KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
261. CINTA SEORANG AYAH


__ADS_3

" Kayla... " panggil Xavier tanpa peduli hujan turun dengan deras. Ia yang tidak membawa payung berlari menuju ke putrinya yang memegang batu nisan Mamanya sambil menangis. Sopirnya berdiri sambil memayungi Kayla . Kayla bahkan tak peduli bajunya basah dan kotor dengan pasir yang menempel di sana.



" Tidak ada yang sayang padaku...aku tidak punya siapa siapa...Aku mau sama Mama....Aku tidak mau pulang...." Ucap Kayla saat Xavier memaksanya mengajaknya pergi.



" Hujan sayang..." Xavier melepaskan tangan Kayla yang berpegang di batu nisan Mika. Karena kalah kuat dari Xavier pegangannya pun terlepas. Xavier pun segera membawa Kayla pergi.



Kayla berontak dan memukul mukul Xavier sambil menangis . Jarum infusnya sampai lepas dan darah keluar. Saking takutnya melihat darah mengalir keluar dari tangannya Kayla sampai pingsan. Xavier setengah berlari membawa Kayla masuk ke mobilnya di ikuti sopirnya. Kemudian di dalam mobil ia mengambil sapu tangan dan menutup luka bekas jarum infusnya agar darahnya tidak keluar lagi. Merekapun segera kembali ke rumah sakit.



Baju Xavier dan Kayla yang basah dan belepotan dengan pasir juga darah mengundang perhatian banyak orang. Namun Xavier tak peduli. Ia langsung membawa Kayla ke IGD. Dan dengan cepat tim dokter segera menangani pasien VVIP di rumah sakit mereka itu.



" Selamatkan anakku dokter...Tadi darahnya keluar banyak.. Tolong dia..." ucap Xavier pada dokternya.



" Kami akan berusaha...Tuan tunggu di luar dulu..."



Xavier dengan gontai keluar dari ruang UGD .Ia hanya bisa melihat dari jendela kaca di luar ruang tersebut . Tim Dokter sibuk menolong Kayla. Mengganti bajunya. Memasang infus kembali. Mengecek tubuhnya.



Alisha yang menunggu di lobi melihat kedatangan mereka. Ia pun segera mendatangi Xavier yang nampak panik menunggui di ruang UGD sedang menangani Kayla.



" Kak..."



Xavier bahkan tidak mendengar suaranya sama sekali. Ia terdiam dengan mata sembab. Orang sebadung Xavier pun bisa tak berkutik melihat keadaan putri yang sangat disayanginya itu.


.


.


Kayla.....Maafkan Papa... Tak memikirkan perasaanmu...Maaf...


.


.


Xavier menjatuhkan air matanya dan menangis. Ini ketiga kalinya si badung itu menangis.Yang pertama saat Mimi menikah dengan Abimanyu. Yang kedua saat Mika meninggal dan ini yajg ketiga. Ia begitu sedih melihat keadaan putrinya.



Alisha memeluk suaminya yang kini menumpahkan air mata itu. Ia pun turut menangis di bersamanya.



" Tuan..pasien membutuhkan transfusi darah.." kata Dokter.



" Ambil darah ku Dokter..Aku Papanya..." kata Xavier cepat.



Xavier kemudian mengikuti Dokter untuk mengecek penyesuaian darah.



" Golongan darah Anda AB ..Sedang pasien O..." kata perawat.



" Mungkin itu menurun dari Mamanya.."kata Xavier . " Lalu bagaimana Dokter..apa tidak ada stok kantong darah jenis itu?"



" Maaf Tuan...Stok darah jenis itu kosong. Minta donor Mamanya saja Tuan..."



" Mamanya sudah meninggal saat melahirkan dia Dokter.." ucap Xavier dengan bibir bergetar.



" Silahkan menghubungi kerabat yang memiliki golongan darah tersebut. Atau mencari stok darah di PMI atau di rumah sakit lain. Tapi tolong usahakan secepatnya...kondisinya gawat..."



