KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
234. BAHAGIA DI ATAS LUKA


__ADS_3

Xavier tidak masuk sekolah hari itu , Ia menemani Mama dan Tantenya Kinara yang berbelanja untuk menyiapkan barang seserahan yang akan di gunakan untuk melamar Mika di rumah orang tuanya.



Mereka membeli perhiasan dan juga satu set lengkap baju kebaya yang akan di kenakan untuk acara ijab kelak.



" Ukuran Mika berapa ya..." ucap Kinara saat hendak mencarikan pakaian dalam untuk Mika.



" ..... " Xavier berbisik pada Tantenya mengatakan ukuran Mika .



" Ya Ampun ...Xavier...kau tahu detail banget .." ucap Nara . Xavier tersenyum. " Kristy anakmu ini sudah hapal betul ukuran bodi Mika... memang mesum akut .."



" Benar benar deh... " Kristy hanya bisa menghela nafas panjang dengan putranya itu.



" Perhiasan sudah, baju kebaya juga sudah, perangkat alat sholat juga sudah...apalagi Kris?" tanya Kinara.



" Buah dan Makanan hantaran.." jawab Kristy cepat.



" Kalau itu sudah ku pesankan tadi..."



" Mas kawinnya apa ?" tanya Kristy.



" Uang tunai saja .. Aku akan menata dan menghiasnya dengan cantik..."



Kristy dan Kinara begitu kompak .



" Jangan lupa peralatan bayi juga Ma...Masak cuma Ibunya saja...anakku juga dong Ma..."



" Oh iya ya... Aku hampir lupa .. untuk calon cucu ku..."



" Nenek masih muda sudah nyicil pikunnya..." ledek Kinara sambil tertawa.



" Gara gara bocah ini nih... " kata Kristy sambil menyentuh kepala Xavier.



" Hehe.... " Xavier tertawa .



Setelah semua beres , mereka kemudian kembali ke rumah.


.


.


...----------------...


.


.


Xavier pun segera pergi untuk menjemput Mika di tempat kerjanya. Kali ini ia membawa mobil mewah Pamannya. Ia menunggu di depan gerbang hotel dan mengirim pesan pada Mika .



" Mika sayang ....aku sudah di depan..." kata Xavier mengirim pesan suara.



' Tunggu...aku masih ada tugas. Bos ku menyuruhku lembur ...' jawab Mika.



" Hah ? Lembur??..Kapan selesainya..."



Mau tak mau Xavier harus menunggu Mika selesai lembur. Dan saat itu kesabarannya benar benar di uji. Dari jam setengah 5 hingga pukul 8 malam ia menunggu Mika di mobilnya. Namun Mika belum juga keluar.



Akhirnya ia nekat masuk ke hotel itu. Dan ia langsung di sambut oleh resepsionis hotel itu.



" Mau pesan kamar Tuan ? "



" Aku mau ketemu bos mu di Ferdi itu... dia dimana ? " tanya Xavier.



" Apa sudah buat janji?."


__ADS_1


" Aku tak perlu janji...cepat katakan saja dia di ruang mana?"



" Maaf Tuan .. tidak bisa..."



" Huh...ya sudah aku tunggu dia di sini saja..." ucap Xavier sambil duduk di sofa lobi hotel depan tempat resepsionis.


Resepsionis itu pun kemudian segera menghubungi Bosnya. Tak beberapa lama kemudian Ferdi mendatangi tempat itu bersama Mika.


Xavier langsung menghampiri keduanya.



" Siapa ? " tanya Ferdi.



" Kau itu kalau memberi pekerjaan yang bener...jam kerja pulang jam 5 ya jam 5.. pakai alasan lembur segala..."



" Xavier .."Mika menyentil Xavier yang nampak tidak sopan pada Bosnya.



" Kami ada lembur..."



" Hah...lembur ..yang benar saja...Kau mau mengajaknya makan malam lagi? Mengantarnya pulang ?" Xavier tanpa tudung aling Aling langsung men\_skak Bos Mika . Ferdi menatap tajam Xavier pemuda asing yang tak di kenalnya itu.



" Xavier ..kita pulang.." ajak Mika. Ia tidak ingin Xavier mempermalukan Bosnya di depan karyawannya.



" Sekalian minta berhenti..Bilang mulai hari ini kau tidak bekerja lagi di sini ..." kata Xavier lagi.



