KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
208. SENAM JANTUNG


__ADS_3

" Nggak Pa...Aku nggak mau... " kata Xavier menolak.



" Pokoknya sekarang juga kamu ikut Papa .. kamu itu kalau di biarkan bakal jadi anak nakal " kata Yoga.



" Sudah nurut aja..." kata Dafa sambil menepuk bahu adiknya yang memang punya bibit Ita itu sejak kecil.



" Kecil kecil sudah jadi ketua Genk...gede mau jadi apa anak nakal..." tambah Dafi.



" Ayo cepat masuk mobil..." kata Kristy pula .



" Mama Mama Mama... aku mau ke tempat Om Romi .." rengek Xavier.



" Iya...kita mau ke Jombang tempat mertuanya Om Romi mu itu..."



" What?...Pondok pesantrennya Kesha pas liburan itu?? Ma .. apa jadinya kalau anak tampan mu ini jadi ustad tapi kelakukan nya bejad .. Mama please.. "



" Justru di sana kamu itu di benahi biar jadi baik akhlak nya..." kata Kristy.



Mau tak mau Xavier menurut pada kedua orangnya karena Yoga sudah berkacak pinggang sambil memelototinya.



" Adios\_Amigos ( Selamat tinggal, teman\* ) spanyol ..." ucap Xavier pada anak buahnya yang mulai menaiki bis yang di Carter oleh nya . Yang kemudian segera berlalu pergi meninggalkannya.



" Boooos..." anak buah Xavier meratap meng\_hiba saat mereka terpaksa harus berpisah. Mereka melambaikan tangan melepas kepergian bosnya yang harus masuk ke pondok pesantren itu .



Satu persatu keluarga Yoga memasuki mobil yang akan membawa mereka ke Surabaya itu. Dafi dan Aleena mengantar kepergian mereka sampai di depan restoran.



Dafa yang mengemudikan mobil. Yoga di sisinya. Cinta di belakang dengan mischa sedang Kristy di bangku tengah dengan Xavier. Mereka nantinya akan lewat tol untuk mengantar Xavier ke Jombang.



" Ma ..aku gak bawa baju ganti banyak..cuma baju ini dan kaos satu di tas ku....buku buku sekolah juga tidak...Apa di pondok aku tidak ganti baju ?" Xavier membuat alasan agar ia tidak di masukkan ke pondok.



" Nanti biar di paketkan Om Romi '' jawab Kristy



"Paket perlu waktu paling cepat 3 hari ...3 hari aku ga ganti baju?" tanya Xavier.



" Di sana ada kakek mu Opa Rasyid...Anaknya juga laki laki ..kau bisa pinjam bajunya.." jawab Yoga



" Dalaman juga pinjam?"



" Beli !!!" jawab Yoga dan Kristy bersamaan.



Xavier benar benar tak diberi pilihan oleh kedua orang tuanya.



" Hihihi...kapok..." ucap Dafa menertawakan adiknya itu. Mischa dan Cinta turut tertawa geli .


.


.


..


.


Mobil mereka mulai melaju. Xavier yang berbadan jangkung dan bongsor itu ber\_manja sambil tiduran bersandar di bahu Mama nya.



" Kamu itu baru berusia 14 Xavier..."



" 15 " sahut Xavier



" Itu masih kurang 6 bulan lagi.."



" Sudah ganti tahun Brati sudah nambah umur " Xavier keras kepala.



Kristy menghela nafas panjang. Ia kemudian mengusap dan membelai rambut putranya itu



" Kirim aku ke tempat Mimi saja Ma..."


__ADS_1


" Mimi itu gadis dewasa Xavier , dan kau masih bocah...Mimi itu tak terpaut jauh usianya dari Dafa dan Dafi ..Anak seusia mereka sudah pantas menikah..."



" Aku juga sudah dewasa...buktinya aku lompat kelas.. Badanku juga lebih besar.."



" Tapi otakmu lebih kecil " sahut Dafa mengejek adik.



" Hi\_iih.🀨.." Xavier geregetan dengan kakaknya itu. " Aku menikah dengan Mimi saja Ma..."



" Bocah s o m p l a k !! " sahut Yoga



" Aku sudah besar Ma Pa... bukan anak kecil...kalau kalian mengijinkan daripada di pondok aku menikah saja " kata Xavier menggampangkan.



" Kalau ngomong kok tidak dipikir dulu.." kata Kristy.



" Papa dulu menikah dengan Mama umur berapa ?" tanya Xavier cepat .



" 25 "



" Kehilangan perjaka? "



" 19 "



Kristy melotot mendengar jawaban spontan Yoga. " Mas !!!"



" Tuh kan...masih belasan juga sudah kawin..... Ma , Papa malah parah \*\*\*\* bebas tuh ...beda kan sama aku ..aku mau nikah langsung lho di usia muda..." timpal Xavier



" Ih..ini anak .. Bikin gue darah tinggi .. Yang ada malah gue cekik sendiri nanti .." gerutu Yoga kesel saat Xavier malah seperti hendak mengadu dirinya dengan Kristy.



