KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
148. MEMILIKIMU DALAM MIMPI


__ADS_3

" Sonya... Semoga sukses " ucap Ryan pada seorang gadis berwajah lugu dengan perawakan yang tidak begitu tinggi dengan kulit kuning langsat. Ia seorang gadis berusia 24 tahun. Namun Wajahnya imut seperti bayi tak berdosa membuatnya nampak lebih muda.



" Ryan.. Dia sangat tampan...Kalau saja dia bukan target..Dia itu tipe kesukaanku..." ucap Sonya sambil memandangi foto targetnya yang tidak lain adalah Bisma.


" Jangan main hati Sonya ..kita ini cuma bidak pion kecil. Kalau perintah turun kita cuma melaksanakan... Setidaknya kau bisa bersenang senang dengannya sebentar..."



" Hem...Ya Sudahlah.. Dunia kita memang seperti ini.."



" Kau memang malaikat maut yang cantik..Siapapun tidak akan menyangka itu..."



Sonya tersenyum pada Ryan. Rekan seprofesinya. Sonya memang seorang pembunuh bayaran . Ia sudah tidak di ragukan lagi sepak terjangnya di dunia gelap itu. Orang yang menyuruhnya melakukan tugasnya sering kali tertipu wajah lugunya , karena di balik itu ia mempunyai sisi kejam tak manusiawi kepada targetnya.



" Kutunggu kabar darimu...Sesekali aku ingin mengajakmu kencan juga nanti..."



" Dalam mimpimu..." ucap Sonya seraya melangkah pergi meninggalkan pengagum lamanya itu. Baginya dalam dunia yang di gelutinya perasaan cinta itu tidak pernah ada.


Bisma menjalani hari hari patah hatinya dengan membantu orang tuanya mengurus tanah persawahan luas yang di beli dari hasil keringatnya bekerja di australia.



Ia membeli beberapa. hektar sawah dan juga membuka usaha ayam ternak dan petelur. Ia juga mempunyai peternakan susu sapi segar..Dan tentu itu sudah di kelola oleh Ayahnya sejak ia masih di luar negeri dulu. mereka mempunyai banyak pekerja pula.



Bisma dan Ayah ibunya cuma tinggal mengontrol pekerjaan mereka. Adiknya Bella yang bertugas membantu.. Kadang membeli pupuk dan pakan bersama kakaknya. Bisma cuma membantu bantu saja. Ia kembali menjadi pemuda desa dengan aktifitas khasnya.



" Ayo Kak.. Kita keluar beli pakan ayam.." ajak Bella. Bisma yang sedang kosong pikirannya melamun entah kemana tak memberikan respon pada adiknya itu.



" Bisma!!!" panggil adiknya keras hingga Kakaknya tersadar dari lamunannya.



" Apa sih Bella..pakai 'jangkar' pula manggil Kakak..." protes Bisma.



" Habis Kakak si ...melamun terus..Memikirkan Kak Kristy lagi..."



" Namanya juga baru patah hati Bel....Belum bisa move on..."ujar Bisma apa adanya.



" Move on Kak.. Tingkatan cinta tertinggi itu adalah mengikhlaskan...Ikhlaskan Kak Kristy... Dia bukan jodoh Kakak.." nasihat Bella.



" Sudah sudah... Yuk pergi sekarang. Jangan ngomongin dia lagi..."


Bisma segera naik mobil pick up nya. Mereka membeli sejumlah kebutuhan untuk peternakan nya di sana.



" Kak lihat ..itu ada cewek cantik.." ucap adiknya menunjukkan seorang gadis berambut pendek yang juga sedang belanja di sana. Ia nampak berdiri di hadapan bermacam macam pakan kucing. Sepertinya ia ingin membeli sesuatu untuk hewan peliharaannya.



Bisma sejenak melihatnya. Benar, gadis itu memang cantik. Ia tampak lucu kebingungan memilih pakan yang mana. Bella yang melihat itu mendorong Bisma hingga menabrak gadis itu.



" A...Maaf.. ini gara gara adikku..Kau tidak apa apa?" tanya Bisma.



" Ah.. Tidak.." jawab Gadis itu..Ia nampak tak bisa berkata apa apa saat melihat wajah tampan Bisma. Seperti terpesona pada pandangan pertama.



Bisma sesaat menoleh pada adiknya Bella yang mengedipkan sebelah matanya.



" Kenalan.. Move on.." ucap Bella pelan.



