KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
75. CEMBURU KEPADA ORANG YANG SUDAH MENINGGAL


__ADS_3

Kami kembali ke rumah keluarga Raka. Jaka dan Nora menerima kami dengan baik. Juga Dea dan Daren. Mereka mengajak kami makan bersama . Mereka menyiapkan banyak hidangan untuk kami . Ada Ayam goreng , nila goreng ,sayur ayam , Kreng\_sengan daging , sambal goreng ati dan juga gudeg Yogja, makanan khas daerah mereka.



Kami semua makan bersama dan sesekali ngobrol ringan.



Entah mengapa aku merasa cukup nyaman di sana. Untuk sesaat aku berpikir mereka ternyata sebenarnya cukup ramah. Mereka mungkin sedikit egois karena ingin mengambil cucu cucunya. Tapi sejauh yang ku amati mereka memang sangat menyayangi Dafa dan Dafi.



Kristy dan Dea nampak begitu akrab. Daren suami Dea juga begitu perhatian pada Dafa dan Dafi. Ia bersedia memangku keduanya bergantian saat Dafa dan Dafi ingin ber\_manja padanya. Jaka dan Nora juga nampak begitu menyayangi Cucu cucu mereka. Kadang mereka menggoda Dafa dan Dafi bercanda tawa bersama. Mungkin saja jika Raka masih ada , keluarga mereka tetap akan sehangat ini.



Pantas saja Kristy tak marah pada keduanya meskipun dulu mereka sempat mengusirnya. Kristy mungkin menyadari itu karena kesalahannya. Gara gara dia rumah pemberian mertuanya sampai di sita.



' Kehilangan uang 1 M memang cukup besar tapi di banding kehilangan anak untuk selamanya itu tidak ada artinya. Uang bisa di cari , sedang nyawa tak bisa di ganti . Berapapun banyaknya uang tidak akan bisa di gunakan untuk menukar sebuah nyawa...'



Aku benar benar bodoh. Kenapa baru menyadarinya sekarang...



" Kalian ke hotel kapan Kak.. Biar ku antar mencarikan hotel " kata Daren.



" A... " Kristy tak menjawab .Ia cuma menoleh padaku. Juga Jaka dan Nora yang tampak melihat padaku. Seperti pandangan keberatan berpisah dari cucu cucu mereka.



" Tidak jadi. Kita menginap di sini..." jawabku kemudian.



Senyuman manis langsung terpancar dari wajah mereka.



" Hore.. bobok disini. Aku mau menemani Dik Mimi..." Ucap Dafa senang.



" Aku juga.. kau nanti sebelah kanan.Aku sebelah kiri Adik.." kata Dafi yang langsung mengatur tempat mereka.



Kami semua tersenyum.



" Kak Si kembar sepertinya sangat ingin punya adik.. "kata Daren.



" Sepertinya begitu.." kata Kristy tersenyum



" Ayo segera di buatkan adiknya.." kata Dea pula.



" Hehehe... " Kristy cuma tersenyum



" Kami sedang mengusahakannya " sahutku cepat.



Semua orang sesaat bengong sambil melihatku. Dan kemudian mereka tertawa.



" Yang semangat ya Kak " kata Daren sambil menepuk bahuku.


__ADS_1


" Semoga cepat jadi.. " Kata Dea pula.



Kami tersenyum. juga mereka. Sepintas aku melihat Jaka dan Nora. Mereka juga tersenyum sambil mengangguk angguk. Sepertinya juga tidak keberatan kalau kami punya anak.



Setelah cukup lama ngobrol aku merasa mengantuk.



" Kris .. sudah waktunya tidur. Anak anak juga. Mereka butuh istirahat karena besok kita masih bepergian lagi. " ucapku.



" Iya.. " Kristy segera beranjak dari duduknya.



" Bolehkah Dafa dan Dafi tidur bersama kami ?" tanya Nora .



Kristy sesaat menatapku sambil menunggu jawabanku.



" Ya.." Jawabku singkat.



Biarlah mereka melepas rindu sesaat bersama cucu cucu nya. Toh cuma semalam. Besok mereka sudah bersamaku lagi. Aku juga tidak boleh egois. Mereka memang cucu cucunya.



" Sekarang mereka masih bersama Dea dan Mimi..nanti kalau sudah tidur saja di pindah ke kamar Ibu " kata Daren. Nora mengangguk.



Aku dan Kristy kemudian segera pergi ke sebuah kamar yang sudah di bersihkan oleh pembantu Nora. Kristy yang menunjukkan kamarnya . Ya tentu saja dia hapal , dia dulu pernah tinggal di sana.




Kami berdua segera masuk. Sebuah kamar yang cukup luas . Namun isinya cuma tempat tidur , lemari pakaian dan sebuah meja rias. Dipan dan semua perabotan itu dari kayu yang di ukir dengan begitu cantik. Mungkin itu buatan tangan Papa Raka yang nota bene seorang pengrajin mebel kayu. Modelnya klasik namun mempunyai nilai seni tinggi.



