
"Bagaimana menurutmu Yog ?"
" Masih 6 bulan Kak.. Apa itu tidak terlalu cepat ?" Aku berusaha tetap tenang menjawab Kak Romi. Karena Kak Romi akan membaca semua gelagat ku.
" Hem... " Romi berpikir
" Tahun depan saja Kak.. 6 bulan terlalu cepat. Nanti bisa ketahuan kalau aku yang membantunya. Dia orangnya tidak suka kalau di bantu . Dan lagi kurasa 1 tahun lagi dia sudah matang pemikirannya dan kesiapannya. Dia setahun di bawahku lo Kak usianya.. " ucapku datar. Ya aku harus tampak biasa saja.
Romi tersenyum simpul .
" Belum siap ya lihat pujaan hatimu bersanding dengan orang lain ya... " ucapnya pelan.
" Hah ?! Apa?" tanyaku pada Kak Romi
" Hahaha.. lupakan.. " ucap Romi sambil tertawa.
" Ya sudah.. Tahun depan ya.. "
Aku tersenyum Kak Romi setuju dengan pendapatku.
" Kau cepat talak dia.. tinggalin.. " ucap Romi lagi yang tidak tahu kalau aku malah sudah menikahi Kristy secara resmi.
' Huh.. enteng sekali dia ngomong seperti itu.. benar benar ngeselin manusia satu ini.." batinku kesal.
" Jangan temui dia lagi.. Jangan sentuh dia.." pesannya tetap sama. Namun aku tak menggubrisnya.
' Gak cuma ku sentuh Kak.. sudah ku obok\_obok... ' batinku kesal.
" Lusa peringatan 5 tahun kematian Bulan ..." ucap Romi dengan wajah serius.
"Aku tahu..."
" Kau tidak berencana kemari?..."
" Entahlah Kak.."
" Setidaknya kirimkan doa untuknya "
" Ya.." jawabku.
" Ya sudah.. Kau lanjut aktifitas mu. Aku juga mau lanjut kerjaan ku " kata Kak Romi.
" Kak !" panggilku cepat sebelum ia menutup telepon.
" Maaf " ucapku kemudian.
" Maaf untuk apa? " tanyanya cepat.
" Maaf untuk Bulan..Maaf untuk semuanya.."
Romi tersenyum. Dan kemudian menutup telponnya.
__ADS_1
Aku dulu sangat egois. Aku sebenarnya tahu kalau Kak Romi menyukai Bulan. Kak Romi sering cerita tentangnya. Sudah lama mereka dekat dan mungkin juga saling menyukai. Cuma di antara mereka tidak ada yang berani memulai.
Namun saat Kak Romi ingin menunjukkan Bulan padaku , Aku malah menembaknya di pertemuan pertama kami. Dan entah mengapa Bulan langsung menerimaku. Apa mungkin karena aku lebih muda , lebih tampan dan lebih kaya dan juga anak bos Ayah Kak Romi..aku tidak tahu. Kupikir itu adalah hanyalah keberuntunganku saja.
" Yog.. ko malah melamun ?" tanya Andi sambil menepuk bahuku. Membuyarkan lamunanku.
" Ah Andi.. kau pesankan tiket pesawat ke Yogja untuk 4 orang ya. Dan juga hubungi Kristy , suruh dia kemari besok. Lusa kami akan ke Yogja mengunjungi makam Raka " ucapku seraya bergegas bangkit dan kembali ke kantor.
" Oke " ucap Andi tanpa banyak tanya.
******
Keesokan harinya Aku berangkat ke kantor bersama Andi seperti biasanya .
" Kristy sudah berangkat dari Blitar Yog.. dia naik kereta . Siang nanti mereka sampai di stasiun sini " kata Andi.
" Suruh Adul menjemputnya "
" Oke " jawab Andi.
" Tiket pesawat kalian juga sudah beres.. besok kau berangkat jam 12 . Aku boking kabin buat kalian berempat. Tidak PP kan? " kata Andi lagi.
" Nggak . Setelah ke makam Raka aku berencana ke Jakarta. Ke makam Bulan juga. Jadi mungkin menginap dulu di hotel " kataku
" Aku pesankan sekalian juga tiket dan hotelnya?"
" Tidak usah . Nanti aku cari sendiri saja. Aku masih belum tahu tempat pemakamannya di mana dan juga jam berapa selesainya "
" So toy lo ..." ucapku sambil tertawa tawa.
>>>>>
Malam harinya Aku pulang ke rumah pukul 1 dini hari. Aku tidak berniat menghindari Kristy yang pasti sudah sampai di rumah , tapi memang karena pekerjaanku yang menumpuk sehingga memaksa untuk lembur. Terlebih besok aku cuti karena pergi ke Yogja.
