
" Kristy tidak tahu kalau pelaku kecelakaan itu adalah aku. Aku kabur ke luar negeri dengan Mamaku. Dan Papaku yang mengurus semuanya. Papaku mengeluarkan banyak uang demi aku agar bebas dari jeratan penjara. Pihak Papa memenangkan pengadilan . Bahkan rumah peninggalan pria itupun di sita. Dan Kristy di usir oleh mertuanya dalam keadaan hamil tua. Aku dan keluargaku adalah orang seperti itu Andi. Kau pikir , orang seperti aku layak untuk berbahagia.. " ucapku getar menahan kepedihan di hatiku.
Andi terdiam seribu bahasa. Ia benar benar shock mendengar cerita seorang Yoga . Ternyata kisah yang di alaminya begitu rumit dan sangat memilukan. Ia menyimpan luka yang begitu dalam. Penderitaan batin yang berkepanjangan.
Pantas saja waktu itu ia pernah bilang kalau ia tak seberuntung itu untuk bisa berbahagia dengan Kristy dan anak anaknya. Yoga merasa tak layak untuk Kristy. Padahal Yoga begitu mencintai Kristy dan anak anaknya.
******
Sejak saat itu aku bekerja dengan sungguh sungguh. Setiap bulan aku menyuruh Andi mentransfer uang belanja ke rekening Kristy. Aku jarang bahkan bisa di bilang tidak pernah saling bertukar pesan dengan Kristy. Namun Aku menyempatkan diri satu minggu sekali untuk menelpon Kristy dan Si kembar walaupun cuma sebentar. Sekedar menanyakan kabar.
Dan tiap sabtu akhir bulan aku mendatangi Kristy dan anak anaknya. Cuma satu hari saja.Keesokan harinya aku dan Andi balik lagi ke Surabaya. Dan selama menginap di sana Aku cuma tidur bersama Dafa dan Dafi di kamar mereka pula.
Rumah tangga kami cuma tampak baik dan indah di luarnya. Yah namanya pernikahan formalitas , namanya saja menikah tapi di dalamnya kering tak ada cinta. Kristy dan aku sama sama menjaga jarak. Tak ada romantisme sama sekali di pernikahan kami.
Dan itu sudah berlangsung selama 6 bulan. Rasanya aku mulai bosan dengan rumah tangga hampa seperti itu. Aku mulai mencari alasan agar tidak mudik di akhir bulan menemui mereka.
Kebetulan saat ini Papa dan Mamaku bilang akan mengunjungi ku di Surabaya. Mereka akan berangkat besok dari Jakarta.
" Maaf Kris...bulan ini aku tidak bisa ke sana. Besok Mama Papaku akan datang ke rumah " ucapku menelepon Kristy.
Kristy terdiam sebentar. Kalau orang tua Yoga mau datang kenapa tidak mengajakku untuk bertemu dan memperkenalkan aku sebagai istrinya. Apa karena aku istri sirinya? batin Kristy.
" Iya tidak apa apa " Jawab Kristy " Yog , maaf ya warungnya rame... Aku tutup dulu telponnya ya.." Kristy beralasan karena tak ingin berlama lama ngobrol dengan Yoga. Untung saja bukan video call jadi kebohongannya tak ketahuan.
" Iya... salam buat Si Kembar dan Ibu " ucap Yoga.
" Ok" Kristy cepat menutup telponnya. Ia mengambil nafas panjang untuk meredam rasa di hatinya.
" Rame ?" tanya Desi heran sahabatnya yang kebetulan sedang dolan ke warungnya . Memang cukup ramai tapi semua sudah terkendali oleh para pegawainya.
" Cuma alasan saja , Des.. " jawab Kristy.
" Jadi Yoga tidak ke mari ?" tanya Desi
" Iya ... Orang tuanya mau datang berkunjung. Tapi tidak apa apa sih , aku tidak bertemu dengannya. Tidak nyaman rasanya kalau dia di sini. " ucap Kristy.
" Habis kalau di sini kalian selalu pisah ranjang sih. Dia suamimu Kris ... laki laki mana yang tahan kalau sejak menikah tidak pernah tidur bersama istrinya "
" Dia tidak mencintaiku. Menikah juga karena terpaksa. Jadi ya wajar saja " sahut Kristy.
__ADS_1
" Padahal Yoga kelihatan perhatian dan sangat menyayangimu dan Dafa Dafi.. Saat kalian akad nikah dulu kalian seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta " ucap Desi
" Kau tidak tahu rasanya Des saat suamimu tidak mau menyentuhmu karena jijik. Ia sampai muntah muntah saat ku sentuh. Sumpah Des waktu itu aku merasa kotor banget di matanya..." kata Kristy tak menutupi sama sekali tentang kisahnya dan Yoga.
