KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
147. KESEPAKATAN BARU


__ADS_3

Romi benar benar gelisah .Ia kini di\_cekam ketakutan. Ia sampai tidak bisa tidur sepulang dari night klub tadi. Guntoro sudah menargetkan dirinya dan Kinara. Otaknya serasa buntu tak bisa berpikir lagi untuk mencari jalan keluarnya..


.


.


.


" Halo.." Aku mengangkat telepon itu meski masih setengah mengantuk.



" Yog...tolong aku...Hanya kau yang bisa menolongku saat ini..." ucap Romi dalam keputusasaannya.



Aku yang waktu itu sebenarnya sudah tidur dan masih mengantuk langsung membuka matanya lebar lebar. Belum pernah mendengar Kak Romi seperti itu. Apalagi dengan suara putus asa seperti itu. Sepertinya itu sesuatu yang sangat gawat.



" Katakan Kak.. Aku pasti membantumu.." ucap ku kemudian.



" Papa mu memanggil pembunuh bayaran itu , aku baru saja bertemu dengannya. Dia bilang padaku targetnya adalah aku dan Kinara. Orang itu benar benar akan melakukannya Yog. Dulu dia juga melakukannya pada Bulan.. Kristy juga ..Kalau aku tak menyembunyikannya 3 tahun lalu, Xavier tidak akan pernah lahir di dunia ini..Papa mu pasti sudah menguburkan Kristy dan anak anaknya hidup hidup kalau kau mati waktu itu.. .Dulu dia sudah memerintahkan ku... Karena itu...sekarang tolong bantu aku..Ku mohon Yoga..Tolong kami...Kalau dia ingin membunuhku aku tidak peduli. Tapi setidaknya kau selamatkan Kinara. Dia tidak bersalah , aku yang bersalah berani mendekatinya padahal dia istrimu..."



Aku terdiam dan mengepalkan tangannya kuat kuat. Aku sungguh marah kali ini. Seorang Romi yang ku kenal seperti singa garang , raja tega, tak punya perasaan sampai memohon mohon seperti itu. Padahal Kak Romi bukan jenis orang yang akan melakukan hal seperti itu.



Terlebih dengan fakta yang baru saja di dengar dari kakaknya itu..Yoga benar benar tak menyangka kalau Papanya sekejam itu. Ia dulu bahkan hendak membunuh istri dan anak anaknya. Benar benar kejam.


PAPA benar benar kelewatan. Kekejamannya semakin merajalela. Padahal aku sudah menutup mata tragedi kematian Bulan karena aku merasa itu salah ku yang menjadi penyebab utama kecelakaan maut itu terlepas dari rencana pembunuhan yang di lakukan Papa . Kini ia malah mengincar Kakak kesayangan ku dan kekasihnya. Ini benar benar tidak bisa di biarkan.


" Besok pagi aku akan ke Jakarta..."


.


.


.


Keesokan harinya , Yoga Kristy dan Xavier menuju ke bandara.Mereka mengambil jadwal penerbangan pertama. Dafa dan Dafi tidak ikut. Mereka di titipkan pada Ibu Kristy di Blitar. Sangat berbahaya mengajak keduanya karena situasi yang memanas kini . Guntoro bisa saja mengincar mereka. Sedang Kristy dan Xavier , Yoga tidak ingin meninggalkan mereka. Istri dan anak kandungnya itu harus selalu berada dalam pengawasannya.



Yoga sebenarnya belum sepenuhnya pulih namun ia harus cepat pulang untuk menolong Romi. Ia tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Kakaknya itu.


.


.


.


Di ruangan Guntoro Romi menjadi bulan bulanan di hajar beberapa anak buahnya. Romi sama sekali tak melawan . Ia biarkan dirinya di pukul ,di tendang dan di hajar beramai ramai anak buahnya sendiri.



Romi jatuh tersungkur di lantai dengan penuh luka dan juga berdarah. Sama seperti Kinara yang tadi malam.



" Ampuni saya Tuan Besar.." ucapnya pelan



" Mengampuni mu?... Huh..." Guntoro perlahan menghampiri Romi yang sudah lemah tak berdaya itu. " Anjing yang ku besarkan dengan baik kini sudah berani menggigitku...Kau pikir aku akan tinggal diam?"



