
Sejak hari itu anak Xavier yang diberi nama Kayla Xavier Pratama mulai di asuh Mimi di rumahnya . Romi mengirim 2 baby sitter untuk membantu Mimi.
Seminggu sekali Xavier mengambil Kayla dan membawanya pulang ke rumah Romi. Itupun Xavier cuma menunggu di mobil , ia menyuruh Shaka yang mengambil anaknya. Xavier benar benar tidak ingin bertemu dengan Mimi . Ia sama sekali tidak ingin dekat dengan Mimi.
" Kayla cantikku..." Xavier menciumi bayi kecil cantik buah hatinya itu begitu anak nya berada di pangkuannya. Kayla nampak lincah menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Xavier menyentuh dan memainkan jemari nya yang kemudian di genggam oleh bayi mungil cantik itu.
Shaka melihat Xavier yang tampak begitu bahagia dengan putrinya. Ada rasa sesak di dadanya melihat bayi sekecil itu sudah tidak bersama Ibu nya gara gara dirinya. Andai saja waktu itu ia tidak menemui Mika , itu tidak akan terjadi.
" Maafkan aku Xavier..." ucap Shaka yang kini memanggil Xavier dengan namanya saja. Tiap hari antar jemput sekolah , menemani Xavier dan mengajarinya pekerjaan membuat mereka akrab.
Xavier kini banyak perubahan , ia belajar dengan serius di sekolahnya. Sudah tidak ikut tawuran dan genk genk lagi. Ia benar benar fokus untuk menata hidupnya dengan baik. Ia ingin menjadi Ayah yang baik bagi putrinya. Ia membiarkan Shaka memanggil dia dengan namanya saja.
" Kau ke\_sambet?.....Gak ada angin gak ada hujan ..tiba tiba minta maaf...Memang kau ada salah apa.." kata Xavier.
Shaka diam .
" Kayla cintaku..." Xavier fokus kembali pada putrinya.
Selama seharian itu Xavier tidak pergi ke mana mana. Dia cuma bermain dan menemani putrinya. Ada seorang baby sitter yang bertugas membuatkan susu, memandikan dan mengganti popoknya. Setelah itu Xavier tiduran dan mengajak ngobrol Kayla meski Kayla hanya tertawa dan bercuap\_cuap sebisanya mengeluarkan suaranya.
Romi dan Kinara melihat ke kamar Xavier , Xavier nampak tertidur di sisi putrinya. Mereka berdua sama sama terlelap dalam mimpi indahnya.
" Aku benar benar tidak menyangka...bocah nakal ini bisa tobat juga...Anaknya ini bisa menyadarkan dia...Padahal dia itu dulu badung sekali.." kata Kinara. Romi tersenyum .
" Dia mulai berubah sejak menikah dengan Mika.. Mika membawa banyak perubahan pada Xavier...Sayang dia tidak berumur panjang.." kata Romi.
" Tapi itu mendewasakan Xavier...Mika memberinya pelajaran berharga di hidupnya..."
" Semoga kelak dia bisa mendapat pendamping baru yang baik...." Romi turut mendoakan keponakannya itu. Xavier memilih tetap tinggal di Jakarta meski sebenarnya Yoga dan Kristy mengajaknya tinggal di Surabaya.
" Mimi? " Kinara bertanya tanya.
" Mimi gadis baik hati dan dia tulus mau membantu Kayla. Berdoa saja jika Kayla dan Mimi mempunyai ikatan batin yang kuat...sehingga bisa menyatukan mereka.... Saling mengobati luka hati mereka..." Kata Romi.
" Aku juga berharap begitu...."
Romi sempat memotret Xavier dan Kayla sebelum mereka pergi dari ruangan itu.Dan kemudian mengirimkan foto tersebut pada Yoga.
Yoga dan Kristy yang melihat Xavier dan putrinya begitu terharu.
" Semoga bocah itu kuat menghadapi nya...Xavier , Kayla...Semoga kalian bisa bahagia " Kristy mendoakan yang terbaik untuk anak dan cucunya itu.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
.
.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Bayi kecil Kayla itu kini telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang begitu cantik. Ia memiliki wajah turunan blesteran , ia begitu mirip dengan Xavier. Bayi kecil itu kini sudah berusia 10 tahun.
