KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
235. KECELAKAAN


__ADS_3

Yoga sekeluarga mendatangi tempat tinggal keluarga Mika di kampung . Masih di kota Jakarta namun rumah mereka berada di pinggiran. Mereka pun juga bukan orang kaya. Rumah mereka sederhana.


Ayah dan Ibu Mika begitu terkejut mendapati kunjungan orang kaya yang asing sekali dalam pandangan mereka. Bahkan para tetangga di kampungnya juga ikut heboh dan pada keluar melihat. Mereka penasaran dengan keluarga kaya yang tiba tiba bertandang ke kampung mereka itu.


Mika seorang anak tunggal , sehingga ia selain bekerja sendiri , ia juga menjadi tulang punggung yang membantu perekonomian keluarganya. Mika kemudian memperkenalkan Xavier dan keluarganya pada orang tuanya dan juga tujuan mereka datang.


" Jadi Anda datang untuk meminang putri ku?" tanya Ayah Mika .


" Ya .." jawab Yoga.


Beberapa orang pegawai Romi yang turut serta mereka kemudian menyerahkan hantaran lamaran yang begitu banyak itu pada keluarga Mika. Makanan, buah buahan, uang, baju pengantin dan masih banyak lainnya membuat keluarga sederhana itu nampak shock dengan barang barang yang memenuhi rumah mereka.


" Putraku ini memang masih di bawah umur, tapi dia serius ingin menikahi putri mu... Sekarang jika kalian menerima mereka akan menikah siri dulu ..dan 3 tahun lagi baru menikah secara hukum saat usia anakku sudah 18...bagaimana apa kalian menerima lamaran kami? " tanya Yoga


" Semua kami serahkan pada putri kami , kalau dia bersedia kami juga menerima.." kata Ayah Mika.


" Iya " Jawab Mika cepat.


" kalau anak muda sudah saling suka apa boleh buat...orang tua cuma bisa merestui.." " kata Ayah Mika kemudian .


.


.


.


.


Xavier dan Mika tersenyum dan saling berpandangan . Mereka saling menggenggam jemari tangan mereka saat duduk berdua dalam satu tudung dan mengucapkan ikrar janji pernikahan.


Xavier harus mengulang beberapa kali , karena ia belum benar mengucap kesanggupannya. Dan akhirnya ia pun berhasil juga . Ia memakaikan cincin pernikahan nya di jari manis Mika , mika pun juga menyematkan cincin pernikahannya di jari Xavier.


" Sah !!! " Para hadirin mengucapkan satu kata itu sebagai pertanda Mika dan Xavier kini telah sah menjadi suami istri.


" Kamu dapat dari mana laki laki tajir itu ?" tanya Ibunya berbisik pada Mika.


" Dia anak bos ku Bu .." jawab Mika


" Hebat sekali kamu bisa dapat anak Bos... "


Mika cuma tersenyum. " Itu cuma keberuntungan Bu.." jawab Mika sambil tersenyum .


.


.


Semua ini rasanya seperti mimpi...Menikah dengan Xavier...mengandung anaknya ..menjadi menantu orang super kaya...Ini tidak pernah terlintas dalam pikiranku sama sekali ..


Semoga ini bukan cuma mimpi yang cepat berakhir begitu aku membuka mata....


.


.


" Mikirin apa " tanya Xavier pada Mika yang nampak terharu dengan mata sembab.


" Ini mimpi atau nyata..."'ucap Mika sambil mengusap air matanya. " Ini seperti tidak nyata...aku takut ini cuma mimpi ku saja...."


" Kalau ini cuma mimpi , aku ingin terus tidur tanpa bangun lagi..." kata Xavier


" Jangan...jangan bilang seperti itu .." ucap Mika.


" Kau takut banget ya kehilangan aku ? " tanya Xavier. Mika mengangguk.


" Kalau begitu ...jangan pernah lepaskan tanganmu dari ku ...Aku akan bersama kamu selamanya ..." Mika begitu terharu mendengar ucapan Xavier itu. Xavier nampak begitu mencintainya .

__ADS_1


.


