
Xavier menangis pilu di pelukan Kristy saat mengantarkan Mika ke pembaringan terakhirnya. Ia benar benar sulit menerima kenyataan jika kini istrinya itu telah tiada.
Saat Jenazah Mika mulai di masukkan ke liang lahat , Xavier langsung ikut turun . Orang orang pada heran melihat Xavier itu. Termasuk pula Yoga dan Romi juga tukang gali kubur itu.
" Kuburkan aku juga di sini bersama istriku.. " ucap Xavier dalam tangisnya.
" Xavier... " Kristy menangis pilu turut merasakan kesedihan hati putranya itu.
" Istighfar Xavier...istighfar... " Yoga mengingatkan putranya.
Banyak orang yang kemudian menyuruh Xavier naik namun ia tetap enggan . Ia menangis sambil menatap jenazah istrinya yang sudah di posisikan menghadap kiblat .
" Bantu dia naik.." ucap Romi pada beberapa orang yang kemudian membantu Xavier naik bahkan dengan memaksa.
" Lepaskan aku...aku ingin bersama istriku.. Jangan kubur dia.. aku tak bisa hidup tanpanya.." Xavier meronta saat tubuhnya di pegang banyak orang agar tak menghalangi prosesi pemakaman.
" Mika ...Mika... Mikaaaaa..." Xavier hanya bisa menangis meratap saat orang orang mulai menutup jenazahnya dengan tanah.
Kristy , Yoga memegangi anaknya itu. Bocah BADBOY itu seperti kehilangan taringnya. Ia seperti anak lemah tak berdaya . Xavier yang tak sanggup menghadapi kenyataan pedih itu akhirnya pingsan.
Yoga dan beberapa orang kemudian membawa Xavier ke mobil. Kristy menemani putranya itu.
Orang tua Mika juga menangis sedih melihat menantunya itu. Mereka tahu Xavier sangat mencintai Mika. Merasa turut bersedih melihat Xavier. Kehilangan saat baru saja bisa bersama, pasti rasanya sangat menyakitkan . Padahal mereka sedang menantikan kelahiran anak mereka. Tinggal 2 bulan saja sebelum anak mereka lahir, Mika justru sudah pergi untuk selamanya.
.
.
.
.
Xavier di bawa ke rumah Romi. Kedua besan Yoga juga menginap di sana. Mereka masih harus melakukan acara selamatan untuk Mika.
Xavier tak henti menangis saat di kamarnya, Kristy mendampingi putranya itu terus . Mereka takut jika Xavier nekat hingga bunuh diri jika di biarkan sendiri. Xavier terlalu muda untuk merasakan kehilangan dan kesakitan seperti itu.
Cinta yang juga turut datang ke sana bersama Dafa dan Dafi juga menemani Xavier. Mereka berusaha menguatkan Xavier .
Keluarga Bisma dan Andi juga turut datang ke sana. Alisha (anak Bisma ) dan Andres dan Andrew juga menyemangati Xavier.
Andres yang seumuran dengan Xavier duduk di dekat Xavier yang tiduran di ranjangnya dengan pandangan kosong.
" Nanti habis ini pindah ke Surabaya saja ya...Sekolah sama aku..." kata Andres (anak sulung Desi dan Andi ) yang juga sahabat dekat Xavier dulu di masa kecil.
Xavier diam saja. Ia enggan menjawab.
__ADS_1
Semua saudara dan sanak famili mereka memberi dukungan kekuatan untuk Xavier.
" Xavier kau mau ikut tidak?...Kami mau ke rumah sakit melihat keadaan anakmu.." ucap Yoga yang hendak pergi bersama Kristy dan besan nya untuk menjenguk cucu mereka yang lahir prematur.
Xavier tak menjawab , namun ia bangkit dan segera mengikuti Mama dan Papanya .
" Yang sabar ya Kak...kakak pasti kuat...Allah itu tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan kita..." Hibur Alisha , anak Bisma yang sedari kecil sudah di sekolahkan di madrasah keagamaan . Ia tumbuh menjadi anak yang kuat agamanya sama seperti Bisma dan keluarganya.
.
.
C i h....Bocah kecil tau apa... bocah SD sok menasehati orang yang lebih tua...
.
.
Batin Xavier kesal pada bocah yang usianya terpaut 3 tahun darinya itu. Ia mengacuhkannya begitu saja. Dan segera berlalu.
Kesha, Alisha , Cinta , Andres dan Andrew memang masih SD namun mereka juga mengerti jika Xavier kini sedang bersedih kehilangan orang yang mereka cintai.
Kinara , Sonya , Desi , Andi dan Bisma tersenyum melihat anak anak mereka yang terlihat akur itu.
" Yang di jodohkan dengan anakku dulu Alisha itu kan Bisma?" tanya Kinara pada Calon besannya kelak. Bisma dan Sonya. Romi tak tampak di sana karena ia turut pergi ke rumah sakit menemani ,Yoga dan besan nya menjenguk cucu mereka.
" Iya...Cocok gak tuh Kesha dan Alisha.. " jawab Bisma.