Xavier benar benar membuktikan ucapannya. Ia sungguh tidak mau jatuh cinta lagi. Ia fokus pada karirnya dan putrinya. Xavier yang kini sudah 25 tahun menjadi pria dewasa dan sukses membesarkan Perusahaan Pratama . Ia membuka banyak anak cabang baru . Kesuksesannya mirip seperti saat Masa kejayaan Guntoro. Dia menjadi Seorang CEO muda yang sukses.
Yoga Kristy dan Cinta pindah ke Jakarta. Perusahaan di Surabaya kini di pegang Dafa dan Mischa. Mereka memilih mengurus perusahaan dari pada restoran. Sedang Dafi tetap berkutat di bidang nya. Usaha restorannya makin besar dan ramai . Dafi dan Aleena sukses menjadi Bos resto.
__ADS_1
Perusahaan pusat kini sudah di pegang oleh para penerus mereka. Xavier CEO, Kesha wakilnya. Shaka tetap menjadi asisten pribadi Xavier. Dan Alisha menjadi sekretarisnya. Andres dan Cinta memegang anak cabang perusahaan Pratama. Mereka sering bertemu saat meeting besar perusahaan.
Yoga dan Kristy menikmati masa pensiun mereka dengan fokus pada cucu mereka Kayla. Mereka menjadi orang tua pengganti Xavier yang begitu sibuk mengurus perusahaan. Mereka menemani Kayla ke sekolah dan kadang juga menghabiskan waktu di tempat Mimi bersama Saif (putra Mimi dan Abimanyu ). Kayla yang begitu dekat dengan Mimi menganggap Mimi sebagai Ibunya meski ia tahu Mimi cuma ibu susu nya.
Sedang Romi dan Kinara melancong ke berbagai negara . Mereka ingin berkeliling dunia menikmati kesuksesan yang mereka dapat dari kerja keras mereka.
" Papa...nanti jemput aku di rumah Ummi..." Kayla menghubungi Xavier yang sedang makan siang di kantor bersama Kesha dan Shaka.
Xavier menghela nafas panjang. Sebenarnya ia sangat enggan ke tempat Mimi. Karena sebuah lagu lama yang begitu sering di dengarnya keluar dari mulut Papa dan Mamanya pasti akan terdengar lagi.
" Menikahlah dengan Mimi . Kayla sangat menyayangi Mimi . Dia menganggap Mimi ibunya sendiri. Kalian sudah sama sama lama hidup sendiri...Sudah waktunya berumah tangga lagi.." kata Yoga.
" Mimi ibu yang baik dan dia sangat menyayangi Kayla..."tambah Kristy pula.
Xavier sampai bosan mendengar ucapan mereka itu. Lagi lagi dan lagi. Sudah terlalu lama dan terlalu sering ia mendengarnya.
" Daddy...." rengek Kayla dengan suara manjanya.
" Huuuuft...iyaa.." jawab Xavier kemudian.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
" Kenapa mesti ngajak aku. Kau itu di jodohkan dengannya...terima saja...bukankah dia cinta pertamamu dulu..." kata Shaka.
" Mimi lebih tua dari ku 7 tahun.. "
" Alah Gombal...sama Mika saja yang 10 tahun di atas mu kau mau..." timpal Shaka.
" Beda lah. Mika mah lain. Eh..kau kan seusia dengan Mika...berarti kau 2 tahun di atas Mimi..kau sangat cocok dengan Mimi...bagaimana kalau kalian jadian saja..." Xavier malah berniat menjodohkan Mimi dengan Shaka.
" Gaje lo..." ucap Shaka
" Lo kan jomblo ...cocok lo sama Mimi..."
" Nggak...Aku belum ingin nikah "
" Selak tua lho..."
" Resek lo...hidup hidup gue juga.. " Shaka memang tidak ingin menikah meski usianya sudah dewasa .
" Hahaha..." Xavier tertawa.
.
.
.
.
Malam harinya sepulang kerja Xavier di antar sopirnya menuju ke rumah Mimi. Dengan enggan ia memasuki pelataran rumah besar Mimi yang luas. Yoga mencukupi semua kebutuhan Mimi dan memberinya rumah besar dan megah sebagai balas budi telah merawat Kayla.