Romi tak berani menjawab. Sebenarnya ia bisa saja membalas Guntoro namun nyawa Kinara yang ada dalam genggaman tangan Guntoro membuatnya lemah. Salah bertindak sedikit saja , Guntoro bisa langsung membuat gadis yang di cintai nya menghilang selamanya.



" Kau memang anjing rakus Romi...Aku sudah memberimu hidup enak, kemewahan dan uang... Kau bebas bermain dengan wanita manapun selama ini.. Tapi kenapa kau menginginkan wanita milik majikan mu..."



" Yoga sudah menjatuhkan talak pada Kinara..." ucap Romi pelan. Sama seperti yang di ucapkan Kinara kemarin , ia juga bilang Yoga menceraikannya. " Tuan Demian sudah memproses perceraian mereka secara hukum "



*Jadi itu memang benar...Mereka* memang berencana berpisah di belakangku... Beraninya...



" Sekarang katakan padaku Romi... Apa kau sudah tidur dengannya..Apa kau sudah meniduri istri Yoga?" tanya Guntoro sambil mengangkat dagu Romi sehingga wajah nya mereka berhadapan.



" Belum Tuan Besar..." jawab Romi lemah sambil menatap Guntoro. Ia sudah tahu Guntoro akan membaca ekspresi dari wajahnya untuk mengetahui ia berbohong atau tidak .



Guntoro memberikan sebuah pukulan keras di kepala Romi mendengar jawaban tersebut.



" Seharusnya kau menjawab Ya atau tidak...Belum.. C i h .. Jadi kau berencana melakukannya hah? Dasar anjing peliharaan tak tahu malu... Hajar dia lagi!" Guntoro memerintahkan anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Romi lagi.



" Kalau ada yang berani menyentuhnya , aku bunuh kalian !!" ucap Yoga yang tiba tiba menyelonong masuk ke dalam ruangan Papa nya.



Guntoro terkejut. Ia tak menyangka Yoga akan tiba tiba saja ada di sana. Padahal baru kemarin anaknya melapor kalau Yoga sedang di rawat di Blitar.



" Yoga...Kau sudah di sini nak? ..... Bagaimana keadaanmu..." tanya Guntoro langsung berubah sikap dan menghampiri anaknya.



Yoga tak menjawab. Ia cuma mendekati Romi dan membantunya bangun. Anak buah Guntoro tak ada yang berani bertindak apapun dengan yang dilakukan oleh Tuan Mudanya itu. Mereka cuma membiarkannya.



" Kalau Papa berani melakukan ini lagi pada Kak Romi , Papa berhadapan denganku .." ucap Yoga datar seperti orang yang menahan marah. Ia benar benar tidak rela Kakak kesayangannya sampai babak belur seperti itu.



" Dia selingkuh dengan istrimu.." ucap Guntoro.

__ADS_1



" Konyol...Istriku selalu bersamaku 24 jam. .."sahut Yoga.



" Dia bercumbu dengan Kinara... Aku dan Mama mu melihatnya langsung kemarin.."



" Oh.. Pantas saja aku tidak tahu....Yang Papa maksud mantan istriku.. Aku sudah menceraikannya jadi dia bebas dengan siapapun.."



" Tidak ada kata perceraian dalam sejarah keluarga Pratama kecuali cerai mati.. Jadi kalau kau sudah tidak menginginkannya , dia akan mati " ucap Guntoro sarat dengan nada ancaman.



Romi dan Yoga begitu terkejut mendengarnya. Dan mereka tahu Guntoro tak pernah main main dengan ucapannya.



" Papa kenapa jadi seperti ini.. Papa dulu orang yang penyayang kenapa menjadi manusia kejam seperti iblis.." Yoga mengucap pelan namun ia yakin itu kata katanya pasti sangat menyakitkan telinga Papanya.. Mendengar anaknya sendiri memakinya iblis.



" Papa sangat menyayangimu Yoga.. Papa cuma ingin yang terbaik untukmu ...Papa tidak ingin kau terkontaminasi sampah rendah yang akan mencoreng nama baikmu dan aku.."



" Tapi Papa tidak pernah memikirkan kebahagiaanku...papa memaksakan semua sesuka hati Papa..."



