
" Kakak mau apa ? " tanya Alisha sambil menutupi muka Xavier dengan tangannya. Ia bermaksud menjauhkan Xavier namun Xavier justru mencekal kedua tangannya.
" Mau apa coba.... 2 orang dewasa dengan lain jenis berduaan ...coba tebak..." Xavier iseng malah ingin menggodanya.
" K..kita kan saudara..."
" Saudara dari mana...kita tidak ada hubungan darah.. Jawab dong pertanyaanku...Kau suka tidak padaku ?" tanya Xavier.
" K...kenapa aku harus jawab...I..itu kan pertanyaan yang terlalu pribadi..." jawab Alisha. " Ayahku saja bilang ...perempuan itu tidak boleh menampakkan perasaannya...Laki laki tidak boleh tahu isi hatinya..." tambah Alisha
" Kalau begitu terus sampai kiamat kau akan jadi jomblo terus..." timpal Xavier.
" Nggak lah Kak...Aku saja punya tunangan..."
" Tunangan yang mana ? Kesha?..Kesha lho balikan lagi sama Cinta. Dia malah nyuruh aku sama kamu...Dia bilang kau sudah lama suka padaku...Benar tidak? "
Muka Alisha langsung merah semerah apel mendengar pernyataan Xavier . Ia begitu malu ternyata itu di ketahui oleh orang nya langsung.
" Kau tau Alisha...aku berniat membalas perasaanmu...tapi ternyata itu tidak benar...Jadi batal deh suka padamu..." goda Xavier iseng.
" Jangan dong ! " Sahut Alisha cepat. Namun kemudian dengan cepat ia menutup mulutnya.
.
.
Ya Ampun mulut ku ini...kenapa malah bilang jangan sih...
.
.
Alisha memukul mukul pelan mulutnya yang asal ceplos itu. Xavier tertawa geli melihatnya.
" Jadi beneran suka pada ku atau tidak?" tanya Xavier ingin tau lebih jelas perasaan Alisha.
" Su...su..."
" Susu?...Aw...jangan buru buru...masak belum belum sudah mau ngasih susu..." Xavier tambah iseng pula.
" Suka " jawab nya singkat sambil menunduk malu.
" Masak suka cuma ucapan ...Buktikan dong.."
Alisha melotot tajam pada Xavier. Pria tampan di depannya itu dari dulu memang terkenal nakal dan suka usil. Rasanya seperti di kerjai oleh Xavier.
" Aku menunggu Alisha sayang... " ucap Xavier . " Cepat...nanti kalau cocok ku jadikan istriku.." goda Xavier.
Alisha perlahan mendekat pada Xavier. Xavier menatapnya tajam menunggu dengan penasaran apa yang hendak dilakukan Alisha padanya.
" Kakak pejamkan mata..." kata Alisha.
" Kenapa banyak sekali acaranya ?"
" Ya sudah...nggak jadi..."
" Iya iya iya...udah merem nih..lihat.."
Xavier melepaskan cekalan tangannya pada Alisha dan kemudian memejamkan mata. Ia duduk menanti apa yang hendak di lakukan gadis desa cupu itu padanya.
Alisha mendekat pada Xavier. Xavier bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahnya. Kemudian Alisha memberinya sebuah kecupan kilat di pipi Xavier.
" Sudah.." ucap Alisha seraya hendak pergi namun dengan cepat Xavier menahannya. Ia menarik dan membawa Alisha ke dalam pangkuannya.
" Masak menunggu lama cuma cium pipi ? " tanya Xavier. Alisha kian gugup saat ia berada di pangkuan Xavier. Apalagi Xavier begitu dekat dengannya. Jantungnya berdegub kencang dengan nafas tak beraturan kembang kempis membuat dadanya yang berisi dan berada di depan Xavier itu membuat Xavier tergoda.
.
.
Dadanya besar juga walau tak sebesar milik Mika dulu... Tapi sepertinya pas dalam genggamanku...
.
__ADS_1
.
Otak mesum Xavier mulai traveling. Membayangkan bentuk nyata isi di balik pakaian yang menutupi dada Alisha.
" Setidaknya suka itu seperti ini..." ucap Xavier sambil mendaratkan bibirnya di atas bibir Alisha dan mulai memagutnya. Alisha yang tidak berpengalaman sambil terbelalak lebar saat Xavier tiba tiba menciumnya dengan agresif pula. Xavier seolah tidak memberi kesempatan sedikitpun pada Alisha untuk melepaskan diri. Ia merengkuh tubuh Alisha sembari terus menciumnya.Memaksa Alisha untuk mengimbangi permainannya.
.
.
Ya Ampun....ternyata seperti ini rasanya berciuman...Apalagi dengan orang yang di sukai...
Kak Xavier ini sangat pintar berciuman... Dan ...ini menyenangkan...
.
.
Xavier bisa merasakan Alisha ini memang polos, ia bahkan seperti orang yang tidak pernah di cium. Kaku, dan amatir.
.
.
Sudah cupu, lugu tidak berpengalaman lagi...pantes Kesha lebih memilih Cinta...Cium pipi..itu konyol... Sama Cinta pasti sudah tidur bareng.. Malam malam masih di sana... Pasti mereka sedang bercinta sekarang...
Tapi itu malah baguslah... Si cupu ini brati masih bersegel...Itu keuntunganku...
.
.
" Kak...mau apa? " tanya Alisha saat Xavier mulai memainkan lidahnya.
" French kiss? "
" Apa itu ?" Tanya Alisha.
.
.
Cupu nya kebangetan...french kiss saja tidak tahu..
.
.
" Buka mulutmu..."
" Begini?" tanya Alisha lugu.
" Julurkan lidahmu.."
Xavier tertawa geli. Alisha tak mengerti.