__ADS_1
Mimi yang kini singgel parent bekerja dengan berjualan on line di sebuah aplikasi belanja. Sehingga selain mendapat jatah dari Yoga , ia juga punya penghasilan sendiri. Ia menjual baju, sepatu , tas dan juga aksesories . Ia memiliki beberapa orang yang turut membantunya. Satu bagian admin dan satu lagi bagian packing dan pengiriman.
' Ting tong...' Xavier memencet tombol bel. pintu .Dan tak beberapa lama kemudian Kayla dan Saif yang membukanya.
" Daddy..." Kayla langsung memeluk Xavier dengan manjanya. Saif pun juga , kedua bocah seumuran itu begitu manja pada Xavier dan juga Mimi.
Xavier memeluk keduanya dan mengusap kepala kedua bocah itu. Keduanya tersenyum dan kemudian menarik tangan Xavier dan mengajaknya masuk ke ruang tamu dimana di sana Mimi sedang ngobrol asik dengan Yoga dan Kristy.
" Duduk di sini.." ucap kedua bocah itu sambil menyuruh Xavier duduk di samping Mimi.
Mau tak mau Xavier duduk di sana. Kemudian Saif duduk di pangkuan Mimi dan Kayla di pangkuan Xavier.
" Kalian itu cocok sekali...Kalau seperti itu benar benar seperti keluarga sungguhan..." ucap Yoga. Mimi cuma diam.
" Hu\_uuft..Lagi lagi..." ucap Xavier 😓
" Daddy...nanti aku mau bobok di sini ...aku dan Saif mau nonton bareng..."
" Kamu di suruh bilang gitu sama Oma dan Opa? " tanya Xavier. Kayla menggeleng.
" Daddy juga tidur di sini ya...Ya? Ya? Ya?"
.
.
Kayla ini pinter sekali membujuk aku...melihat matanya itu aku jadi tidak sanggup menolaknya..
Sudahlah , ku iyakan saja..Nanti kalau sudah tidur , aku bawa dia pulang ..
.
.
" Oke..." ucap Xavier. Kayla tersenyum ceria. Saif pun juga nampak senang.
.
.
.
Xavier menunggui Kayla dan Saif yang menonton film berdua sampai terkantuk_kantuk. Yoga dan Kristy sudah pulang sedari tadi. Namun kedua bocah itu masih nampak segar . Belum ada tanda tanda mereka lelah dan mengantuk. Akhirnya justru Xavier sendiri yang ketiduran di sofa.
" Xavier..." Mimi membangunkan Xavier. Xavier perlahan membuka matanya.
" Kayla dan Saif sudah tertidur. Kau mau nginap di sini atau pulang ? " Tanya Mimi.
" Pulang .." Jawab Xavier seraya duduk .
" Ku buatkan kopi dulu kalau begitu...bahaya kalau nyetir pas ngantuk.."
" Mimi..."
" Apa ?" tanya Mimi . Ia menatap Xavier yang kini duduk di depannya sambil menatapnya tajam.
" Kenapa kau menungguku ? "
" Hah?....." Mimi tak mengerti. " Tentu saja karena kau mau pulang kan?"
" Kau menunggu aku 10 tahun lamanya..Dari Kayla lahir sampai dia tumbuh seperti sekarang...Apa kau begitu menyukai ku sampai meminta pada orang tua ku agar aku menikahi mu ??"
" Kau ngelantur Xavier?.....Omongan mu ngaco..." timpal Mimi.
" Aku dulu sudah pernah mengejar ngejar kamu tapi kamu sama sekali tak mau melihatku. Sekarang sudah jadi janda mengharapkan ku. Kau pikir kau cocok denganku ? Kalau kau ingin mendapatkan aku , bukan lewat orang tuaku. Jangan memperalat Kayla dan Saif pula . Tapi berusahalah.. Seperti dulu aku berusaha untuk mendapatkan cintamu. Buat aku jatuh cinta sekali lagi padamu " kata Xavier lagi . Mimi ternganga mendengar ucapan Xavier itu.
__ADS_1