
Bisma membawa Kristy dan anak anaknya ke apartemen tempat tinggalnya. Sebuah apartemen yang cukup mewah namun tak seluas apartemen rumah mereka dulu .
Luasnya cuma sekitar 10 x 10 meter saja. Dan isinya cuma tempat tidur , sofa tv, dapur minimalis , meja makan dan kamar mandi.
.
" Sementara kalian tinggal di sini dulu bersama ku . Nanti aku akan mencarikan kalian tempat tinggal " kata Bisma.
Kristy tak banyak bicara ia masih irit kata karena hatinya masih dirundung kedukaan.
" Nanti kalian tidur saja di tempat tidur. Aku bisa tidur di sofa. Dan lagi aku jarang di rumah. Cuma malam hari itupun juga sering lembur. jadi kalian santai saja . Anggap saja seperti di rumah sendiri... Di negara ini bebas.. orang orangnya individualisnya tinggi jadi tidak ada waktu bergosip. semua sibuk dengan pekerjaan ..orang tidak menikah pun sudah biasa tinggal bareng..."Bisma menceritakan panjang lebar pola hidup orang orang asing itu.
Kristy yang malas bicara langsung melangkah ke tempat tidur dan merebahkan diri di sana.
Namun baru saja hendak tiduran Kristy merasakan mual yang amat sangat dan ia tak kuat menahannya.
Kristy berlari menuju kamar mandi yang ada di dekat tempat tidur Kemudian ia muntah di sana .Namun karena karena seharian ia tidak makan jadi saat muntah tidak ada yang bisa di muntah kan. Hanya sedikit cairan bening pahit yang keluar.
" Kris..kau kenapa? Kau sakit?"tanya Bisma.
Kristy tak menjawab.
" Ada adik di perut mama.."bisik Dafa.
Bisma ternganga. Kristy sedang hamil?... Dia hamil lagi . Ia harus menelan kekecewaan hatinya lagi . Sudah kecewa , patah hati , harus terpuruk pujaan hatinya malah sudah menikah dan kini sedang hamil pula. Komplit sekali.
Ia benar benar dibuat kecewa berkali kali.
"Papanya di mana?" tanya Bisma lagi
" Papa meninggal " jawab Dafi.
Bisma shock. ia benar benar tidak menyangka nasib pernikahan Kristy begitu tragis dan menyedihkan. 2 kali menikah , dua kali di tinggal pergi sang suami untuk selamanya dalam keadaan hamil pula. Pantas saja ia begitu sedih dari tadi dan menangis saja.
Padahal tadinya ia mengira kalau Romi itu suami kedua Kristy karena ia yang menyuruh menjemput Kristy di bandara.Ternyata ...sangat menyedihkan..
" Yang sabar ya Kris..." Bisma menyentuh punggung Kristy yang masih muntah muntah dan membelainya.
Kristy malah terisak kembali.
__ADS_1
' Kasihan sekali kamu Kristy...Nasibmu sungguh malang... Tapi kamu kuat Kris.. demi anak anakmu...'
.
.
.
Sebulan awal tinggal di sana terasa sulit sekali untuk Kristy. Karena selain tidak bisa berbahasa inggris mereka juga tidak enak menumpang tinggal di rumah Bisma terus. Hingga Bisma akhirnya menambah satu tempat tidur untuknya dan hanya di beri sekat tirai di tengah tengahnya. Setidaknya Bisma bisa tidur nyaman di tempat tidur.
Namun akhirnya setelah beberapa bulan , Kristy mulai hidup dengan normal lagi. Mereka belajar bahasa Inggris.
Dafa dan Dafi pun bersekolah di sana. Romi menyuruh Bisma mendaftarkan mereka. Dan semua biaya hidup dan kebutuhan Kristy di cukupi oleh Romi. Setiap bulan ia mengirimkan dana diam diam melalui rekening Bisma.
Kristy hanya tahu semua dari Bisma. Bisma menolongnya. Dan Bisma tidak mengijinkan Kristy pergi dari apartemennya karena alasan keamanan .
Di negara asing itu susah hidup sendiri apalagi Kristy belum punya pekerjaan , belum fasih berbahasa asing dan sedang hamil pula. Bagaimana ia akan menghidupi anak anaknya dengan kondisi seperti itu.
