
Cinta dan Andres kemudian segera pergi. Cinta sesaat melirik Alisha yang dulu adalah teman dekatnya saat tinggal di Blitar dulu. Alisha pun melihatnya. Namun sesaat kemudian Cinta membuang muka berpaling dari Alisha yang tersenyum padanya.
Andres kembali ke kantornya. Sedang Cinta berbelok ke ruang Kesha. Ia langsung nyelonong masuk . Ia melihat Kesha tengah sibuk di depan komputernya.
" Ketuk pintu dulu lah... " kata Kesha.
" Ini perusahaan Papa ku...itu sama saja dengan rumahku sendiri.. Aku Tuan Rumahnya..." ucap Cinta sambil menghampiri Kesha.
" Tapi ini ruang pribadi ku..."
" Aku masuk ke hati mu tanpa permisi saja kau tidak keberatan..." ujar Cinta.
Kesha tersenyum . " Aku tak bisa menang dari mu ya..."
" Tentu saja..." jawab Cinta sambil tersenyum pula.
" Ada apa kemari? " tanya Kesha kemudian.
" Tentu saja merindukan mu...apalagi ? ..." jawab Cinta seraya duduk di meja komputer Kesha. Kesha menghela nafas dan memutar kursinya menghadap Cinta. Kaki jenjang , putih dan mulus itu terpampang di depan matanya. Teelebih pemilik sepasang kaki indah itu adalah seorang gadis yang sangat cantik dan seksi.
" Kita sudah putus Cin...Aku kembali dengan tunangan ku Alisha..." Kesha coba memberi pengertian.
" Kesha .. Jangan tertipu penampilannya. Kau sendiri yang bilang dia cupu, norak , kampungan...kenapa kau sekarang tertarik padanya..Dia itu cuma itik buruk rupa..."
" Itu dulu...dia sekarang jadi cantik..."
" Kalau cuma cantik ...dia dan aku siapa yang lebih cantik ? " tanya Cinta.
Kesha tak bisa menyangkal , Alisha jika di bandingkan dengan Cinta memang kalah jauh. Kalah semuanya. Cinta jauh lebih cantik , lebih seksi dan lebih tinggi. Tubuh Cinta sangat bagus. Fisiknya sempurna. Bahkan latar belakang lebih bagus . Alisha kalah semuanya dari Cinta.
" Bukankah kau sedari kecil suka pada ku ..." ucap Cinta lagi...
Kesha bangkit dari duduknya. Dan mendekati Cinta.
" Tapi kau tunangan Andres " ucap Kesha kemudian.
" Orang tua kita sudah saling sepakat...Kita memang saling di jodohkan untuk mempererat persahabatan mereka. Tapi kita di bebaskan memilih. Semua tergantung pada kita , hati kita...Aku ingin bersama mu Kesha...kita saling menyukai..." kata Cinta.
Kesha menatap tajam gadis cantik di depannya itu. " Cinta.... Aku benar benar tak bisa menang darimu..."
" Tentu saja..."
Perlahan Kesha mendekati Cinta sembari menatapnya . Dan kemudian Kesha mengangkat tubuh Cinta dan membawanya duduk ke sofa .Ia mendudukkan Cinta di pangkuannya . Cinta kemudian mendekat . Ia menyentuhkan bibirnya pada bibir Kesha dan Kesha langsung memberi reaksi balik. Ia membalas kecupan dari Cinta itu. Dan akhirnya mereka saling balas berbalas menautkan bibir mereka sembari saling berpeluk mesra.
Saat itu Alisha masuk. Ia sudah mengetuk pintu namun tak mendapat jawaban sehingga ia kemudian masuk. Dan pemandangan mengejutkan itu membuatnya begitu shock. Tunangannya berciuman mesra dengan Cinta. Tanpa kata ia pun berbalik.
" Alisha..." Kesha memanggil dan hendak bangkit. Namun Cinta justru kian mempererat pelukannya.
" Lupakan dia Kesha...Kau punya aku...Apa kau lupa wanita itu suka sama siapa sejak kecil? Dia tidak menyukai mu ...Dia menyukai pria lain.." ucap Cinta. Kesha diam . Ia tahu betul apa yang di ucapkan Cinta itu. Alisha memang jatuh cinta pada pria lain . Dan dia tahu benar siapa pria itu.
.
.
.
