KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
203. BOOMERANG


__ADS_3

Keesokan paginya, Aleena terbangun. Ia berada dalam kehangatan pelukan Dafi. Ia tersenyum sambil menatap wajah Dafi , pria pujaan hatinya sejak kecil itu yang kini telah menjadi suaminya. Meski masih sah secara agama, tapi ia benar benar saja menjadi miliknya. Wajah tampan suaminya yang sedang tertidur itu begitu manis.


Kalau pas tidur begini...dia seperti seorang bayi tak berdosa... ..seperti mimpi saja ...Pria ini akhirnya benar benar menjadi milikku...


Aleena perlahan mendekatkan wajahnya dan memberikan sebuah kecupan mesra pada Dafi.



" Selamat pagi suami ku...Ah.. .kamu ini benar benar tampan...suami ku... suami ku... Hihi .. seperti mimpi saja...bisa memanggil mu suami ku.." Ucap Aleena pelan sambil tersenyum.


.


Ah....tadi malam...☺️


.


Ia salah tingkah sendiri saat mengingat malam pertama mereka kemarin. Setelah berhasil melakukan yang pertama, mereka tertidur. Namun tengah malam , Dafi terbangun dan mengajaknya mengulang kembali. Mereka sempat bermain beberapa kali hingga akhirnya kelelahan dan tertidur.πŸ₯΄πŸ˜½


.


.


Ternyata benar...sakitnya cuma di awal saja...setelahnya sudah tidak.. malah itu benar benar menyenangkan...hehe..


.


.


Aleena melihat Dafi yang masih tertidur itu, tiba tiba ingin melakukan sesuatu.


.


.


Mumpung dia belum bangun...🀭🀭


.


.


Aleena menggerakkan tangannya di dalam selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. Kemudian ia menyentuh sesuatu di bawah sana.


.


.


Ternyata benar kata orang...kalau pagi milik cowok itu benar benar bangun ...🀭


.


.


" Hihi..." Alena menyentuh dan memegang simbol kejantanan suaminya itu. " wah...ternyata sebesar ini..." Aleena menyentuhnya dengan wajah malu malunya.πŸ₯΄



" Nakalnya istriku..." ucap Dafi yang terbangun karena sentuhan Aleena.



Aleena yang terkejut spontan melepaskan tangannya dan berbalik. Dan dengan cepat pula menutupi mukanya dengan selimut. Ia begitu malu saat Dafi mengetahui yang di lakukan nya.



" Loh ...ko jadi malu .. Tadi saja berani .." goda Dafi sambil mendekati istrinya itu dan membawanya ke dalam pelukannya.



" A..apa sih...ku kira kau masih tidur..." kara Aleena kikuk.



" Hehe.. Buka dong selimutnya.. Aku mau melihat wajah cantik istriku yang baru bangun tidur.." kata Dafi. Aleena menurutinya. Perlahan ia membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dan kemudian terlihatlah wajah Aleena yang memerah karena malu .



" Cantiknya..." ucap Dafi sambil mengecup pipi Aleena . Dan itu membuatnya kian memerah.



" Ternyata kamu juga bisa berani juga ya Fi .."



" Hehe .. kan sudah sah...kalau dulu belum berani kan karena tidak pede...Beda ceritanya dong Aleena..." Aleena diam dengan bibir sedikit di manyun\_in.



" Mau lagi ?" tanya Dafi. Aleena perlahan mengangguk dengan malu malu.



" Di atas ya..."


__ADS_1


" Hah ?"



Dafi perlahan membuka selimutnya . Dan ia memberi isyarat agar Aleena naik ke atas tubuhnya. Aleena menuruti Dafi dan melakukan semua seperti yang di minta Dafi.



" Ah..." Satu \*\*\*\*\*\*\* merdu lolos dari bibir Aleena saat Dafi berhasil mendorong masuk miliknya pada Aleena yang berada di atas tubuhnya.



" Selanjutnya giliran mu istriku... " ucap Dafi meminta Aleena memimpin permainan mereka.



" Ternyata kamu punya pengalaman juga Fi.." kata Aleena.



" Hanya naluri ... " jawab Dafi.



Dengan wajah yang masih tersipu dan pipi Semerah tomat , Aleena pun mulai bergerak. Ia pun juga cuma mengikuti apa kata hatinya. Dan secara alami , ia bergerak seperti sedang naik kuda. Berpacu dengan gerak meliuk seperti sedang menari.


.


.


Ah....nikmatnya... ini rasanya benar benar hebat ..Pantas saja Dafa bisa kehilangan kontrol .. Sungguh , ini memang menyenangkan... Rasanya seperti terbang melayang menuju ke nirwana ..Ke dalam dunia lain yang begitu indah...


.


.


Dafi menikmati momen demi moment kebersamaannya dengan Aleena. Semua terasa indah dan membahagiakan. Damai dan juga menyenangkan. Ia merasa bahagia lahir dan batin , sungguh ia tidak menyesal telah menikahi Aleena. Kini ia benar benar tak memiliki penyesalan sedikitpun di tinggalkan Mischa.


.


.


...----------------...


.


.


Yoga , Kristy dan Cinta sarapan pagi bersama . Kristy menyiapkan sarapan untuk mereka.




" Mas kayak tidak pernah tau pengantin baru saja ..." jawab Kristy



" Haha .. benar juga...Ya sudahlah...biar mereka sarapan sendiri nanti..." Yoga kemudian segera memakan sarapan nya.



