KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
153. NYATA ATAU MIMPI?


__ADS_3

" Kak..kau jahat!! Semua gara gara kau Kak Bisma sampai seperti ini.." Bella menghubungi Kristy dengan isak tangisnya.



Kristy pun tak urung ikut menangis mendengar telpon Bella tersebut. Ia tak bisa berkata sepatah katapun .Ia langsung lemas dan lunglai terduduk di lantai . Hp yang ia pegang sampai jatuh. Ia pun terisak dalam tangisnya.



" Mommy...?" Xavier bingung melihat Mamanya yang tiba tiba menangis ." Don' t cry Mom..jangan menangis.." ucap Xavier sambil memeluk Mamanya.


.


.


Saat itu Yoga pulang dari kantornya. Ia heran ..biasanya Kristy dan Xavier menyambut mereka namun kali ini sepi dan sunyi. Keduanya sama sekali tak nampak.


Aneh...kenapa sepi sekali...Dimana Kristy dan Xavier...


" Dik...Xavier..."



Yoga mencari cari keberadaan anak dan istrinya. Dan akhirnya ia menemukan mereka. Kristy sedang menangis tersedu . Xavier pun ikut menangis di sebelahnya karena Kristy tak kunjung menghentikan tangis nya.



" Dik..Xavier kalian kenapa...?" tanya Yoga cepat sambil menghampiri keduanya.



" Bisma mas...Bisma.."



" Kenapa dengan Bisma? "



" Dia sekarat..Dia di tembak ...Bella bilang itu gara-gara aku...



Yoga ternganga. Bagaimana itu bisa terjadi?... Siapa yang menginginkan kematian Bisma?.....Siapa yang mencelakainya?



Otak nya berputar. Satu satunya orang yang mungkin bisa melakukan itu cuma satu. Yaitu Papa nya.



" Pa...apa Papa yang melakukan itu?" tanya Yoga langsung menghubungi Papa nya.



" Apa?"



" Bisma! Apa Papa menyuruh orang membunuh Bisma?!" tanya Yoga penuh emosi



" Itu akibat nya berani mengusik keluarga kita. Siapa suruh dia membuatmu luka parah seperti itu...Dia pantas mendapatkannya.."



" Papa jahat. Kejam!!....Kenapa harus melakukan itu..Aku tidak pernah menyuruh Papa melakukannya..Masalah antara aku dan Bisma itu masalah antar lelaki...Aku bisa menyelesaikannya sendiri . Aku tidak perlu campur tangan Papa karena aku bukan anak kecil lagi. Dan lagi bagaimana bisa Papa melakukan pembunuhan seperti itu..Sangat tidak manusiawi. Papa sudah berbuat Kriminal!! "



" Tenang saja Yog..Tidak ada yang bisa menyentuh keluarga Pratama ..."



" Aku tidak akan pernah memaafkan Papa kalau Bisma sampai mati...Tidak akan pernah!!"



Yoga benar benar sangat marah dengan tindakan Papanya..Bagaimana mungkin Papa nya bisa menyakiti Bisma sahabatnya padahal masalah mereka sudah di selesaikan baik baik. Papanya malah membuat masalah baru dengan berbuat kriminal.



Satu yang ia sesali dan sangat ia benci , kenapa ia harus lahir dan menjadi anak keluarga Pratama. Anak dari manusia yang kejam seperti iblis itu. Yang berbuat sesukanya terhadap orang lain. Mempermainkan hidup orang lain sesuka hatinya. Sampai kapan ia harus bertahan dengan kesewenangan Papanya itu.Ia benar benar mengutuk semua perbuatan Papanya itu...



" Kris...ayo berangkat.."



Malam itu juga Yoga , Kristy dan Xavier berangkat menuju ke Blitar. Mereka terbang dengan pesawat pribadi keluarganya yang langsung transit di Malang.



Anak buah Romi menjemput Yoga dan membawa mereka ke Blitar. Langsung menuju ke rumah sakit tempat Bisma di rawat.



Romi sudah berada di rumah sakit bersama keluarga Bisma . Mereka menunggui Bisma yang di rawat di ruang ICU. Anak buah Romi menjaga dengan ketat tempat Bisma dan Sonya di rawat.