" Kau dulu sekolah di mana si? "
" Madrasah " jawab Alisha lugu.
" Pantes.." ucap Xavier sambil tertawa geli.
.
.
Si cupu ini beruntung...bertemu suhu ...Aku akan mengajarimu muridku...hihi
.
.
" Lakukan seperti yang ku katakan...Buka mulutmu dan julurkan sedikit lidahmu..." kata Xavier. Alisha menurutinya. Dan dengan cepat Xavier mendekat dan menyambarnya. Ia menyesap lidah Alisha dengan bibirnya dan juga memainkan lidahnya di mulut Alisha .
Alisha nampak membelalakkan lebar lebar matanya. Namun ia menikmati sentuhsn bibir Xavier itu..Sehingga ia pun perlahan mengikuti permainan Xavier. Ciuman Xavier yang begitu hebat membuatnya terlena. Perlahan namun pasti ia belajar dari Xavier dan mulai membalasnya.
" Kak..." Alisha terkulai lemas dengan permainan Xavier yang begitu panas. Dan saat tangan Xavier menyentuh dadanya Alisha segera menjauhkannya.
" Alisha ..."
" Jangan kak...Nanti kebablasan...." ucap Alisha yang tahu jika di teruskan lagi mereka bisa tak terkendali. " Kalau Kakak serius kakak bilang langsung ke Ayahku...untuk meminangku..."
Meski terbawa permainan Xavier , akal sehat Alisha masih berjalan. Ia tidak mau jatuh ke pelukan Xavier tanpa jelas statusnya. Ia tidak mau di rugikan , karena saat berhubungan dengan pria , pihak yang paling di rugikan adalah wanita jika ia mau begitu saja di tiduri pria.
" Akan ku lakukan ...tapi tidak bisakah nyicil sedikit...Aku pingin susu langsung dari sumbernya.." kata Xavier yang sudah begitu tak tahan ingin menyentuh wanita setelah 10 tahun tak berhubungan dengan wanita lagi. Padahal dulu Mika selalu memberinya. Sampai sampai sebelum menikah, Mika sudah hamil duluan dan mengandung Kayla.
" Besok kalau pas pulang kampung saja Kak.." kata Alisha.
" Hah?..Kenapa musti pulang kampung?" tanya Xavier.
__ADS_1
" Di kampung kan Ayahku punya peternakan sapi perah...Kakak bisa minum langsung dari sumbernya.. Banyak ternaknya..." jelas Alisha lugu
" Sapi???" Alisha mengangguk. Xavier nampak excited dan speechless.
.
.
Dia pikir aku mau nyedot susu dari sapi nya langsung...Gila...Apa dia pikir aku mau di tendang Sapi...
Astaga ...Alisha Alisha.... Pantas Kesha kabur...
.
.
Akhirnya malam itu Xavier tidak kembali . Ia menginap di rumah lamanya dengan Alisha. Namun karena Alisha tidak mau jauh darinya karena takut jika pencuri itu kembali , mereka tidur dalam satu kamar.
Alisha tertidur di tempat tidur , Sedang Xavier tidur di kursi yang di tarik di dekat ranjang. Itupun dengan terus memegang Tangan Xavier.
.
.
Ini siksaan...Melihat pacar tidur di depan mata tapi tidur seranjang saja tidak boleh. Pergi juga tidak boleh...nasib....nasib..
.
.
.
Keesokan paginya Xavier pulang ke rumah. Ia melihat Mimi masih di rumahnya bersama Kayla dan Saif.
" Semalam dari mana ?" Tanya Mimi
" Ada urusan penting..." jawab Xavier yang tidak mau bilang jika ia menginap di tempat Alisha.
" Xavier...ayo sarapan dulu...Aku tadi sudah memasak untuk mu.."
" Memasak?..Buat apa...ada pembantu yang masak di sini..." kata Xavier.
" Aku ingin memasak untuk mu..."
" Tumben..." ucap Xavier seraya pergi ke ruang makan untuk mencicipi masakan Mimi.
Mimi membuat cukup banyak masakan. Dan semua sudah tersaji indah di meja.
" Rajin amat bangun pagi pagi masak.." kata Xavier sambil mencicipi masakan Mimi.
" Bagaimana?...Enak tidak..." tanya Mimi
" Enak..." ucap Xavier seraya memakan lagi masakan Mimi. Mimi tersenyum senang.
" Anak anak mana?" tanya Xavier sambil makan.
" Sudah berangkat dengan sopir..."
" Kau tidak pulang?..Aku tidak bisa mengantarmu lho...Sebentar lagi aku ke kantor.." Mimi mengangguk dan tersenyum .
" Aku ingin bicara denganmu..."
" Bicara apa?..." tanya Xavier.
" Aku sudah memikirkannya masak masak dan berulang kali...Dan sepertinya ucapanmu benar..Kayla butuh Ibu , dan Saif butuh Ayah...dan sepertinya kita cocok. Aku harus menurunkan egoku demi anak anak... Xavier...aku mau... Aku bersedia menjadi istrimu..."
" Uhuk Uhuk ..." Xavier langsung tersedak mendengar ucapan Mimi itu. Mimi bersedia menerimanya juga akhirnya setelah 10 tahun lamanya.
.
.
.Waduh....gawat....bagaimana ini...Kalau aku belum nembak Alisha dan bilang mau melamar nya sih gak papa dengan Mimi...
Tapi...tadi malam aku sudah bilang Alisha aku akan segera melamarnya ...minta ke Daddy Bisma supaya aku di ijinkan meminangnya...
Sekarang Mimi malah juga bersedia... Mati aku...
Yang mana yang harus ku pilih....
MIMI ATAU ALISHA??
.
__ADS_1
.