Bisma pun kemudian mengulurkan tangan pada gadis cantik itu.



" Bisma "



Gadis itu nampak malu malu dengan wajah memerah nya dan perlahan menyambut uluran tangan Bisma dan bersalaman dengannya.



" Sonia..." ucapnya dengan wajah memerah bak tomat .Menambah kesan imut dan menggemaskan di dirinya.


Ya Ampun....ekspresi malu malunya itu...Benar benar mirip dengan Kristy... Ah...Dia sangat manis...


Bisma rasanya enggan untuk melepaskan jari jari halus nan lembut itu. Ia melihat Sonia namun di benaknya itu nampak seperti Kristy.



" Kak..minta nomor hp.." bisik Bella pelan.



Bisma masih belum juga berkedip melihat sosok cantik Sonia yang mampu mengalihkan dunianya itu.



" Kak Bisma..!" panggil Bella cukup keras. Lamunan Bisma memudar dan terlihatlah wanita cantik di depannya itu bukan Kristy. Melainkan orang asing .



" Maaf..." Bisma buru buru pergi meninggalkan adik dan gadis tadi.



" Kak.." Bella segera menyusulnya.



Gadis bernama Sonia itu terus menatap Bisma dari kejauhan.


Ternyata dia jauh lebih tampan dari yang di foto... Sangat tampan... Ah..aku menyukainya..

__ADS_1


Sonya sengaja mengganti namanya menjadi Sonia untuk menyamarkan identitasnya. Ia sudah sering mengganti namanya saat mendekati targetnya. Mira, Dewi, Sarah, Angeline, Santika, dan masih banyak lainnya.



Selama ini ia memanfaatkan kecantikannya untuk membuat targetnya mabuk kepayang. Sedikit menggoda dan kemudian menghabisi mereka. Namun ia jarang bekerja sendiri. Biasanya ada eksekutor yang menemaninya. Kadang Ryan kadang teman seprofesinya yang lain. Tugasnya hanya memancing target.


Bisma heran saat melihat keramaian di depan pagar rumahnya. Banyak warga bergerombol seperti mengerumuni sesuatu. Saat melihat apa yang dikerumuni orang orang ia terkejut. Seorang gadis dengan luka luka di tubuhnya. Dan dia mengenali gadis itu adalah Sonia. Gadis yang kemarin berkenalan dengannya saat di toko pakan hewan.


" Kenapa dia?"



" Tabrak lari .."jawab orang orang yang ada di sana.



Tanpa kata Bisma segera mengangkat tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.



Tak jauh dari situ di dalam sebuah mobil yang berkaca hitam gelap Ryan tersenyum.



' Misi awal sukses... Day 1'


" Lho Kak.. Ini wanita kemarin.." ucap Bella saat melihatnya.



" Panggil Dokter kemari Bel..." kata Bisma.


Bella segera menghubungi nomor Dokter yang di kenalnya. Dokter Frans , Dokter di sebuah rumah sakit terkenal di kota itu sekaligus kekasihnya.


Frans pria manis bertubuh tinggi jangkung itu segera memeriksa Sonia. Dan kemudian mengobati luka lukanya. Frans seorang Dokter umum sehingga ia bisa menangani pasien dengan berbagai penyakit.



Namun ada sesuatu yang membuatnya heran. Yakni luka di kepala Sonia, luka itu tidak tampak seperti luka tergores aspal atau tertabrak sesuatu..Luka yang menyebabkan dahinya mengeluarkan darah itu bekas pukulan bukan bekas di tabrak kendaraan.



Bisma mengantar Frans pulang setelah selesai mengobati Sonia.



" Kak..ini aneh..Luka di tubuhnya kebanyakan luka bekas kekerasan .Bukan luka di tabrak kendaraan..Nanti kalau sudah sadar , kakak tanyakan padanya. Mungkin dia mendapat kekerasan fisik dari keluarganya. Semacam KDRT..."



" Oke..terima kasih Frans.." ucap Bisma seraya masuk ke dalam.



Saat masuk Sonia sudah sadar dan nampak kebingungan. Juga Bella.



" Kenapa?" tanya Bisma.



" Dia tidak tahu siapa dirinya Kak.Katanya dia tidak ingat apapun..." jawab Adiknya.



Bisma ternganga. Padahal ia baru saja hendak bertanya ternyata gadis itu malah amnesia


Yoga di antar kedua orang tuanya menuju ke mobil yang akan membawa dirinya dan Kinara ke hotel X. Tempat yang akan di gunakan untuk cinta satu malam mereka.