.


Tuhan...ijinkan kami berbahagia selamanya..


.


.


Xavier menghapus air mata Mika memeluk nya dengan erat. Jika tidak di depan banyak orang dan di depan orang tuanya , ia pasti akan mencium istrinya itu untuk mengungkapkan rasa cintanya yang begitu dalam . Ia kini benar benar bahagia bisa memiliki Mika.


Cinta yang awalnya karena main main kini berujung ke pernikahan . Mika sama sekali tidak pernah menyangka hidupnya yang dulu serba sulit , kini akan mendapat kebahagiaan.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Xavier dan Mika mulai tinggal berdua di rumah baru mereka yakni rumah yang di berikan Kristy pada Xavier.


Kristy dan Yoga kembali ke Surabaya. Mereka buru buru kembali setelah Xavier menikahi Mika.


Xavier mulai tekun sekolah dengan benar. Ia sudah jarang bahkan tidak pernah nongkrong lagi dengan teman temannya. Sekolah , kantor , dan rumah . Cuma 3 tempat itu saja kesehariannya berada. Pulang sekolah , ia belajar bekerja di perusahaan Pamannya , sepulangnya menjemput Mika yang masih bekerja di hotel Ferdi. Setelah itu mereka pulang ke rumah.


Shaka setiap hari mengantar jemput Xavier di rumahnya. Ia harus menguatkan hati melihat kemesraan mereka setiap hari. Hanya hari Sabtu dan Minggu , ia libur karena sekolah Xavier libur .Sabtu dan Minggu di gunakan Mika dan Xavier untuk famili time.


Xavier menemani Mika mengikuti kelas senam ibu hamil. Kadang mereka juga belanja berdua untuk kebutuhan bayi .


Mika mengabaikan celotehan dan cemoohan orang orang yang mencibir padanya. Yang penting ia dan Xavier berbahagia.


Ferdi bos Mika juga awalnya menentang , namun karena mereka sudah terlanjur menikah , ia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ia mengijinkan Mika tetap bekerja padanya sesuai kontrak kerja mereka. Ferdi pria dewasa yang profesional sehingga selama Mika bekerja dengan baik ia tidak mempermasalahkan Hubungannya dengan Xavier. Ia juga perlahan mundur teratur karena Mika sudah menjadi milik orang lain dan sedang hamil anaknya pula.


.


.


.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kehamilan Mika sudah mencapai bulan ke 7. Tubuh Mika mulai membengkak . Perutnya sudah membuncit besar.


" Putri ku sehat sekali .." ucap Xavier sambil menyentuh perut Mika dan merasakan pergerakan kuat bayinya yang menendang nendang perut Mika . Mereka sudah USG dan dokter bilang bayi mereka perempuan .


Mika tersenyum. Ia bahagia Xavier tidak keberatan jenis kelamin anak mereka perempuan.


" Gak papa kan...anak pertama kita cewek ...nanti yang kedua kita bikin cowok.." kata Xavier saat mengetahui jenis kelamin bayi nya.


" Baby cantikku...jangan nakal ya...kasihan Mama mu kalau kamu tendang terus begini.." Xavier membelai dan mengusap perut Mika dan juga mengecup lembut perutnya.


" Kamu ini Xavier...pinter banget gombal " kata Mika sambil mencubit pipi Xavier.


" Hehe... suami idaman .. " timpal Xavier.


" Kamu tahu tidak Xavier...apa yang ingin banget aku lakukan? " tanya Mika.

__ADS_1


" Ini ?" tanya Xavier sambil menunjuk ke kejantanannya .


" Bukanlah...kalau itu ..kamu yang pingin ..padahal juga sudah di kasih tiap hari.."


" Hahaha ..lalu apa..." tanya Xavier.


" Aku ingin tidur tengkurap...ingin bangeeeet.. sudah Hampir 7 bulan cuma bisa tidur telentang dan miring...capek ..bosen..."


" Anak kita bisa penyet dong... janganlah . keinginan bumil satu ini aneh banget..." kata Xavier cepat.