" Kebahagiaan itu punya banyak harta, hidup mewah dan bisa berbuat sesukanya. Dengan banyak uang semua dalam kendali, semua memberi hormat. Jadi aku tak akan menghancurkan semua yang telah kudapatkan." ucap Guntoro



Yoga benar benar tak habis pikir dengan Papanya itu.Dia benar gelap mata karena terlalu silau pada harta benda. Gila harta, gila dunia. Semua harus dalam genggamannya.



" Siapapun yang berani mengusik keluargaku akan mendapat balasan lebih. Kau dan Risa. Tidak ada yang boleh menyakiti kalian. Siapapun yang mengganggu kalian....harus mati !"



" Aku pun sama seperti Papa, aku punya orang orang ku cintai. Kalau Papa sampai melakukan itu pada orang orang yang ku cintai...aku akan membalas mu Pa... Aku anakmu, punya darah yang sama denganmu. Aku juga bisa menjadi kejam sepertimu..Jadi jangan sentuh Kak Romi dan Nara " Aku pun ngotot



" Kalau kau pikir itu cuma Romi dan Nara dolan mu kurang jauh nak..Kau pikir janda itu tidak masuk dalam daftar? Dia berkali kali membuatmu hampir mati.. kau pikir aku akan diam saja.."



Yoga begitu geram. Amarahnya mulai naik sampai ke ubun\_ubunnya. Ia benar benar tidak akan memaafkan papanya kalau sampai terjadi sesuatu pada Kristy .



" Aku akan membunuh Papa kalau sampai terjadi hal buruk pada Kristy dan Xavier.."ancam Yoga



"Hahaha... Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.. Ternyata kau sama sepertiku Yoga..." Guntoro malah tertawa




" Dia cucumu Pa.."



" Hahaha... Aku tidak akan pernah mengakui anak janda miskin bekas orang itu sebagai cucu ku. Darah miskin yang mengalir di tubuhnya tidak layak untuk menyandang nama Pratama.. Dia bukan cucuku.."



" Kalau begitu aku juga akan menanggalkan nama Pratama ini Pa... "



" Kau tidak mungkin bisa hidup tanpaku Yog.. Kalau kau sampai berani meninggalkan keluarga pratama ini demi wanita itu kau akan menjadi gelandangan. Semua aset ku akan ku putus. Kau tidak akan mendapat sepersen pun uang dariku. Rumah mewah, pekerjaan, kendaraan. Kau akan menjadi gelandangan miskin di kolong jembatan..."



Lagi lagi Yoga tak berkutik jika Guntoro mengancamnya dengan uang. Ia benar benar tidak bisa berkutik jika lepas dari Papanya..Ia benar benar akan hidup tanpa memiliki apapun.



" Sekarang begini saja. Aku akan memberikan penawaran padamu Yog...Romi, Kristy dan Kinara akan aku lepaskan dengan syarat ....Kau harus memberikan aku seorang cucu penerus keluarga Pratama. "



" Maksud Papa apa?... Xavier penerus ku.."



" Tidak , bukan dia.. Kau berikan aku cucu dari pernikahanmu dengan Kinara. Anak kalian itu nanti yang akan aku akui sebagai penerus ku...Dengan begitu aku bisa mengampuni kalian semua "



Romi dan Yoga ternganga dengan penawaran Guntoro itu. Itu tidak mungkin. Kristy tidak akan terima ia di duakan dengan Kinara. Ia pasti meminta berpisah dengannya. Romi akan sakit hati melihat wanita yang di cintai benar benar menjadi milik orang lain dan melahirkan anaknya. Pernikahan impian Nara Yoga akan menjadi pernikahan sesungguhnya seperti rencana awal Guntoro. Semua yang terjadi akan tetap sesuai seperti keinginan Guntoro.



" Papa benar benar egois.."



" Pikirkan hidup Romi, Kinara , janda itu dan anaknya..Aku masih berbaik hati membiarkan mereka hidup Yog..."



" Terima Yog.."ucap Romi pelan.



" Tapi Kak.."



" Terima saja!!" ucap Romi dengan suara cukup keras .Ia benar benar hanya ingin Kinara hidup saja. Ia bisa mengorbankan apa saja untuk itu.Termasuk perasaannya.



Yoga menghela nafas panjang. Sepertinya ia tidak punya pilihan lagi.

