KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
144. MALAM UJIAN SI RAJA SINGA


__ADS_3

" Rom.. Mumpung di Blitar kita jalan jalan yuk. Mengunjungi beberapa tempat wisata di sini " ajak Kinara saat mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap. Saat itu sudah pukul 8 malam tapi Nara dan Romi masih berduaan di kamar Romi sesudah makan malam bersama.



Romi terdiam. Ia kalah start lagi. Padahal ia masih browsing di google mencari info destinasi wisata yang ada di sana. Ia ingin bersantai sejenak dari pekerjaannya. Jauh dari pengawasan Guntoro . Apalagi berduaan di hotel dengan kekasihnya itu adalah momen langka . Ia ingin bisa bersenang senang walaupun cuma 1 hari.



" Aku selalu ketinggalan selangkah darimu.."



" Ho\_hoho.... Itu karena aku lebih hebat darimu Rom.." ucap Nara seraya duduk di dekat Romi yang tengah berbaring di sofa kamar hotelnya.



" Kau Ratu ku.." ucap Romi sambil mengacungkan jempol pada Nara.



" Besok pagi kita ke Makam bung Karno ya.."



" Ngapain?!... Dolan kok ke kuburan..Yang lain !" jawab Romi cepat. Nara menghela nafas panjang.



" Candi Penataran?"



" Gak!" sahut Romi cepat



" Kenapa?"



" Ada mitos pasangan kekasih yang ke sana bakal putus " Nara bengong.


Bukankah Romi tidak percaya hal hal takhayul seperti itu. Kenapa dia bersikap begitu..Apa dia takut putus denganku...so sweet nya...😚


" Memang kita pasangan kekasih ya?" Nara iseng menggodanya. Romi menatapnya.



" Memang ada orang yang mau di ajak ciuman sehari 5 kali kalau bukan kekasih. Sudah bertukar ludah juga..." ucap Romi ketus. Nara tersenyum senang.



"Hehe...Kan belum ada yang nembak juga.."



" Belum nembak tapi sudah nodong. Tadi kau kan yang malah melamar ku... Sudah di iya\_in juga masih tanya tanya kekasih atau bukan.." Romi menjawab sewot sambil menggerutu.



" Ya sudah ..Kita hiking ke Gunung\_Pegat saja..Pemandangannya bagus , sejuk dan sepertinya seru..Mendaki gunung berdua.."



" Gak !! " sahut Romi lagi.



" Kenapa lagi?" tanya Nara.



" Nikah saja belum sudah mau Pegat\_an (cerai). .. Nggak nggak!! " ucap Romi yang tak setuju karena di tempat itu juga terkenal dengan mitosnya , sepasang suami istri bakal bercerai jika ke sana. Konyol memang..Tapi semua tergantung pada keyakinan πŸ˜‰



" Haduh...Ya sudah Pantai Pasir putih Gondo\_mayit saja...."



" Ini lagi... Denger namanya saja sudah sangar. Gondo\_Mayit ( Bau Mayat )..Ah..sudah sudah ...Di kamar saja. Nama tempat wisata di sini aneh aneh dan punya mitos sendiri sendiri..Sudah tidak usah jalan jalan..." Romi pun jadi ogah\_ogahan jalan jalan.



Nara nampak manyun dengan semua penolakan Romi. Kecewa...



" Namanya juga tanah Jawa Rom...Di sini masih kental sekali keyakinan dan budaya nya.."


ucap Nara kemudian.


" Ah..ini saja..Kampung Coklat...sepertinya enak..." ucap Romi menunjukkan hasil browsing. nya.



" Ya sudah itu saja..."Nara akhirnya mengalah.


Kemanapun boleh deh... Asal bisa kencan berdua...😚 Nara tersenyum senang.


" Ya sudah..cepetan tidur sana... Besok kita jalan jalan .."



" Aku mau tidur di sini saja sama kamu.." kata Nara. Romi sesaat menatap Nara. Apa Nara ingin menggodanya?



" Hei.. Aku sudah pernah bilang padamu...Aku ini player.. Tidur denganku tidak akan cuma tidur saja.. Adikku pasti minta jatah.." ucap Romi terang terangan.



" Tadi kau kan sudah bilang sendiri.. Kau tidak akan melakukannya sebelum aku menjadi Nyonya mu. Jadi aku yakin kau bukan orang se\_brengsek itu.."



" A..tapi kan beda konteksnya kalau kau tidur sekamar berdua denganku..." sangkal Romi.


" Ayolah Nara jangan mengujiku..Aku ini singa..Aku ini predator...Aku pasti memakan mu kalau kau di sini.. Tidur saja di kamarmu sendiri ya.."


" Aku justru ingin di sini untuk melihat kau sesuai ucapan mu atau tidak...Ayo tidur !"

__ADS_1


Oh my God... malam ini malam ujian gue...😱


.


.


" Ini batasnya ya..." ucap Nara sambil meletakkan sebuah guling di tengah tengah tempat tidur mereka.



