KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
24. KECURIGAAN ROMI


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku karena getaran dari hp ku . Sengaja ku silent dan ku pasang mode getar . Ku lihat sebuah nama muncul di sana.


' Mama"


" Halo Mama..." ucapku begitu mengangkat panggilan telponnya . Dan seperti biasa Mamaku melakukan panggilan video.



Dari layar Hp ku lihat wajah Mama ku yang cantik dengan wajah blesteran nya . Wajah yang bisa dibilang mirip dengan artis era tahun 2000 yang bernama Jessica Simpsons . Cuma beda warna rambutnya saja.



Rambut mama berwarna hitam sedikit kecoklatan . Sedangkan jessica berambut pirang. Mungkin karena itu wajah tampanku menurun darinya..mirip artis ceritanya..haha..



" Yoga?..Kau sakit? " tanya Mamaku saat melihat gambar ku tiduran dan memakai jaket tebal. Dan keringat berpeluh di dahi ku.



" Cuma flu aja ma... tadi kehujanan... " jawabku



" Tuh kan Pa... Benar dugaan ku... pantas saja firasat ku tidak enak..aku kepikiran Yoga terus..ternyata Yoga sakit..." ucap Mamaku pada Papa yang sepertinya ada di sebelahnya.



Dari gambar yang kulihat sepertinya mereka sedang berada di ruang kerja Papa di rumah.



" Cuma flu Ma...flu..." ucapku lagi.



"Tidak boleh di sepelekan.. sakit ya tetep sakit... kau sudah minum obat? " tanya Mama lagi



"Sudah...ini juga sudah tidak demam.."


jelas ku.


" Makanya Yog...kan Mama sudah bilang..kau kembali saja ke sini . Mama kan bisa merawat mu di sini . Kalau begini kan susah..mana jauh lagi...besok kita pesan tiket pesawat saja ya pa...kita ke tempat Yoga.."



"Apa sih Mama... heboh banget.... Papa, tolong bilang Mama...jangan heboh begitu..."ucapku kesal karena sikap mama.



" Bawa sini hp nya.." kudengar suara papaku yang seperti masih duduk di meja kerjanya.



Sepertinya dia mendengarkan percakapan kami meski sambil bekerja.Dan benar dugaan ku, papa masih duduk di depan meja kerja sambil menatap laptopnya saat Mama memberikan hp nya.



" Lho Yog...ko kulitmu rada hitam..?" tanya papaku begitu melihat gambar wajahku di hp. Juga Mama yang berdiri di belakang papa



" Eh..iya iya.." ucap Mama membenarkan.



"Hehe... namanya juga kerja Pa..." jawabku sambil tertawa.



" Apa AC di ruang kerjamu rusak ..ko bisa seperti itu..." Tanya Papa.



" A ..itu.. "



" Nanti biar ku telpon si Hasbi ..."



'Waduh... bisa gawat ini kalau papa sampai tahu . Aku bukan kerja di dalam ruang tapi di luar ruang.Apalagi menjadi salesman . Bisa perang dunia ke 3 ini..' batinku.



" Tidak usah Pa...sudah di betulin . Kulitku rada gosong paling karena berjemur di pantai beberapa waktu lalu..." jawabku sekenanya.



" Kau ke pantai? " Tanya mama. Aku mengangguk.



"Makanya pakai sun blok."



" Iyaa.. lain kali ma....kak Romi tidak di situ.." aku berusaha mengalihkan pembicaraan.



" Sudah pulang" jawab Papa singkat.



" Ya sudah ma... kalau begitu aku telpon dia dulu.. kangen ngobrol sama kak Romi..."



Aku buru buru mencari alasan agar bisa kabur agar tidak di interogasi lagi.



"Anak nakal itu kalau di telpon ...pinginnya kabuuuur saja..." ucap Mamanya kesal.



" Hahaha..." Papa cuma tertawa.



"Paling takut kau suruh cari pasangan lagi...



" Ih...Papa ini... kan memang sudah waktunya dia berumah tangga ...sudah waktunya mencari pengganti Bulan..." kata mama



" Tidak usah di paksakan...Yoga sudah dewasa..."jawab papanya bijak.



" Tapi aku kan juga pingin menimang cucu..."



" Sabar ... kita beri waktu untuk Yoga...Dia kan baru saja bisa move on dari tragedi itu.."



" Iya sih..." mama mengangguk membenarkan. butuh waktu hampir 3 tahun Yoga melakukan proses healing akibat kecelakaan itu.



Kini Yoga mulai kembali ceria dan bahkan sudah mau bekerja. Dulu Yoga hampir seperti orang gila karena dihantui peristiwa yg membuat Yoga sempat trauma dan depresi.



Aku beralih menelpon kak Romi. Aku benar benar harus menelponnya karena papaku besok pasti akan memastikannya langsung pada kak Romi.


__ADS_1


" Ada apa Yog...?" tanya Romi yang kebetulan saat itu baru saja sampai sepulang kerja


dan sedang menikmati tehnya di teras depan rumahnya.