Mika cuma mendesah. Ia juga tidak tahu, itu cuma keinginannya sendiri atau semua ibu hamil juga merasakan hal yang sama seperti itu.


" Kasurnya aku lubangi dulu sebesar perutmu bagaimana ...."


Mika tertawa geli mendengar ucapan Xavier itu. Ia senang Xavier menghiburnya walau cuma lewat ucapan saja. .


.


.


...----------------...


.


.


.


Shaka yang masih memiliki perasaan pada Mika , dan setiap hari harus melihat kemesraan mereka karena harus mengantar jemput Xavier mulai tidak tahan . Hatinya semakin memanas . Ia terbakar api cemburu. Hingga akhirnya ia nekat mendatangi Mika di tempatnya bekerja .


Mika yang menganggap Shaka kini sebagai teman mengikuti saja saat Shaka mengajaknya keluar saat jam istirahat. Mereka menuju ke sebuah taman . Mereka duduk di bangku taman .


" Mik...sebentar lagi anak mu lahir...apa kau tidak malu, bapak dari anakmu masih bocah SMA..." ucap Shaka.


" Aku tidak mempermasalahkan itu...terserah orang mau bilang apa yang penting aku dan Xavier bahagia..." kata Mika.


" Mik ..kenapa sih kau tidak pernah mau melihatku ... Andai aku sekaya Xavier, kau pasti mau denganku kan..."


" Kau ngomong apa Shaka?'' tanya Mika tak mengerti.


" Lihat aku Mika ..lihatlah aku. aku selama ini terus menyukaimu . kenapa kau sedikitpun tidak mau melihatku.. Aku menyukaimu meskipun kau ini cewek matre..." kata Shaka sambil memegang tangan Mika.


" Kata kata mu ngaco. sudahlah..aku kembali kerja saja ." ucap Mika kesal seraya menepiskan tangan Shaka yang memegangnya . Dan kemudian iapun buru buru melangkah pergi. Ia hendak menuruni tangga untuk segera ke kantornya. Namun dengan cepat Shaka mencekal tangannya kembali.


" Lepaskan..." kata Mika.


" Aku tidak akan melepaskan mu. Mika tolong lihat aku ..aku begitu mencintai mu .. Melihatmu setiap hari dengan Xavier itu menyakitkan.. "


Mika berusaha sekuat tenaga melepas tangan Shaka yang begitu kuat dan kemudian buru buru pergi. Namun naas kakinya ter_serimpat kakinya sendiri saat hendak pergi hingga akhirnya Mika jatuh dari tangga taman yang cukup tinggi itu hingga ke bawah.


" Mika !!!!" Shaka buru-buru menuruni anak tangga itu untuk melihat keadaannya Mika.


Mika nampak kesakitan sambil memegangi perutnya. Mika mengalami luka benturan keras di kepala dan juga perutnya.


" U h..." rintihan kesakitan Mika terdengar memilukan hati Shaka.


Shaka tiba dengan cepat dan mendekatinya. Ia begitu panik saat melihat cairan bening bercampur darah keluar dari tubuh Mika.


' Ketubannya pecah? ...Bagaimana ini...apa yang harus ku lakukan...'


" Tolong...tolong...Tolong...ada orang jatuh!!!" Teriak Shaka mengundang perhatian banyak orang. Banyak orang berdatangan , termasuk pula Ferdi Bos Mika yang kebetulan sedang melintas.


Ferdi langsung menghampiri keduanya dan ia begitu terkejut melihat keadaan Mika. Tanpa kata Ferdi langsung mengangkat tubuh Mika dan membawanya ke masuk ke mobilnya.


" Ke rumah sakit...cepat !! " kata Ferdi pada sopirnya.

__ADS_1


Shaka cuma terdiam dan melihat saja saat Ferdi membawa pergi Mika ke rumah sakit. Ia masih shock saat melihat cairan ketuban dan darah yang tercecer di tempat Mika jatuh tadi. Shaka nampak pucat dengan wajah begitu cemas dan takut. Ia takut sesuatu yang buruk menimpa Mika.


__ADS_2