KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
156. MENINGGALKAN KELUARGA PRATAMA


__ADS_3

Yoga meninggalkan Papa nya dan orang orang yang ada di sana. Ia segera menyusul Pelayan yang membawa Xavier masuk ke dalam rumah .



" Berikan anakku.." ucap Yoga keras pada pelayan yang membawa Xavier . Xavier menangis meronta tidak mau ikut pelayan itu.



" Maaf Tuan Muda..." ucap Pelayan itu sambil memberikan Xavier.



" Maafkan Papa sayang...cup ya.." Yoga menenangkan anaknya dan mengusap lembut kepalanya.



" Xavier.." Risa tiba. " Kamu tidak apa apa sayang..." tanya Risa pada cucunya yang baru berhenti menangis



" Aku mau pulang Ma..."



" Jangan sekarang..Nanti Papamu bisa marah...Sabar dulu ya Yog..nanti Mama bantu membujuk Papamu..."



" Papa tidak akan pernah berubah Ma. Dia akan tetap seperti itu selamanya. Aku sudah cukup bersabar dan menuruti semua kemauannya .Sekarang tidak lagi. " ucap Yoga kesal.



" Lalu kau mau apa?" tanya Guntoro yang baru menghampiri mereka setelah selesai bicara dengan Irvin dan meyakinkannya. Ia datang bersama Romi.



" Papa sangat keterlaluan...Anak pelayan miskin?..... Dia anakku..darah daging ku !!!" ucap Yoga keras penuh kemarahan.



" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengakui bocah itu cucu ku...Dia tidak akan pernah menjadi seorang Pratama!!" Guntoro bersikeras.



" Kalau begitu...mulai sekarang lupakan kalau Papa punya seorang anak bernama Yoga...Aku juga bukan Anakmu...Mulai sekarang , aku akan menanggalkan nama Pratama. Kita putus hubungan AYAH DAN ANAK !!"



Guntoro , Risa dan Romi begitu terkejut mendengarnya. Demi anak keturunan orang miskin itu Anaknya berani menentangnya bahkan memutus hubungan kekeluargaan dengannya. Guntoro benar benar murka.



" KAU AKAN HIDUP MISKIN BERSAMA ISTRI DAN ANAKMU...Ku jamin itu.." ucap Guntoro murka



" Aku lebih baik hidup miskin daripada punya Papa macam kau...Kau orang tua egois , angkuh, sombong, memandang rendah orang lain , juga pembunuh. Sungguh aku menyesal menjadi anakmu!! " Yoga pun tak mau kalah. Kali ini ia benar benar melawan Papa nya.



Sebuah tamparan keras mengenai muka Yoga . Guntoro menghadiahi itu sebagai ungkapan kemarahannya.



" Apa maksud Yoga...Pembunuh apa?.....Siapa..??" tanya Risa.



" Jangan dengar ocehan bocah itu. Dia sudah mabuk..Omongannya ngawur..." kata Guntoro berusaha menutupi kesalahannya.



" Aku tidak mabuk Ma...Papa memang seorang Pembunuh..Dia sudah membunuh Bulan. Dan belum lama ini dia hampir saja mencelakakan Bisma. Untung Bisma masih hidup..."



Risa ternganga. Ia sungguh tak percaya dengan yang di ucapkan anaknya itu..



" Mas..Apa yang dikatakan Yoga itu benar..?" tanya Risa. Guntoro diam.



" Mama ikut saja denganku..Kalau Mama di sini terus..Bisa bisa dia juga membunuh Mama." ucap Yoga lagi.



" Jawab Mas...Aku mau dengar dari mulutmu sendiri..Apa benar yang di katakan Yoga itu ! " kata Risa



Guntoro terdiam sambil menatap Yoga dan Risa geram. Sepertinya ia sudah tidak bisa menutupi lagi kesalahannya.



" Aku melakukan itu untuk melindungi Yoga. Aku ingin menjauhkan dia dari semua hal buruk. Aku ingin yang terbaik untuknya.." ucap Guntoro.



Risa langsung lemas. Ia jatuh lunglai .Ternyata orang yang sangat dicintainya itu seorang pembunuh.



" Aku melakukan itu untuk melindungi kalian...Siapa pun yang berani mengusik keluargaku harus mati..." ucap Guntoro dengan ekspresi kejamnya.



Risa bergidik ngeri mendengarnya. Ia kini baru mengetahui sosok asli siapa suaminya. Suami yang ia kira cuma keras sifatnya dan diktator itu ternyata benar benar seorang pembunuh.