" Sabar Pa ...sabar... biar ga stroke " Ucap Dafa sambil tertawa geli.


.


.



" Ma , kebelet pipis..." ucap Xavier.



" Tahan dulu...Nanti kita berhenti di POM " kata Kristy .



" Apa mau pipis di rel...Mumpung banyak yang lihat tuh.." ledek Dafa. " Ada cowok ganteng tapi gila..wk\_wkwk "



"..."πŸ˜‘Xavier malas menjawab.



" Pakai botol aja Xavier.." Mischa menambahi.



" Hihi.." Dafa dan Mischa tertawa geli berdua.



" Tunggu sebentar ya.." kata Kristy lagi.



Xavier membuka pintu mobil dan beranjak keluar. Ia mulai melangkah mendekati palang kereta tersebut.



" Mau kemana?" tanya Yoga cepat.



" Xavier ! " panggil Kristy.



" Masak pipis di rel beneran??" ucap Dafa keheranan.



Mereka begitu terkejut saat Xavier lewat menerobos di bawah palang.



" Xavier !!" Yoga , Kristy, Dafa dan Mischa begitu terkejut melihat yang di lakukan oleh anak itu. Terlebih saat banyak orang meneriaki Xavier



" Wooo\_ooy...kereta mau lewat " petugas dan orang orang yang ada di sana pada berteriak


mengingatkan.


" Apa dia gila?"

__ADS_1



" Apa dia mau bunuh diri?!"



" A D I O S !!" sesaat Xavier tersenyum dan memberikan cium jauh pada keluarganya dan sesudah itu ia pun segera melintas .



" Awaaaaas !!!!!" Yoga beserta banyak orang yang berada di sana spontan berteriak.



" Xavier " Kristy langsung menutupi mukanya , ia benar benar tak sanggup melihat putra nya itu .Ia bahkan tak berani membayangkan apa yang terjadi saat kereta melintas dengan cepat.



Dengan muka pucat Yoga dan Dafa melihat gerbong demi gerbong lewat dengan cepat sambil berharap harap cemas. Ia berharap Xavier sudah melintas sehingga tidak tersenggol oleh kereta dengan kecepatan tinggi itu.



Gerbong terakhir berlalu. Semua orang melihat ke lajur seberang. Namun Xavier sudah tak ada di sana.



" Dia selamat?" tanya Yoga kebingungan mencari anaknya.



" Woooi...dimana pemuda tadi ?" tanya Petugas pada orang orang dari lajur sebarang yang mulai menjalankan kendaraannya lagi begitu palang kayu itu di angkat.



" Dia lari ke sana.. Masuk ke sebuah Bis "



Yoga dan keluarganya yang membuka kaca mobil bernafas lega mendengar hal tersebut. Xavier selamat walau ia berhasil kabur.



" Masuk bis? ....jangan jangan bis teman temannya tadi " tanya Dafa.



Kristy dengan cepat menghubungi Hp Xavier untuk memastikan kebenarannya.



Xavier menolak panggilan dari Mamanya itu. Namun kemudian ia mengirim sebuah gambar potret dirinya yang menjulurkan sedikit lidahnya πŸ‘…dan menunjukkan jari tengahnya πŸ–•.



" Bocah ini benar benar deh ..πŸ˜“πŸ˜“ " ucap Kristy tak habis pikir.



" ASEM....hampir copot jantungku di buatnya...Bocah tengil itu benar benar membuatku senam jantung..." kata Yoga.



" Makanya kalau ngomong itu yang baik Mas...Masak anak sendiri mau kamu cekik...Xavier hampir mati ..itu gara gara ucapan mu..." kata Kristy kesal. " Kamu dulu juga begitu kan Mas, waktu Xavier masih dalam kandungan... Ngomong mau ikut pergi Xavier... terus kamu kecelakaan dan koma. Ngomong tuh di jaga...jangan asal..." Kristy mulai mengomel ngomel.



" Salah lagi salah lagi..." Yoga cuma bisa mengelus dada.



" Xavier memang geregetin.... " kata Dafa pula.



Meski begitu mereka semua bersyukur. Mereka bisa bernafas lega kini . Setidaknya Xavier tidak apa apa. Ia lolos dari maut yang hampir saja merenggut nyawanya..


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Xavier yang sudah naik bis bersama teman temannya bersuka cita di sana.. Ia dan teman temannya korlap dan berjoget ria sambil menyanyi mengikuti musik.


Ia tadi memang beralasan mau buang air karena melihat bus teman temannya sedang berhenti di sebuah minimarket yang tak jauh dari perlintasan kereta tadi.



" Demi apa ?" tanya Xavier



" Demi cinta !!" jawab anak buahnya serempak.



" Cinta siapa ?"



" Cinta Mimi !! "



" Aku apa ?" tanya Xavier lagi.



" Aku cinta padamu..."



Xavier tertawa lepas . Teman teman Genk nya itu begitu kompak mendukungnya. Mereka bersorak sorai sambil memukul mukul botol kosong sambil menyanyi dan berjoget lagi. Persis seperti suporter sepak bola . Xavier pun ikut bernyanyi dan berjoget dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2