"Tidak ada apa apa sih kak... tadi Mama dan Papa baru saja menelpon ku..."



" Oh...mo kabur biar tidak disuruh cari pasangan.." ucap kak Romi yang paham betul situasi di keluargaku sambil tertawa.



"Kakak saja juga belum menikah padahal sudah 30 tahun...kenapa aku mesti buru buru...Aku masih muda umur juga masih 25... masih jauh..." timpal ku.



" Ih..meledek..." ucap Romi sewot.



" Hahaha..."Aku tertawa terbahak bahak.



" Gimana kerjaan kamu?"



'DEG'...mati aku...aku harus bilang apa pada kak Romi..apa aku harus jujur?...aku kerja jadi salesman... ? itu tidak mungkin!!...dia pasti bakal lapor ke Papa ... .



"Yoga...?" Romi mulai curiga dengan kebisuan Yoga.



" A... ya.. Semua baik baik saja....Awalnya memang terasa berat dan melelahkan.. tapi aku punya teman baik juga yang selalu menyemangati ku... jadi aku baik baik saja...aku bisa melakukannya..."



Romi diam mencermati kata kata Yoga. Ada sesuatu yang terasa janggal di sana. Dan ia tahu betul Yoga bukan orang yang mudah berkeluh kesah tentang apa yang dirasakannya.



"Oh ya...tentang Kristy..beberapa hari ini anak buah ku melapor kalau warung makanannya tutup...Kristy dan si kembar juga ibunya tidak kelihatan..Apa mungkin mereka bepergian..." ucap Romi memberi kabar terbaru tentang Kristy.



Aku benar benar terkejut mendengarnya.



"Itu tidak mungkin kak..Kristy tidak punya sanak famili cuma bibinya itu .." tiba tiba saja aku merasa begitu mencemaskan keadaan mereka. Aku takut hal hal buruk menimpa mereka.



" Atau mungkin mereka berlibur?" tanya Romi.



" Kalau itu mungkin saja Kak..." aku merasa sedikit lega."



Beberapa hari lalu aku bertemu mereka tapi Kristy tidak bilang apa apa padaku..."



"Jadi kau masih menemui dia?" Tanya Romi cepat.



Asem.....mulutku ini ....kenapa ember sekali. Aku sudah bilang akan menjauhi Kristy.. kenapa malah cerita keceplosan pada kak Romi lagi.. waduh..batinku geregetan sambil memukul mukul mulutku sendiri.



"Aku tidak sengaja bertemu dengan dia.. itu gara gara si kembar melihat dan memanggilku..


jadi akhirnya aku bertemu dengan Kristy..."



"Dia cuma mengembalikan uang yang kuberikan dulu...Itu saja tidak lebih.."



Romi merasakan beberapa kejanggalan. Yoga nampak seperti sedang main rahasia dengannya. Seperti sedang menutupi sesuatu.Dan itu membuatnya semakin penasaran...


******


Keesokan harinya , aku sudah bangun pagi pagi dan bersiap pergi ke kantor . Namun hujan turun dengan deras . Aku yang baru saja sembuh dari kehujanan kemarin merasa enggan berangkat.



Waduh.. hujan.. berangkat gak ya...



" Bawa mobil saja Den.."ucap Bibi Ijah



" Hujannya deras dan sepertinya tidak akan cepat reda.. bisa seharian hujan ni den..langitnya saja masih gelap itu"



Ya..memang langitnya gelap sekali . Mendung hitam nampak tebal dan sekali kali terdengar suara petir menggelegar .



Ih..ngeri sekali kalau berkeliling di cuaca seperti dengan naik motor...



Aku menuju ke garasi , di sana terpampang beberapa mobil dan motor sport.



Ada mobil sport kuning keren lamborghini, mobil sport porsche panamera biru favoritku yang dulu kupakai jalan jalan dengan si kembar dulu. Minibus sporty Alphard sporty jazz dan beberapa motor sport dengan berbagai merek seperti ninja, ducati, CBR .



Papaku tahu aku penggemar moto sport jadi ia menyediakan beberapa macam kendaraan itu agar aku bisa bergantian memakainya kalau bosan. Andai saja rumahku disini seluas rumah mama Papa di ibu kota...pasti koleksi kendaraannya lebih banyak lagi.Tapi tak mengapa rumahku ini sudah cukup nyaman dan luas untuk aku tinggal seorang diri.



"Pakai yang mana Den...?'' Tanya Adul yang biasanya memanasi motor atau mobil yang akan ku pakai.



"Dul kau bisa bawa motor box?" tanyaku



"Bisa Den..."Aku tersenyum



" Ikut aku jul.. Nanti kau bawa motor boxnya kesini ya.. jangan lupa bawa mantel juga"



" Siap den..."



" Kita bawa yang ini saja ..kau bisa menyetir kan.." ucapku sambil masuk ke mobil sport L favoritku.



"Siap Den..."Bang Adul pun lalu ikut masuk dan langsung duduk di belakang kemudi. Aku duduk di sebelahnya.



" Tumben Den Yoga minta di antar... ah..mungkin dia masih belum enak badan" pikir si Adul.

