
Pada hari Minggu yang cerah di pertengahan musim panas itu Bisma mengantar Kristy dan anak anaknya pergi ke sebuah perkebunan apel untuk menuruti ngidam Kristy. Bisma mencarikan perkebunan apel terdekat dari tempat tinggal mereka di Melbourne . Hanya sekitar 2 jam mereka berkendara naik mobil Bisma dan telah tiba di sana.
" Waaaah.. menakjubkan " ucap Dafa dan Dafi yang begitu kagum melihat hamparan pohon apel tersebar luas di depannya. Dan sejauh mata memandang semua cuma pohon apel yang menghijau dan warna merah apel ranum dengan begitu lebatnya. Semua tanaman tertata rapi dan indah. Rasanya seperti berada di surga. Indah dan memanjakan mata..
Kristy yang terpukau sampai tak bisa berkata apa apa. Apel di mana mana dan begitu banyak.Bahkan buahnya banyak yang jatuh berserakan di tanah.
" Gila... ini benar benar indah..pohonnya pendek buahnya lebat...ranum ranum lagi.."Air liur Kristy keluar melihat buah apel yang begitu banyak itu .
Bisma tersenyum.
" Kau bisa makan itu sepuasnya Kris...Bawa tas atau keranjang sekalian..kau bisa membawanya pulang nanti " kata Bisma.
" Ayo anak anak kita petik dan makan sepuasnya.."
" Oke Mama "
Ketiganya dengan penuh semangat mulai memetik dan memakan buah apel itu langsung . Mereka nampak tersenyum sambil menikmati buah apel apel itu.
Bisma merasakan hpnya bergetar di saku celananya .Ia kemudian mengambilnya..Dan terlihatlah sebuah nama yang tidak asing tertulis di sana. ' Romi '
Ya...Romi adalah atasannya. Dia yang merekomendasikan dirinya kerja di sana sebagai accounting di perusahan aneka makanan minuman kemasan skala internasional. Namun nama perusahaannya bukan ,,Pratama.. karena perusahaan itu gabungan dari pratama dan industri lokal di sana. Nama perusahaannya ' N Z P ' Singkatan dari New Zealand dan Pratama.
Kebetulan partner kerjasama mereka berasal dari New Zealand sehingga mereka menamai perusahaan gabungan mereka seperti itu. Bisma tidak tahu kalau perusahaannya itu merupakan anak cabang dari perusahaan Keluarga Yoga.
Bisma mendapat pekerjaan bagus dan gaji yang besar. Dan karena Bisma seorang yang cerdas dan pekerja keras, ia mendapat banyak tawaran kerja dari perusahaan asing lain . Namun ia masih tetap bertahan di perusahaan itu.
Ia mendapat kontrak kerja di sana selama 5 tahun. Dan ia sudah bekerja di sana hampir 3 tahun . Sudah cukup banyak pundi pundi rupiah yang tersimpan di rekeningnya .
Ia termasuk berhasil dalam karirnya. 2 tahun lagi ia seharusnya pulang dan meminang Kristy , namun semua itu tinggal harapan masa lalu yang kini harus ia kubur dalam dalam. Ia tak mungkin bersama Kristy yang kini tengah hamil anak dari orang lain.
" Ya ,Tuan Romi "
" Bagaimana kabar Kristy dan anak anak ?" tanya Romi to the poin.
" Mereka baik baik saja Tuan.."
" Kehamilannya?"
" Sehat Tuan . ini memasuki bulan ke 6.."
" Antar\_kan dia USG . Aku ingin tahu jenis kelamin anaknya. Dan nanti saat Kristy melahirkan..kabari aku..aku akan ke sana.."
__ADS_1
" Baik Tuan "
Sesudah itu Romi menutup telponnya.Dan tak lama kemudian sebuah pesan masuk.
' Transfer masuk xxxxxx $ ke rekening anda '
Dan seperti biasa sesudah memberi perintah , Romi mengirimkan sejumlah uang dalam jumlah besar untuk mereka.
Dalam hati Bisma bertanya tanya...
sebenarnya apa hubungan Kristy dengan Romi... Romi terus mengirimkan uang untuk Kristy. Tapi melarang keras dirinya untuk memberi tahu kalau dia yang mengirimnya.
Dafa dan Dafi bilang Papa bayi yang dikandung Kristy sudah meninggal.. Namun kenapa justru atasannya Romi yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Apa Kristy istri gelap orang kaya yang ada kaitannya dengan Romi. Namun ia masih tak berani bertanya pada Kristy.
" Om Bisma ayo petik apel.." ajak Dafa dan Dafi.
" Ok..." Bisma segera menyusul Kristy dan anak anak yang sedang asik makan dan memetik apel
" Ini Bis.. manis asem rasanya.." kata Kristy sambil memetik kan sebuah apel dan memberikannya pada Bisma.
Bisma menerimanya dan segera mencicipi rasanya. Benar kata Kristy rasanya ada manis dan sedikit masam.
" Kristy ..jangan makan banyak banyak nanti kau bisa sakit perut..kasihan bayimu kan.. " Bisma mengingatkan. Kristy cuma mengangguk.