Yoga dan Kristy langsung di sambut oleh Romi yang kemudian membawa keduanya masuk ke ruang khusus ICU itu.



" Maafkan aku..Ini semua salahku.." Yoga berlutut meminta maaf saat bertemu kedua orang tua Bisma. Ia benar benar menyesali perbuatan Papanya .



Romi sudah menjelaskan pada orang tua Bisma kejadian sebenarnya , itu bukan suruhan Yoga dan dirinya. Itu perbuatan kaki tangan Papa Yoga . Yoga tak terlibat sama sekali. Namun Yoga tetap merasa bersalah . Ia menjadi sebab kekejaman Papa nya itu. Ia sampai berlutut memohon maaf. Dan itu membuat mereka begitu tersentuh.



Ayah Bisma menghampiri Yoga dan membantunya bangun , kemudian ia memeluk Yoga. Ayah Bisma mengingat dengan betul pesan terakhir anaknya , mereka tidak boleh dendam dan membalas dendam pula. Apalagi keluarganya keluarga yang mengerti ilmu agama.



Mereka juga sudah lama mengenal Yoga. Yoga bukan orang yang mungkin melakukan hal itu.


__ADS_1


" Ini bukan salahmu nak.."



Yoga tak kuasa menahan air matanya. Ia pun lalu memeluk Ayah Bisma itu.


.


.


Kristy ,Yoga dan Xavier di ijinkan masuk ke ruang ICU khusus itu setelah di steril dan mengenakan pakaian khusus.



Bisma dan Sonya sama sama kritis. Semua alat bantu mulai dari tabung oksigen , alat deteksi jantung , deteksi tekanan darah semua lengkap terpasang di tubuh keduanya. Beberapa kantong infus dan kantong darah juga terpasang. Tubuh keduanya tergolek lemah di atas tempat tidur hanya di tutupi kain putih yang menutupi tubuh mereka.



Yoga dan Kristy begitu prihatin melihat keadaan keduanya.



" Jangan mati Bro...Kau harus hidup.." ucap Yoga saat berada di dekat Bisma " Kita belum benar benar berbaikan.. Aku belum meminta maaf padamu...Jangan buat aku menyesal selamanya..."



Kristy tak bisa berkata apa apa ia cuma menangis sambil menyentuh tangan Bisma yang dingin . Satu tangan memegangnya satu lagi memeluk tubuh Bisma.



Ia tak bisa melupakan bagaimana kebaikan hati seorang Bisma yang selama 3 tahun membantunya hidup di luar negeri. Bagaimana saat ia mengandung Xavier, bagaimana usahanya menuruti ngidamnya, menemaninya saat melahirkan dan bagaimana ia menjaga diri dan ketiga putranya. Berpura pura menjadi Ayah ketiganya..Betapa ia mencintai dan mengasihi keluarganya...Kristy sangat berhutang budi padanya..



Memang Bisma juga pernah melakukan hal yang tidak baik padanya, tapi itu tak mengurangi kebaikan hati seorang Bisma. Itu hanya wujud dari kekerasan hati Bisma yang sangat mencintainya. Ia cuma ingin berusaha mempertahankan cintanya...



Kristy sebenarnya juga menyayangi Bisma... Andai saja waktu itu ia tidak bertemu kembali dengan Yoga yang ia kira sudah meninggal , ia tentu kini sudah menjadi pasangan Bisma.. Menjadi istrinya dan mulai belajar mencintainya..



Namun sepertinya mereka memang tidak berjodoh ...jodohnya kembali ke Yoga...Setidaknya ia menyayangi Bisma sebagai teman...Teman seperjuangan yang pernah hidup bersama di luar negeri selama 3 tahun...



" Daddy..." Xavier menyentuh wajah Bisma " Wake up Dad..don' t die..."


.


.


Yoga dan Romi menemui tim Dokter yang menangani Bisma dan Sonya. Mereka ingin tahu dengan pasti kondisi keduanya.



" Keduanya mengalami luka tembak di bagian dada atas sebelah kiri. Lebih tepatnya di bawah bahu. Wanita itu tidak benar benar ingin membunuh pria itu. Dia tidak menembak tepat ke organ vitalnya. "



" Jadi mereka masih bisa selamat?" tanya Yoga.




