KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
222. ADA RASA ??


__ADS_3

Sejak hari itu , Xavier hampir jarang pulang ke rumah. Tiap hari sepulang sekolah ia rajin ke perusahaan untuk bekerja dan bertemu Mika. Tak lupa ia selalu membawakan sesuatu untuknya , entah sekedar makanan ringan ataupun camilan.



" Mika, pesankan makanan dan antar ke ruangan ku " kata Xavier.



" Iya , Tuan Muda..."jawab Mika enteng tidak uring\_uringan lagi.



" Kau sudah baikan lagi dengan dia? " tanya teman temannya . Mika cuma tersenyum .



" Gila Lo Mik...bakal di pecat kau nanti kalau sampai ketahuan Tuan Romi..."



" Nggak tau lah... aku gak bisa lepas dari Xavier " kata mika tak mau berpikir lebih. Ia hanya ingin menjalani semua seperti air yang mengalir. Yang penting Xavier tetap ada di sisi nya . Bahkan sekarang hampir setiap malam Xavier selalu pulang ke rumahnya dan tidur dengannya. Dan tentunya mereka selalu bermesraan menghabiskan malam dengan aktifitas ranjang sebelum tidur. " Aku tergila gila padanya .."



" Sadar Mika...dia itu masih bocah...bocah kls 1 SMA...Dia belum bisa di mintai pertanggung jawaban...Dia masih dalam naungan orang tuanya..."



" Kamu nanti yang bakal menderita kalau di terusin ... orang tuanya orang berduit . Kau bisa di penjara jika mengganggu mereka . Ingat perjanjian mu dengan mereka.."



Mika terdiam mendengar peringatan teman temannya yang begitu peduli padanya. Yang mereka ucapkan itu benar, ia cuma akan menjadi alas kaki keluarga kaya itu jika benar mengusik mereka. Apalagi Xavier belum dewasa. Pasti tidak bisa melindunginya.


.


.


Mika mengantarkan makanan pesanan Xavier ke ruangannya. Xavier menyambutnya dengan penuh senyum melihat kedatangan nya.



Biasanya jika ia mengantar makanan ke ruangannya Xavier pasti akan meminta jatah bercinta walaupun cuma bermain kilat di kamar mandi yang ada di dalam ruang Xavier agar tidak tertangkap kamera C C T V yang mengawasi gerak gerik Xavier. Romi yang kadang memantaunya sendiri.



Xavier memeluk dan mengecup lembut bibir Mika . Namun Mika buru buru melepaskan diri dan menjauh.



" Kenapa? " tanya Xavier.



" Aku agak sibuk...Banyak tugas " jawab Mika.



" Gak main dulu sebentar?" tanya Xavier sambil menunjuk ke kamar mandinya. Mika menggeleng.



" Lain kali saja ya, aku harus buru buru kembali...Pamanmu mengawasi dari C C TV.. Temanku sudah pada bertanya aku takut Tuan Romi juga mengetahuinya. Aku bisa di pecat " terang Mika



" Ya sudah... nanti di rumah saja... " kata Xavier mengalah meski sebenarnya ia masih ingin bercinta dengan Mika. Ia benar benar tak bisa berhenti setelah tau rasanya. Rasanya ingin terus bersama Mika dan melakukan itu tanpa memikirkan apa pun.


.


.


.


.


Sepulang kerja agar tak di curigai Romi , Xavier dan Mika naik kendaraan sendiri sendiri. Xavier dengan motornya, Mika dengan mobilnya. Dan mereka bertemu kembali di rumah Mika.



" Xavier , hari ini kamu jangan menginap di sini ya..." kata Mika sambil menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.



" Kenapa ? Aku masih ingin bersamamu " kata Xavier jujur dengan isi hatinya.



" Kamu sudah terlalu sering menginap di sini , apa Pamanmu tidak mencari mu?" tanya Mika.



" Enggak...Uncle ku itu tahu, aku paling bersama teman temanku..Aku sudah sering menginap di rumah teman ku " jawab Xavier



" Hari ini kamu pulang ya .tidur d rumah Paman mu...Aku cuma takut ketahuan..Aku bisa dapat masalah dari Orang tua dan Pamanmu ..."



" Em...Mika...aku tidak ingin pisah sama kamu .. Aku ingin memelukmu terus..." Ucap Xavier manja sambil memeluk Mika .