"Mau di taruh di mana ?" sahut Bisma.
" Hehehe... "
Kristy cuma tersenyum . Manis sekali . Senyum indahnya tak berubah , tetap yang termanis bagi Bisma. Bahkan lebih manis dari gula se\_pabrik pabriknya.
Padahal umurnya 3 tahun di atas dirinya tapi wajahnya tak kalah dari gadis gadis muda. Ia tampak awet muda. Dan meski hamil dengan perut yang mulai membesar tubuhnya tidak begitu banyak mengalami penambahan berat badan. Ia kelihatan lebih segar.
" Kris... minggu depan ke dokter ya..kita cek perkembangan bayimu dan sekalian melihat jenis kelaminnya.. "
" Tapi bagaimana dengan biayanya.. sebenarnya aku punya tabungan tapi di rekening Indonesia. Aku tidak tahu apa ATM nya bisa di gunakan di sini.." Kristy bingung dengan biayanya.
Ia merasa sungkan jika merepotkan Bisma terus. sudah tinggal menumpang , semua biaya hidup , sekolah dan kebutuhan sehari hari juga di cukupi Bisma. Ia pun merasa tidak enak.
" Kau simpan saja uangmu saat kita kembali ke Indonesia. Sekarang pakai uangku saja.. kau tidak perlu sungkan.. Gaji ku besar di sini.." ucap Bisma sambil bercanda
" Apa iya.. "
__ADS_1
" Di negara ini..kerja receh seperti mencuci piring dan memetik apel saja bisa dapat uang banyak Kris.. Pemetik apel bisa dapat uang 30 juta seminggu bahkan mungkin lebih besar lagi...
" Serius ?" tanya Kristy tak percaya.
" Beneran lah Kris.. gaji kerja di sini kalau di rupiahkan sangat banyak . Disini kerja rendah 'kerja receh' pulang ke tanah air jadi orang kaya.."
" Gila...Apa aku kerja jadi pemetik apel saja ya Bisma.." ucap Kristy
" Jangan lah.. kamu kan sedang hamil.. Sebentar lagi juga repot mengurus bayi kalau dia sudah lahir.. Biar aku saja yang kerja untuk kalian.."
" Aku kan tidak enak jadi benalu Bis...sudah hidup numpang.. di biayai.. padahal aku bukan siapa siapa kamu.. " ucap Kristy yang tidak enak terus merepotkan Bisma
" Memang mau jadi apa... " sahut Bisma " Mau aku jadi suami yang ke tiga kamu ? " tanya Bisma asal ceplos.
Kristy terdiam. Ia menatap Bisma yang bicara dengan asal itu.
.
.
Entah mengapa Kristy tiba tiba jadi teringat kembali saat Bisma berpamitan hendak pergi ke Australia.
" Kristy...aku sudah dapat job di Australia. 3 bulan masa percobaan kalau kerjaku bagus aku dapat kontrak 5 tahun ...Kalau 5 tahun berhasil , aku pulang sudah punya banyak uang. Aku bisa mencukupi mu dan si kembar... " ucap Bisma yang kala itu mendatangi Kristy di warung bibinya.
" Kamu serius Bisma.. Gak malu kamu punya pendamping janda beranak dua?" tanya Kristy yang kala itu masih singgel. Dan Bisma sudah berkali kali melamarnya namun di tolaknya.
" Iya lah...Kenapa aku harus malu . Aku tidak punya rasa malu . Aku ini udah 'muka tembok'.. Sudah ribuan kali di tolak kamu , masih juga nguber\_nguber kamu ...Ya jelas serius lah . Aku mau jadi suami kamu. Mau jadi Papa si kembar " jawab Bisma.
" Hahaha.. " Kristy tertawa ngakak
" Jadi gimana ni... Mau gak?... Mumpung lagi promo ni Kris... diskon besar besaran cinta gue.." Bisma pun menjawab serius dalam candaannya.
" Sepertinya seru juga ya...Promo apa bonus apa.. " Kristy selalu menanggapi Bisma dengan bercanda. Bahkan lamarannya cuma di anggap angin lalu oleh Kristy.
" Pastilah Kris ... Kamu dapat banyak bonus lho. Sudah ganteng , muda , baik hati , muka tembok , mental baja , pantang menyerah dan banyak deh.. Ntar kamu tahu sendiri deh..."
Kristy masih tertawa tawa mendengar ucapan Bisma.
" Aku serius Kristy..." ucap Bisma sambil meraih tangan Kristy dan menggenggamnya. Kristy berhenti tertawa dan menatap Bisma.
" Aku memang lebih muda dari kamu dan tak punya pengalaman dengan wanita. Tapi aku serius padamu Kris.. benar benar serius. Jadi kau mau tidak menungguku ..Aku akan mencari uang dulu untuk kalian. Dan nanti kalau sudah berhasil , aku janji akan meminang mu menjadi pendampingku. Sekarang jawab Ya atau tidak! "
Kristy akhirnya menatap Bisma yang nampak sungguh sungguh dengan kata katanya. Dan akhirnya iapun menjawab
__ADS_1
" IYA "