" Lakukan apapun Dokter..jangan memikirkan biayanya.. Saya akan menanggung semuanya... Yang penting tolong bantu agar mereka bisa selamat " pinta Yoga.



" Kami akan berusaha semampu kami. Kita lihat saja bagaimana kondisi mereka 3 hari ke depan...Kalau mereka bisa melalui masa kritisnya , mereka akan selamat.."


.


.


" Kalau Bisma sampai meninggal aku akan meninggalkan keluarga Pratama...Aku akan memutuskan hubungan dengan Papa ku.. Aku tidak sudi mempunyai Papa seorang pembunuh...Apalagi dia membunuh sahabatku.."ucap Yoga geram menahan amarah.



" Kau akan hidup miskin Yog...Dia benar benar akan membuatmu jadi gelandangan di jalanan..." Romi mengingatkan.



" Dia sudah terlalu banyak membuat kesalahan.. Bulan , dan juga Bisma. Kemarin juga , Kakak , Kinara dan Kristy juga hampir saja dalam bahaya.. Ah..Aku baru ingat...bagaimana dengan orang itu..Ryan atau siapa namanya..Algojo Papa ku itu..."



" Dia sudah tinggal nama...Papamu sudah menghabisi dia untuk menghilangkan jejaknya agar lolos dari hukuman.."



Yoga benar benar tak habis pikir dengan Papanya. Kenapa dia harus melakukan semua tindakan kriminal seperti itu. Dia memang sering lepas dari hukuman dengan uangnya , tapi kenapa dia terus berbuat kejam seolah nyawa manusia itu tiada harganya. Suatu kenyataan yang sulit ia terima bahwa Papanya benar benar seorang pembunuh.



" Apa Mama tahu semua yang di lakukan Papa?" tanya Yoga. Ia ingin tahu... Apa Mamanya yang berhati selembut malaikat itu mengetahui semua yang di lakukan suaminya.



" Tidak , Tante Risa hanya tahu kalau suaminya ini orang yang keras tapi kalau dunia kelamnya dia tidak tahu sama sekali " jawab Romi.



" Kalau begitu , jika aku pergi nanti aku akan membawa serta Mama..Mama, Kristy dan ketiga anakku..." ucap Yoga. Romi cuma menepuk bahu Yoga untuk memberinya semangat



" Kalau Kak Romi?"



" Aku tidak mempunyai kebebasan seperti dirimu Yog...Kalau aku meninggalkan Tuan Besar aku akan mengalami nasib yang sama dengan Ryan . Aku akan tetap di sisi nya sambil menjaga Kinara "



" Urusan dengan Keluarga Kinara beres?" tanya Yoga.



" Ya... Demian menghubungiku beberapa waktu lalu...Dia tidak bisa membuatmu bercerai dengan Kinara karena Papa mu melarangnya. Tapi aku sudah membereskannya. Kalian tidak bisa bercerai tapi bisa berpisah. Pernikahan kalian saja menggunakan surat pernyataan palsu dari Kristy. Sementara ini biar orang orang mengira dia masih istrimu. Dia aman di posisi itu..."

__ADS_1


.


.


Kristy dan Xavier menginap di rumah Ibunya Rasti. Namun mereka tetap menjenguk Bisma sepulang sekolah Dafa Dafi dan Xavier.



Yoga dan Romi tetap menunggu Bisma di Rumah Sakit bersama keluarga Bisma. Romi menunggu sambil mengecek pekerjaan di laptopnya. Mereka cuma keluar sebentar untuk makan dan mandi dan kemudian kembali menjaga Bisma.



Keluarga Bisma tak hentinya berdoa untuk keselamatan putranya..Mereka sangat berharap sebuah keajaiban tiba. Bisma segera sadar kembali.



Orang tua Bisma dan Bella bergantian melantunkan ayat suci di samping Bella. Membacakan di samping telinga Bisma.



*Cepat sadar Bro*... Yoga sangat mengharap kesembuhan Bisma. *TUHAN , tolong selamatkan Bisma*.


.


.


. Sementara itu di Jakarta Guntoro makan bersama Risa dan Kinara.


" Yoga dan Romi mana...Sudah 2 hari tidak kelihatan.. Aku wa juga tidak menjawab..."



