
" A..apa maksudmu Tuan Muda ?" tanya Shaka tak mengerti.
" Lo sembunyikan Mika di mana? ... " Tanya Xavier dengan suara keras.
Keduanya menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang berada di sekitar lift itu.
" Aku tidak menyembunyikannya... Bukankah dia di pecat gara gara dekat denganmu ?... Kenapa kau justru menyalahkan aku? " ucap Shaka seraya melepaskan c e k a l a n tangan Xavier di Krah bajunya. Ia malu menjadi pusat perhatian orang orang apalagi di amuk oleh anak Bos nya cuma gara gara masalah wanita.
" Di pecat ?" tanya Xavier tak percaya
" Untuk hal itu silahkan tanyakan sendiri pada Paman mu sendiri Tuan Muda .. Aku tidak ada kaitannya dengan semua ini " jelas Shaka lantang karena ia memang tak bersalah. Ia malu jika sampai jadi bahan pergunjingan orang kantor karena ribut dengan seorang bocah.
" Permisi ya...aku harus kembali ke pekerjaanku ... " kata Shaka seraya merapikan bajunya. " Jangan mentang mentang anak bos kau sombong bocah... Ngaca sedikit...Mika meninggalkanmu karena apa .." tambah Shaka dengan berbisik pelan di telinga Xavier . Dan kemudian menepuk\_nepuk bahunya. " Sekolah saja yang benar, jangan mikir urusan percintaan. Kau masih di bawah umur Tuan Muda.." ucap Shaka seraya berlalu.
.
.
Shaka sialan....Akan ku pecat juga kau nanti...beraninya meremehkan aku...batin Xavier kes.
.
.
" O i Shaka... kau berani sekali bilang seperti itu pada anak Bos...kau bisa kena masalah nanti..." teman Shaka mengingatkan.
" Huh....aku terlampau kesal dengannya...Masih bocah belagu banget... Coba kalau dia anak orang miskin sudah gue hajar dia... Sudah merebut gebetan gue... tak bertanggung jawab sampai Mika di pecat... Aku ikut kesal Mika sebodoh itu menyukai bocah kemarin sore itu .." kata Shaka. Ia sudah tahu hubungan Mika dengan Xavier. dan Mika pun di pecat juga karena dia. Sudah cintanya tak kesampaian , sekarang malah tidak dapat bertemu dengan Mika lagi. Meskipun mereka kadang juga masih saling berkirim pesan.
" Tapi musuh mu anak yang punya tempat kau bekerja Lo..."
" Tenang saja...Aku tahu Tuan Romi. Dia tidak akan semena\_ mena karena. dia tahu keponakannya itu memang anak bandel. Dan lagi di sana ada C C T V .... Bocah itu yang tau tau datang ngamuk padaku .. " kata Shaka santai.
" Pantes kamu berani tadi .." ucap Temannya. Shaka cuma tersenyum.
.
.
...----------------...
.
.
.
Xavier langsung menemui Romi di ruangannya. Romi dan asistennya yang masih tenggelam dalam kesibukannya menoleh pada Xavier yang datang tanpa permisi dan mengetuk pintu .Ia langsung nyelonong masuk seperti biasanya
__ADS_1
" Tak bisa kah kau ketuk pintu dulu Xavier..."
" Malas ..." Jawab Xavier seraya mendekati Romi. " Sekarang Om katakan...apa betul om memecat Mika? Lalu katakan juga dimana Mika sekarang berada..."
Romi cuma tersenyum simpul. Ia lalu duduk di sofa dan Xavier mengikutinya.
" Ya...Itu benar ..Aku memecatnya karena dia sudah melanggar perjanjian nya dengan kita. Dia juga sudah mengembalikan rumah dan mobilnya. Namun keberadaannya aku tidak tahu lagi. Setelah dia keluar rumah dan keluar perusahaan aku tidak tahu dimana dia berada sekarang . Sudah...ada lagi yang mau kau tanyakan ?" Tanya Romi sambil mengangkat sebelah kakinya dan duduk jigang .
" Kenapa Om melakukan itu...Dia pacarku ..Dia wanita ku ..Kenapa memecatnya tanpa seijin ku..."
tanya Xavier balik dengan marah.
" Bukankah sudah ku jelaskan tadi... Dia ku pecat karena sudah melanggar janjinya pada perjanjian kita. Dan apakah kau sudah lupa...dulu saat wanita itu minta kau menikahinya kau yang menolak mentah mentah bilang tidak mau... Kenapa sekarang marah marah saat aku memecatnya ..Padahal aku sudah berbaik hati.. coba kalau Papa dan Mama mu ..Mereka pasti akan menuntut nya dan memenjarakannya. .."
" W...waktu itu aku belum menyukainya .. aku masih suka Mimi ..Sekarang beda.."