" Aku tidak bisa terlalu sering bersama mu .. Kalau seperti ini, akan membuat hubungan kita lebih cepat ketahuan...Dan nanti aku yang bakal menerima resikonya.."

__ADS_1



" Aku akan menjagamu ..Aku akan melindungi mu dari orang tuaku...Tolong Mik...aku gak bisa jauh darimu .." rengek Xavier seperti rengekan seorang bocah pada Ibunya.



" Kita juga jangan terlalu sering melakukannya...Bisa gawat kalau aku sampai hamil " kata Mika.



" Hamil?.. " Xavier terhenyak mendengar kata itu. Ia bahkan tidak pernah memikirkan itu. Hal itu sama sekali tidak pernah terlintas di benaknya. Yang ia pikir cuma simpel , ia ingin melakukannya dan senang melakukan itu. Ia seperti kecanduan dan tak ingin berhenti. Namun jika sampai hamil , ia belum berpikir sampai ke sana.



" Emang bocah bisa menghamili wanita? " tanya Xavier.



" Aaa\_ah...ternyata kau ini bisa bodoh juga ya... Tentu saja bisa. Biarpun kau bocah kau itu sudah jadi pria , kau sehat dan normal. Kalau kau subur, aku juga di masa subur bisa jadi lah...Kau bisa jadi bapak di usia yang masih bocah " terang Mika



Xavier selama ini cuma memikirkan mencari kesenangannya agar dia bisa melupakan Mimi. Ia tak memikirkan apa pun selain itu. Dan itu sedikit berhasil , ia tidak begitu teringat Mimi lagi . Yang di ingatnya cuma percintaan nya dengan Mika dan ia sangat menyukai saat sat romantis yang mereka lalui bersama. Bahkan sampai hari itu sudah hampir sebulan ia meluapkan semua hasratnya pada Mika .



" Makanya kau pulang saja...ya?! " tanya Mika sembari memberi penekanan.



Xavier pun mengangguk. Ia tidak mau memaksa lagi. Dan sesudah makan malam , ia pun segera pulang. Mika mengantarnya sampai ke pintu depan.



Xavier sebenarnya enggan berpisah dengan Mika dan masih ingin tetap berada di sana. Namun ia tidak ingin memaksa Mika .


.


.


.


.


" Tumben pulang...gak main ke tempat temanmu Xavier ?" tanya Romi yang melihat Xavier pulang ke rumahnya.


" Nggak. Bosen " jawab Xavier singkat



" Ya sudah....makan dulu sana. Biar Ku suruh Bibi memanaskan makanan untukmu "



" Aku sudah makan " jawab Xavier sambil buru buru masuk ke kamarnya.


.


.


.


.


Mika benar ... Dia wanita dewasa...sudah matang sistem reproduksinya ..Aku juga meski masih bocah tapi juga sudah menjadi pria dewasa ..


Dia sangat pintar menyenangkan aku...tiap bersamanya aku seperti berada di alam mimpi...melayang terbang dalam surga kenikmatan...Ah tidak ...aku sangat merindukannya...Aku ingin memeluknya...


Tapi jika Mika hamil...aku bisa kena batunya ..Dia pasti akan memaksa aku untuk menikahinya...Papa dan Mama pasti akan sangat marah...


Baby Xavier junior... anakku dan Mika...Mungkin dia akan menjadi bayi tertampan jika nurun aku...hihi....Atau mungkin dia juga akan jadi bayi cantik dan seksi jika nurun Mika ... pasti imut sekali 😍...Tapi....Ah ini gila.😱..masak bocah 15 tahun jadi seorang Ayah ? 😰....Dan lagi aku nggak mencintai Mika😞 Oh... ini memusingkan 🤦🏻‍♂️


.


.


.


Xavier mengambil hp nya. Ia membuka aplikasi pesan what's app nya dan di sana ia melihat nomor Mika sedang on line.


.


.


Mika on line ? ...Tapi dia tidak mengirim chat ke aku ..Dengan siapa dia berkirim pesan...Apa dengan si Shaka Damara itu ?


.


.


Xavier membuat praduga nya sendiri. Dan jadi kesal sendiri. Terlebih mengingat pria bernama Shaka itu memang nampak jelas mempunyai perasaan pada Mika. Ia sebagai pasangan kencan Mika bisa merasakan itu. Dan itu membuatnya kesal.


