KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
135. KETERPURUKAN


__ADS_3

" Berani sekali Yoga meninggalkan aku di malam pertama pernikahan kami..." ucap Kinara geram .



Tadi malam sesudah semua orang heboh mengurus Guntoro, ia masuk ke dalam rumah yakni di kamar Yoga. Kamar yang akan ia dan Yoga gunakan untuk menghabiskan malam pertamanya. Namun ternyata begitu mengecewakannya. Yoga pergi entah kemana dan tak kembali lagi. Bahkan hingga pagi ,Yoga tetap tak nampak batang hidungnya.



" Yoga sialan.. awas kau.. main main denganku.. pasti akan ku buat kau mengemis cinta padaku..." umpatnya kesal. " Mana Om Guntoro sakit lagi..siapa yang bakal membantuku..." gerutunya.



Kinara begitu senang saat mendengar suara pintu rumah di buka. Ia pikir itu Yoga yang pulang. Namun ia harus menelan kekecewaan karena yang datang adalah Romi.



" Ku kira Yoga ternyata Serigala itu.."



Romi cuek saja melihat Kinara duduk di sofa ruang tamu. Ia menyuruh pelayan mengambilkan baju ganti untuk Guntoro dan Risa.



Bahkan dia juga mengacuhkan ku... batin Kinara begitu kesal.



" Rom... kau tahu di mana Yoga?" tanya Kinara.



" Mana ku tahu. Aku di Rumah Sakit sejak kemarin belum pulang ..Menunggu bersama Tante Risa "



" Dia menghilang sejak tadi malam.."



" Hahaha...paling juga dia bersama Kristy...Biasa.. bercocok tanam. Kasih banyak pupuk biar cepat nambah pasukannya.." canda Romi.



" Tidak lucu! " tegas Nara. Romi tertawa lagi.



" Om Guntoro bagaimana..sakit apa.."



" Kata Dokter darah tingginya kambuh..stroke mungkin.."



Kinara terdiam dengan wajah pucat. Ia mulai panik. Karena tanpa Guntoro ia tidak punya siapapun yang akan mendukungnya. Dan Romi bisa membaca itu.



" Panik?... Seharusnya kau memang tidak menikah dengan Yoga...perempuan bodoh mau di poligami oleh orang yang tidak mencintainya. Di tinggalkan di malam pengantin ..sungguh lucu.. Bahkan orang tuamu sendiri tidak mau datang di pernikahanmu.." ucap Romi dengan senyum mengejek.



" Kenapa kau mengejekku...bukankah kita di pihak yang sama?"



" Hahaha... Itu kalau pekerjaanmu bagus.. Kau bahkan tidak bisa melakukan apapun.."



Nara terdiam. Ia tak bisa membantah Romi. Itu memang benar. Ia juga tak tahu harus melakukan apa lagi.



" Lebih baik kau jenguk mertuamu di rumah sakit untuk menunjukkan simpatimu..Siapa tahu kau bisa memenangkan hati tante Risa untuk mendapatkan dukungannya.."


.


.

__ADS_1


Kinara akhirnya ikut dengan Romi ke rumah sakit .Mereka naik bersama di mobil Romi. Keduanya duduk di bangku tengah karena sudah ada sopir pribadi Romi yang mengemudikannya..



Romi tak banyak kata , ia membuka laptop mengerjakan pekerjaannya.



Kalau di perhatikan Romi ini sangat tampan sebenarnya. Dia punya perawakan bagus seperti Yoga . Dia serius bekerja...seorang pekerja keras..Cuma sikap dingin ketus dan juteknya menyebalkan. Apalagi kalau mulutnya terbuka..cuma kata kata pedas yang terlontar..tapi.. bibir tipisnya itu ...hem...sepertinya seksi juga...



" Lihat apa ?" tanya Romi yang sadar Kinara memperhatikannya.



" Lihat bibirmu...eh..bukan bukan.." Kinara menjawab spontan dan kelabakan sendiri.



Romi kemudian menoleh dan tersenyum simpul.



" Mau coba ?" Romi malah menggodanya.



Kinara membelalakkan matanya mendengar ucapan Romi itu. Ucapan Romi itu beneran atau main main?...



" Gila.." ucap Kinara sambil memalingkan wajahnya dari Romi.



" Hahaha... " Romi tertawa.



" Kau mau mengerjai ku? Kau pikir aku bodoh..."




Kinara sebal sekali dibanding bandingkan dengan Kristy. Tentu saja Kristy pintar..ia pasti sudah berpengalaman dari suami sebelum Yoga juga. Beda dari dirinya yang masih hijau.Pengalaman berpacaran pun tak punya.



*Mulutnya itu benar benar ngeselin...benar benar bikin kesal*..