.
.
Alisha pergi ke toilet dan mencuci mukanya. Ia menenangkan dirinya sebentar.
.
.
Kesha dan Cinta memang sudah dekat dari dulu...Kesha menyukainya sejak lama ...Sudah sepantasnya jika mereka bersama...
Aku tidak akan bisa menang dari Cinta...dia terlalu cantik... Merubah penampilan seperti ini pun cuma bisa membuat Kesha berpaling pada ku sesaat...Cuma sementara....Kini dia sudah kembali lagi dengan Cinta....
Ambil hikmahnya saja....
Di khianati sekarang lebih baik daripada di khianati sesudah menikah... Kesha bukan pria baik untukku...
__ADS_1
Sudahlah...Mungkin dia memang bukan jodoh ku...
.
.
Alisha kembali ke tempat kerjanya dengan sikap tenang.
" Dari mana saja kau...Xavier marah marah terus...kenapa kau tak segera mengantar laporan nya..."
" A...aku lupa...Shaka tolong...ambilkan dari tempat Kesha. Aku tidak mau kesana..." kata Alisha
" Nggak perlu...aku antar sendiri..."sahut Kesha yang tau tau sudah ada di sana sambil membawa buku laporannya pada Xavier langsung.
Dan sesudah itu Kesha kembali. Saat lewat , Kesha sama sekali tidak menoleh pada Alisha. Padahal biasanya dia selalu menyempatkan diri menyapa tunangannya itu.
Alisha diam dan mengacuhkannya.
" Kalian bertengkar? " tanya Shaka melihat keduanya yang nampak saling acuh.
" Dia selingkuh " jawab Alisha singkat sambil meneruskan pekerjaannya lagi.
" Ha?" Shaka bengong.
.
.
.
.
Xavier pulang , melihat wajah cantik putri kecilnya yang tersenyum manis itu rasa lelah Xavier terobati.
" Daddy...geli..." ucap Kayla yang mulai risih jika Xavier mencium pipi nya berkali kali.
" Daddy masih kangen..." ucap Xavier sambil memeluk putri semata wayangnya. " Kayla cintanya Daddy..."
" Kita dolan ke tempat Ummi yuk.." ajak Kayla.
" Oma Opa mudik ke Surabaya "
" Kalau Cinta? "
" Tante Cinta habis jemput tadi bilang, Mau tidur di apartemen.." jawab Kayla.
" Kalau begitu besok pulang sekolah suruh sopir antar ke perusahaan saja... Jangan pulang ke sini..nanti kamu sendiri...Daddy gak tega.."
" Aku kerumah Ummi saja.."
" Ummi sibuk... jangan terlalu sering ke sana.."
" Ya sudah aku di rumah saja sama Bibi.."
" Ke kantor Daddy. Titik !! ....Bibi juga sibuk bersih bersih rumah dan memasak..."
" Kalau Saif main ke sini boleh ?" tanya Kayla.
" Boleh..." jawab Xavier yang mulai mengantuk. Padahal masih pukul 19.30 .Namun karena terlalu capek ia tak kuasa menahan kantuknya.
" Pijitin Daddy dong sayang.....Daddy capek..."
Kayla yang penurut segera melakukan perintah Papanya itu. Meski tak begitu kuat, sentuhan lembut putrinya itu kian membuat Xavier mengantuk hingga akhirnya tertidur.
.
.
.
.
Xavier terbangun di tempat tidurnya itu dan ia masih merasakan jemari tangan lembut masih memijatnya pelan dan lembut.
__ADS_1
.
.
Rasanya nyaman sekali... Kayla ternyata bisa juga memijit...Ah.. Ini enak sekali... Rasanya seperti pijatan Mika...
Ah...Mika...kalau ingat kamu rasanya sedih sekali...Meski sepuluh tahun sudah berlalu , aku masih mengingat sentuhanmu...kau selalu memijit ku seperti ini walau ujung ujungnya kau minta balik... Pijat plus plus ...
Ahhh....tubuh ku rasanya gatal sekali ingin menyentuh wanita...
.
.
Samar samar Xavier mendengar suara tawa anaknya. Ia seperti sedang bercanda tawa dengan seseorang. Dan dari suaranya ia tahu ..itu suara Saif.
