
" Jadi kau mau kita hidup terpisah lagi Kris?" tanyaku
" Bagaimana lagi Yog..Kau tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu... Aku juga tidak bisa meninggalkan Ibuku.. Tapi setidaknya kita bisa bertemu beberapa kali dalam sebulan.. Kau bisa ke tempatku , atau aku yang kesini "
" Aku tak bisa jauh darimu Kris. Dan anak anak juga butuh aku sebagai Papa mereka.. " Aku bersikukuh menginginkan Kristy tetap di sisiku.
" Kita tetap orang tua mereka Yog.. tolong mengertilah.. kita cuma berpisah jarak bukan berpisah rumah tangga "
" Kau yang harus mengerti Kris.. Apa posisimu sekarang dan kewajiban mu...Kau istriku kau harus patuh padaku.. Untuk apa kau bekerja lagi kalau aku mampu mencukupi mu...Kalau Ibumu yang kau beratkan , bawa Ibu bersama kita. Aku tidak keberatan . Yang ku inginkan cuma kita berkumpul sekeluarga . Itu saja "
" Aku kan sudah bilang Yog.. tidak bisa.." ucap Kristy tetap pada keputusannya.
" Kalau kau tetap bersikukuh , aku tidak akan datang ke tempatmu "Aku pun tidak mau mengalah.
" Aku bisa kesini Yog.."
" Aku butuh istri yang mendampingiku setiap saat bukan istri sebulan sekali. Kalau cuma sebulan sekali untuk melampiaskan hasrat saja , aku bisa mencari sembarang wanita. Banyak yang bersedia melakukan itu denganku.." ucapku yang kesal bukan kepalang pada Kristy dan ke\_keraskepalaan nya.
" Jadi begitu... "
" Iya.. makanya jangan jauh dariku Kris... Aku tak bisa jauh darimu..."
Aku terus berusaha membujuknya. Aku benar benar tidak mau berpisah dengan Kristy. Aku bisa gila kalau jauh lagi darinya.
Saat saat yang kami lalui beberapa hari ini benar benar membahagiakan . Sentuhannya , ciumannya , dan pelayanan ranjangnya yang begitu memuaskan membuatku begitu ketagihan . Dia seperti candu yang manis dan memabukkan. Jauh lebih dahsyat pengaruhnya daripada anggur yang pernah aku cicipi. Dia benar benar candu ku...
Dan lagi , bukankah seorang istri itu tugasnya mengabdi pada suami... Kenapa Kristy ini mati matian tak mau bersamaku suaminya sendiri.. ini aneh..
'Apa dia tidak puas dengan layanan ku? ...'
Padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakannya. Jiwa dan raga. Bahkan juga materi. Apa itu masih belum cukup untuknya?
" Maaf Yog.. Kau tidak bisa merubah keputusanku.." ucap Kristy yang akhirnya membungkam ku.
>>>>>
"Apapun yang kulakukan dan kukatakan tidak di anggapnya sama sekali.. Dia tetap pada keputusannya... Bayangkan Andi.. "
Aku curhat pada Andi saat berada di kantor bersama Andi.
" Kristy orang yang keras kepala ya ternyata... " Kata Andi
" Banget "
" Kalau alasannya cuma Ibunya .. aku lho bersedia mengajak dia dan Ibunya juga.. tapi dia bilang ibunya tidak bisa meninggalkan rumah itu.. Terus apa aku yang harus mengalah.. Apa perusahaan ini harus ku pindahkan ke Blitar saja.."
Andi menghela nafas panjang .Ia memahami kesulitan yang di hadapi Yoga.
Susah sekali kalau punya istri model begitu. batin Andi
__ADS_1
" Aku bisa gila kalau tidak menyentuh Kristy... Puasa sehari saja rasanya sudah seperti setahun tak bertemu...Tanganku sudah gatal.. ingin menyentuhnya....Sebulan sekali ..bisa bisa aku kawin lagi... "
Andi menepuk jidatnya. Ternyata Yoga tidak betah berjauhan karena ketagihan pelayanan ranjang Kristy.😑
" Emang seenak apa sih kau sampai ketagihan seperti itu Yog.." ucap Andi sambil tertawa.
" Makanya cepat nikah biar tahu bagaimana rasanya " sahut Yoga cepat
" Boleh kucoba ?"
" Langkah i dulu mayat ku... " sahut Yoga cepat dengan wajah sewot.
" Hahaha.. " Andi tertawa ngakak.
Bosnya ini lucu sekali kalau lagi B U C I N ternyata . Padahal biasanya ia nampak keren , gagah dan penuh wibawa saat kerja . Aura orang hebat selalu melekat .
Tapi saat galau seperti ini ia seperti seorang yang anak kecil manja yang merengek ke orang tuanya....lucu sekali.
" Nanti biar aku cari tahu dulu...Aku akan coba tanya Desi..siapa tahu dia tahu... kenapa Ibunya itu tidak mau pergi dari sana dan juga alasan Kristy yang sebenarnya.... Aku kok curiga ya ..Alasan Kristy terlalu di buat buat.. "
Yoga mengangguk angguk.