" Jangan melewati ini.." Nara menepuk\_nepuk guling mengingatkan Romi yang sudah berganti memakai celana pendek dan kaos biasa. Sedang Nara memakai setelan piyama lengan panjang dan celana panjang . Masih lengkap dengan hijabnya.



" Mending aku tidur di sofa saja.." Romi benar benar enggan tidur seranjang dengan Nara. Ia takut tak bisa mengendalikan dirinya.



" Kau boleh tidur di sofa ...tapi Nanti. Temani aku dulu sampai tidur ya.."



" Terserah kau saja. Tapi kalau aku kebablasan jangan salahkan aku ..Kau yang menggoda ku duluan..." ucap Romi seraya berbaring tidur di sebelah Kinara.



" Kau harus konsekuen dengan kata katamu sendiri.." ucap Nara tegas. Romi menghela nafas panjang.


.


Nara pun akhirnya tertidur dengan pulas . Wajahnya menghadap Romi dan tangannya masih menggenggam tangan Romi pula. Ia tertidur seperti seorang anak kecil dengan damainya.



Sedang Romi tak bisa tidur. Sebagai laki laki normal tentu saja ia memiliki hasrat terhadap kekasihnya itu.



Seorang gadis cantik tergolek manis tidur disisinya , meski pakaiannya serba tertutup tetap saja tak mengurangi kecantikannya. Ia justru semakin penasaran untuk melihat yang tersembunyi di dalamnya.


.


Aku penasaran sekali dengan penampilan nya kalau dia tidak memakai hijab... Bagaimana bentuk mukanya ...rambutnya lurus atau ikal.. Jangan jangan dia kribo..haha..


.


Romi tertawa geli sendiri dalam hati. Dengan pelan. ia melepas genggaman tangan Nara dan menyibak kain yang menutupi kepalanya


.


Ah...ternyata rambutnya lurus..hitam ..panjang... Hem... Seperti rambut Kristy...tapi sedikit berbeda Kristy menyemir coklat rambutnya..


.


Romi kian menyibak kain itu hingga nyaris terlepas hanya bagian di bawah yang tertindih kepalanya saja yang tersisa. Hingga terlihatlah wajah Kinara penuh tanpa kain penutup


.


Astaga...ternyata dia sangat cantik kalau dia tidak pakai hijab... Gila...dia benar benar cantik seperti bidadari... Kulitnya putih, halus , mulus..dan bercahaya... OMG... kecantikannya mengalahkan sinar mentari...😧


.


Romi terkagum kagum dengan kecantikan Kinara. Sungguh beruntung dia bisa mendapatkannya. Dan seperti yang di katakan Yoga , meski dia janda dia masih perawan. Benar benar sebuah keberuntungan besar untuknya bisa mendapatkannya. Hal itu benar benar membuat ia semakin ingin memilikinya.




Tangannya yang sedari tadi sudah gatal ingin menyentuh Nara kini perlahan mulai membuka satu demi satu kancing piyamanya .Dan terlihatlah belahan dada seksi Kinara dengan dua bukitnya yang ukurannya cukup besar itu.



" Ya Ampun dia tidak memakai bra..." ucap Romi takjub saat melihat dada Kinara menggantung bebas seolah menantangnya. Membuat Romi menelan kembali ludahnya..



' c l e g u k '



Ia seperti seekor serigala yang tak tahan melihat mangsanya. Air liurnya menetes melihat pemandangan indah di depan matanya itu. Terlebih si adik juniornya pun juga sudah berdiri tegak sedari tadi minta untuk segera di puaskan...



Sungguh benar kata orang ...Jika dua orang berlawan jenis berduaan ..pihak ketiga yang hadir adalah setan. Dan setan setan itu sudah mulai berbisik di kepalanya,


.


😈Lakukan! lakukan!...lakukan sekarang... Cepat miliki dia... Kucing mana yang betah jika ada ikan di depannya... Santap..makan..habisi...


.


Namun di hati nuraninya yang masih memiliki setitik kewarasan melarangnya.


.


πŸ˜‡Jangan menuruti hawa nafsu... Nanti dia bisa membencimu..Status hukumnya masih istri orang...dia juga percaya kau akan menjaganya..jangan khianati kepercayaannya...


😈Sudah jangan di pikirkan...Dia sendiri yang minta tidur di kamarmu...dia sudah tahu resikonya.. Dia juga menginginkanmu...kalau tidak kenapa dia tidur di ranjang mu...Nikmati saja semuanya.. Toh kau juga akan menikahinya kelak..


.


Perang batin iblis dan malaikat itu terus menggema..Menyuarakan bujukan bujukan uang menyesatkan dan nasehat. Antara kebaikan dan ke\_batilan.



Romi menyentuh adiknya dan mengusapnya..dia benar benar sudah hilang akalnya kini dan ia sungguh ingin melakukan itu dengan Kinara. Sepertinya perang antara kebaikan dan keburukan itu dimenangkan oleh bujuk rayu setan yang menyesatkan.



Romi mendekati Kinara dan mengecup lembut bibirnya. Perlahan ia memutar posisi tidur miring nya menjadi telentang.Dan iapun mulai naik ke atas tubuhnya.