Kinara dengan cepat menarik dasi Romi sehingga Romi menghadap dirinya dan kemudian ia dengan cepat menciumnya.



Romi yang tak menyangka Kinara akan seberani itu kaget. Ia sampai membuka matanya lebar lebar saat bibir keduanya menempel. Mata keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat lamanya.



Kinara langsung memalingkan wajahnya dan menjauh dari Romi. Jantung Kinara berdebar tak karuan. Ia terdiam dan menutupi wajahnya dengan tangannya.



*Gila.. benar benar gila...apa yang sudah kulakukan..Kenapa aku mencium orang bermulut pedas ini...aku sudah gila*!!



Romi kembali menatap laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya kembali. Ia nampak cuek cuek saja.


.


Saat mobil itu sampai di rumah sakit Romi dan Kinara turun. Mereka kemudian segera melangkah . Keduanya nampak membisu tak ada percakapan sama sekali. Sedang sopirnya tadi membawakan barang barangnya.



Kinara sesaat melihat tulisan toilet. Dan tanpa kata ia segera masuk ke sana. Ia ingin mencuci muka sebentar untuk melupakan kekhilafan yang baru saja di lakukan nya.


__ADS_1


*Aku benar benar sudah gila... kenapa aku menyentuh pria itu...dia bukan suami ku.. Bukan mahram ku...kenapa aku jadi seperti ini*...



Kinara menyesali perbuatannya. Meski itu cuma hal kecil namun itu sebuah hal yang melanggar di keyakinannya.



Ia sedikit melepas hijabnya saat hendak cuci muka dan kemudian memakainya kembali. Ia berdiri di depan kaca dan menyentuh bibirnya. Bibir yang baru saja ia gunakan untuk menyentuh Romi.



Kinara menghela nafas panjang.



" Aku bodoh...benar benar bodoh..." ucapnya me\_rutuki dirinya sendiri.



Kinara mengucek matanya saat melihat bayangan Romi di cermin .



*Aku bahkan berhalusinasi melihatnya..tunggu... ini bukan khayalan*..



Kinara melihat bayangan Romi bergerak melangkah menuju ke arahnya. Kinara langsung berbalik. Dan dengan nyata ia melihat sosok Romi memang ada di sana. Melangkah mendekatinya.



" Kau sudah membangunkan singa yang tertidur.. bersiaplah.." ucap Romi seraya menciumnya.



Nara yang begitu terkejut spontan mendorong tubuh Romi hingga sedikit mundur beberapa langkah. Namun Romi tak diam saja. Ia melangkah mendekat lagi kemudian mengangkat tubuh Kinara dan mendudukkannya di meja wastafel yang cukup besar itu kemudian segera menciumnya kembali.



Romi menciumnya dengan kasar dan terus melakukannya. Nara memukuli tubuh Romi dengan tangannya yang kemudian dicekal Romi sembari terus melancarkan aksinya.



Bibir Romi mengecup , me\_magut dan menyesap kasar bibir Kinara. Menciumnya dengan penuh nafsu. Memainkan bibirnya dengan lihainya. Kinara yang kalah kuat tak mampu melepaskan diri tak kuasa melawan Romi. Ia hanya bisa membiarkan Romi menciumnya terus hingga akhirnya ia menggigit bibir Romi kuat.



Romi yang kesakitan mundur dan melepaskan pautan nya. Dengan nafas menderu ia tersenyum sambil mengusap darah yang keluar karena gigitan Nara tadi.



Nara berdiri sambil menatap Romi dan mengambil udara kembali. Ia tadi hampir kehabisan Nafas karena ciuman penuh nafsu Romi yang tanpa jeda itu. Jantungnya berdetak kencang. Nafasnya pun masih menderu.



" Aku sudah mengingatkanmu..Jangan main main denganku.. Aku ini seorang pro player..lain kali tidak cuma akan berakhir seperti ini... Kalau kau nekat kau cuma akan jadi alas sprei ku "



*Pria ini... dia berbahaya...Aku harus menjauhinya... Dia sangat berbahaya*...



" Kau gila! Kau pria brengsek gila! " umpat Nara menumpahkan kekesalannya.



Romi cuma tertawa. Dan kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Kinara.



**Dasar brengsek**...*Pria kurang ajar itu mengambil ciuman pertamaku..Dan dia pergi begitu saja tanpa meminta maaf padaku*. .



*Suamiku mengabaikan ku...dan kakaknya*


mempermainkan aku...


*Kenapa aku harus mengalami semua ini... ini baru hari pertama aku menjadi istri seorang Pratama...bagaimana seterusnya*

__ADS_1



Kinara tak kuasa berdiri dan lunglai ke tanah. Ia tak mampu menahan air matanya lagi. Ia pun menangis. Ia meratapi nasib sial nya. meratapi keterpurukannya.


__ADS_2