KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
232. BUDAK CINTA XAVIER


__ADS_3

Xavier menunjukkan wajah tidak senang saat Shaka mendatangi rumah Om nya. Ia sebal sekali melihat saingan cintanya itu di tempat tinggalnya.



" Pagi bahagia ku langsung berubah buruk melihat wajahmu Shaka .." kata Xavier.



" Biasakan itu Tuan Muda... kau setiap hari 12 jam sehari akan terus melihat wajah tampanku ini..." timpal Shaka.



" C i h...Tampan??!...Aku mau muntah🤢🤮 ..."



Shaka tersenyum simpul. Romi dan Yoga yang melihat keduanya yang akrab itu tersenyum .



" Nah ..begini kan bagus ..akur .." kata Romi.



" Hah ? Akur?...Yang benar saja ..Dia membuat ku bad mood ..." Kata Xavier.



" Sudah berangkat sekolah sana ..Shaka kau antar Xavier dulu trus nanti ke kantor ..." kata Yoga. Shaka setelah ini harus belajar dari asisten Romi dulu tentang tugas tugasnya.



" Tidak usah di jemput Shaka lagi ..aku naik taksi saja nanti ke kantor.."



" Jangan bolos..." pesan Yoga.



" Iya iya ..tahun ini aku mau lulus lompat kelas jadi jangan khawatir Pa...aku belajar sungguh sungguh...Sangat serius..." kata Xavier



" Apa Iyah? " tanya Romi cepat



" Iya lah Om..... bentar lagi kan aku mau kawin sama Mika jadi harus sudah lulus sekolah... Pokoknya kenaikan kelas ini aku harus sudah lulus.." jawab Xavier.



" Yog ..anak mu sakit parah ..dia ngidam kawin ...cepat kau nikahkan dia..."



Yoga cuma geleng geleng melihat kelakuan anaknya itu.



Xavier pun segera berangkat sekolah dengan di antar Shaka.



" Usia 15 tahun mau nikah ...hihi .." Shaka meledeknya.



" 16 bego..."



" Baru juga kls 2 SMA... sudah ngebet amat ..." ledek Shaka lagi



" Dari pada sudah berumur cinta gak kesampaian ... kalah sama bocah .. "


.


.


Asem ni bocah ...fix ... mulutnya itu ...bikin kesel ..anjir😠


.


.


" Aku baru 25 gak setua itu..."



" Tentu tua kau 10 tahun di atas ku...Om Shaka..." Ledek Xavier balik.



" Dasar bocah ... "



" Bacot ! "



" Banyak omong kau bocah kecil .. nyusu sana sama Mama mu..."



" Aku kalau mau nyusu sama Mika bego...kasian cinta tak kesampaian... Gadis yang kau sukai sudah jadi milikku .."



" Dasar bocah sontoloyo..."


__ADS_1


" Iri bilang bos.." Xavier terus membalas ucapan Shaka. Bahkan di sepanjang jalan mereka saling ledek meledek dan bersikap ketus .


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Sepulang Sekolah Shaka pun menjemputnya di sekolah. Ia mengabaikan kata kata Xavier yang melarangnya tadi karena menjemput Xavier sudah menjadi salah satu tugas wajibnya.



" Ya ampun ..baru sehari melihatmu sudah 2x...aku benar benar muak " kata Xavier.



" Sama... tapi biar bagaimanapun kau sumber uang ku bocah..." balas Shaka.



" Ck ck ck... mata duitan banget .."


.


.


.


Sesampainya di kantor pun , ia masih harus satu ruang dengan Shaka. Bahkan sampai sepulang kerja Shaka tetap mendampinginya . Shaka baru pergi setelah mengantarkan Xavier sampai ke rumah Romi kembali .


' Mika ..' Xavier mengirim pesan pada Mika. namun pesannya tidak di balas oleh Mika. Hanya di buka saja.


.


.


Sial ...Mika tetap saja dingin pada ku ..