Bibi Ijah membukakan pintu seperti biasanya. Meskipun aku sering pulang larut malam dia selalu bangun saat aku datang dan menawarkan makanan untuk di hangatkan.
" Tidak usah Bibi.. Aku tadi sudah makan. Aku mau langsung tidur saja "
" Non Kristy tadi siang datang dan tadi dia menunggu Aden. Mungkin karena mengantuk sekarang sudah tidur " kata Bibi
Tanpa kata aku langsung melangkah menuju ke kamarku. Dan di sana aku mendapati Kristy yang tertidur di sofa dengan hp yang masih menyala.
' Dia nonton drama.. Brati dia benar benar menunggu ku.. ' Aku tersenyum
" Nonton drama apa di tonton drama?" ucapku seraya mematikan hpnya.
Dan kemudian aku mengangkat tubuh Kristy dan memindahkannya ke tempat tidur. Ia tetap terlelap dalam tidurnya.
" Kalau tidur seperti bocah innocent kalau bangun kepala batunya keluar.." Aku menyentil hidung mancungnya.
Aku kemudian mengganti baju tidurku dengan piyama. Dan sesudah itu berbaring di sisi Kristy.
" Selamat malam Kris.. " ucapku pelan sambil mencium keningnya. Dan kemudian segera memejamkan mata karena terlalu lelah dan mengantuk.
__ADS_1
>>>>>
Keesokan harinya Kristy terbangun . Ia terkejut saat ia mendapati dirinya ada di ranjang dan berada di pelukan Yoga yang masih tertidur.
Ia ingat tadi malam ia masih menunggu Yoga di sofa sambil menonton drama
' Kamu yang memindahkan ku ya...' ucap Kristy pelan sambil tersenyum pada suami tampannya yang masih tertidur pulas.
" Apa kamu masih marah padaku Yog.. " ucapnya pelan sambil menyentuh wajah Yoga.
Dan hal itu membuat Yoga terbangun.
Perlahan Yoga membuka matanya . Ia menatap sosok Kristy yang ada di depannya sedang tiduran ber\_bantal lengannya. Sosok cantik istrinya yang begitu amat di rindukannya. Ibarat bunga , Kristy seperti bunga mawar . Cantik tapi berduri. Indah namun bisa melukainya setiap saat.
Yoga masih mengingat sikap keras kepala Kristy dulu dan alasan kenapa ia tetap kekeh tinggal bersama Bibinya. Bahkan ia juga tetap pergi meninggalkannya meski ia melarang.
"Yog.." panggil Kristy. Namun Yoga mengacuhkannya. Ia beranjak bangun.
Maaf Kris.. Aku memang merindukanmu. tapi selama kau tidak patuh padaku dan masih menunggu pria itu kembali.. lebih baik seperti ini saja. Aku tidak mau berakhir kecewa..'
Aku tidak ingin merasakan kebahagiaan semu lagi. Kebahagiaan sesaat saat kau bersamaku dan kemudian kau akan pergi meninggalkan ku lagi. Kembali ke tempat Bibi mu , Menunggu cinta pertama mu kembali lagi...😔
Aku mandi dan berganti pakaian. Kemudian pergi ke bawah menemui kedua putraku yang sudah berdandan rapi.
" Papa.." Panggil keduanya saat mereka melihatku.
Suara riang gembira menggema memanggil manggil ku 'Papa' . Betapa aku merindukan mereka . Senang sekali rasanya melihat kedua putraku ini.
" Mana anak Papa..Papa kangen.." ucapku sambil memeluk dan mencium pipi keduanya.
" Sudah sarapan belum ?"
" Belum..kan menunggu Papa.." Jawab keduanya.
" Ya sudah ayo kita sarapan dulu.."aku mengajak keduanya ke menuju ke ruang makan.
" Bibi masak apa ini baunya harum sekali.."
" Mama yang masak Pa.." kata Dafa.
Aku tak bisa berkata kata saat sampai di meja makan. Makanan makanan favoritku tersaji di sana. Gurami bakar , lele bakar madu , dan udang asam manis. Tak lupa sambal dan lalapan serta cha kangkung. OMG.. ini semua makanan kesukaanku.😳
" Waaaaah....." Kami bertiga ternganga.
Aku menelan air liurku sendiri karena tergugah oleh hidangan yang di siapkan oleh Kristy
' Apa Kristy ingin menaklukkan ku dari perutku ' batinku bertanya tanya.
" Silahkan Yog.." Kristy berucap sambil tersenyum manis.
' Astaga.. bagaimana ini.. hatiku rasanya meleleh...'😣
" Ayo Yog.. duduk dulu.. selamat mencoba masakan ku ya.. " Kristy menyentuh tanganku dan mengajakku duduk bersama.
__ADS_1
' Apa dia ingin baikan denganku.. Kalau dia bersikap semanis ini padaku bisa bisa aku luluh ..!!'