Kinara memakai baju gamis tertutup bahkan juga masker sehingga hanya tampak matanya saja. Itupun masih di tutupi dengan kacamata untuk menyamarkan bekas pukulan di mata Nara yang masih membiru.



Kinara segera naik mobil sesudah mencium tangan kedua mertuanya. Yoga duduk di sisinya. Berjauhan meski satu bangku. Mereka di antar sopir pribadi keluarga Guntoro.



Guntoro menelpon seseorang entah siapa.



" Sudah?" tanya Guntoro.



"Sudah Tuan. Kami sudah memasang alat penyadap di kamar itu di banyak tempat. Di bawah tempat tidur, di sofa dan juga di kamar mandi. Saya yakin Tuan Muda tidak akan menyadarinya.."



" Bagus.."Guntoro pun menutup telponnya.



" Kenapa tidak pasang Kamera tersembunyi sekalian... Biar kau bisa melihat anakmu bercinta dengan wanitanya mas.." ucap Risa sewot.



" Aku hanya tidak ingin dia main main denganku. Kinara harus melahirkan keturunan keluarga kita. Penerus kita..."



" Ah..sudahlah.. Malas aku denganmu Mas. Aku mau jalan jalan saja.. " ucap Risa seraya buru buru pergi. Karena nanti suami dan anak buahnya bakal sibuk mengawasi Yoga dan Kinara.



Risa pun segera menaiki mobilnya dan melajukan nya. Guntoro tau istrinya itu kesal karena ia mengawasi Yoga dengan ketat. Apalagi berkaitan dengan kegiatan ranjangnya. Hal yang terlalu pribadi menurutnya.



Ia membiarkan saja istrinya pergi, paling cuma shoping baju, perhiasan untuk membuang kesal. Ia tak keberatan meski biasanya ia selalu membeli banyak barang brand dengan harga selangit.



Risa ternyata pergi ke rumah Kristy untuk bertemu Kristy dan Xavier.



" Mama.." Kristy memeluk Mama Yoga dengan senyum. Risa pun tersenyum pada menantunya itu.



" Seminggu tidak melihat mu dear... Aku kangen banget dengan Xavier.." Risa menciumi cucu tampan kesayangan nya itu.



" I miss you Oma.." ucap Xavier sambil membalas ciuman neneknya itu.



" Sekarang mari kita bersiap siap sayang..." ucap Risa. Kristy tersenyum dan mengangguk.


Yoga dan Kinara masuk ke dalam kamar mewah hotel yang sudah di siapkan Papanya itu. Sebuah kamar dengan tempat tidur king size lengkap dengan sofa besar


__ADS_1


Tempat tidur mereka dihiasi dengan bunga bunga yang begitu cantik dan berbau wangi. Menambah kenyamanan tempat itu.



Di tempat itu nanti mereka akan melakukan malam pertama yang dulu belum terjadi di antara mereka. Dulu Nara sangat berharap Yoga mau melakukannya. Namun saat kini hampir terjadi ia malah tidak mengharapkannya. Karena di hatinya, sudah tersimpan satu nama pria pujaan hatinya , Romi. Cuma dia saja yang diinginkannya.



Setelah makan malam romantis di dalam kamar , keduanya bersiap melaksanakannya.



" Kau mau melakukannya dalam keadaan sadar atau mabuk?" tanya Yoga yang tahu Kinara dan dirinya sama sama tidak menginginkan hal itu terjadi.



" Sebenarnya ini dosa...tapi khusus malam ini saja aku ingin diriku mabuk...Aku tidak ingin dalam keadaan sadar melakukannya.." ucap Kinara.



" Aku akan memesankan wine untukmu.. Kau mandi saja dulu.."



Kinara menuruti Yoga...Ia segera pergi ke kamar mandi. Sementara dia memesan wine untuk mereka.



Kinara mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya. Ia memaki piyama setelan celana dan baju lengan panjang seperti biasanya. Ia tidak ingin berpakaian seksi untuk menggoda Yoga sama sekali. Hanya saja ia melepas hijabnya..



Yoga sempat terperanjat melihat wajah cantik yang belum pernah di lihatnya itu. Ia sampai pangling. Kinara sangat cantik saat tidak memakai hijab. Namun hal itu segera di tepisnya.



" Itu anggurnya sudah ada..Kau minum dulu. Aku gantian yang mandi.." ucap Yoga segera pergi ke kamar mandi.