" Kita pergi Ma..Tinggalkan saja manusia kejam itu... "



" Kalau kalian berani pergi aku akan memutus semua aset kalian. Kalian akan hidup menjadi gelandangan miskin di jalanan. Rumah, mobil dan semua uang dan kemewahan kalian akan sirna. Apa kalian bisa hidup seperti gembel di jalanan ? "



" Aku bisa hidup sendiri tanpa bergantung padamu, Tuan Guntoro " Yoga dengan lantang menjawabnya.



" Romi...blokir semua kartu ATM dan rekening Yoga...." ucap Guntoro.



Romi cuma menghela nafas panjang. Bapak dan anak itu kini sama sama menunjukkan taringnya.



" Aku bisa hidup miskin tapi jika sampai Papa berani menyentuh dan melukai keluargaku seperti yang Papa lakukan pada Bisma , Aku tidak akan tinggal diam lagi. Aku akan membalas mu. Berkali kali lipat lebih buruk.." Yoga sudah bertekad bulat untuk melawan Papanya kini.



" Ayo Ma.." Yoga membantu Mamanya bangun dan mengajaknya ikut bersamanya.

__ADS_1



" Risa ..kalau kau berani pergi..Aku akan menceraikan mu...Aku juga akan memutus semua kemewahan yang kau dapat selama ini.." Guntoro pun masih sempat sempatnya mengancam Risa istrinya.



Risa hanya bisa menangis. Ia masih shock dengan semua yang baru diketahuinya.. Siapa sebenarnya suaminya ..yang selama ini hidup bersamanya.



" Dan juga..aku akan menikah lagi..Aku akan mencari istri pengganti dirimu.."



Risa yang hendak melangkah pergi bersama Yoga mulai ragu. Guntoro tahu , Risa paling benci kalau ia di madu. Meski dalam becanda pun ia bisa sangat marah pada dirinya.



" Mama.."



" Oma..."



Yoga dan Xavier memanggil Mama dan neneknya. Risa pun menghapus air matanya..Ia kemudian membuat keputusannya.



" Kamu tadi sudah tidak mau mengakui Xavier...Jadi lebih baik kau juga melupakanku Mas. Silahkan saja kalau kamu mau menceraikan aku dan menikah lagi...Selamat tinggal Mas.."



Risa kemudian melangkah pergi bersama Yoga dan Xavier...



" Risa!!! "



Guntoro hanya bisa menatap sosok dua orang yang sangat di cintai dan di sayangi nya melangkah pergi meninggalkan nya.



" Rom..hubungi Bank..Blokir semua rekening mereka. Mereka akan kembali kemari dengan berlutut merengek di kaki ku. .."


.


Sadar..insyaf Bego...bukan malah semakin egois...SEKARANG kalau keluargamu saja pergi meninggalkanmu..Kau punya siapa lagi.. Apa yang akan kau lakukan jika kau sudah tidak punya siapa siapa lagi..


Masih juga mau menyengsarakan anak dan istrinya


.


" Kau juga Rom..kau tidak boleh membantu mereka sedikitpun. Kalau kau membantu mereka kau juga akan menjadi gelandangan !!"



Romi tak berkata apa pun. Ia cuma mengangguk dan melakukan perintah Guntoro.


.


.


Yoga pulang ke rumah nya bersama Risa dan Xavier. Ia membiarkan Mamanya beristirahat untuk menenangkan pikirannya sedang ia menuju ke kamarnya.



" Cepat sekali pulangnya Mas.." ucap Kristy seraya bangun .Xavier langsung memeluk Mamanya.




" Kenapa ?"



" Aku meninggalkan rumahku. Aku memutuskan hubungan dengan Papaku..." Kristy ternganga.



" Dan itu juga berarti kita juga harus pergi dari sini...Aku miskin sekarang..Tidak punya apa apa. Rumah , pekerjaan...sudah tidak ada. Uangku juga cuma tinggal ini.."



Yoga mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya. Uang lembaran merah yang masih cukup banyak. Setidaknya itu cukup untuk beberapa hari ke depan.



" Kartu ku di blokir semua..Kau keberatan tidak punya suami miskin seperti ini..."



" Yang sabar ya Mas.." ucap Kristy sambil memeluk suaminya.



" Kamu gak marah Dik?" tanya Yoga



" Mas pasti punya alasan kenapa melakukan itu kan..." jawab Kristy.



" Sekarang yang harus kita pikirkan...Kita tinggal di mana? " ucap Yoga.



" Ke tempat Ibuku saja Mas...Kita sementara tinggal di sana bersama Dafa dan Dafi. Nanti kalau Mas sudah punya pekerjaan baru kita bisa pindah "



" Ibumu tidak keberatan?"tanya Yoga.



" Percaya sama aku Mas...Ibu pasti mau membantu kita " Jawab Kristy.



