
" Xavier..." panggil Bisma
" Daddy..." Xavier keluar dari lemari baju Kristy dan berlari menghampiri Bisma dengan penuh senyum dan langsung memeluknya.
" What are you doing i n the cup board? " tanya Bisma heran
" I play hide and seek..."
" I..iya Bis.. itu benar .Kami lagi main petak umpet tadi.." jawab Kristy.
"Ooo..." Bisma menghela nafas panjang. "Daddy kangen..." ucap Bisma sambil menciumi Pipi Xavier.
" Tumben bau parfum Xavier ganti.. tidak seperti bau parfum bayi Kris.. baunya kuat banget.." ucap Bisma yang mencium bau parfum lain di tubuh Xavier.
*Gawat..itu pasti bau parfum Yoga. Seharian ini Xavier lengket dengannya..wangi parfumnya tertinggal di tubuh Xavier*.
Kristy kian panik. Ia benar benar takut kalau ketahuan.
" Aku ganti pengharum pakaian Bis.. " ucap Kristy sekenanya.
" Oh..pantas saja jadi beda " jawab Bisma percaya begitu saja
" Apa ada tamu Bis?" Kristy cepat mengalihkan pembicaraan.
" Iya.. Ada Tuan Romi.. Dia bilang ingin melihat Xavier keponakannya. Yuk ke depan sayang..Your uncle i s waiting for you.." ucap Bisma seraya keluar dari kamar Kristy dengan menggendong Xavier.
Kristy mengikuti Bisma dan mengunci pintu kamarnya.
Yoga yang mendengar Kristy mengunci kamar itu segera keluar dari lemari baju. Karena terkunci dari luar ia melihat lihat seisi kamar Kristy itu.
" Haaaah.. menyebalkan sekali. Padahal aku ini masih suami sahnya kenapa jadi seperti pria selingkuhannya..." gumam Yoga.
Kamar Kristy itu isinya cuma tempat tidur dan beberapa peralatan make up nya di meja rias. Juga beberapa perlengkapan bayi Xavier. Juga beberapa mainan Xavier termasuk barang barang yang ia dan mamanya belikan .Semua di simpan di kamar itu.
" Kristy tidak memajang foto pernikahannya dengan Bisma?" ucap Yoga heran karena di kamar itu tak ada gambar Bisma satupun. Cuma beberapa foto Xavier dan Dafa Dafi.
Padahal dulu Kristy selalu memajang gambar suaminya di kamar mereka. Awalnya poto Raka dan Kristy namun Kristy segera mengganti Foto Raka dengan foto pernikahannya dengan Yoga sesudah ia menjadi istri Yoga.
Apa Kristy memasang foto mereka di kamar satunya tadi. Kan di depan ruang ini ada kamar tidur lagi. Dan di sini cuma di pakai tidur Xavier...
Kalau benar seperti itu kasihan sekali anakku..Sekecil itu tidur sendiri.. Mommy dan Daddy nya tidur berdua.... Rasanya benar benar tidak rela anakku tidur sendiri...
Yoga kemudian membuka lemari baju Kristy...Sepintas tadi saat ia bersembunyi di dalam lemari ia melihat cuma baju Kristy yang ada d gantungan bajunya. Tidak ada baju Bisma satupun tersimpan di sana. Dan setelah ia buka semua pintu lemari baju itu memang tidak ada satupun baju Bisma di sana. Cuma baju Kristy dan Xavier.
" Ini benar benar aneh...Foto Bisma tak ada ..pakaian Bisma pun juga tidak ada satupun di sana.
.
.
" Xavier... " ucap Romi senang melihat kedatangan Bisma , Kristy dan Xavier. Kristy nampak diam saja tak ingin bertegur sapa dengan Romi yang ia ketahui anak buah Guntoro.
Xavier menatap Romi dan saat mata mereka mereka bertemu , Tatapan tajam Romi membuatnya ketakutan.Xavier langsung berpaling dan memeluk Bisma.