.


.


Xavier menyambar jaketnya dan menuju ke rumah tempat tinggal Mika darinya. Namun lampu di rumah itu nampak gelap. teras bahkan belum menyala.


" Mika belum pulang ? " gumam Xavier. " Padahal ini sudah jam 2.30 malam . Mika kerja apa dengan bos hotel itu ..jangan jangan menemani dia tidur?"



Xavier duduk di teras sambil menunggu Mika. Karena lama belum kembali Xavier membuka akun sosmed nya ...Ia bernostalgia kembali sambil melihat foto mesra mereka.



.


.


Jadi itu si Ferdiansyah Salim itu .. Kalau di lihat langsung...dia memang pria dewasa , matang dan mapan...dia juga tidak jelek meski tidak setampan aku ..


Mika nampak akrab sekali dengannya....


.


.


" Terima kasih Mas Ferdi...Makan malam nya istimewa..." ucap Mika sambil tersenyum .



Pria bernama Ferdi itu mengangguk dan tersenyum .


.


.


Mas ?...Dia memanggil bosnya semesra itu...Seperti panggilan sepasang kekasih...


Papa dan Mama juga saling memanggil Mas dan Dik sebagai panggilan mesra..


Menyebalkan sekali....


.


.


" Sampai jumpa besok di kantor " kata Ferdi kemudian iapun segera pergi. Mika masuk ke dalam rumah, ia terkejut melihat motor Xavier ada di sana.


" Xavier...?"



" Pulang se\_larut ini kalian habis kencan?" tanya Xavier kesal.



Mika tersenyum simpul. Ia kemudian berlalu tanpa menjawab Xavier. Ia membuka pintu rumahnya dan menyalakan lampu rumah dan teras. Xavier mengikuti Mika masuk ke dalam rumah.



" Mau teh atau kopi? " tanya Mika


menawarkan Xavier minum .


" Susu "



" Hah ?"

__ADS_1



" Aku mau susu langsung dari sumbernya..."



" Kau ini tetap saja mesum , bocah..." ucap Mika .



" Ayolah Mika ..jangan jual mahal terus .. biasanya kau tak begini ..Kau selalu menuruti kemauanku kan... " bujuk Xavier.



" Aku sudah berubah .."



" Jangan munafik lah ..Kau suka saat aku menyentuh mu ..Kau suka saat kita bercinta...Kau menyukai semua yang ada pada ku ..Buktinya kau membiarkan benih ku tumbuh di tubuh mu.." kata Xavier sambil berbisik di telinga Mika. Muka Mika memerah mendengar ucapan Xavier itu.



" Kau terlalu percaya diri .." Mika dengan cepat menjauh dari Xavier .



" Mari kita buktikan " ucap Xavier.



" Mau apa kau bocah..." ucap Mika saat Xavier melepas pakaiannya hingga ia cuma bertelanjang dada dan hanya memakai celana jeans nya saja. Dan terlihatlah tubuh seksi six pack Xavier yang begitu menggoda .



Mika menelan air ludahnya sendiri melihat itu. Ia memang sangat menyukai tubuh proporsional Xavier yang begitu indah itu. Dan ia memang sangat tergila gila dengan tarian ranjang Xavier yang begitu mantap hingga ia berkali kali melakukan itu dengan Xavier dulu.



Hasratnya selalu melonjak, nafsunya meninggi dan mereka dulu meluapkan semuanya dengan saling berbagi kasih. Saling memberi dan menerima.



' C l e g u k..' Mika menelan air ludahnya sekali lagi saat ia melihat sesuatu yang menonjol di balik celana Xavier yang sudah ia hafal ukuran dan dimensinya. Berapa panjang dan besarnya , dan bagaimana pula kala itu ia memainkannya dengan bibir , lidah dan mulutnya. Dan juga saat ia menggempur dan memacunya dalam dirinya. Semua terbayang nyata dalam otaknya.