" Kayla..." Xavier terlarut dalam kesedihannya.



" Dokter, cek golongan darahku juga.." kata Alisha. " Siapa tahu aku bisa jadi pendonornya "



Dokter mengangguk .Kemudian segera memeriksa Alisha.



Yoga, Kristy dan Romi sampai di rumah sakit itu setelah mendapat kabar dari Alisha. Melihat Xavier menangis Kristy segera memeluknya. Yoga dan Romi kemudian masuk untuk berkonsultasi mengenai keadaan cucu mereka.

__ADS_1



" Carikan stok darah jenis O " kata Romi mengerahkan anak buahnya. " Aku tak peduli semahal apa yang penting cepat bawa kesini...Cari sampai dapat..."



" Mama...Kayla bagaimana...Kayla... " Xavier menangis dalam pelukan Mamanya. " Aku sudah kehilangan Mika...aku tidak mau kehilangan Kayla juga...Kalau Kayla mati aku juga tidak mau hidup lagi..."



" Jangan bicara seperti itu , Kayla pasti selamat... " hibur Kristy untuk menguatkan putranya.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Anak buahku mengabari dapat dari Rumah Sakit kota lain. Dan sedang di bawa kesini.."


kata Romi.


Betapa lega hati Yoga, Kristy terutama Xavier. Putrinya bisa tertolong . Hanya tinggal menunggu anak buah mereka tiba.



" Tapi dari Rumah Sakit Surabaya...Keburu tidak? " tanya Romi.



" Apa tidak ada yang lain. Dokter tadi bilang harus secepatnya..." kata Xavier..



" Coba ku hubungi yang lain..." kata Romi seraya menghubungi anak buahnya lagi.



Saat itu Dokter keluar dari kamar dan mendatangi Xavier. Xavier nampak serius menunggu kabar tentang anaknya yang begitu di khawatirkannya.



" Sudah dapat Tuan...Nyonya Alisha bergolongan darah sama. Sekarang sedang di ambil darahnya.."




" Terima kasih Tuhan.." Xavier begitu bersyukur. Ia berharap Kayla baik baik saja dan segera pulih dan sehat seperti sedia kala.


.


.


.


.


Seluruh Keluarga berkumpul menunggui Kayla yang sudah di pindahkan ke ruang rawat inap meski Kayla belum sadar.



Xavier menunggui Kayla di sisinya sambil membelai kepala putrinya itu. Alisha nampak tiduran setelah di ambil darahnya.



Yoga, Kristy dan Romi duduk di sofa . Sopirnya bercerita tentang Kayla dan kenapa ia ada di pemakaman Mika. Mereka begitu bersedih mendengar cerita dari sang sopir tentang jeritan hati Kayla.



" Kayla ini terlalu kita manjakan...Jadi seperti ini...Saat keinginannya tidak di turuti dia jadi seperti itu..." Ucap Yoga.



" Habis bagaimana...Dia dari kecil sudah tidak punya ibu..Makanya kita memanjakannya..." kata Kristy.



" Tapi kalau jadi seperti ini...huuuuffft.." Romi pun menyadari kesalahannya . Mereka semua memang terlalu memanjakannya dan itu membuat Kayla menjadi salah kaprah..



" Sepertinya nanti kalau dia sudah sehat lagi..kita harus merubah pola didik kita.. Kita tidak boleh terlalu memanjakannya..." kata Yoga. Kristy mengangguk.



" Masih kecil saja dia bisa seperti itu, kalau besar nanti bisa lebih parah... Bisa bisa kalau punya pacar tak di setujui , ia bisa bunuh diri..."kata Romi lugas.



Yoga dan Kristy melirik Kakak mereka itu dengan kesal. Mulut Raja Singa itu memang selalu berkata seenak udelnya sendiri.



" Itu cuma gambaran Yog, Kris...Pokoknya mumpung dia masih kecil kita rubah pelan pelan pola pikirnya..." kata Romi. Yoga dan Kristy membenarkan.