" That\_'s your uncle...Uncle Romi "ucap Bisma mengenalkan Romi.
" Again ?" tanya Xavier heran karena memiliki paman yang lain lagi.
__ADS_1
" Yup ..." Setelah Bisma menjawab , Xavier baru mau mendekati Romi dan bersalaman sebentar dengannya. Sesudah itu ia langsung kembali ke Bisma dan memeluk Bisma kembali dengan erat . Xavier nampak takut dengan Romi.
" H i s eyes so scar\_ry.." ucap Xavier pelan pada Bisma.
" Sepertinya anakku takut padamu Kak.." ucap Bisma. Romi cuma tersenyum simpul.
" Mau kue?" tanya Romi
" Cake?" Bisma menanyakan pada Xavier apa dia mau kue yang di bawakan Bisma.
" No.."
"Why? " tanya bisma lagi. Xavier tak mau menjawab. Cuma memeluk Bisma dan menyembunyikan wajahnya di dada Bisma
" Mungkin karena dia tidak pernah melihatku " kata Romi santai saja meski Xavier tidak mau mendekatinya.
*Apa Bisma tidak bertemu dengan Yoga? Adem ayem sekali dia. Ini aneh..padahal jelas di depan ada mobil Yoga. bagaimana mungkin mereka tidak bertemu..Apa Yoga sembunyi*..
" Kris.. buatkan kopi untuk Tuan Romi.."
" Iya.. kau juga Bis?"
" Boleh..." Kristy melangkah ke dapur.
" Mommy.." Xavier buru buru mengikutinya.
'*Bocah itu memiliki paras Yoga.. apa Bisma buta.. tidak curiga sama sekali...benar benar bodoh..Bisma ini lelet sekali ternyata.. otaknya saja yang pintar tapi pemikirannya tolol..model model laki laki bodoh yang tidak tahu kalau dia di selingkuhi pasangannya*..
" Maaf kak...Xavier tidak biasanya begitu..'kata Bisma.
" Namanya bocah kecil Bis..Aku orang asing baginya. Apalagi dia tidak memiliki darah yang sama denganku "
" Lho.. Kok bisa..kata Kak Romi Xavier itu keponakan Kakak. Itu berarti Papa Kandung Xavier itu adik kakak "
" Itu benar. Tapi aku cuma kakak angkatnya "
" 0o ..begitu..."
Tak lama kemudian Kristy kembali dengan membawa kopi untuk mereka. tapi Xavier tidak mengikutinya.
" Silahkan " Kristy bersikap biasa saja. Seolah pura pura tak mengenal Romi.bahkan bisa dibilang dingin. Kristy sama sekali tak bertegur sapa dengan Romi.
" Xavier mana?"
" Xavier mengantuk . Dia pergi ke kamar. Ini jam tidur siangnya. Aku permisi dulu ya Bis.. Mau menemani Xavier "
" Iya.. ucap Bisma yang tahu kalau Xavier biasa tidur siang sesudah makan.
Romi tersenyum simpul.
" Apa kakak dan Kristy dulu juga seperti ini? tidak saling bicara.."
" Ya... Bisa di bilang seperti itu.."
__ADS_1
" Pantas saja Kakak membantunya diam diam waktu itu..Rupanya Kakak tak akur dengannya..."
" Bisma ..apa kau tahu wajah Xavier mirip Yoga?" Romi mulai memancing untuk mencari tau.
" Iya.. Aku juga heran. Kok dia bisa mirip sahabatku ya.." ucap Bisma sambil tertawa " Aku juga pernah tanya pada Kristy.. Dia malah menangis kala itu..."
" Lalu.."
" Ya sudah..Karena dia seperti tak ingin mendengar nama Yoga .. aku jadi tak pernah membicarakannya.. "
*Fix...aku paham kini..Bisma itu terlalu bodoh... dan bodohnya sudah sampai ke akar akarnya.. Dia percaya 100% pada Kristy dan Yoga...Dia sama sekali tidak curiga padanya..benar benar super bego.. Sama sekali tak bisa di harapkan*...*laki laki payah*..