" Tidak bisa begitu... mika terikat kontrak kerja denganku... Jika dia melanggar , dia harus membayar pinaltinya " kata Ferdi tetap tenang tanpa emosi.



" Berapa?... Kau minta berapa...aku akan bayar semuanya..." kata Xavier menantang.



Ferdi menatap tajam Xavier yang menunjukkan sikap permusuhan padanya. Ia bisa membaca jika pemuda itu nampak cemburu pada nya . Ia mungkin tahu, jika ia juga sedang mendekati Mika.



" Maaf Mas Ferdi...Kamu pulang dulu..." ucap Mika seraya menarik Xavier dengan paksa dan mengajaknya pergi karena tidak ingin ada keributan .



Xavier akhirnya menuruti Mika. ia pergi dengan Mika dengan mobil mewahnya.


.


.


Siapa pemuda ini...wajahnya nampak belia sekali.. Meski badannya besar tapi kalau dilihat dari wajahnya , ia masih nampak seperti bocah. Jika di bandingkan dengan Mika , mereka seperti adik kakak yang terpaut jauh usianya. ...


.


.


' Mika dia siapa?..Apa mu? ' tanya Ferdi sambil mengirim pesan ke hp Mika.


' Maaf Mas Ferdi...anak ini memang seperti ini...Dia Xavier....Xavier putra Pratama...kekasih ku...' jawab Mika .



" Kekasih... Kau sudah punya kekasih Mika ?" Ferdi nampak shock. Wanita yang baru saja hendak di dekatinya itu ternyata sudah memiliki kekasih.



' Pratama?..' Ferdi segera browsing di internet mencari nama Pratama yang sudah tidak asing di telinganya. Dan muncullah beberapa Nama Pratama dengan foto profil dan Identitasnya. Mulai dari Guntoro Pratama, Yoga putra Pratama , Romi Sanjaya ( CEO Perusahaan Pratama) saat ini dan juga gambar seorang bocah kecil tampan Xavier putra Pratama dan Juga Kesha Pratama. Turunan 3 generasi Pratama itu terpampang semua.



" Jadi dia bocah tadi...Xavier...Cucu pemilik perusahaan Pratama yang dihukum mati dulu itu...Pantas saja dia sombong banget.... Dia keturunan darah biru... Kakeknya , Bapaknya, Pamannya semua orang sukses ...Tapi kalau di lihat dari data ini .. Xavier tadi itu masih berusia 15 tahun...Ya ampun...ini parah sangat parah...Pacar Mika bocah kemarin sore " ucap Ferdi tak percaya.



' Mika...dia masih sekolah..umurnya 15 tahun...dia masih sekolah SMA..' Ferdi mengirim pesan pada Mika.



Mika menghela nafas panjang. Ferdi sudah tahu semuanya kini. Kekasihnya itu memang masih Bocah.



' Apa kau gila Mika ..Bocah itu 10 tahun lebih muda darimu...' tanya Ferdi lagi.



Mika tak mau menjawab . Ia kemudian mematikan hp nya . Ia begitu pusing .



Xavier yang duduk di sisinya sambil menyetir masih fokus mengemudi. Ia mengabaikan Mika yang menatapnya.


.


.


Xavier memang sempurna Fisik dan latar belakangnya....Tapi usianya itu...terlalu jauh dari ku .. Aku seperti Tante Tante dan berondong jika bersamanya...


Belum apa apa aku sudah di bilang gila sama Bos ku... bagaimana nanti tanggapan keluarga ku...Juga cibiran banyak orang pula...

__ADS_1


Apa aku sanggup menghadapi semuanya?..


.


.


" Kita kemana ?" tanya Mika saat melihat Xavier tidak mengemudi ke arah tempat tinggalnya.



" Ke rumah Om ku...Kau menginap denganku nanti..."



" Haaaah...." Mika menghela nafas panjang. Ia harus bertemu dengan keluarga besar Pratama itu lagi , rasanya berat sekali. Ia belum siap berhadapan dengan mereka lagi.



" Kau tenang saja ...Ada aku ..." jawab Xavier sambil menoleh sesaat dan tersenyum pada Mika. Ia juga meraih dan menggenggam tangan Mika.



" Semoga mereka bersikap baik pada ku ." ucap Mika penuh harap.



