
Sejak hari itu Kristy tinggal bersama Yoga dan anak anaknya di apartemen itu.Dafa dan Dafi pindah sekolah di sekolah internasional ' S'
Kristy mulai membuka restoran di ruko depan kantor Yoga. Menu makanannya selain fast food juga aneka ayam, ikan ,daging olahan serta lalapan.Semakin hari resto nya semakin ramai karena banyak pegawai Yoga dan kadang juga Yoga dan rekan bisnisnya makan di sana .
Kristy juga mempekerjakan cukup banyak pegawai dan membagi tugasnya. 2 orang di kasir, 4 orang di bagian memasak , 2 orang bagian cuci piring, 5 orang di bagian pelayanan dan 2 orang di pengiriman . Kadang pegawai kantor Yoga minta layanan antar ke kantor mereka.
Tugas Kristy hanya memantau dan mengurus manajemen saja di bantu oleh 1 orang bagian pembukuan. Ia tgl memeriksa saja. Sehingga ia masih sempat mengantar jemput Dafa dan Dafi ke sekolah setiap harinya.
Dan hampir setiap hari pengunjungnya ramai karena rasa masakan khas buatan Kristy yang begitu enak. Banyak orang orang berlangganan makan ke sana.
' πΆπΆπΆ'
" Halo Yog.."
" Kris , nanti malam kosongkan jadwal mu ya... Aku ada pertemuan dengan pemegang saham besar dari Jakarta ..dia mau kerja sama dengan ku dan mengajak makan malam bersama .Karena aku bilang aku sudah menikah ia mau aku mengajak kamu dan anak anak " kata Yoga
" Oke...jam berapa? "
" jam 7 ya..Nanti aku jemput di rumah "
" oke Yog.. "
Yoga segera menutup telponnya dan melanjutkan aktifitasnya kembali.
Kristy dan Yoga memang sama sama sibuk dengan pekerjaannya. Namun mereka berkomitmen urusan anak tetap yang no 1.
Mereka tetap mendahulukan urusan sekolah anaknya. Dan tiap pagi dan malam mereka mewajibkan diri untuk kumpul dan makan bersama.
Dan meskipun ada guru privat yang mengajar les ke rumah, keduanya selalu mengontrol kemajuan pendidikan anak anaknya. Setiap minggu sekali mereka juga selalu menyempatkan untuk famili time . Entah itu rekreasi ke tempat wisata ataupun ke rumah lama mereka.
" Andi hasil tes ku sudah keluar ?" tanyaku pada Andi saat kami mengerjakan tugas di ruangan ku.
" Sudah. tapi kau disuruh menghubungi dia kalau tidak bisa pergi ke Rumah Sakit " jawab Andi
" Ya sudah hubungi dia sekarang.." ucapku sambil terus menatap ke layar komputer sementara Andi menghubungi nomor Dokter tempat aku cek beberapa hari lalu.
Ya.. Karena sudah beberapa bulan berlalu Kristy tak kunjung hamil juga aku memeriksakan diri ke dokter ahli untuk mengecek kesehatan dan kesuburan ku. Aku ingin cepat memiliki seorang anak . Namun entah mengapa masih belum jadi juga.
" Ini Yog..sudah terhubung "Andi memberikan hp ku dan segera ku terima.
" Halo Dokter Herman.. Bagaimana hasil tes kemarin.." tanya ku cepat.
" Sebenarnya tidak ada masalah serius. Tapi kemungkinan karena dulu Anda seorang alkoholik jadi sedikit terganggu kesuburannya. Saya menyarankan Anda untuk mulai berpola hidup sehat , menjauhi alkohol dan mengurangi rokok. Dan juga saya akan memberikan obat tambahan sebagai suplemen "
" Tapi saya tidak mandul kan Dokter?" tanya ku to the poin.
Andi sesaat melirik Yoga
" Tidak Tuan Yoga.."jawab Dokter tersebut.
" Oke Dokter ..saya bisa sedikit lega..." ucapku sambil tersenyum dan kemudian segera menutup telponnya.