" Oh ya Nara aku juga memesan makanan. Sebentar lagi tiba. "



Kinara mengabaikan nya. Ia menuangkan minuman ke gelas cantik itu dan segera meminumnya. Rasanya benar benar tidak enak. Namun ia memaksakan diri meminumnya .Entah berapa gelas yang jelas ia sudah merasa begitu pusing . Semua rasanya berputar putar. Dengan terhuyung ia melangkah menuju ke tempat tidurnya..


Selamat tinggal perawan ku...aku akan memberikan itu kepada orang yang bahkan tidak mencintaiku..dan juga tidak ku cintai...


"Room servis.." Kinara mengabaikan nya. Ia sudah tidak kuat menahan pusing kepalanya.



Yoga keluar dari kamar mandi dengan piyamanya dan segera membukakan pintu.



" Makanan pesanan Anda Tuan.."



" Letakkan saja di dalam.." ucap Yoga yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.



Pelayan hotel itu kemudian masuk dan meletakkan sebuah kereta dorong makanan ke dalam ruang. Kemudian sesudah itu ia pergi.



" Lampunya di nyalakan atau di matikan Nara?"



" Redup.." Kinara masih sempat menjawab dalam pusingnya.



Yoga menuruti permintaan Nara .Ia mematikan lampu besar dan hanya menyalakan lampu kecil ada di atas mejanya sehingga kamar itu menyala redup. Remang seperti cahaya di ruang klub malam



" Yog.. Kau jangan main kasar...Aku belum pernah di sentuh pria..."



" Aku tahu... Kau juga jangan marah kalau nanti aku menyebut nama wanita lain.." ucap Yoga.



" Aku memperingatkan hal serupa... Jangan kecewa kalau bukan namamu yang ku sebut..."



" Mari kita minum .." Yoga memberikan Nara gelas anggurnya lagi dan kemudian segera meminumnya lagi.



Nara sudah tidak bisa berpikir lagi..Kepalanya benar benar pusing. Pandangannya kabur. Samar samar ia merasakan seseorang naik ke atas ranjangnya. Ia tahu itu pasti Yoga. Ia mengabaikan saja saat ia merasakan tubuh besar itu berada di atas badannya. Tangan nya menyentuh wajahnya dengan lembut dan memberikan sebuah ciuman di sana. Lembut sekali.


Ternyata Yoga bisa bersikap selembut ini meski pada wanita yang tidak di cintai nya... Dia benar benar tahu bagaimana memperlakukan wanita. Ia sangat lembut.


Sentuhan sentuhan memanjakan itu membuatnya terbuai. Hingga ia akhirnya membalasnya. Ia membiarkan tubuhnya di explore begitu saja. Ia sangat menikmati semua sentuhan itu.



" A\_ahhh...." Meski pusing ,dan setengah sadar ia masih bisa merasakan sentuhan nikmat di tubuhnya itu.



Kinara merasakan sesuatu di bawah sana telah siap memasuki dirinya. Perlahan mulai bergerak mendorong pelan



" Mm\_ph...sakit..." ia merasakan perih dan nyeri saat sesuatu itu menerobos miliknya untuk pertama kalinya. Ia mencengkeram kuat kuat punggung Yoga dengan kukunya.



" Romi..." Entah mengapa ia malah menyebut nama Romi saat keduanya mulai bersatu. Ia merasakan gerakan gerakan maju mundur mulai terjadi. Menerobos keluar masuk miliknya. Dan iapun tak kuasa lagi menahan suaranya.



" Ah..ah..ah.." Suara desah keduanya mulai terdengar bersahutan menggema memenuhi ruangan itu. Terdengar terus beberapa saat lamanya bersamaan dengan suara persatuan mereka.



Hingga saat keduanya mencapai puncak bersama. Kinara memeluk erat tubuh itu.



" Nara..."



Nara membuka mata..Samar samar ia melihat wajah Romi di sana...


AH...aku sudah benar benar mabuk..Semua terlihat seperti Romi. Wajahnya.. Suaranya..dan semua perlakuan lembut ini...Semua terasa seperti Romi. ..


Kinara menitikkan air matanya. Ia pasrah saja apa yang akan terjadi. Untuk malam ini saja biarlah ia membayangkan dan bermimpi tentang Romi ... Memiliki Romi dalam imajinasinya meski orang lain yang menyentuhnya.

__ADS_1


'


__ADS_2