" Jangan khawatir..."


.


.


.


Xavier membawa Mika masuk ke pelataran rumah mewah Pamannya itu. Dan begitu masuk ke dalam rumah, Ia melihat Romi, Kinara, Yoga dan Kristy menunggunya di sana.


Mika nampak ragu saat hendak melangkah , Xavier kemudian menggandeng tangannya dan membawanya ke hadapan para Pratama itu.



" Duduk Mika " kata Kinara pada Mika. Mika kemudian duduk dengan Xavier di sisinya.



" Jadi kita akan langsung saja Mika... Kau mau pesta pernikahan yang bagaimana?... Sederhana atau besar besaran?...Karena Xavier masih bocah jadi semua urusan kami yang mengurusnya. Xavier jelas masih di bawah umur, pernikahan kalian secara hukum hanya bisa di lakukan jika usia Xavier sudah 18.. Apa kau keberatan Jika Nikah siri dulu dengan Xavier dan pernikahan kalian baru akan di legalkan secara hukum 3 tahun lagi?" tanya Yoga.



" Sederhana saja Tuan Yoga... Saya juga tidak keberatan nikah siri dulu..." Jawab Mika tanpa basa basi.



" Kalau begitu , besok pagi kita akan mendatangi orang tuamu... Kami akan meminang mu untuk putra kami..." kata Kristy.



" Dan besok sekalian saja , lamaran , seserahan dan pernikahan ya...Kalian tidak bisa di biarkan terlalu lama ..Aku tidak ingin kalian kumpul kebo terus.. Kalian harus cepat di sahkan " kata Yoga lagi.



Mika sesaat menoleh pada Xavier yang tersenyum padanya , Ternyata benar...keluarga Xavier sudah menerimanya. Mereka tidak keberatan menerima Mika tanpa peduli siapa Mika dan latar belakangnya.



" Yes...kita menikah Mik.." ucap Xavier sambil tersenyum bahagia. Ia lalu memeluk Mika karena saking bahagianya.



Mika pun akhirnya tersenyum , Ia melihat para orang tua itu juga turut tersenyum seperti memberi lampu hijau mereka. Mereka merestui hubungannya dengan Xavier.


.


.


Sudahlah...mau bocah atau bukan...Aku mencintai bocah ini... Keluarganya juga menerima ku...apalagi yang harus kupikirkan....


Anakku harus mempunyai seorang Ayah...


Anakku... Anakku dan Xavier .. Kita akan menjadi keluarga yang utuh...


.


.


Mika pun tersenyum rasa haru bahagia. Ia pun memeluk Xavier dengan erat . Xavier mengecup lembut keningnya sebagai wujud rasa cintanya pada Mika.



" Semoga kalian bahagia..." ucap Kristy penuh haru pula.



Malam itu Mika menginap di rumah Romi , ia tidur di kamar Xavier .



" Love you sayang ku .. " ucap Xavier sambil mencium perut Mika dan membelainya. Ia ingin menunjukkan kasih sayangnya pada Calon bayinya itu. Mika pun tersenyum sambil mengusap kepala Xavier yang sedang jongkok di depannya itu.



" Aku bahagia sekali Mika..Mulai sekarang kita bisa bersama terus..... Semoga kebahagiaan kita abadi ya..." ucap Xavier sambil memeluk Mika. Mika mengangguk.



Xavier kemudian menggendong Mika dan membawanya menuju ke tempat tidurnya. Mika tersenyum sambil berpegang mesra pada Xavier .


Xavier mendapatkan kebahagiaannya kembali, lengkap dengan calon istri dan anaknya. Ia bahkan sudah tidak mengingat Mimi sama sekali.


.


.


.


Shaka yang patah hati meratap sendiri. Ia jelas kalah dari bocah itu. Terlebih saat semua keluarga Xavier merestui hubungannya dengan Mika

__ADS_1



" Semoga kalian tidak pernah bahagia...semoga cepat cerai...semoga cepat mati...Aku tidak ingin melihat kalian bahagia..." kutuk nya sambil \*\*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* foto Mika. Ia sungguh tidak rela melihat Xavier dan Mika berbahagia. Ia juga mengucap sumpah serapah sama seperti Xavier yang kala itu di tinggal menikah oleh Mimi dan Abimanyu untuk menyuarakan ke\_tidakrelaannya.


__ADS_2