Romi geram. Padahal ia ingin melihat Yoga dan Bisma saling baku hantam gara gara Kristy. Namun semua itu tidak akan pernah terwujud karena Bisma terlampau bodoh menurutnya.
.
.
Kristy mengunci kamarnya setelah ia masuk. Dilihatnya Xavier yang bermanja-manja dengan Yoga yang tiduran di atas tempat tidur.
" Yog..kenapa kau keluar?... seharusnya kau sembunyi dulu Yog.."
" Tidak Kris..Aku tidak mau sembunyi lagi. Aku bukan pengecut. Aku akan menghadapi Bisma. Kalian milikku bukan milik Bisma. Kalau ketahuan itu lebih baik. Aku tidak akan menutupinya lagi. Bisma harus tahu aku Papa kandung Xavier. Dan aku masih hidup. Kalian istri dan anakku . Sah secara hukum..."
" Tapi ..."
" Kau tidak usah khawatir Kris..Aku mampu menjaga diri. Aku tidak akan terluka seperti dulu..Dan aku bisa menjaga kalian.."
" Mom..I'\_m slee\_py..." ucap Xavier yang mengantuk di pangkuan Yoga.
Kristy melangkah menuju ke tempat tidur kemudian membawa Xavier tidur di pelukannya. Yoga ikut berbaring di samping Xavier. Xavier berada di tengah di antara mereka.
" Kau tidurkan Xavier dulu ..setelah itu ganti aku.." Ucap Yoga. Kristy menatap Yoga dengan wajah memerah tersipu malu. Ia tahu benar maksud Yoga itu. Yoga ingin berhubungan intim dengannya.
Yoga mengecup lembut pipi Xavier , sejenak Xavier menatapnya namun karena ia sudah mulai mengantuk ia memejamkan matanya. Ia tidur di pelukan keduanya.
.
.
" Kris.. " ucap Bisma memanggil dari luar pintu dengan suara pelan .
Kristy dan Yoga yang mendengarnya segera membuka matanya.Mereka tak benar benar tidur saat menemani Xavier yang kini sudah tertidur pulas.
" Aku ke kantor lagi.." ucap Bisma. Kemudian setelah itu terdengar langkah Bisma menjauh.Samar samar terdengar suara pintu depan di tutup.
Kristy bangkit dari tempat tidur menuju ke pintu. Perlahan ia membuka pintu. Kemudian melangkah ke ruang tamu. ia mengintip dari jendela kaca , ia lihat Bisma masuk ke mobil Romi dan pergi dengannya.
Betapa lega hatinya. Yoga tak ketahuan berada di dalam rumahnya. Sehingga pertikaian bisa terhindar.
" Sudah pergi?" tanya Yoga yang tau tau ada di belakangnya . Dengan suara pelan di dekat telinganya.
Kristy tersentak dan kemudian segera berbalik. Yoga nampak tersenyum nakal sambil menatapnya.
" Kris.. sekarang giliran ku.." ucapnya.
Kristy melangkah mundur saat Yoga mendekatinya. Ia tahu , cepat atau lambat Yoga pasti akan memintanya. Beberapa hari ini Yoga cuma menciumnya saja dan tidak meminta lebih.
Sejak pertemuan mereka Yoga lebih ingin dekat dengan Xavier. Karena ingin menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya pada putra yang baru di jumpai nya. Sepertinya kali ini ia ingin mencurahkan cintanya pada dirinya..
Ia tak bisa berkutik lagi saat langkahnya terhenti karena dibelakangnya adalah dinding. Dan Yoga tepat berada di depannya. Dekat sekali. Yoga sedikit merendahkan tubuh tingginya agar wajahnya tepat berada di depan wajah Kristy. Dengan bibir yang nyaris menempel ia menatap Kristy dengan penuh cinta.
__ADS_1