" Romi cuti seminggu ke luar kota..Kalau Yoga paling juga bersama janda itu. Biarkan saja " jawab Guntoro acuh. Ia tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya pada Risa. Ia tidak ingin. Kebusukannya di ketahui istrinya.



" Aku kangen Xavier.."



" Aku sudah bilang , jangan temui dia lagi . Dia bukan cucu kita " sahut Guntoro.



Risa terdiam..Ia tidak mau berdebat lagi dengan suaminya yang kaku itu.



" Bulan depan reuni Keluarga Besar Pratama.. Kalau Kinara hamil , aku akan menunjukkan di depan mereka semua cucu ku..penerus ku.."



Risa tahu , satu bulan lagi memang bakal ada reuni keluarga Pratama.. Yang di sana berkumpul seluruh keluarga Pratama , para sepupu, paman Bibi, semua yang memiliki silsilah keturunan Pratama. Orang orang yang backgroundnya sama sama keturunan orang kaya yang berasal dari banyak belahan dunia. Mereka akan saling memamerkan hasil kekayaan yang mereka miliki dan juga menunjukkan anak cucu kebanggan orang tua mereka.



Perusahaan Pratama yang ada di luar negeri sebagian memang milik mereka. Namun banyak juga yang berada di bawah kendali perusahaan Guntoro karena merupakan anak cabang perusahaan Guntoro. Dalam strata tertinggi Guntoro adalah yang yang paling sukses di antara Pratama yang lain. Sehingga ia menjadi sorotan para saudaranya. Tentu ia akan di cemooh bila memiliki cucu dari kelas rendah. Karena itu ia mati matian menolak Xavier. Ia tidak mau di permalukan di depan sanak saudaranya.



" Nara, kalau Yoga nanti Yoga kembali ke rumah ...berusahalah merayu nya agar dia mau bersama denganmu. Ajak dia bercinta denganmu kembali agar kau cepat hamil..."



Kinara terdiam. Untuk bersama Yoga waktu itu saja ia harus mabuk dulu sekarang mertuanya itu malah menyuruhnya mengulanginya. Ia benar benar tidak mau di sentuh Yoga lagi. Tapi jika ia berkata tidak Guntoro pasti menganiaya nya lagi.



" Iya , Om " Kinara berucap pasrah meski itu berlawanan dengan keinginan hatinya. Ia tidak punya keberanian melawan seorang Guntoro.



" Kau panggil aku Papa ..jangan Om..Kau menantuku.."



Kinara menghela nafas panjang sembari menjawab " Iya...Papa.." ia kini bak sebuah boneka patuh yang begitu penurut. Ia memang harus menurut demi keselamatan nyawanya.


.


.


Bisma merasa berada di sebuah taman yang sangat indah. Penuh bunga bunga berwarna warni , kupu kupu yang beterbangan dengan cantiknya , dan kicauan burung burung. Tempat itu begitu indah ,sejuk dan nyaman. Air sungai mengalir indah dengan air yang begitu jernih tak jauh darinya .



Ia benar benar kerasan berada di sana terlebih banyak wanita wanita yang sangat cantik parasnya dengan tubuh yang aduhai di sekelilingnya. Mereka tersenyum dan tertawa bersamanya. Ia bak seorang Raja yang di kelilingi para selirnya. Sungguh menyenangkan.



" Daddy..." suara bocah kecil yang tak asing di telinganya memanggilnya. Bisma yakin itu suara Xavier yang sangat di sayangi nya.



" Daddy...Daddy..Daddy..."



Bisma mencari cari asal suara itu namun Xavier tidak ada di mana mana.



" Xavier...Xavier...Xavier kau di mana..."



" Daddy , wake up..."



Bisma membuka matanya pelan dan mendapati Xavier di sana. Xavier duduk dekat ranjangnya sambil menyentuh wajahnya.



Yang lebih menyejukkan matanya lagi adalah sosok Kristy yang juga tersenyum sambil me\_linangkan air mata menatapnya. Ini nyata atau mimpi...Bisma bertanya tanya dalam hati.



" Bisma..." Kristy dengan penuh haru langsung memeluk Bisma.


__ADS_1


AH....*Aku benar benar sudah berada di surga...Kristy dan Xavier bersamaku*...


__ADS_2