" Tapi kita tidak boleh memaksa lho...biar nanti anak anak yang memilih sendiri ..mereka mau atau tidak..." kata Sonya
" Orang tuanya sih setuju saja...tapi lihat tuh...Kesha dari tadi yang di perhatikan cuma Cinta .." ucap Andi ikut ikutan.
" Apa iya..." tanya Kinara kemudian mengamati para Bocil itu.
" Padahal Cinta itu calon mantu gue..Yang di jodohkan sama Andres..." ucap Desi pula.
" Waduh...iya tuh..." Bisma turut mengiyakan.
" Anakmu sih...dari tadi yang di perhatikan cuma Xavier.." Kata Kinara sewot pada Bisma.
" Kan hatinya lembut sama seperti Ayah nya... Dia bersimpati lah pada Xavier yang kehilangan istrinya.." Bisma membela putrinya.
" H u e k " timpal Andi dan Desi cepat.Mereka lalu tertawa bersama.
Kinara sesaat memperhatikan para bocah itu. Anaknya Kesha memang memperhatikan Cinta , Anak Yoga dan Kristy .Ia seperti tak bisa mengalihkan pandangannya pada Cinta yang nampak begitu cantik dengan wajah blesteran nya . Sedang Alisha memang juga lebih fokus ke Xavier saja . Mungkin benar, gadis kecil berhati lembut seperti Bisma itu begitu bersimpati pada Xavier .
__ADS_1
" Cinta dan Andres...Kesha dan Alisha..." Semoga kita semua benar menjadi saudara jika anak anak kita menikah kelak saat dewasa "
'' Aamiin..." Mereka semua spontan mengaminkan.
.
.
.
.
.
Xavier terpaku melihat bayi mungil putrinya itu, Dia sangat cantik menggemaskan meski berat badannya kecil karena lahir prematur.
Xavier begitu terharu saat pertama kali melihat putrinya itu. Bayi yang ukurannya cuma 1 kg lebih sedikit , ia juga nampak sedang berjuang hidup dengan Infus menancap di tubuhnya. dan juga selang oksigen dan beberapa alat medis yang menempel di tubuh mungilnya.
"Anak ku .." ucap Xavier dengan air mata haru saat menyentuh bayi yang berukuran mungil itu. Besar tubuhnya tak jauh lebih besar dari telapak tangan Xavier yang besar.
Xavier menatap lembut ke anaknya yang sedang tertidur itu. Ia membelai pelan buah cintanya dengan Mika itu.
" My Baby..."
Yoga , Romi , Kristy dan kedua orang tua Mika begitu terharu melihat itu. Mereka tahu pasti betapa Xavier mencintai Mika dan bayi mereka. Sungguh menyedihkan melihat bayi prematur itu lahir tanpa ibunya.
" Selanjutnya bagaimana... kata Dokter kita di sarankan untuk mencari ibu susu untuk menyusui bayi itu.." kata Romi.
" Kita cari Ibu susu untuk nya.. bayi Xavier itu sangat membutuhkan asi untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhannya kelak... Sebuah keajaiban bayi itu bisa selamat " kata Romi pula.
" Apa tidak bisa susu formula? " tanya Kristy
" Bisa...tapi lebih di utamakan ASI karena dia bayi prematur " jawab Romi.
" Coba pasang iklan saja Kak..Cari wanita menyusui yang bersedia memberi Asi untuk cucu ku ..Nanti kita akan memberikan imbalan besar padanya.." ucap Yoga.
" Kenapa tidak minta tolong Mimi saja.. Mimi kan juga sedang menyusui bayi nya.. " usul Kristy.
" Siapapun boleh asal jangan dia !! " Tegas Xavier yang mendengar pembicaraan mereka.
" Tapi Xavier...Kita harus cepat mencarikan ibu susu untuk anakmu ..Mimi keponakan ku, dia sedang menyusui juga, Mimi anak yang baik , Pasti dia tidak keberatan menolong anakmu..." ucap Kristy lagi .
" Aku tidak ingin hidup ku dan anak ku terkait dengan wanita itu sama sekali... TIDAK !!! " Xavier menegaskan dengan lantang keputusannya.
Ia bisa menduga ujung ujungnya kelak jika Mimi di ijinkan menjadi ibu susu anaknya , cepat atau lambat orang tuanya dan mungkin keluarga Mimi akan menjodohkan mereka dengan alasan anak anak mereka. Dan ia sangat tidak menginginkan itu. Dalam hidupnya cuma ada wanita bernama Mika . Ia tidak ingin posisi nya di gantikan kelak oleh Mimi.
Apalagi Mimi dulu menolaknya mentah mentah , dan juga ia turut merasa bersalah karena doa jeleknya untuk pernikahan Mimi dan Abimanyu terkabul. Abimanyu meninggal, Mimi menjadi janda , hidup mereka tak bahagia karena mendapat cerai mati. Sama halnya dengan dirinya , Doa buruk itu juga memberinya karma pula pada dirinya sendiri karena kini ia juga mengalami nasib yang sama dengan Mimi.
__ADS_1