Belum nanti saat ia melahirkan dan mengurus bayi nya. Itu terlalu sulit untuk seorang janda seperti Kristy. Apalagi Kristy tidak punya suami.
Bisma yang sering lembur di perusahaannya juga jarang pulang. Kadang ia menginap di hotel. Tempat tidurnya pun sering di gunakan Dafa dan Dafi. Bahkan terkadang mereka berbagi tempat tidur dengan Bisma.
Morning sick Ness Kristy tak berlangsung lama. Saat usia kandungannya 5 bulan ia sudah jarang muntah muntah lagi. Malah mulai ngidam.
" Biar nanti ku belikan Kris.. tidak apa apa kan menunggu aku pulang kerja nanti?" tanya Bisma.
" Bukan apel di supermarket..tapi apel yang di petik langsung dari pohonnya." lanjut Kristy.
Bisma ternganga. Keinginan Ibu hamil biasanya memang agak aneh dan kadang sulit untuk di nalar. Namun demi memenuhi keinginannya , Bisma pun menyetujuinya.
" Besok week end..Kita ke bisa ke kebun apel "
" Yes...kita jalan jalan.." Dafa dan Dafi antusias.
" Siapa yang mengajak kalian...Aku lho cuma pergi dengan Mama kalian.." ucap Bisma menggoda Dafa dan Dafi.
" Oo\_om...Kami juga mau jalan jalan " kata Dafa memelas.
" Kami kan belum pernah wisata ke daerah sini. Cuma sekolah apartemen sekolah lagi ..bosen..."
__ADS_1
" Kalian di rumah saja.." Bisma masih asik menggoda 2 bocah kembar tampan itu. Mereka sekarang sudah bertambah tinggi dan besar. Padahal usianya masih 10 tahunan tapi tingginya sudah sebahu Bisma. Mungkin karena faktor keturunan dari Raka dan Kristy yang sama sama bertubuh tinggi . Kristy cuma tertawa kecil melihat itu.
" Jawab dulu... NO..?"
" No Girl No Date No free \*\*\* " ucap keduanya.
" Good..."
Memang kedua anak itu masih kecil . Tapi dengan postur mereka yang besar dan wajah mereka yang begitu tampan pasti banyak yang mengira mereka sudah SMP.
Dan biasanya di usia beranjak remaja itu pasti lawan jenis mulai tertarik. Apalagi di negara bebas. Pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa di sana. Karena itu Bisma memberi aturan batasan dini sejak awal pada mereka.
" Oke besok kita jalan jalan "
" Yes !! " Dafa dan Dafi toast dengan high five mereka.
Kristy tersenyum . Ia senang Bisma mengajari anak anaknya dengan baik. Meski di negeri orang namun jati diri tetap di jaga. Nilai luhur budaya tetap di junjung tinggi.
Bahkan di negara bebas seperti itu Bisma tetap melakukan ibadahnya. Ia selalu menyempatkan dirinya untuk beribadah di sela sela kesibukan kerjanya .
Menurut Kristy Bisma bisa di sebut sebagai cowok alim . Dan ia benar benar salut padanya. Ia laki laki berpendirian yang kuat sisi religiusnya. Dan ia juga sangat menghargai wanita. Tutur bahasanya lembut dan sopan. Pasti banyak teman wanitanya yang menyukai dia .
" Kris..aku berangkat kerja dulu.." kata Bisma.
" Iya..hati hati Bis.."
" Mama kami juga berangkat.." kata Dafa dan Dafi seraya bersalaman dan mencium tangan Kristy . Kemudian mereka mencium kedua pipinya.
Bisma selalu senang melihat itu. Kristy bisa mengajari anak anaknya dengan baik. Mereka memiliki sopan santun yang baik dan bersikap hormat kepada Mamanya.
' Mungkin itu ajaran Papa tirinya yang meninggal itu... ' batin Bisma
" Kami berangkat " ucap mereka. Kristy melambaikan tangan pada ketiganya yang berangkat bersama.
Dan sesudah mereka pergi Kristy bersiap siap untuk bersih bersih rumah dan memasak untuk makan mereka nanti.
__ADS_1