
" Iya... "
" Sudah ku bilang berapa kali Kris..aku bukan pembunuh. Kau sudah tahu kejadiannya kan.. Itu kecelakaan .Kenapa kau masih juga menganggap ku sebagai pembunuh? Dan lagi apa kau tak ingat bagaimana perjuangan kita untuk mendapatkan anak ini . Berapa tahun aku harus meminum obat itu setiap hari demi anak ini.. Kau mau membunuhnya? Dia anak kita ...buah cinta kita.."
" Dia cucu Guntoro. Darah keturunannya mengalir di tubuhnya. Itu yang tidak bisa ku
terima ! " Kristy mulai bersuara.
" Papamu membenciku... Dia membuat hidupku sengsara... Merendahkan aku seolah aku ini manusia hina yang tak ada nilainya sama sekali. Kenapa aku harus melahirkan keturunannya? "
" Demi Tuhan Kris...Kau boleh membenci Papaku . Boleh membenciku. Tapi apa salah anak ini. Dia tak berdosa. Dia tidak bisa memilih lahir dari siapa. Jadi gunakan akal sehatmu Kris..Gunakan hatimu.. Dia anakmu.. Bagaimana mungkin kau bisa membunuhnya. Lalu apa bedanya kau dengan Papa? Papaku memang bukan orang yang baik tapi dia tidak akan membunuh darah dagingnya sendiri "
Aku benar benar tidak rela Kris menggugurkan anak kami. Anak yang sudah ku idam idamkan sejak lama. Yang sudah begitu lama ku nanti kehadirannya. Anak kandungku. Darah daging ku.
" Maaf Mas..." Cuma sepatah kata itu saja yang terucap dari mulut Kristy.
" Kau kejam Kris..Kau kejam.." Aku berucap dengan bibir bergetar dan mata berkaca.
Aku memang seorang pria yang bertubuh kuat namun hatiku rapuh. Aku mudah menitikkan air mata saat hatiku sedih . Aku mudah tersentuh. Mungkin karena sejak kecil kurang mendapat kasih sayang jadi gampang terbawa perasaan.
Apalagi untuk hal besar seperti ini , aku benar benar tak bisa membohongi diriku sendiri. Aku sangat sedih. Anak yang ku idam idamkan akan di hilangkan keberadaannya oleh Ibu kandungnya sendiri. Aku benar benar tidak rela
" Sekalian bunuh aku Kris...Bunuh aku dan anakku..." ucapku lemah dengan genangan air yang mengalir deras dari mataku.
Kristy pun tak kuasa menahan air matanya. Dan akhirnya kami pun menumpahkan kesedihan kami bersama. Menangisi ketidakberuntungan kami. Menangisi kisah pilu kami. Menangisi bayi kami .
Akan ku keringkan semua sumber mata air di mata ku untuk bayi kecil kami yang sebentar lagi tak akan ada lagi di dunia ini.
" Nyonya Kristy.. Dokter sudah menunggu di ruang praktek " Seorang perawat datang dan mengingatkan pelaksanaan proses menggugurkan kandungannya.
" I ..iya.." Kristy menjawab dan. menghapus air matanya.
" Jangan Kris... kumohon jangan... " Aku masih berusaha mencegahnya agar dia tidak menggugurkannya.
" Maaf.. " Hati Kris yang sekeras batu itu tetap kukuh pada keputusannya. Ia tetap pada keputusannya.
Ia melepaskan tanganku dan melangkah pergi .
__ADS_1
' Kenapa ia tidak mau mendengarkan aku sedikitpun...Kris.. Di mana hatimu ..Hati sebagai seorang Ibu..'
Rumah tanggaku hancur tak bersisa...
Berpisah dengan Kristy...Berpisah dengan Dafa dan Dafi... Dan juga anak kandungku... Apa lagi yang tersisa... Semua hancur sempurna.. rasanya ini terlalu kejam.. Aku kehilangan semua yang kucintai...
Aku manusia yang tidak berguna. Tak bisa melindungi keluargaku. Tak bisa menjaganya. Semua pergi meninggalkanku..
Apa gunanya punya banyak harta namun hidup tidak bahagia...Meskipun Dunia sudah kumiliki tapi itu tidak berguna...Harta tak bisa membeli kebahagiaan..
Lalu untuk apa lagi aku hidup...?
.
.
" Kris... "
Kristy berhenti saat mendengar aku memanggilnya.
