
Yoga kembali ke Australia dengan membawa beban kedukaan yang mendalam. Hanya dalam waktu singkat ia kini menjadi anak yatim piatu. Padahal ia sudah menyiapkan segala hal untuk Papanya. Mulai dari mencarikan dokter terbaik untuk operasi kakinya, perawat yang akan membantu Kristy merawat sampai ia sembuh. Bahkan kamar yang akan di tinggali oleh Papanya pun sudah ia minta di siapkan oleh Kristy.
Namun semua nya ternyata sia sia , Ia kini kehilangan kedua orang tua yang di sayangi nya.
Kristy memeluk Yoga dengan erat saat ia telah turun dari pesawat.
" Yang sabar ya Mas.. " ucap Kristy menguatkan suaminya.
Dafa yang menggendong Cinta, dan Dafi yang menggandeng Xavier turut menyentuh punggung Papa mereka itu untuk memberikan kekuatan kesabaran.
Yoga sadar, Papanya memang bersalah. Dan ia tak bisa lepas dari jeratan hukum lagi. Ia pun berusaha tegar menerima semua ujian ini.
.
.
Sebagai kepala rumah tangga dengan 4 anak , ia tak boleh terlalu lama bersedih. Ia harus melanjutkan hidupnya , melaksanakan tanggung jawabnya untuk anak anak dan keluarganya.
" Dik , Mas berangkat kerja dulu ya.."
" Iya....hati hati Mas..."
Yoga bekerja kembali sesuai dengan kontrak nya. Ia menjadi seorang akuntan perusahaan asing. Kontrak kerja awalnya 3 tahun. Namun masih bisa di perpanjang jika ia menghendaki. Ia juga bisa naik jabatan jika pekerjaannya bagus.
.
.
.
Romi mengambil alih perusahaan cabang di Surabaya, Andi turun jabatan menjadi wakilnya. Dengan sisa dana yang di miliki Romi dari Guntoro, ia menghidupkan kembali perusahaan Pratama. Meskipun cuma tinggal Perusahaan di Surabaya itu saja. Dengan kepintaran pengelolaannya ia berhasil membuat pabriknya kembali beroperasi. Kecakapan dan kemampuannya yang tidak di ragukan lagi, membuat beberapa mitra bisnis mereka mulai mau bekerja sama dan menanam modal kembali.
Romi membangun kembali Perusahaan pusat mulai dari nol. Ia ingin mensukseskan kembali Perusahaan Pratama agar bisa mengembalikannya pada Yoga untuk menebus rasa bersalahnya akan kematian Guntoro. Dan dengan kemampuannya , sedikit demi sedikit ia mulai bangkit.
.
.
...----------------...
.
.
.
.
10 tahun kemudian....
Perusahaan pusat Pratama kembali berjaya atas usaha Romi. Romi, Kesha dan Kinara kembali ke Jakarta .Ia menjadi Direktur utama Perusahaan besar itu .
" Jangan lupa kalian semua harus hadir...Ini reuni akbar kembalinya Yoga setelah 10 tahun ..." Pesan Romi di grup chat nya.
" Aku sekeluarga pasti datang " kata Bisma
" Aku juga " Andi pun tak mau ketinggalan.
" Ku usahakan .." Ricky pun turut menjawab.
.
__ADS_1
.
Romi menggelar sebuah pesta out door di halaman rumah luasnya. Dengan nuansa putih berhiaskan lampu lampu kaca indah yang begitu banyak juga bunga bunga cantik menambah semarak pesta tersebut.
Malam ini akan menjadi pesta reuni seluruh keluarga dan sahabat dekat Yoga untuk menyambut kembalinya Yoga sekeluarga.
Yoga sekeluarga tiba di bandara dan di jemput oleh sopir suruhan Romi . Meski tampak berumur Yoga masih tetap kelihatan tampan dan gagah. Ia nampak lebih matang di usia dewasanya. Yoga kini telah berusia 40 tahun sedang Kristy 42 tahun. Kristy juga tetap cantik dan awet muda. Ia tidak kelihatan lebih tua dari Yoga.
Dafa dan Dafi yang baru lulus kuliah tampak begitu bersinar. Tubuh mereka tinggi namun tidak begitu besar karena keturunan keluarga Kristy dan Raka perawakannya tinggi dan kurus . Beda dengan Yoga dan Romi yang keturunan tinggi dan besar dengan tubuh atletis mereka. Kini Dafa dan Dafi sudah menjadi pria dewasa di usia 23 tahun.
Sedang Xavier tumbuh menjadi pemuda tampan di usia 14 tahun nya. Wajahnya tetap imut namun tubuhnya tinggi dan berdada bidang. Dan karena kepintaran otaknya yang tergolong jenius , ia lompat kelas hingga kini ia sudah kls 1 SMA. Dan Rencananya ia akan bersekolah di Indonesia.
Sedang Cinta gadis kecil yang cantik. Usianya 10 tahun namun ia juga nampak bongsor dengan tubuh tingginya. Ia dan Xavier memiliki kemiripan lebih banyak ke Yoga sehingga wajah blesteran mereka mendominasi. Ia seusia dengan Kesha.
" Silahkan Tuan " Sopir yang menjemput keluarga itu membukakan pintu mobil begitu mereka sampai .
Keluarga Yoga turun dan langsung di sambut hangat oleh Romi dan Kinara.
" Kak Romi..." Yoga memeluk Kakaknya yang sudah 10 tahun tak di jumpai nya itu. Sama seperti Yoga, Romi meski berumur juga masih tampak sehat dan kekar walau rambut putih mulai tampak banyak di rambut kepalanya. Sedang Kinara yang usianya jauh di bawah mereka masih tetap cantik dan anggun dengan busana hijabnya.