" Saif? " Xavier langsung membuka mata lebar lebar. ' Saif di rumahku ? ' Xavier langsung membalikkan badannya hendak bangun. ' Kalau Kayla bercanda dengan Saif..siapa yang memijitku ? '
Xavier ternganga , saat ia berbalik. Ia melihat Mimi ada di sana. Dan sepertinya tadi yang memijitnya dan sempat membuatnya teringat Mika ternyata adalah Mimi.
" Mimi ?? " ucap Xavier kaget . Ia sungguh tak percaya Mimi ada di rumahnya. Di kamarnya pula.
" Akhirnya kau bangun juga Xavier...tanganku hampir pegal..." ucap Mimi.
Xavier bangun dan duduk. Ia masih tak percaya Mimi ada di sana.
" Kayla tadi menelpon ku..Dia bilang kangen aku tapi kau capek tidak bisa mengantar kesana. Jadi aku ke sini .Saif juga bersikeras mau ketemu Kayla. .." jelas Mimi.
" Kau memijit ku .."
" Kayla minta aku menggantikannya memijitmu...dia bilang sebentar lagi kau bangun karena belum makan malam... Ternyata benar.." jawab Mimi sambil tersenyum .
Xavier kemudian segera bangun . Dia keluar kamar tersebut dan mendatangi Kayla yang sedang asik bermain di ruang keluarga bersama Saif. Mereka main game bersama.
" Makan malam sudah siap Den.." Bibi pembantunya yang tinggal di rumah itu telah menyiapkan makanan untuk mereka. Ada beberapa pembantu yang tinggal di sana mengurus rumah Xavier selain sopir dan satpam pula.
" Ayo makan dulu..." Xavier mengajak Kayla Saif dan Mimi makan bersama.
Mereka berempat kemudian makan bersama. Suara canda tawa ceria Kayla dan Saif teedengar bersahutan. Sembari makan , mereka ngobrol bersama. Xavier tersenyum menatap putrinya yang tampak be0gitu bahagia mereka bekumpul bersama layaknya sebuah keluarga utuh yang begitu harmonis.
" Ummi nanti aku menginap di sini..."kata Saif. " Boleh kan Om Xavier... "
" Ya.." jawab Xavier.
" Tidak boleh begitu Saif...nanti habis ini kita pulang... "
" Kata Ummi kita boleh menginap di rumah saudara...Aku dan Kayla kan saudara.." kata Saif.
" Itu benar... Daddy sama Ummi ini saudara sepupu... Tentu saja masih saudara... " ucap Xavier pula. Ia tak keberatan jika Mimi dan Saif menginap di tempat mereka. Di rumah mereka juga ada banyak kamar kosong.
" Hore..." ucap Saif dan Kayla senang . Mereka yang sejak bayi selalu bersama memang begitu dekat dan saling menyayangi.
Xavier dan Mimi duduk di sofa sambil menemani anak mereka yang tengah bermain bersama. Mereka begitu riang dan gembira.
" Mimi...lihat anak anak itu.. apa kau tidak ingin kita benar benar menjadi keluarga?... Anakmu butuh Ayah..anak ku butuh Ibu.... keluarga kita akan lengkap jika kita bersatu ..." ucap Xavier.
Xavier sedikit menurunkan egonya demi kebahagiaan anaknya. Ia bahkan tak malu walau harus menjilat ludahnya sendiri. Ia dulu terang terangan menolak di jodohkan dengan Mimi dan kini ia justru langsung bertanya pendapat Mimi.
" Apa tidak ada kesempatan sama sekali ?" tanya Xavier lagi. Namun Mimi terdiam .Ia tak memberikan jawaban apapun sama sekali pada Xavier. Sama seperti sebelumnya. " Apa kita hanya tetap saudara sepupu?" tanya Xavier lagi....
.
..
" Drrt drrt...." Hp Xavier bergetar. Seperti ada sebuah panggilan masuk. Xavier kemudian bangkit dan menerima panggilan itu.
" Ada apa Alisha?" tanya Xavier.
" Tolong cepat kemari Kak...tolong !!!" ucap Alisha panik.
Xavier segera menutup telponnya. Dan kemudian menyambar jaketnya. Ia masih mengenakan pakaian kerjanya dan kemudian segera bergegas pergi
__ADS_1
" Aku pergi dulu..'" Ia buru buru pergi untuk segera menolong Alisha. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Alisha yang tinggal sendiri.