" Mau di sini atau di kamar ? " tanya Xavier. Ia tahu Mika yang memiliki nafsu besar itu pasti tidak sanggup menahan hasratnya jika mengingat miliknya.



Mika diam dengan dilema nya. Melihat tubuh indah Xavier ia tak sanggup menolak. Tapi jika di teruskan Xavier akan mempermainkannya lagi. Ia cuma akan menjadi budak pemuas nafsu bocah itu.



Xavier menggigit bibirnya sendiri dan menyembulkan sedikit lidahnya di antara kedua bibirnya. Ia tahu Mika kini sedang kelabakan sendiri berusaha melawan daya tarik nya.



" Ah... Mika sayang....kenapa lama sekali....Aku sudah tidak tahan..." Ucap Xavier.



Mika menghela nafas panjang , Ia kemudian memejamkan matanya.


.


.


Sial....aku tidak sanggup menolaknya....


.


.


Mika akhirnya melangkah mendekati Xavier yang menatapnya dengan tajam. Sesaat ia menatap Xavier yang berdiri di depannya . Ia mendongak Karena Xavier jauh lebih tinggi dan lebih besar darinya.


" Puaskan aku..." ucap Mika kemudian. Xavier tersenyum.



" As your wish baby...." Xavier kemudian merengkuh tubuh Mika dan membawanya untuk mendekat dengan dirinya. Kemudian tanpa kata mereka pun mulai saling mendekat saling menautkan bibir mereka dengan rakus .Mereka berciuman dengan ganasnya . Saling menuntut dan menyesap bibirnya. Menyelipkan lidah pula. Merangsek masuk dan bermain main dalam mulut mereka.



Xavier kemudian mengangkat tubuh Mika sembari terus melakukan aksinya. Xavier kemudian membaringkan Mika di kursi ruang tamu . Tangan nakalnya mulai melepaskan satu persatu kain yang menutupi tubuh Mika sembari terus memberikan sentuhan padanya.



" Mika ... Kau milik ku ..Milik ku seorang " ucap Xavier sambil memainkan tubuh Mika.



" Cepat lakukan... " pinta Mika. Xavier tersenyum . Ia tahu Mika sangat menginginkannya. Ia ingin cepat menyatu dengan dirinya. Apalagi saat hasratnya begitu meninggi dan tak dapat di bendung lagi.



" Memohon lah..." ucap Xavier yang masih ingin melihat Mika merengek memohon untuk di sentuhnya. Dia ingin membalas kekesalannya pada Mika yang selama ini sudah membuatnya tersiksa dalam kerinduannya.



Mika menatap Xavier dengan nafas yang menderu. Ia begitu menuntut untuk cepat di puaskan . Namun Xavier masih terlihat enggan melakukannya.



" Kalau kau tidak mau memohon , aku akan pulang..." Xavier masih bisa menahan hasratnya meski sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama dengan Mika.



" Jangan pergi Xavier .. kumohon...cepat lakukan... Aku menginginkanmu Xavier... sayang ..puaskan dahaga ku..." pinta Mika akhirnya ia pun mau juga menyuarakan isi hatinya.



" Fu Fu fu....Dengan senang hati sayang..." Xavier akhirnya menuruti Mika. Ia sudah cukup senang Mika memohon sendiri . Rasanya memiliki kebanggaan tersendiri , saat wanitanya yang selama ini bersembunyi darinya kini memohon padanya untuk dipenuhi hasratnya .


__ADS_1


Xavier kemudian mendorong miliknya melesak masuk dan memacunya dengan cepat dan kuat. Semakin keras dan dalam memenuhi sarangnya. Memainkan nya dengan tarik ulur. Terkadang pelan terkadang pula cepat. Dan sesekali juga memberikan hentakan agar Mika mendapat sensasi tersendiri. Yang terdengar cuma suara desah nafas mereka yang saling bersahutan menggema di ruangan itu.


__ADS_2