__ADS_1



" Kita yang salah sudah menjadikannya seperti itu..." ucap Yoga sambil menghela nafas panjang. " Kita harus membenarkannya..Mumpung belum terlambat... Kayla harus jadi anak yang kuat mentalnya dan tidak boleh seenaknya.."


.


.


.


.


.


" Ummi.." kata pertama yang di ucapkan Kayla saat sadar adalah memanggil Mimi.



" Kayla...kau sudah sadar sayang..." Xavier tersenyum melihat putrinya perlahan membuka mata.



Yoga, Kristy ,Romi dan Alisha yang tiduran pun segera mendatangi Kayla. Kayla menatap mereka satu persatu . Wajah wajah orang orang terdekatnya yang sudah tidak asing di matanya itu tampak tersenyum padanya.



Xavier kemudian memeluk putrinya itu dengan erat.



" Sayang ...jangan pergi lagi...Jangan tinggalin Papa...Papa sangat menyayangi mu...Papa tak bisa hidup tanpamu... " ucap Xavier meluapkan isi hatinya. Baginya ia bisa kehilangan dunianya tapi ia tidak bisa kehilangan putrinya.



" Papa bohong..."



" Papa tidak bohong... Bagaimana bisa Papa bohong padamu..."



" Papa tadi pergi dengan Kak Alisha...Papa tidak sayang lagi padaku karena ada adik di perut Kak Alisha.. "



Semua orang tercengang mendengar ucapan itu. Apalagi tentang kehamilan Alisha , mereka sama sekali tidak tahu.



" Papa tadi pergi meninggalkanku ...Papa lebih memilih adik bayi itu..."



" Itu tidak benar sayang.. Papa tadi cuma memeriksakan adik kamu...Papa tidak tahu kalau kamu sudah bangun..Kalau tahu papa pasti mengajak kamu juga..."kata Xavier.



" Oo...ceritanya cemburu sama calon adik.." bisik Romi pada Yoga sambil tersenyum kecil..



" Meski kamu punya adik ...kamu tetap yang no satu di hati Papa.." hibur Xavier untuk membesarkan hati Kayla.



Kayla menatap Xavier dengan ekspresi tak percaya.



" Bukan cuma Papa mu...kita semua juga , Kayla...Kau no 1 cinta kami..." kata Yoga.



" Apa betul? " tanya Kayla dengan lugunya.



" Tentu saja.." jawab Yoga cepat .Kristy dan Romi turut mengangguk dan tersenyum.



" Kau tahu tidak Kayla...Papa mu sampai menangis waktu kau tidak sadar...Kau itu separuh nyawa Papa mu itu..." tambah Kristy.



" Ih Mama.. " Xavier mencubit tangan Mamanya. Ia tidak mau terlihat lemah di depan putrinya itu.



" Kak Alisha ini juga sangat sayang pada mu...Dia tadi memberikan darahnya untuk menolongmu..Jadi di dalam tubuhmu itu juga ada darah Kak Alisha dan calon adik mu...Kalian sudah jadi keluarga yang sebenarnya sekarang


.. Keluarga sedarah..." Romi memberikan kata kata pemanis yang mudah di terima Kayla yang masih bocah dengan pikiran lugunya itu.


Kayla terdiam . Ia melihat Alisha yang nampak begitu tulus padanya. Meski sudah di jahatinya, tak di anggap Ibu, tak di akui pernikahannya dengan papanya, ia tetap baik padanya. Berusaha menyuapinya selama ia sakit , selalu mengalah dan bersabar padanya. Ia selalu menungguinya dan menemaninya saat Xavier kerja , dan kali ini juga memberikan darahnya.



" Keluarga ? " tanya Kayla.



" Iya.." jawab mereka sambil tersenyum. Kayla akhirnya pun mau juga tersenyum. Ia lalu memeluk Xavier dengan erat. Juga jemari tangannya menyentuh Alisha. Alisha kemudian menggenggamnya erat sambil tersenyum.


__ADS_1


Mereka semua tahu , perlahan Kayla mulai mau menerima Alisha. Meski itu masih permulaan.


__ADS_2