" Ustad Romi ... Ustad Romi...hahaha...." tiba tiba saja suara ledekan Yoga melintas kembali di benaknya.



Bagaimana Yoga meledeknya.... Menertawakannya.... Ia bisa membayangkan Yoga pasti meledeknya lebih parah lagi jika ia benar benar melakukannya. Selangkah lebih cepat menjadi menantu Abah....


__ADS_1


βœ‹'Tidak!!! '



Romi buru buru bangkit dari tubuh Nara dan pergi ke kamar mandi.



Aku tidak akan membiarkan bocah tengil itu menjadikanku bahan tertawaan lagi. Tidak...


setidaknya 'tidak' untuk saat ini...😀


Romi pun akhirnya menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi. Sabun itupun menjadi pelampiasannya. Ia memainkan sendiri miliknya sambil menyebut nama kekasihnya. Ia hanya bisa membayangkannya saja.



*Nara...oh Nara....ah..ah..aa\_ahhhh*...



Ia melenguh lemah saat hasrat hatinya sedikit terpuaskan.


.


.


...----------------...


.


.


Keesokan paginya..


Nara bangun pagi dengan heran karena baju dan hijab nya terbuka. Namun Romi tak ada di sisinya. Ia melihat Romi tidur meringkuk di sofa. Ia segera membetulkan pakaiannya kembali dan menghampiri Romi yang masih tertidur.



Ia begitu terkejut saat melihat yang dilakukan Romi. Romi tidur meringkuk dengan memasukkan tangannya kedalam celana pendeknya. Dan juga memegangi miliknya sendiri.



" Cepat bangun..." ucap Nara



" Apa sih.. " tanya Romi mulai membuka mata meski ia masih mengantuk.



" Kenapa tanganmu memegangi milikmu sendiri..dasar mesum..."



" Aku kedinginan. Tidur di bawah AC..tempat tidur dan selimutku kau pakai semua.."



" Tapi kenapa pakai pegang pegang itu..." Romi menghela nafas dan membuka matanya lebar lebar .



" Habis ini hangat... Setidaknya aku tidak terlalu kedinginan.."



" Menjijikkan! Kau ini ternyata mesum sekali" maki Nara



" Mau coba pegang?..... Ini beneran hangat.." Romi pun iseng menggodanya. Haha



" Aaa\_aa..nggak nggak.." ucap Kinara seraya buru buru pergi kembali ke kamarnya sendiri.



Romi tiduran kembali... " Hade\_ehhh.." Romi benar benar capek..Semalam tak bisa tidur , hasrat tak tersampaikan , dan pagi pagi dapat makian pula...😩


.


.


.


Kristy dan Xavier mendatangi rumah Ibunya mumpung mereka berada di kota Blitar. Dafa dan Dafi menemani Yoga yang masih di rawat di sana . Kristy ingin menjenguk Bibi yang sudah di anggapnya sebagai ibu nya sendiri itu. Sudah lama mereka tak bertemu.



Kristy mengemudikan mobil sendiri . mobil pinjaman dari Desi . Mereka sudah sampai di depan rumah Ibunya yang di seberang jalan persis ada sebuah mini market.



" Mom... I want some snacks " Xavier meminta jajan.



" OK.." Kristy kemudian turun dan menggandeng Xavier hendak menyeberang jalan. Setelah berhasil ke seberang Kristy menemani anaknya membeli beberapa snack dan minuman kaleng.



" Daddy..." panggil Xavier yang melihat seseorang di sana dan langsung memanggilnya. Dan dia adalah Bisma.



Bisma yang kebetulan juga sedang belanja di mini market itu kemudian menghampiri keduanya. Ia begitu senang bisa bertemu dengan Kristy dan Xavier tanpa sengaja.



Kristy hendak menjauh namun Bisma sudah ada di depannya. Sebenarnya ia ingin menghindari Bisma jika bisa , namun apa daya..Dia sudah di depan mata . Kristy harus menghadapinya.


.


Mereka duduk di rest area depan minimarket itu. Hanya terhalang meja di tengah bangku yang mereka duduki. Ia sengaja duduk di sana daripada harus mengajaknya mampir ke rumah Ibunya.



Xavier duduk di pangkuan Bisma dan bermanja-manja padanya. Namanya juga anak kecil yang tidak tahu apa apa , jadi dia tetap menganggap Bisma orang tuanya setelah tragedi itu.


__ADS_1


" Jadi bagaimana Kris.. Aku ingin dengar pendapatmu sendiri.. Mereka memang memutuskan seperti itu dan menganggap pernikahan kita tidak pernah ada. Tapi bagiku kau tetap istriku. Kau mau aku menunggumu? Sampai Yoga mau melepaskan mu ?" tanya Bisma


Astaga... Bisma ini.. Kenapa tetap ngeyel padahal para pengacara itu sudah menjelaskan semuanya....Kenapa sih dia tetap keras kepala...Aku memang tidak mau menyakitinya tapi kalau seperti ini....


__ADS_2