" Yoga..." Romi menepuk bahu adiknya itu. " Senang bertemu denganmu bocah tua.." Ucap Romi lagi sambil tertawa.
" Hahaha ..kita sudah tua sekarang Kak.." ucap Yoga sambal tertawa.
Kristy dan Kinara juga berpelukan. " Selamat datang Kristy, adik ipar ku ..ho\_ho....." ucap Kinara senang. Ia selalu merasa senang jika bisa mengalahkan Kristy. Apalagi kini statusnya adalah kakak ipar, ia merasa di atas awan karena merasa lebih unggul dari Kristy.
" Ah...Kesha ..perkenalkan dirimu pada Adik adikmu itu...Biarpun mereka lebih tua dari mu , kau itu kakak sepupu mereka " ucap Nara.
" Tua kok bangga Ma..Lagian kami sudah sering Video call...kenapa harus kenalan lagi..." timpal Kesha, putra tunggal Romi dan Kinara. Ia anak yang tegas seperti Papanya. Namun tidak dingin dan ketus seperti Romi. Kesha lebih seperti anak santri karena ia cucu dari pemilik pondok di Jombang. Sedikit banyak ia sudah mengenyam pendidikan agama sejak dini.
" Itu betul " kata Xavier pula. Kesha tersenyum dan memeluk adik sepupu yang 4 tahun lebih tua namun tingginya tak banding jauh itu. Ia sebahu Xavier.
" Hu\_uft.. " Nara hanya mendesah panjang melihat tingkah kedua bocah itu. " Dasar bocah "
Kesha dan Xavier sering ngobrol di telpon walau baru kali ini bertemu langsung." Yuk makan Xavier..." ajak Kesha yang langsung akrab dengan Xavier. Xavier mengangguk.
" Cinta..ayo ikut " Xavier menggandeng tangan adiknya untuk ikut bersama mereka.
.
*Cantik banget...Cinta benar benar seperti blesteran yang sangat cantik.. Adik sepupu ku ini benar benar seperti tuan Putri*..
.
Kesha diam diam mengagumi kecantikan adik sepupunya itu. Meski ia masih anak kecil , ia tahu kelak jika besar Cinta akan tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik.
.
" Eh, itu ada Andres " ucap Xavier saat melihat Andres putra sulung Andi dan Desi yang sebaya dengan Xavier.
Keluarga Andi tiba bersamaan dengan datangnya keluarga Bisma. Romi dan Yoga menyambut mereka dengan penuh senyum. Satu persatu memeluk Yoga dan Romi bergantian.
__ADS_1
" Bro..." Bisma nampak tersenyum ramah pada Yoga.
" Sehat Bro?" tanya Yoga.
" Alhamdulillah.." jawab Bisma sambil tersenyum. Ia tampak lebih alim lagi kini .
" Kristy.." Desi begitu gembira bertemu dengan sahabat lamanya itu.
" Ya..Ampun Des...Kamu ko jadi agak gemuk.." Komentar Kristy melihat sahabatnya yang kini tampak berisi. " Hamil lagi?" tanya Kristy.
" Enggak lah...Emang aku agak gemuk karena KB..Aku takut hamil lagi kan sudah punya dua anak..Habis Andi tetap rajin ajak main...jadi aku harus rutin mengkonsumsi obat..makanya jadi bengkak gini..." ucap Desi yang biasa ceplas\_ceplos sejak dulu itu.
" Hahaha....Ketahuan lo \_Ndi..." tawa Yoga.
" Kan suhunya kamu Yog..." timpal Andi.
" Hahaha..." Yoga ngakak. Juga Romi dan Bisma.
" Emang lo nggak Bro ?" Bisma ikut menimpali.
" Sama sajalah...Tapi kan ada banyak cara supaya tidak jadi..Masak sudah tua masih punya bayi.. Kita para pemain Pro.. Harus pintar lah. wk\_wkwk..." ujar Yoga yang mengundang gelak tawa yang lain.
Mereka berkumpul dan bercengkrama sambil bernostalgia ngobrol tentang masa lalu mereka dan juga masa kini.
Yoga, Kristy , Romi , Nara , Bisma, Sonya, Andi dan Desi saling berbagi cerita tentang mereka dan keluarganya.
" Kak Romi dan Bisma kurang rajin ni...masak anaknya cuma satu..Kak Romi satu cowok , Bisma satu cewek..." kata Andi. " Kalah sama aku yang punya anak cowok dua.."
" Satu aja sudah bikin mulut rasanya sobek ngomel mulu..."timpal Romi.
" Hahaha..."
" Berarti aku juaranya..Anakku empat. " kata Yoga bangga.
" Hahaha...Terlalu rajin kamu..."
" Yoga sudah lengkap pula ..punya cowok sama cewek..hebat kamu.." kata Bisma
" Eh..aku punya ide nih...Anak anak kita kita jodohkan yuk kalau sudah besar nanti..Biar kita benar benar jadi saudara..." usul Andi.
Dafa , Dafi, Xavier dan Andres yang sudah dewasa dan remaja langsung menoleh pada orang tua mereka yang sedang ngerumpi itu. Mereka bukan anak kecil yang tidak mengerti arti sebuah kata. 'Perjodohan ' .
Untuk Cinta, Kesha, Alisha ( anak Bisma) dan Andrew (anak bungsu Andi) yang sepantaran usia nya masih 10 tahun , mereka belum mengerti sama sekali . Mereka masih asik makan bersama sambil ngobrol tentang obrolan anak kecil. Seperti game, dan kesukaan mereka.
__ADS_1
" Siapa yang akan kita jodohkan? " Romi, Yoga, dan Bisma tampak tidak keberatan. Mereka malah mendukung usul Andi itu.