" Masih belum jadi juga ya.." tanya Andi
" Iya..Rasanya sedih gue Andi...Mainnya lama sampai pegel pegel tapi belum jadi juga.."kata ku
__ADS_1
" Hahaha.. Makanya sebelum main itu berdoa dulu... Gak asal nyelonong bikin gol sebanyak banyaknya.." ucap Andi sambil tertawa
" Apa memang harus gitu.."
" Iyalah Yog. Kalau gak berdoa setan ikut main..." kata Andi
" Ya sudah biar nanti ku coba. "
" Semangat Yog. Kamu pasti bisa " ucap Andi sambil menepuk bahuku.
" Thanks Andi.." Aku pun tersenyum padanya.
.
.
.
Malam harinya , sesuai janji aku menjemput Kristy dan anak anak . Mereka menunggu di lobi gedung apartemen saat aku tiba.
Dafa dan Dafi mengenakan setelan jas dan Kristy mengenakan dress peach cantik yang di dominasi warna biru motif bunga. Lengan pendek, bagian bawahnya rumbai pendek bagian depan dan panjang bagian belakang. Dengan rambut yang di gulung makin terlihat kulit putih mulus dan leher jenjangnya.
' Kristy ini kecantikannya tiada banding..dan tiap kali aku melihatnya dia senantiasa bisa membuat takjub dan jatuh cinta . Penampilannya tidak mewah tapi sangat 'wah'... Rasanya ingin mengurungnya saja di kamar dan menikmati pemandangan indah itu sendiri..Aku tak mau orang lain turut menikmati kecantikannya '
" Cantik "Aku memuji istriku sendiri. Kristy tersenyum.
" Rasanya ingin menyingkap rok mu dan memasukkan milikku.."ucapku berbisik pelan di telinganya.
" Mesum " ucap Kristy pelan sambil mencubit tanganku. Aku cuma tertawa.
" Yuk berangkat sekarang.. kalau terlalu lama di sini semakin banyak yang melihatmu " ucapku seraya menggandeng tangan Kristy .
Ia pun buru buru pergi bersama kedua putranya. Mereka segera naik mobil sporty mewah Yoga menuju ke sebuah hotel bintang 5 .Hotel tempat menginap kaum borjuis yang menyukai kemewahan.
Mereka langsung melangkah ke resto hotel tersebut dimana di sana 3 orang telah menunggu mereka .Sepasang suami istri yang dari penampilannya tampak jelas kalau mereka orang orang dari kelas sosial tinggi. Dan seorang lagi gadis muda putri mereka yang juga berparas cantik dan berpenampilan sama mewahnya seperti kedua orang tuanya.
" Selamat malam Tuan Abraham , nyonya Catherine dan Kak Celine..."
Aku menyapa ketiganya yang semuanya sudah sering aku temui saat membahas urusan kerja.
" Silahkan duduk Yoga..," ucap Abraham.
" Mereka ini.."
" Mereka ini istri dan anak anak saya..Ini Kristy dan. ini Si Kembar putra kami Dafa dan Dafi."
Sesaat ketiganya terdiam . Dan memandangi Kristy dan anak anaknya . Ada pandangan takjub dan sedikit keterkejutan di mata mereka.
" Kenapa Tuan Abraham..?" tanyaku saat Tuan Abraham memandangi Kristy tanpa henti . Apa dia kagum pada kecantikan istriku?
" Ah tidak...Aku cuma sedikit heran..Selama ini kau jarang mengekspose istri dan anakmu..kukira kau masih bujang . Jadi aku berencana menjodohkan mu dengan Celine putri tunggal ku...tadinya aku tak percaya saat kau bilang sudah menikah dan punya anak tapi tenyata kau itu beneran ya..."
Aku tersenyum simpul . ' Pantesan saja dia ngotot menyuruhku mengajak Kristy dan anak anak'
Celine memang seorang wanita pebisnis hebat . Tapi usianya di atas ku. Mungkin sekitar 5 tahun selisihnya. Yang jelas usianya sudah memasuki kepala 3 sedang aku masih kepala 2.