" Maaf ya Dik...jadi merepotkan. Nanti aku akan cepat cari kerja lagi.. Aku punya banyak teman bisnis ..Kolega kolega dan teman.."



" Tidak apa Mas... Nanti aku bantu cari uang juga "



" Jangan dong Dik. Kalau kamu kerja bagaimana dengan Xavier..Cukup aku saja yang kerja kamu jangan. Oh iya badanmu bagaimana?... Sudah enakan?" tanya Yoga yang mencemaskan kondisi istrinya yang dari tadi tidak enak badan. Ia menyentuh dahi istrinya. Badannya sudah tidak panas lagi.



" Masih sedikit pusing Mas..Tapi sudah tidak demam.."

__ADS_1



" Ya sudah..istirahat saja..Xavier juga..Ayo bobok sini sama Papa.." Ketiganya pun segera berbaring Xavier tidur. di antara keduanya.



" Ah ..sebentar.." Kristy mengambil masker dan memakainya .



" Untuk apa?"



" Biar Xavier tidak ketularan.." ucap Kristy.



" Kalau begitu..Xavier di pinggir saja.."



Yoga memindahkan Xavier ke sisi kirinya .Dan Kristy di sisi kanan. Ia berada di tengah di antara keduanya.



Kristy pun segera memejamkan matanya sambil memeluk punggung suaminya. Sedang Yoga menghadap dan memeluk Xavier.



Semoga kami semua bisa melalui ini...Mulai lagi dari nol..mulai dari tidak punya apa apa...Aku harus bekerja.. Mencari pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak anakku semuanya..juga Mama...



Aku harus mulai merintis semuanya kembali....


.


.


Keesokan harinya...


Yoga, Kristy dan Risa sudah bersiap siap untuk sarapan bersama. Kristy bangun pagi dan membuatkan masakan untuk mereka.



" Mommy.. Fish ball.." Xavier tiba tiba ingin bakso ikan.



" Sebentar..Mama lihat dulu..masih ada gak ya frozen food nya..." ucap Kristy sambil membuka kulkasnya dan mencari makanan yang di inginkan Xavier.



" Maaf ya sayang...Habis..." ucap Kristy.



Xavier nampak kecewa. Kristy membongkar stok frozen food nya. Bakso ikannya memang habis . Namun ia menemukan daging ikan tuna beku di sana.



" Kalau ikan goreng mau...?"



" Mau..."



Kristy kemudian segera menyiapkan nya. Ia merendam sebentar daging ikan itu agar cepat mencair. Sementara ia menyiapkan bumbunya.



Kristy segera mencampurkan ikan yang sudah mencair esnya itu ke bumbu dan hendak menggorengnya. Namun bau ikan yang begitu amis menyengat hidungnya itu membuatnya merasakan mual yang sangat tidak bisa di tahannya.



Kristy berlari ke kamar mandi.



' H O E K..' Kristy langsung muntah .



" Dik..kau kenapa.." Yoga mengusap punggung dan leher Kristy karena Kristy terus merasa mual yang tak tertahankan. Padahal sudah tidak ada yang bisa dimuntahkan.



Risa menggantikan Kristy menggoreng ikan karena minyak sudah panas.



Kristy kembali ke ruang makan bersama Yoga. Sedang Xavier makan bersama Oma nya.


Dan tetap ...begitu mencium bau ikan Kristy langsung mual lagi.


Risa menangkap sesuatu yang tidak wajar.



" Kristy...bulan ini kau sudah dapat tamu bulanan ?" tanya Risa



" Belum Ma..."



" Jangan jangan kau hamil Kris?" tanya Risa.



Yoga dan Kristy ternganga."Aku hamil?" ucap Kristy tak percaya



" Kau punya tes pack tidak?... Coba di cek..." ucap Risa.



Yoga dan Kristy buru buru ke kamarnya. Mencari alat tes pack dan mengetesnya. Dan ternyata benar , Dua garis merah...



" Positif Mas... Ya Ampun...Aku benar benar hamil..."



Yoga tersenyum getar. Ia sebenarnya sangat senang mengetahui kehamilan istrinya itu karena ia juga sangat menginginkan punya bayi perempuan. Ia sendiri yang bilang ingin menambah personil keluarganya lagi.



Tapi kenapa saatnya tidak tepat...Saat ia dalam kondisi buruk , tidak punya uang, dan pekerjaan. Bagaimana cara ia menghidupi Mama, istri dan ke empat anaknya kelak. Ia benar benar pusing...


__ADS_1


Seorang pengangguran , banyak anak pula...Kehidupan macam apa yang bakal ia berikan pada keluarganya itu...Ia benar benar pusing.


__ADS_2