
Keesokan harinya Aku dan Kristy check out. Kami kemudian di antar Tomoko ke sebuah desa di kaki pegunungan Ny\_uto , Akita. Nyu\_to Onsen village namanya. Di sana terdapat beberapa sumber air panas di dekat villa penginapan yang tersebar di sepanjang desa. Sembari menikmati berendam juga bisa memanjakan mata dengan pemandangan indah nan asri. Pemandangan serba hijau yang menyejukkan.
Tomoko bilang berendam di sana sangat bagus untuk kesehatan. Mengurangi lelah ,bagus untuk kecantikan dan juga bisa untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Kami sudah berganti baju memakai piyama mandi yang di dalamnya terlilit handuk. Tomoko memberi tahu aturan aturan sebelum masuk ke onsen . Membersihkan diri terlebih dahulu, melepas sendal , memberi tahu tempat berendam pria, wanita atau campur dan yang paling mengejutkan saat berendam kami harus melepas semua pakaian .
" Aku tidak mau Yog.. masa harus lepas baju di tempat terbuka seperti itu..." ucap Kristy keberatan.
Tomoko menyarankan untuk berendam di pagi hari saja agar nyaman . Juga menyarankan memilih onsen di onsen yang airnya berwarna susu jika ingin mencoba onsen di luar rungan. Namun jika ingin yang lebih privasi bisa memakai onsen yang berada di dalam kamar.
Karena penasaran , Aku datang ke onsen luar jam 5 pagi seperti saran Tomoko. Dan benar ternyata di sana masih sepi pengunjung. Aku dan Kristy Pun akhirnya turun mencoba berendam dan tentunya melepas semua pakaian kami.
"Panas... " ucap Kristy saat mencoba memasukkan tangannya ke air.
Aku memandangi tubuh polos Kristy yang begitu indah dan seksi. Hal itu membuat hasrat ku kembali timbul. Namun aku berusaha menepiskan nya karena ini tempat umum.
Aku buru buru masuk ke onsen agar si adik junior kembali tidur.
" A\_ww.. Panas sekali .." Aku perlahan memasukkan tubuhku ke dalam air hingga hanya tersisa kepala saja yang tampak. Demikian pula Kristy. Kami meletakkan handuk kecil di atas kepala kami.
" Rasanya seperti di rebus.." kata Kristy. Aku tersenyum kecil.
" Kalau di tempat kita juga ada pemandian air panas seperti ini.. Cangar .. tapi di sana kita malah harus pakai baju kalau berendam..Kalau telanjang malah di tangkap dikira orang gila.. " ucapku. Kristy tertawa.
" Beda tempat beda aturan ya.." ucap kristy pula.
" Kris.. mana tanganmu.. " tanyaku sambil mencari cari tangan Kristy.
" Ini.. kenapa?"tanya Kristy sambil menunjukkan tangannya.
Aku tersenyum kemudian meraihnya.
" Adikku minta di belai.." Sontak muka Kristy langsung memerah. Namun ia menurut saja saat aku membawa tangannya menyentuh sesuatu di dalam air sana.
" Yog...." Kristy nampak malu malu. Meski tak tampak di air onsen itu . Karena airnya berwarna seputih air susu.
" Melihatmu polos sinyalnya langsung tinggi.. minta di sayang.. " Muka Kristy kian memerah .
" Setelah berendam saja ya.. " ucapnya kemudian.
Yes... Kristy setuju memanjakan ku lagi. Aku spontan mencium pipinya.
" Yoog..." Dia berucap malu malu.
__ADS_1
" Sudah tidak sakit kan...?" tanyaku. Kristy mengangguk.
" Jadi nanti bisa main free los ya. Seharian nanti kita di kamar saja. Main bola ..bikin gol sepuasnya.. "ucapku menggoda Kristy.
" Kamu ini... benar benar deh.."
Sesudah itu Kami berdua mencari sarapan untuk mengisi perut. Kebetulan di tempat itu makanan khasnya adalah hot\_pot ayam dan ikan bakar. Jadi kami bisa lebih menikmati rasanya. Kami segera memesan makanan untuk sarapan kami.
" Ayo Kris.. " ucapku sambil buru-buru mengajak kembali ke villa penginapan kami sesudah menyelesaikan sarapan.
Kristy cuma tersenyum kecil melihat Yoga yang begitu bersemangat itu.
Kami sampai di kamar kami. Sebuah kamar unik dengan nuansa mix modern dan tradisional. Pintu kayu dinding kayu dan kertas persis seperti di film film kuno. Namun ranjang dan sofanya model masa kini. Dengan pemandangan alami di depan mata.
Kristy melihat Yoga yang nampak buru buru menanggalkan pakaiannya setelah menutup pintu. Kemudian mengangkat tubuhnya dan merebahkannya di atas tempat tidur. Kristy tertawa kecil melihat tingkah Yoga itu. Ia menyentuh wajah Yoga dan menatapnya dengan pandangan penuh cinta.