" Ya jelas aku tidak tahu.. Wong aku belum menikah. Tapi kok ada ya..hubungan seperti itu , tapi duitnya terus mengalir untukmu... benar benar heran " kata Desi.
" Hanya uang saja yang dia punya . Terlalu banyak mungkin jadi dia membaginya ke janda teraniaya seperti aku ini..."
" Ada ada saja. Kau itu wanita beruntung Kris.. "
" Untung di mana menikah belum ada setahun di tinggal mati suami pertama. Pernikahan kedua punya suami kaya tapi pernikahannya cuma status saja " timpal Kristy.
" Kalau menurutku kau dan Yoga hanya perlu bicara saling terbuka dari hati ke hati. Sayang lho suamimu kaya dan tampan , kalau di rebut orang gimana.. nangis nyesek ntar..."kata Desi.
" Kalau aku punya suami seperti Yoga , ku pakaikan rantai di lehernya biar gak ada yang bisa ngambil dia.. "
" Memangnya dia anjing" Sahut Kristy.
"Hahaha.. " Kristy dan Desi tertawa bersama.
" Kenapa tidak berpisah saja Kris?" Tanya Desi kemudian.
*******
" Kau tidak ke tempat Kristy ,Yog?" tanya Andi yang berada satu ruang denganku dan mendengar percakapanku dengan Kristy di telpon.
" Nggak ah.. males " Jawabku
" Ya sudah kalau begitu aku bisa santai hari ini. " ucap Andi yang biasanya menemaniku menyetir mengantarku ke tempat Kristy. Ia tidak mau terlalu banyak ikut campur urusanku sejak ia tahu semua ceritaku dengan Kristy.
" Siapa bilang kau bisa santai hari ini kita lembur. Semua pekerjaan harus beres dan rapi. Besok orang tuaku dan Kak Romi kesini. "kataku cepat.
"Ya Ampun Yog... Aku juga mau kencan malam minggu begini. "keluh Andi
" Memangnya kau punya pacar?"
" Gak sih...tapi aku bisa mencarinya nanti "jawab Andi sambil tertawa cengengesan.
" Kerja kerja kerja " ucapku kemudian sambil meneruskan pekerjaanku kembali.
__ADS_1
" Ampun dah..." ucap Andi juga kembali ke meja kerjanya.
*******
Keesokan harinya, Kedua orang tua ku tiba di rumahku bersama dengan Kak Romi . Supir perusahaan menjemput mereka dari bandara.
" Yoga...Mama kangen sekali.." ucap Mama seraya memelukku dengan erat.
Sudah cukup lama kami tak bertemu. Mungkin sekitar setahunan . Papa dan Mama juga sibuk dengan perusahaannya. Papa menangani perusahaan pusat dan Mama sibuk dengan butiknya.
" Aku juga kangen Mama" Rindu sekali saat bermanja-manja pada Mamaku.
" Bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya Papa.
" Biasa saja Pa. Tapi jadwalku padat sampai tak bisa main " Aku ganti memeluk Papaku yang memeluk dan menepuk punggungku.
" Sekali sekali kan juga bisa refreshing dolan ke mana gitu... ajak si Andi atau siapa gitu.. " kata Papa.
Papa orang yang tegas dan penuh wibawa. Namun dia sangat penyayang pada keluarganya. Apalagi aku anak semata wayangnya.
" Atau ajak pacarmu.."sahut Mama.
" Baru datang sudah mulai ni Mama... menyebalkan.." kataku.
Papa dan Mama tersenyum.
" Kan memang sudah seharusnya , Tuan Muda" ucap Romi pula.
Ini dia sosok paling menyebalkan yang tidak ingin ku lihat. Aku masih kesal dengannya gara gara video itu.
Huh dia mulai lagi dengan sikapnya membuatku muak. Dia masih memanggilku Tuan Muda di depan Papa.
" Papa dan Mama sudah sarapan? Kalau belum , sarapan dulu Pa Ma. Bibi Ijah sudah menyiapkannya " ucapku mengabaikan Kak Romi.
" Yuk sarapan dulu Pa. Aku lapar " ucap Mamaku seraya menuju ke ruang makan bersama Papa. Hanya tinggal aku dan Raja Singa itu saja sekarang.
Kami saling bertatapan tajam dan terdiam beberapa saat lamanya. Dan kemudian dengan cueknya Kak Romi langsung duduk di sofa.
" Bagaimana hubunganmu dengan janda itu?" tanyanya kemudian.
__ADS_1
Ih aku sebel sekali dengan Raja Singa yang satu ini. Rasanya ingin ku hajar saja dia untuk melepaskan rasa amarahku yang sekian lama bertumpuk tumpuk padanya.