" Sudahlah Xavier .. wanita itu cewek matre... Dia cuma ingin me\_moroti uang mu....kau jangan bodoh..." kata Romi.
" Tapi aku menyukai dia .. "
" Tapi aku sangat menyukainya..."
Romi tertawa kecil. " Baru satu hari kau bilang suka Mimi, cinta mati sama Mimi sampai mengacaukan pernikahannya. Sekarang kau sudah ganti bilang suka Mika. ..Besok siapa lagi ..."
" Ini beda ..Aku benar benar menyukainya..."
" Sudahlah Xavier. Tutup ceritamu dengan Mimi dan Mika. Kau fokuslah belajar. Biar cepat lulus, kuliah dan mengurus perusahaan ini...Kau masih muda..Banyak hal baru yang menunggumu . Jangan s t a k di sini karena masalah sepele seperti ini..." Romi menasehati keponakannya yang keras kepala itu.
" Tapi Mika..."
" Mika sudah hidup dengan kehidupannya sendiri sekarang...Kau tidak usah khawatir ...Dia memang ku pecat , tapi aku memberi dia pesangon yang besar padanya. Lebih dari cukup untuk kebutuhan dia sampai dia mendapat pekerjaan baru. .."
Xavier akhirnya diam . Ia tidak bisa melawan Romi lagi. Semua yang di katakan Om nya itu memang benar.
__ADS_1
" Kalau Mika hamil bagaimana Om ?" tanya Xavier kemudian.
" Hamil?!" tanya Romi kaget. Asistennya pun sampai menoleh karena saking terkejutnya .
" Aku dan Mika hampir tiap hari melakukannya .. Bahkan di kantor ini juga .. Aku main sama dia di ruangan ku setiap dia mengantar makanan untukku... Dan aku juga selalu menumpahkan kan di dalam.. Dan kalau di hitung hitung sih ..sudah sebulan lebih...Aku kan tiap malam juga tidur di tempatnya..."
Romi dan asistennya ternganga . Mereka seperti sapi ompong dengan mulut menganga lebar mendengar kata kata Xavier itu. Mereka benar benar tak habis pikir dengan kelakukan bocah satu itu. Romi bahkan langsung lemas mendengarnya. Xavier benar benar Badung .
" Apa Tuan Muda tidak memakai pengaman? pakai \*\*\*\*\*\*?" tanya asistennya ikut bertanya karena ikut pusing saat Xavier mengatakan semuanya. Romi sudah tepar karena pusing memikirkan ulah keponakannya itu.
" Nggak... buat apa ..Nggak nyaman main di kantongi kresek begitu..."
Romi dan asistennya menepuk jidat mereka.
" Ya Ampun...ambilkan air ...rasanya aku bisa dehidrasi menghadapi bocah sontoloyo ini ." ucap Romi pening.
" Makanya Om...kalau mau ngelakuin sesuatu tanya aku dulu ..Kalau Om darah tinggi terus stroke gimana?" ucap Xavier enteng. Kemudian Xavier pun segera pergi keluar dan menuju ruang kerjanya sendiri.
" Hiii\_iiih.... Anak Yoga satu ini...benar benar bikin b u d r e k .." keluh Romi geregetan.
Asistennya segera mengambilkan air putih untuk Romi.
" Tenang Tuan Romi...tenang ..ambil nafas .... C a l m down.. " Ucap Asistennya sambil mengipas\_ngipas Romi dengan buku karena majikannya nampak puyeng dan gerah . " Mikaila itu wanita dewasa...kalau dia pro...dia pasti sudah minum pil anti hamil...Dia pasti sudah antisipasi... Dan lagi dia kan tidak protes apa apa saat Tuan memecatnya... Kalau dia hamil dia pasti menuntut balik Tuan Xavier .."
Romi benar benar mengelus dada menghadapi Xavier . Dia jauh lebih sulit di kendalikan ternyata, jauh jika di bandingkan dengan Yoga sewaktu muda dulu. Ia benar benar di bikin pusing oleh keponakan nya satu itu.
.
.
.
Xavier termenung di ruangannya. Ia memikirkan kata kata Uncle nya tadi. Xavier menatap foto kebersamaannya dengan Mika yang ia pajang sebagai wallpaper hp nya.
.
.
.
Jadi aku harus melupakan Mika ya... Tapi bagaimana ya .. Aku masih sangat menyukainya... Sekarang saja aku ingin mantap mantap dengannya lagi ..Tapi gak ada musuh...Sial .. setelah membuat aku ketagihan dia menghilang ....Kalau seperti ini aku aku harus bagaimana ... Mikaaaa.... adikku kangen kamu... Melihat gambar mu saja dia sudah berdiri ... Aku harus kemana mencari mu .. 😫😫😫
Xavier gundah gulana saat merasakan senjatanya bangun dan hasrat di hatinya timbul lagi karena merindukan Mika.
__ADS_1