" Nomor hp Dafa dan Mischa sudah aktif ?" tanya Yoga



" Iya... Pagi ini aku cek sudah. Aku juga sudah menghubungi Dafa... Dia mengakui kesalahannya...Ternyata dia benar benar kabur dengan Mischa. Waktu ku tanya mereka di mana...Dafa bilang mereka menginap di hotel.."



" Hotel??..." ucap Yoga geram sambil mengepalkan tangannya kuat kuat . " Akan ku hajar bocah itu .. beraninya membuat kacau pernikahan Dafi .. hampir saja aku harus menanggung malu di depan banyak orang... Dan lagi Bocah itu kayak tidak pernah di didik saja ..Membawa pergi tunangan kembaran nya, kumpul kebo pula .. "



" Sabar Mas..sabar... Anak muda itu jiwanya masih labil... Suka menuruti kata hati mereka...Dafa tadi sudah ku suruh pulang.. tapi dia takut padamu Mas .." Kristy berusaha menenangkan suaminya.



" Pokoknya suruh Dafa pulang sekarang !...Aku tidak mau dia menjadi aib di keluargaku. Apalagi kalau terlalu lama, bisa bisa di Mischa hamil duluan. Mau di taruh di mana muka ku di depan Mas Ricky dan keluarganya .."



" Iya...Ini juga sudah ku suruh pulang. Dan Dafa bilang dalam perjalanan kemari ...tapi dia minta supaya kau jangan marah padanya..."



" Bagaimana mungkin tidak marah.. kelakuannya saja sudah seperti itu.." timpal Yoga.


.


.


Bocah ini harus di beri pelajaran...Kalau di biarkan bisa parah.. Aku tidak pernah mengajarinya berbuat seperti itu....


Tunggu...Itu tidak benar...Aku dulu juga pernah melakukannya....Aku merebut Bulan dari Kak Romi...dan karena takut di rebut Kak Romi lagi..aku memaksa Bulan menjadi milikku .. Astaga ..πŸ˜“ Dia nurun kelakukan ku...😞😞😞

__ADS_1


Bahkan aku jauh lebih parah...πŸ˜–


Dia cuma melakukan satu kesalahan...aku malah lebih banyak..


.


.


Yoga introspeksi pada dirinya sewaktu muda dulu. Banyak sekali hal negatif yang ia lakukan dulu. Ia suka berbuat seenaknya karena memiliki Papa yang selalu akan membelanya dan juga menutupi semua kesalahannya dengan uang yang di milikinya



" Pokoknya suruh pulang saja..." ucap Yoga merendahkan suaranya karena menyadari kesalahannya. Untuk tiap hal negatif yang di lakukan anaknya , itu adalah tanggung jawabnya . Karena sebagai orang tua, ia lah yang mendidiknya. Memberikan contoh padanya. kalau anaknya berbuat hal yang menyimpang itu adalah sebuah kegagalan pendidikannya.


.


.


...----------------...


.


.


.


Hari itu Restoran tutup dan Yoga tidak jadi pulang ke Surabaya . Ia menunggu kepulangan Dafa dan Mischa.



" Hahaha...." Romi tertawa mendengar curhatan dari adiknya itu.



" Karma mu tuh Yog.... dulu merebut kekasih ku .. sekarang di balas sama anak mu .. Hahaha .. untung saja belum parah .. cepat mengaku...Sudah..nikahkan saja mereka...Beres kan.."



" Sepertinya aku salah curhat deh ya.." kata Yoga.



" Hahaha... " Romi tertawa ngakak. " Waktu mereka curhat padaku aku juga tertawa .."



" Siapa?"



" Keduanya... Si Dafa dan Dafi...Yang satu minta dokter untuk mengobati kakak Aleena ...yang satu minta dokter hymeno\_plasty..."



" Astaga..."



" Sabar Yog... sabar.. itu belum seberapa..." kata Romi.



" Masih ada lagi ?..."



" Hehe..." Romi cengengesan..



" Apa Xavier? " tanya Yoga lagi.



" Tenang saja Yog...Nakalnya tidak separah kau dulu...Aku sedang mengawasinya ini...Anakmu benar benar hebat...Dia menunjukkan taringnya... Saat dia hendak di buli...dia menghajar pemimpin Genk sekolahnya... kini Dia yang jadi penguasanya...Hahaha...hebat kan...dia benar benar seorang Pratama...Darah turunan penguasa mu menurun ke dia..."



" Oh my God ..😱😱😱" Yoga shock.



Ternyata bukan cuma Dafa, tapi Xavier juga membuat masalah. Menjadi pimpinan Genk sekolah?? Itu sebuah hantaman keras untuknya karena itu benar benar mengingatkannya pada dirinya saat muda dulu dengan banyak sekali kenakalannya. Mabuk mabukan, merokok, tawuran, dan juga Play boy . Ia dulu bahkan sangat terkenal tukang mempermainkan wanita. \*\*\*\*\_ boy lah istilahnya.....



Apakah anak kandung nya yang memiliki darah murni sepertinya juga melakukan hal yang sama?



Buah jatuh tak jauh dari pohonnya..? itu peribahasa yang sangat tepat...Anak adalah cerminan orang tua nya ..Mereka adakah duplikat nyata untuk para orang tua berkaca pada perbuatannya di masa lampau. Kenakalan mereka adalah kegagalan orang tua mendidik anaknya.



Seperti sebuah Boomerang yang di lempar kemudian menyerang balik kembali dan mengena dengan telak , rasanya benar benar nano nano..πŸ˜“ campur aduk menjadi satu.

__ADS_1


__ADS_2