KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
53. TERTOHOK


__ADS_3

Kristy dan anak anak mengantarku ke stasiun kereta api. Ya setelah gagal bermalam pertama untuk kesekian kalinya aku yang sebenarnya masih ingin berusaha lagi namun panggilan telpon dari kedua orang tuaku memaksa untuk cepat cepat menyusul ke Jombang. Dan karena tidak ada mobil di sana aku memutuskan untuk naik kereta.



" Papa berangkat dulu.." ucapku sambil mencium kedua pipi Dafa dan Dafi.



" Hati hati Pa.. " ucap keduanya.



Kristy meraih tanganku dan mencium punggung tanganku. Rasanya berat berpisah seperti ini. Hasrat masih di ubun\_ubun namun harus segera pergi. Aku masih harus bersabar menahannya.



Aku mengecup kening Kristy . Dan kemudian segera naik kereta.



" Dada Papa... " Si kembar dan Kristy melambaikan tangan mereka padaku. Aku membalas lambaian tangan mereka.



" Nanti aku telpon... " ucapku sambil memberi isyarat jari jempol dan kelingking di telingaku. Kristy mengangguk.



Kemudian aku segera naik dan mencari bangkuku. Aku naik kereta api eksklusif dengan satu bangku, satu meja dan satu televisi. Kursi duduk yang nyaman dan bisa dipakai untuk berbaring pula . Tempatnya luas , bersih , rapi dan full AC pula.



Kereta telah berangkat dan melaju cepat. Sembari menunggu aku browsing tempat tempat wisata terbaik di dunia. Dan aku menemukan sebuah tempat yang langsung membuat aku ingin ke sana.


" Andi.." Aku langsung menghubungi Andi



" Ya Yog..Ada apa?"



" Kau siapkan paspor ku ya..." Jawabku.



" Paspor? Kau mau ke luar negeri?" tanya Andi heran.



" Juga buatkan paspor untuk Kristy "



" Hah?!"



" Jadwalkan penerbangan ke Kyoto Jepang. Reservasi juga hotelnya , yang terbaik. Aku dan Kristy mau jalan jalan. Kami mau berbulan madu " ucapku lagi.



" Apa?!!" Andi begitu terkejut. " Kau gila Yog...benar benar gila. Ada Kak Romi dan kedua orang tuamu. Kenapa kau nekat ?"



" Aku akan mengurus mereka. Kalau bilang saja kalau aku ada perjalanan bisnis ke luar negeri " ucapku



" Kau benar benar nekat Yog..."



" Kalaupun ketahuan tidak masalah Andi. Aku akan memberitahu tentang istriku pada kedua orang tuaku . Yang jelas aku tidak mau malam pertamaku gagal lagi " jelas ku terus terang.



" Dasar budak cinta akut " omel Andi.



" Lakukan semua perintahku"



" Iya iya Bos...siap!!!"



Aku segera menutup telpon. Dan kemudian memejamkan mata.Aku ingin beristirahat sejenak sembari menunggu kereta sampai di Jombang.



Aku menyentuh bibirku. Rasanya bekas ciuman manis Kristy masih terasa. Aku tak bisa menghilangkan bayangan kejadian manis tadi malam. Aku menyentuh Kristy, dan Kristy menyentuhku. Sangat manis dan indah. Andai saja tadi malam aku berhasil melakukannya...Oh tidak...Bagaimana rasanya..Aku bisa gila jika cuma membayangkannya....Itu terlalu nikmat.😚

__ADS_1



" Kristy , aku merindukanmu... " Aku mengetik itu dan mengirimkannya ke pesan WhatsApp Kristy.



Dan 'Ting' ...terdengar suara pesan masuk. Aku langsung membukanya.



' Aku juga Yog..'



Oh tidak...ini manis sekali. Kristy membalas pesanku. Cuma pesan singkat tapi itu membuatku bahagia. Aku memang budak cinta akut...Haha..


Aku tersenyum dengan hati berbunga bunga. So sweet banget Kris 😍😍😍


*****


Sesampainya di stasiun Jombang aku segera turun dari kereta. Kulihat Kak Romi sudah duduk manis menunggu di kursi tunggu peron stasiun. Aku langsung menghampirinya.



" Dari mana saja sih ...Dari kemarin di suruh nyusul gak cepat kemari " Kak Romi menggerutu.



" Gara gara siapa coba aku jadi teler seharian ?"



" Huh... nyari kambing hitam. Segitu doang teler " Kata Kak Romi sewot.



" Iya. maaf. Aku sudah gak sekuat dulu , pemabuk Pro .Beda dengan Raja Singa yang tak terkalahkan ini.. " ucapku mengalah.



" Dasar Anak macan lemah "



Aku menghela nafas panjang. Tidak mau berdebat dengannya. Aku mengikuti Kak Romi menuju ke parkiran.Di sana sang sopir telah menunggu. Aku buru buru masuk dan duduk di kursi tengah.