"Ya ya ya...Cepat selidiki sana " ucapku
>>>>>
Beberapa hari kemudian...
Kristy memanggil mesra memanggil namaku saat kami berada di dalan kamar berdua. Kami tiduran bersama sesudah menidurkan Dafa dan Dafi yang tidur di kamar tamu di bawah.
" Hem.." jawabku dengan malas . Aku masih kesal dengan Kristy.
Terlebih saat ingat cerita Andi saat di kantor tadi.
" Bibi Kristy itu tidak mau pergi dari rumah itu karena menunggu jika sewaktu waktu putranya tiba . Bibi Kristy bercerai dengan suaminya dan membawa putra tunggal mereka . Kabar terakhirnya, suaminya itu sudah meninggal tapi anaknya ikut pendidikan militer dan sekarang sudah bekerja menjadi Tentara yang di tugaskan di Papua. Bibinya itu menunggu jika sewaktu waktu dia datang "
" Sudah berapa lama dia tidak ada kabar dengan bibi Kristy ?"
" 10 tahun " jawab Andi.
" 10 tahun tidak kembali paling dia sudah mati " ucapku asal .
" Karena itu ... Bibinya tetap menunggu..siapa tahu dia kembali..."
" Kalau saja aku bisa minta bantuan Kak Romi.. dia pasti bisa cepat menemukan orang itu. Tapi kalau aku menghubungi dia , bunuh diri namanya. Seperti memberi tahu langsung padanya kalau aku masih berhubungan dengan Kristy... Padahal aku mati matian menutupi semua ini darinya dan keluargaku. Makanya aku membeli rumah yang tidak bakal di temukan Kak Romi...Kalau rumahku yang sekarang Kak Romi dan orang tuaku bisa mendatanginya sewaktu waktu..."
" Kak Romi itu... ibarat satu orang dengan seribu mata dan tangan.. Semua dalam jangkauannya..."
"Maaf Yog..aku tak punya lobi lobi seperti Kak Romi..."ucap Andi.
__ADS_1
" Hem...Satu hal lagi Yog.. Anak Bibi Kristy itu.. Namanya Ricky.. kata Desi..dia itu adalah cinta pertama Kristy..."
Yoga kesal sekali mendengarnya.
' Jadi ini alasan sebenarnya Kristy...Dia masih menunggu cinta pertamanya kembali.."
Aku mengepalkan tanganku kuat kuat. menahan emosi yang membuncah di dadaku.
.
.
.
.
" Yoga.. " panggilan Kristy membuyarkan lamunanku.
" Apa..?" tanyaku kemudian sambil menoleh pada Kristy yang tidur berbaring di sebelahku.
" Ini sudah hari ketiga lho..." Kristy mengingatkanku pada perjanjian kami beberapa hari lalu. Setelah 3 hari ia akan memberiku jatah lagi.
Sebenarnya aku juga sangat ingin menyentuhnya . Tiga hari ini aku menahan untuk tidak menyentuhnya .
" Dan besok aku juga pulang ke Blitar..." ucap Kristy lagi
Ya dia tetap akan kembali ke Blitar meski aku tidak mengizinkannya . Dia tetap keras kepala ... Ya tentu saja. Dia menunggu Si Ricky cinta pertamanya . C\_ih... mengesalkan sekali.
Baru saja bisa bersama dengannya . Bisa memilikinya . Tapi ternyata itu cuma fatamorgana. Kebahagiaan yang di berikan nya padaku semu. Di hatinya ternyata masih ada pria lain yang di tunggunya .
Padahal sudah begitu banyak yang ku lakukan untuknya. Menyokong kehidupan ekonominya dengan atau tanpa sepengetahuannya .
Memberikan semua yang di butuhkan nya . Menikahinya secara resmi , mengajaknya bulan madu, membelikan rumah dan toko baru untuknya, mencintai dia dan anak anaknya dengan sepenuh hati.
Aku tak pernah menghitung berapa banyak rupiah dan tenaga yang ku keluarkan untuknya..
Namun ternyata semua sia sia. Aku tak mempunyai arti sama sekali di hatinya. Aku cuma ATM berjalan yang tidak berguna baginya.
Materi berlimpah yang ku punya tidak mampu untuk membeli hatimu. Kau masih menunggu pria lainnya...
Sekarang kau juga butuh aku untuk memberimu kehangatan..memuaskan hasrat mu..
Ini menyesakkan .. sangat menyakitkan.. Aku cuma ibarat air pelepas dahaga mu saja Kris..
Aku menatapnya dengan mata berkaca dan menyentuh wajahnya.
' Ini menyakitkan Kris...sakit...sakit sekali..'
Aku mengepalkan jariku dan berpaling darinya. Aku berbalik memunggunginya.
"Yoga... kau marah padaku ? " tanya Kristy
__ADS_1
Aku diam tak menjawab. Diam menahan kesakitan di hatiku yang terluka.Luka yang tak berdarah tapi rasanya sakit sekali...