" Terima kasih untuk semuanya.. Selama ini kau sudah banyak memberiku kebahagiaan , Kau Dafa Dafi kalian matahari di hidupku yang hampa ini...Aku tak akan pernah melupakan kalian semua selamanya..Kalian orang-orang yang paling aku kasihi...Kalian semangatku..penguat hidupku...Terima kasih untuk semua kenangan indah itu...Semoga kalian berbahagia selalu..."
Aku mengucap kata kata perpisahan kepada Kristy. Mau tak mau aku harus merelakannya. Mungkin jodohku dengan Kristy hanya singkat. Sesingkat pernikahan tanpa terencana kami.
Meski cuma sesaat tapi aku pernah merasakan kebahagiaan yang sebenarnya bersama mereka. Aku akan mengingat itu selamanya.
Bukankah tingkatan tertinggi dalam cinta itu adalah mengikhlaskan.. Dan Inilah saatnya ... aku harus mengikhlaskan mereka pergi meninggalkanku...
Keluarga yang tak mungkin bisa di satukan, EGO yang tinggi , Kekerasan hati ...Biarlah ini menjadi warna di kisah ku..
Dan aku berjanji..Ini benar benar janjiku...
AKU TIDAK AKAN ...
TIDAK AKAN PERNAH
JATUH CINTA
KEPADA SIAPAPUN LAGI
__ADS_1
' Cuma kau pemilik hatiku Kristy...Kau cinta terakhirku....'
" Mas Yoga... " Kristy mulai menitikkan air mataku lagi.
'Kau menangis...tapi menyakitiku... Kau wanita tak berhati Kris....Dan sebagai hadiah perpisahan..Kau akan mengingat ini...selamanya juga Kris...'
" Anakku tidak sendiri...Aku akan menemani anakku... Aku dan dia akan pergi menyusul Raka " ucapku seraya melangkah pergi meninggalkannya.
Kristy begitu terkejut mendengarnya. Ia sampai membuka mulutnya lebar saat mendengar ucapan ku.
" Mas Yoga.. Mas..." Aku mengabaikan panggilannya dan terus pergi.
' Kalau kau masih bisa membunuh anak kita.. berarti kau bukan manusia Kris...'
YA...Aku menggertak nya..Aku mengancamnya. Aku melakukan itu agar dia membatalkan niatnya untuk menggugurkan anak kami.
Memang berpisah dengannya sangat berat..dan memaksa bersama juga sulit. Tapi aku tidak ingin dia menggugurkan bayinya..Aku tidak ingin ia menjadi pembunuh yang sebenarnya. Apalagi kepada bayi kami sendiri....
.
.
.
.
Aku melangkah menuju ke parkiran. Aku menyerahkan semua pada Tuhan. Semoga IA bisa membuat Kristy mengubah keputusannya dan tetap mempertahankan anak kami.
Aku melajukan mobilku ke mana saja. Aku tidak ingin bekerja hari ini. Aku ingin refreshing menghilangkan kepenatan ku.
Aku merogoh ke saku kemejaku dan menemukan cincin kawin Kristy dan foto USG bayi kami.
"Semoga Mama mu berubah pikiran ya sayang.. Papa ingin kau tetap hidup..." ucapku sambil tersenyum pada foto janin kami.
Tanpa sengaja cincin berlian itu terlepas dari tanganku dan jatuh di bawah kursi sebelahku. Sambil menyetir dengan sebelah tangan , aku berusaha mengambil cincin itu kembali.
Cincin itu berhasil kuambil. Namun naas saat aku kembali fokus ke kemudi dan melihat jalan. Laju mobilku yang cukup kencang oleng ke kiri. Aku berusaha mengendalikan nya namun mobilku malah mepet ke bahu jalan menabrak pagar baja bahu jalan sehingga mobilku terbalik dengan kecepatan tinggi.
' Ya Tuhan... Kenapa kau begitu kejam padaku... Aku tadi tidak sungguh sungguh mengucapkannya...Aku hanya mengancam Kristy agar dia tidak menggugurkan bayi kami... Tapi kenapa ini terjadi.. KAU sungguh membuat ucapan ku terjadi... Apa aku benar benar akan menyusul Raka...'
Aku tak bisa bergerak . Yang kulihat cuma pemandangan terbalik dan warna merah darah yang mulai mengalir entah dari mana. Yang kurasakan cuma sakit di sekujur tubuhku...
__ADS_1
Pandangan mataku mulai meredup dan kian meredup. Hingga aku tak bisa melihat dan merasakan apapun lagi. Semuanya gelap pekat tanpa cahaya.
' Apa aku benar benar pergi menyusul Raka.... Aku... Mati ?'