Dan seperti dugaan ku , di sana pasti ada gambar Raka. Beberapa foto kebersamaan Raka dan Kristy ada di sana. Mereka tampak begitu mesra. Mungkin itu foto saat mereka masih pacaran dulu. Sedikit kesal tapi aku tidak mungkin cemburu pada orang yang sudah meninggal ...



" Maaf.. " ucap Kristy yang menyadari pandanganku pada gambar mereka berdua.



' Ya sudahlah.. Mau bagaimana lagi. Itu bagian dari masa lalu Kristy. Kalau Kristy melihat kamarku di Jakarta sana , dia mungkin akan lebih shock. Di kamarku yang sangat luas itu terpampang gambar Bulan. Bukan cuma satu. Tapi banyak..'



Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur. Kasurnya empuk dan nyaman. Sama seperti kamarku. Cuma beda matrasnya saja. Disini matrasnya tempat tidur ukiran kayu , di kamarku matras bed nya dari besi ukiran besi ulir. Sama nyamannya cuma beda bentuknya.



' Ah entah kenapa...aku membandingkannya..


'😓


Saat tiduran aku melihat gambar keduanya lagi. Kesal sekali rasanya. Terlebih membayangkan saat mereka berdua dulu pasti bermesraan di ranjang itu. Ditempat yang aku pakai tidur ini.



Membayangkan bagaimana saat keduanya bercinta , melalui tiap tiap malamnya dengan permainan panas mereka.



' Kristy dulu pasti juga di jebol keperawanannya oleh Raka di sini.. Mereka membuat Dafa dan Dafi juga di sini.. Raka menyentuh Kristy setiap hari setiap malam... Dan setiap hari pula Kristy memanjakannya.. Argh.. Aku benar benar kesal... '



' Kristy itu milikku... ' batinku geram sambil menatap penuh amarah ke foto Raka.

__ADS_1



" Yog..? " tanya Kristy yang tiduran di sebelahku dengan heran saat melihatku yang berwajah sewot melihat gambar foto nya bersama Raka.



" Kesal.. " ucapku singkat.



" Lho? ... kesal kenapa? " tanya Kristy heran



" Aku kesal padamu .."



" Aku kenapa? "



" Kenapa sih kau bertemu dengan Raka dulu.. Kenapa kau tidak bertemu dengan ku saja..." Kristy ternganga



" Rasanya kesal melihatmu mesra dengan Raka.. Membayangkan dulu kalian saling mencintai ... Begitu mesra .. melakukan ini melakukan itu.. aku sebal.. " ucapku kesal sambil mencubit kedua pipi Kristy dan sedikit menariknya karena geregetan.



" Hahaha..." Kristy malah tertawa tawa.



" Kau ini ya... lucu sekali Yog.. Ternyata begini ya sikapmu kalau sedang cemburu.." ucap Kristy sambil tertawa geli.



' Hah?!... Cemburu?... Apa iya aku cemburu kepada orang yang sudah mati?..." Aku terdiam bengong.



" Senangnya melihatmu cemburu begini Yog.." ucap Kristy sambil tersenyum dan menyentuh wajahku.



" Aku tidak cemburu.. " Aku berusaha menyangkal dan menutupinya.



" Yoga cemburu.." Kristy malah menggodaku. Ia malah meledekku.



" Suamiku cemburu... " Kristy terus saja meledekku.



' Ih...Kristy malah meledekku..' batinku geregetan.



" Kau ini nakal juga ya.. beraninya meledek suamimu .. Aku akan memberimu pelajaran.."ucapku kemudian.



" Hahaha.. terus kamu mau apa ?" tanya Kristy seolah menantang ku sambil tertawa tawa.



" Aku akan menghukum mu istri nakal.. Kebetulan ni sudah puasa setengah bulan..Sekarang waktunya menghajar mu habis habisan.. Kau akan berjalan merangkak lagi besok.."



" Hahaha.. ampun Yog.." ucap Kristy sambil tertawa dan kedua telapak tangannya disatukan seperti mengucap maaf 🙏🙏



" Gak ada ampun.." ucapku sambil mulai melepas ikat pinggangku dan menanggalkan pakaianku satu persatu. Dan juga melepaskan kain yang menempel menutupi tubuh Kristy. Kristy tak memberikan reaksi penolakan. Ia menurut saja saat aku mulai melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Sepertinya diapun juga merindukanku. Merindukan sentuhan ku . Dia pasti juga menginginkan saat saat romantis kami setelah cukup lama kami bertengkar. Merindukan malam malam panas percintaan kami. Seperti halnya aku sangat merindukannya.



' Lihat Raka.. Kau bisa membuatku cemburu dengan gambar mesra kalian berdua.. Sekarang aku yang akan membuatmu kepanasan dengan kemesraan kami.. Dulu dia milikmu..tapi sekarang dia milikku.. ' batinku sambil menatap gambar Raka.

__ADS_1


__ADS_2