Di usianya yang tergolong muda ia sudah bisa menangani beberapa proyek besar pekerjaannya dan selalu berhasil. Mungkin karena kedua orang tuanya juga pebisnis hebat dan juga di dukung finansial super kuat pula. Dan kini mereka juga berencana menanam saham pula di perusahaan ku
__ADS_1
" Pantas saja kau menyembunyikan nya Yoga... istrimu sangat cantik...dan anak anakmu juga tampan . Keluarga yang sempurna " puji Tuan Abraham.
" Terima kasih Tuan Abraham " ucapku sambil tersenyum bangga.
" Kalian sudah lama menikah ya.." tanya. Nyonya Catherine
" Belum ada .." belum sampai kalimat ku selesai , ia sudah memotongnya lagi.
" Tapi melihat anak anakmu sudah sebesar ini kau pasti nikah muda ya..."
" Hahaha.." Aku cuma tertawa.
" Atau karena kecelakaan.. " Aku terdiam . Nyonya Catherine sepertinya sedang menyelidiki ku.
" Namanya juga anak muda Nyonya.. " jawabku sambil tertawa. Kristy langsung mencubit ku. Namun aku segera menggenggam tangannya memberi kode agar ia tidak protes. Dan sepertinya ia pun mengerti.
' Ya..Biarlah mereka mengira pernikahan kami karena kecelakaan.. Hamil duluan sebelum menikah?... tak terlalu buruk.. biar mereka mengira Si kembar ini benar benar anak anak ku.'
" Sudah sudah.. Ayo silahkan pesan makanannya.. Kita mau makan malam kan.."kata Tuan Abraham.
Kemudian kami segera memilih menu nya.
' Ya Ampun harganya... selangit !" batin Kristy yang terkejut melihat daftar harga dan menunya . Namun ia tetap bersikap biasa saja. Ia memang harus terbiasa dengan gaya hidup orang orang banyak uang itu. Toh suaminya juga dari golongan mereka.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang . Kristy yang sudah belajar dari Yoga cara makan dengan banyak pilihan sendok dan garpu yang biasa di lakukan para elite melakukan sesuai ajaran Yoga. Memilih peralatan makan yang sesuai dan makan dengan anggun .Persis seperti cara makan wanita kelas atas .
Dan itu tak luput dari pandangan keluarga Abraham. Dari situ mereka menyimpulkan Kristy memang wanita dari kelas yang sama dengan mereka meskipun tanpa di tanya latar belakangnya.
"Mama .. Aku mau ke toilet " Kata Dafa.
" Aku juga " kata Dafi yang tidak mau di tinggal Mamanya pergi .
" Saya permisi dulu ya.." ucap Kristy bersama kedua putra mereka. Keluarga Abraham mengangguk.
" Oh iya Yoga... Kau tunggu sebentar ya .. jangan pulang dulu . Masih ada seseorang yang mau bergabung dengan kita .." kata Abraham.
' Padahal aku mau cepat cepat pulang sebenarnya . Ingin mencoba membuat adik untuk si Kembar lagi...' batinku kecewa.
" Memang Om Guntoro jadi kesini Pa ? " tanya Celine
' Hah ?! Guntoro ? Papa ku?' Aku begitu terkejut saat mendengar nama Papaku di sebut.
" Iya " Jawab Abraham
" Apa Papa ku akan kemari Kak ?" tanya ku pada Celine.
" Iya.. Dia dan Romi sedang dalam perjalanan kemari " Jawab Abraham.
' Mati aku...Bagaimana ini.. Bagaimana kalau mereka sampai bertemu? Kristy dan Papa tidak boleh bertemu.. Tidak...Sebelum aku mempunyai anak dari Kristy '
Aku mulai panik . Aku benar benar panik. Terlebih saat mendengar kata kata Abraham lagi.
" Ah..itu mereka.." Ucap Abraham sambil menunjuk dua sosok pria yang sudah begitu akrab di mata Yoga. Mereka adalah Guntoro dan Romi. Dan keduanya sedang melangkah menuju ke tempat mereka.
' Tamat riwayat ku..' batinku
__ADS_1