" Don't stop me, My honey baby...I will show you all... " Aku berucap sambil mengedipkan sebelah mataku padanya. Kristy tersenyum kecil.
"Aku akan menunjukkan padamu macam macam gaya.. " tambah ku lagi dengan senyum nakal
" Hahaha.. Memang kamu bisa apa aja Yog.." Kristy tertawa tawa.
Kami yang sama sama sedang di mabuk cinta mengungkapkan semua rasa cinta kami dalam tindakan. Pelukan, ciuman, dan sentuhan . Tak ada satupun yang terlewatkan. Membebaskan semua hasrat yang menggelora di dada.
Kami mengeksplor semua yang ada di tempat itu pula. Tak melulu di tempat tidur. Sofa , meja bahkan lantai pun jadi tempat memadu cinta kami. Kamipun melakukan banyak macam tehnik bercinta mulai dari depan, belakang ,samping, duduk dan berdiri pun semua kami coba. Suara kami bersahutan menggema memenuhi ruang itu mengikuti permainan panas kami.
Setelah mencapai puncak kami beristirahat sebentar menunggu si adik terjaga dan kemudian mulai bermain kembali. Lagi. , lagi dan lagi . Begitu terus. Entah sudah berapa kali pertarungan panas itu terjadi.
Seharian kami terus bermain bahkan saat terdengar suara hp berbunyi pun kami tidak berhenti. Kami mengabaikannya. Kami hanya berhenti saat kami benar benar kelelahan dan akhirnya tertidur.
Tengah malam aku terjaga saat hp ku berbunyi. Dan kulihat nama Andi di sana.
" Andi?..." Aku buru-buru bangun dan meraih hp itu. Namun saat bangun aku merasa sakit di sekujur tubuhku.
" A\_ww..." badanku terasa remuk.
Tadi pas main cuma terasa enaknya , sekarang baru terasa pegelnya. Apalagi main seharian penuh.. gila banget gue. Main seperti kuda lumping kesetanan.😅😅
" Halo Andi.." ucapku sedikit pelan karena tak ingin membangunkan Kristy .
" Maaf mengganggu bulan madu mu Yog.. Ada satu masalah penting..."
__ADS_1
" Ha?! Masalah apa? ..."
" Kapan kau akan pulang Yog?"tanya Andi
" Aku belum tahu. Kenapa?"
" Hem...Kalau begitu bisa tidak kau mintakan alamat rumah mertua Kristy yang dulu .."
" Untuk apa?" tanyaku heran
" A...Begini Yog.. 3 hari yang lalu keluarga mantan suami Kristy datang mengunjungi Dafa dan Dafi . Kemudian mereka mengajak si kembar jalan jalan . Tapi sampai sekarang belum juga kembali. Desi dan ibu Kristy kebingungan dari kemarin. mereka hendak menyusul tapi tidak tahu alamatnya. Mereka hanya tau keluarga mantan suaminya itu dari Yogja. Tapi tak tahu tempatnya. Mereka ingin menghubungi kalian tapi takut mengganggu bulan madu kalian.."
" Kristy masih tidur.."
" Ini si Desi sampai datang ke Surabaya ke rumahmu... Rencananya Aku dan Desi yang akan ke Yogja mengambil si Kembar kembali..."
" Sebentar... biar ku bangun kan Kristy dulu. Nanti ku kabari lagi..."
Aku buru buru menutup telpon Andi dan membangunkan Kristy.
" Kris....."ucapku pelan membangunkan Kristy.
" Ada apa Yog?" tanyanya saat mulai membuka matanya. " Jangan minta lagi Yog.. aku capek.." ucapnya lagi.
Aku tersenyum . Ia sudah mulai hafal dengan kebiasaan ku setelah melewati beberapa malam bersama. Tiap kali membangunkannya yang sedang tidur aku pasti minta jatah lagi.
" Kali ini bukan sayang.. Bangun dulu.. minum air putih "ucapku seraya memberikan sebotol air mineral padanya. Kristy menerima dan meminumnya.
" Sebenarnya ada apa?" tanya Kristy
" Bisakah kau berikan alamat orang tua Raka ? Aku membutuhkannya..."
" Tentu..tapi untuk apa..."
Aku tidak menjawab . Tak ingin dia cemas.
" Biasanya beberapa bulan sekali Mama Nora dan Papa Jaka datang mengunjungi Dafa dan Dafi bersama Dea adik mas Raka... Apa mereka berkunjung?" Kristy mengambil kertas dan bolpoin dari tasnya dan kemudian menuliskan alamat rumah Mantan mertuanya di Yogja.
" Terus untuk apa alamat ini?" tanya Kristy heran . Ia mulai merasakan kejanggalan.
" Apa Mereka membawa Dafa dan Dafi ?" tanya Kristy cepat.
__ADS_1