" Kembali ke pondok " ucap Romi yang duduk di sebelah sopir.




Kami sampai di sebuah pondok pesantren yang sudah tidak asing di mataku. Dulu aku sering di ajak kemari oleh Pamanku, Paman Rasyid adik dari Mamaku saat masih depresi dulu.



Ibuku pernah menitipkan aku di rumah Paman Rasyid yang notabene adalah salah satu pengajar di pondok ini.



Kulihat Mama Papaku dan Paman Rasyid ada di ruang luas yang merupakan tempat khusus untuk menerima tamu di pesantren itu. Terlihat juga sang Guru besar ada di sana sedang mengobrol dengan Papaku yang menjadi salah satu donatur terbesar di sana.



" Itu Yoga... " ucap Mamaku.



Semua yang hadir menoleh dan tersenyum padaku. Aku kemudian menyalami mereka .



" Kelihatannya Yoga sudah banyak kemajuan ya.." ucap sang Guru besar melihatku.Dulu aku depresi dan tak punya semangat hidup. Sekarang aku sudah ceria dan menjalani hidup dengan baik.



" Iya Abah. Berkat Abah dan paman. Saya sudah bekerja sekarang " jawabku.



" Bagus Yoga. Hidup memang harus berjalan. Kita tinggal mengikuti saja takdir dari Allah.."ucap Abah.



Aku mengangguk.Dan kami kemudian mengobrol bersama.



" Kalau sudah hidup dengan baik waktunya untuk mencari pasangan kembali. Itu juga termasuk salah satu sunah.." kata Abah.



Semua tersenyum. Aku terdiam sambil menatap Kak Romi yang menatapku tajam. Seperti memberi isyarat agar tidak menceritakan tentang pernikahanku dengan Kristy.

__ADS_1



" Kalau Abah punya calon silahkan Bah.." ucap Kak Romi .



Asem...kenapa malah mau menjodoh\_jodohkan aku segala...



" Iya Bah. Kami tidak keberatan.Kalau pilihan Abah kami yakin pasti yang terbaik " tambah Mamaku.



Ini Mamaku juga..Ih..bikin kesel.



" Yoga memang sudah waktunya mencari pasangan " Papaku pun turut mendukung.



Kulihat Kak Romi tersenyum. Menyebalkan sekali Kakak Provokator ini.



" Kalau calon sih ada...Putri Abah yang bungsu baru lulus kuliah .."



Waduh parah ni...kalau sampai di jodohkan aku tidak akan berani menolak. Apalagi anak Abah sendiri..



" Kak Romi duluan saja Abah. Dia lebih tua dari saya. Dia yang menikah lebih dulu.."ucapku cepat menolak secara halus.



' Ah sialan ni bocah.. beraninya malah menjodohkan ku..' batin Romi kesal sambil menatap tajam ke arahku.



' Hahaha.. Kapok gak lo Kak.. Pakai minta di jodohkan segala' 😜



" Saya belum siap Bah.. "ucap Romi yang langsung di sambut tawa oleh semuanya.



" Mereka berdua ini memang begini Bah... Sulit banget kalau di suruh menikah " ucap Papaku



" Namanya juga Laki laki.. beda sama perempuan.. " ucap Abah memaklumi.



Kami semua kemudian berpamitan dengan Abah. Kami ganti menuju ke rumah Paman Rasyid yang tak jauh dari pondok tersebut. Rumah yang sederhana tapi terasa nyaman dan damai di sana.



" Abah tadi ada jadwal mau menikahkan orang di masjid Kak Risa.." ucap Rasyid pada Mamaku.



" Nikah secara agama? Nikah siri?" tanya Mama.



" Iya..Karena belum punya biaya buat resepsi pernikahan. Jadi minta di resmikan secara agama dulu. Biar tidak zina " jawab Rasyid.



" Tapi heran ya..kenapa jaman sekarang masih ada wanita yang mau dinikahi secara siri " ucap Risa.



' DEG'



Ucapan Mama benar benar mengena padaku. Rasanya benar benar seperti tersindir.



" Padahal posisinya di rugikan. Tidak punya kekuatan hukum sama sekali. Dan kalau punya anak kasihan ...jadi tidak punya KK. Kalaupun bisa bikin Kk orang tua tercatat cuma Ibunya sebagai orang tua tunggal. Apa tidak bakal di cemooh teman teman di sekolahnya " ucap Risa lagi.



" Memang wanita bodoh yang mau di ajak Nikah siri. Cuma jadi pemuas laki laki saja " tambah Papanya.



Ucapan kedua orang tuaku itu bagaikan sebuah tamparan keras di mukaku. Rasanya seperti menjelaskan dengan gamblang posisi kristy di mataku.

__ADS_1


__ADS_2