__ADS_1



Sesampainya di perusahaan, Pak satpam tampak melongo saat melihat kedatanganku bersama si Adul dengan mobil semewah itu...



" Mas Yoga..." ia bengong saat melihatku.



Aku cuma tersenyum saat check lock absen di dekatnya. Sesudah itu aku naik mobil kembali menuju ke parkiran .



Banyak mata melihat saat aku keluar dari mobil bersama Adul. Termasuk pula pak Hasbi yang baru saja sampai dan keluar dari mobilnya.



"Ngapain lagi si Yoga itu... " ucapnya tak senang melihat Aku dan Adul yang berjalan menuju kantor bagian pemasaran.



" Dia naik mobil super mewah Pak.." ucap sopir Pak Hasbi sambil menunjuk mobil Yoga yang jauh lebih mahal dari mobilnya.



Ia nampak terkejut melihatnya.



"Mobil sultan.." ucap sopirnya berdecak kagum.



"Alah...paling juga dia cuma sopirnya" ucap pak Hasbi meremehkan.



"Tapi sepertinya yang bersamanya itu orang biasa.. penampilannya juga biasa pak..."



Pak Hasbi memperhatikan Yoga dan Adul .


Memang Yoga tampak lebih rapi dari Adul yang cuma memakai celana jeans dan kaos oblong. Padahal Yoga cuma memakai celana panjang hitam dan kemeja putih biasa .Namun tetap kelihatan berkelas .


Penampilan Yoga dari awal pertemuan mereka memang terlihat cool dan mewah.Semua yang dikenakannya memang produk produk brand terkenal.Terlepas dari itu Asli atau bukan. Apa Yoga sebenarnya anak orang kaya..?



" Hem..."



"Dul...kau bawa motor itu ke rumah ya...Habiskan saja semua produknya...boleh kau bagi dengan ijah atau kau berikan ke siapa saja. aku yang akan membayar semuanya. Dan nanti aku akan memberimu tambahan bonus " kataku pada si Adul.



"Siap den..." Si Adul nampak bersemangat memakai mantel dan segera pergi dengan sepeda motor box itu.



Ya...aku memang tak berniat kerja hari ini. Aku cuma ingin pergi ke tempat kristy untuk memastikan keadaannya . Sejak mendapat kabar dari Romi tadi malam aku jadi kepikiran terus pada Si Kembar dan Kristy.



Aku melewati Pak Hasbi yang bengong melihatku berjalan di depannya .



"Hei kau..." dia memanggilku.



"Yoga!!" Aku berhenti sejenak sambil menoleh pada Pak Hasbi.



"Kau mau ke mana?..ini jam kerja.!! "



Aku cuma tersenyum sambil mengedipkan sebelah mataku padanya. Kuberi isyarat kode 👌 padanya. Kemudian aku masuk ke mobilku dan langsung tancap gas.



Hahaha... Aku tertawa terbahak bahak melihat pak Hasbi dari kaca spion .



Ia nampak marah dan mengomel ngomel.Dan itu lucu sekali...



"Awas , ku pecat kau!!!" ucap pak Hasbi yang begitu kesal pada Yoga.


*****


Beberapa jam kemudian aku sampai di tempat Kristy. Dan benar ternyata warung Kristy tutup lagi. Aku bergegas ke belakang menuju ke rumahnya namun rumahnya juga tampak sepi.



Kemana mereka semua...aku bertanya tanya.



Dan saat itu datang beberapa pemuda pemudi ke sana dan bercakap cakap di depan warung. Mungkin mereka pembeli atau karyawan kristy. Aku kembali ke depan untuk memastikan



"Tutup lagi.."ucap salah satunya.



"Kenapa Bu Kristy tidak memberi tahu..


Padahal hari ini aku seharusnya gajian.."ucap yang satunya lagi.


" Kalian pegawai disini?" Tanyaku.



" Iya..." Jawab mereka yang berjumlah 3 orang.



" Sejak kapan warungnya tutup?"tanyaku lagi



" 3 hari ini Kak..."



" Bu Kristy juga tidak bilang kalau mau tutup..." Aku merasakan keanehan.



Kristy bukan orang yang akan bersikap seperti itu.Mana mungkin dia menutup usahanya tanpa mengatakan apapun pada karyawannya.


Pasti ada yang tak beres.


Aku kembali ke rumahnya di belakang warung untuk memeriksa.Ketiga karyawan Kristy itupun juga mengikuti ku. Aku merasa aneh saat menyentuh pintu rumahnya, tertutup namun tidak di kunci. Dan yang lebih mengejutkan, barang barang itu dalam rumah Kristy itu semua nampak berantakan.



Ketiga karyawan kristy ternganga



"A ..Apa ini perampokan...?"



Aku langsung berlari menyusuri setiap sudut ruangan itu. Dan sama , semuanya berantakan . Dan yang paling aku takutkan...Aku tidak mendapati kristy dan anak anaknya sama sekali. Dan itu membuatku begitu cemas..

__ADS_1


__ADS_2