buru naik untuk mengambil udara. Kemudian duduk di daratan dekat sungai itu.



Sonia dan Bisma mulai kikuk dan salah tingkah dengan apa yang baru saja mereka lakukan.



" Satu sama..." Sonia menutupi rasa paniknya itu dengan bercanda. Ia tertawa tawa.



" 2 : 1 " ucap Bisma



" Bagaimana bisa?" Sonia protes



" Ini belum di hitung.." ucap Bisma sambil mendekati Sonia dan menciumnya lagi. Kali ini Bisma menciumnya dengan lembut dan begitu mesra. Tanpa di beri aba aba pun Sonia kemudian membalas pautan bibir Bisma pula.



Ciuman lembut dan penuh perasaan itu terasa begitu manis dan menyenangkan. Ciuman seorang Bisma mampu membuatnya terbuai , melayang jauh terbang ke angkasa. Ini baru ciumannya saja bagaimana jika lebih.


Dia nampak tulus... gawat..... Aku benar benar bisa jatuh cinta padanya...Batin Sonia


.


.


Pun sama halnya dengan Bisma...Ia pun merasakan hal yang sama.


Lebih baik di cintai dari pada mencintai...


Ah tidak... Aku akan belajar mencintainya juga.. Itu lebih baik


*Sepertinya aku akan segera melupakanmu Kristy....SONIA akan menjadi dunia baruku*...


.


.


'Misi 2 ...day 7 sukses '



Tak jauh dari situ Ryan mengamati mereka dari dalam mobilnya.


Sonia memang hebat...pria itu sudah di dalam genggamannya...

__ADS_1


Andai saja Aku adalah pria itu...Aku benar benar beruntung


Ryan memang sudah lama menyukai Sonia..namun ia tahu hal itu tidak mungkin. Di dalam dunia yang mereka geluti, perasaan seperti itu tidak boleh ada. Karena itu akan membuat mereka lemah dan tidak tega pada targetnya.


__ADS_2