__ADS_1



" Apa buktinya kalau mereka benar benar tidak menjadi target Papa lagi ?" tanya Yoga ingin memastikan kebenaran ucapannya



Guntoro menelpon Ryan dan me\_louded spiker suaranya.



" Halo Tuan Besar..."



" Ryan ...batalkan 3 target yang ku berikan padamu kemarin. Romi , dan kedua istri Yoga...."



" Kenapa Tuan Besar?"



" Mereka masih di inginkan putraku... Batal saja. Kau tetap mendapat bayaran mu.."



" Siap Tuan Besar...Terima kasih "



Guntoro kemudian menutup telponnya. " Puas?... Sekarang giliran mu Yog.. Dalam waktu satu bulan ini Kinara harus sudah hamil...Dia harus memberikan aku penerus keluarga Pratama.."



Yoga cuma diam sambil menghela nafasnya.


.


.


Yoga mengantar Romi pulang. Namun bukan ke rumah pribadi Romi melainkan ke rumah baru Yoga . Kristy yang melihat Romi terluka segera mengambilkan kotak obat dan mengobati lukanya.



" Sekarang katakan rencana mu Kak di depan Kristy.. Aku tidak mau pernikahanku kacau. Kakak jelas tau aku tidak bisa menyentuh wanita lain selain Kristy..Kenapa tadi memaksaku menyetujui rencana gila Papaku.."



" Kita tidak ada pilihan lain Yog...Papa mu itu tipe diktator. Semua harus sesuai rencananya. Tapi jika seperti ini sedikitnya Kinara masih bisa hidup... Berbaik hati sedikitlah ...Kau dan Kristy..."


.


.


Kristy mendengarkan semua cerita dari Yoga dan Romi.Ia bisa mengerti kenapa suaminya harus membuat keputusan seperti itu.



" Kalau Papa mu terlalu licik...Kita harus lebih cerdik... Kalau seperti ini bagaimana?" tanya Kristy sambil mengatakan ide nya pada keduanya.



Senyum manis tergilas di wajah dua kakak beradik itu mendengar ide Kristy itu.



" Kita coba saja... Kau pintar dik.." ucap Yoga sambil menyentuh kepala istrinya.



" Tapi ini sangat berbahaya..." kata Romi.



" Tenang saja Kak...Kita ambil resiko ini...Yang penting kalian semua selamat.." ucap Yoga.


.


.


.


Yoga menemui Kinara di rumah keluarga Besarnya. Kinara nampak sangat memprihatinkan. Ia pun nampak sama parahnya dengan Romi. Dalam hati ia benar benar mengecam perbuatan biadab Papanya itu.



Melihat kehadiran Yoga Kinara menangis tersedu sedu.



" Selamatkan aku Yog...Aku takut... Aku takut Papamu menghajar aku lagi..Aku tak peduli apapun yang penting dia tidak memukuli ku lagi..." ucap Kinara dalam isak tangisnya.


Yoga kemudian membawa Kinara ke pelukannya .Ia begitu kasihan padanya. Ia tampak seperti sangat trauma dengan kebrutalan mertuanya itu.


.


.


" Membawa Kinara kemana?" tanya Guntoro pada Yoga yang ingin membawa Kinara keluar dari rumah itu. Risa dan Guntoro menatap Yoga dengan heran.



" Aku ingin mengajaknya keluar untuk sedikit menghiburnya. Dia trauma berat dengan perlakuan Papa. Dan lagi aku ingin menepati janjiku pada Papa. Aku akan memberikan Papa cucu. Jadi aku tidak ingin dia melakukan itu di tempat yang membuatnya trauma..."



" Kalian mau menginap di mana ?" tanya Guntoro kemudian sambil tersenyum.



" Suite Room Hotel X.." jawab Yoga cepat



" Berapa hari?"



" Satu hari...Aku akan melakukan One night stand dengannya ..Kurasa sehari semalam sudah cukup...Aku akan melakukannya seharian penuh...Sesudah itu tidak lagi. Aku tidak mau terus terusan bersama orang yang tidak ku cintai "



Guntoro tersenyum. Sehari semalam?... Kau pasti akan menarik ucapan mu Yog... batin Guntoro.


__ADS_1


" Baiklah...aku akan memesankan hotel untuk kalian " jawab Guntoro...


__ADS_2