' Mika '



Xavier mengirim pesan pada Mika. namun Mika tidak membukanya padahal ia sedang on line. Centangnya tidak berubah berwarna biru. Bahkan Mika malah langsung off line.



" Tidak bisa di biarkan .." Xavier bangkit dan mengambil jaketnya. Meski waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 Xavier tak peduli. Ia langsung pergi dengan mengendarai motornya menuju ke rumah Mika.



" Xavier pergi lagi ?" Romi yang belum tidur karena masih tenggelam dalam pekerjaannya melihat dari hpnya melalui C C T V yang terpasang di rumah nya. Xavier melajukan motor keluar rumah.

__ADS_1



Romi kemudian menghubungi anak buahnya.



" Cari tahu kemana dia pergi ..awasi dan laporkan padaku ..Kalau dia dalam bahaya, bantu dia .." kata Romi.



Romi memang tampak acuh , namun sebenarnya ia selalu memantau semua gerak gerik Xavier dan melaporkannya pada Yoga .


.


.


.


Mika terkejut saat tau tau Xavier ada di depan rumahnya lagi terlebih dengan wajah kesal.



" Kau kenapa Xavier ?" tanya Mika.



" Kenapa tak balas pesan ku ? "



" Hah?..pesan apa ?"



" Jangan pura pura bodoh ..Kamu chatting sama si Damara itu kan ...sampai tak mau balas pesan ku .." tuduh Xavier.



" Apa sih .. Aku cuma ngantuk .."



" Alasan banget... Tadi kau mengusirku pulang , setelah itu ku chat tak mau balas...Jelas banget lah ... kau mau mendepak ku dan menggantikan ku dengan si Damara itu kan ? "



" Itu tidak masuk akal ... " sangkal Mika .



" Masih juga menyangkal...ngaku saja .. Kau mau menyingkirkan bocah ini dan memilih dia sebagai pengganti ku kan ? "



" Astaga ....aku tidak percaya ini .. Xavier ..kau cemburu? ...Kau cemburu buta padahal aku tak melakukan apapun..." ucap Mika tak percaya .


.


.


Cemburu?...itu tidak mungkin...Masa iya aku cemburu?... Bukankah cemburu itu jika ada orang yang mendekati orang yang kita sukai...


Astaga .. apa aku cemburu pada Si Shaka itu?.. Bukankah itu artinya aku menyukai Mika? Aku suka mika?...Ini gila ..ini tidak mungkin


.


.


Xavier menyangkal kenyataan dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sangat tidak masuk akal jika ia beneran jatuh cinta pada Mika yang ia anggap cuma mainannya itu. Cuma pelarian dari patah hatinya karena cintanya tak kesampaian pada Mimi.



" Pulang ! " Mika pun mengusirnya



" Nggak...Aku nggak mau pulang.. " Ucap Xavier hendak masuk ke rumah Mika namun Mika menghalangi di pintu masuk. Ia tak mau menghadapi seorang bocah yang sedang cemburu buta itu.



" Kau milikku ..Tidak ada seorangpun yang bisa mengambil milikku "



" Aku bukan barang...Kau tidak bisa seenaknya " Mika pun melawan Xavier.



Tanpa banyak kata lagi , Xavier mengangkat Mika. Dan kemudian ia membawa Mika masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan keras.



Setengah kasar , ia menghempaskan tubuh Mika ke atas tempat tidur .Dan kemudian ia pun melepaskan pakaiannya dan mendatangi mika.



" Kau milikku , Mika .MILIKKU !! CUMA AKU !! " ucap Xavier keras seraya memaksa Mika menerima dirinya. Mika berusaha melawan karena Xavier seperti sedang dirasuki setan. Namun ia kalah kuat dari pemuda itu. Hingga ia hanya bisa pasrah saja saat Xavier melakukan semua sekehendak hatinya.


.


.


.


" Bocah ini benar benar .." ucap Romi geram saat mendapat kiriman foto anak buahnya . Foto Xavier mendatangi Mika , adu mulut dengannya dan akhirnya memanggul Mika dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1



Ia sudah bisa membayangkan apa yang kini sedang di lakukan Xavier bersama Mika.


__ADS_2