KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
85. OBSESI PARAH


__ADS_3

Aku lebih panik lagi saat melihat dari sisi depan resto Papa ku dan Kak Romi dan dari samping Kristy dan anak anak ,dan kedua nya menuju ke meja kami.



" Oh tidak.. bagaimana ini.." Aku benar benar panik . Apakah semua harus ketahuan sekarang ? Dan apakah semua harus bertemu dalam keadaan seperti ini?



' Andi ... aku harus menghubungi Andi..' Aku buru buru hendak menghubunginya .namun karena


saking paniknya hp ku sampai terjatuh . Dan ketika hendak ku ambil malah tanpa sengaja terkena kaki ku dan ke_tendang cukup jauh dari meja makan kami pula.


' Astaga...apesnya...sudah jatuh tertimpa tangga pula.. bukan cuma gue yang mau kabur , hp gue pun ingin ninggalin gue...' batinku meronta . Kenapa belum selesai satu masalah ini malah ada lagi.



Aku berusaha mengambil kembali hp ku yang terlempar tadi sambil membungkuk. Dan setelah berhasil aku terdiam di tempatku berpijak.



'Sudahlah...aku pasrah...' Ucapku dalam hati menyerah dengan keadaan.



Sudah tidak ada lagi jalan untuk kabur . Mungkin memang semua harus terbongkar sekarang aku hanya bisa pasrah. Yang terjadi terjadilah...



" Kau mau kabur kemana Yog ?" suara Kak Romi menyentak kan ku.



" Siapa yang kabur ...aku cuma ambil hp ku yang jatuh .." jawabku sambil berdiri kembali.



' Lho.. mana Kristy dan anak anak tadi..' Aku begitu heran tak mendapati Kristy dan anak anaknya di sana. Padahal tadi aku yakin mereka sudah hendak kemari. Yang kulihat cuma Papa ku dan Tuan Abraham dan keluarganya saling berjabatan tangan.



" Ngeles ya lo.." kata Romi seraya memelukku



" Mau kabur dari perjodohan lagi ya.." ucapnya berbisik sambil tertawa .



' Ih...ngeselin banget manusia satu ini.. suka banget meledek gue ...Dasar Raja Singa menyebalkan...' batinku kesal.



" Kapan Papa datang.. kok tidak ngasih kabar aku .." ucapku sambil menghampiri Papa ku dan memeluknya.



" Barusan . Ini baru saja check\_in . Papa ada pertemuan dengan mitra bisnis Papa besok pagi. Tuan Abraham bilang sedang di sini bersama mu jadi aku langsung kemari.." jelas Guntoro.



" Ooo.. "



Mereka lalu duduk kembali dan ngobrol ngobrol bersama.



Aku menunduk sambil mengirim pesan WA pada Kristy.



' Di mana ? ' tanyaku.



' Di supermarket dekat hotel . Anak anak minta beli jajanan ' Kristy dengan cepat menjawabnya.



Ah syukurlah... Aku benar benar lega mereka tak jadi bertemu. Aku masih selamat kali ini..😌 plong sekali rasanya.



' Tunggu di sana . Aku sebentar lagi menyusul '

__ADS_1



' Oke '



Setelah Kristy menjawab ..Aku segera menutup kembali hp ku.



" Saya permisi dulu ya..." ucapku berpamitan.



" Mau kemana ? " tanya Papaku



" Pulang Pa..." jawabku singkat



" Masih jam berapa...ini belum malam.."



" Kalau terlalu malam Kak Romi pasti mau mengajak aku minum..Aku pulang saja.. capek banget.." Aku mencari alasan agar bisa cepat kabur.



Kak Romi langsung melirikku . ' Pakai mengkambing hitamkan gue buat kabur ' batinnya kesal.


.


Kemudian setelah itu aku segera melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah Kak Romi menyusul ku.



" Kristy sudah beberapa bulan ini tidak ada di rumah Bibi nya..." kata Romi



'Hem.. Jadi dia masih mengawasi Kristy ya..'




" Oh... Jadi kau dan dia sudah benar benar berakhir.."



" Bukankah Kakak menyuruh aku begitu ?" Aku bertanya balik dengan wajah sewot.



" Ya baguslah kalau begitu.." ucapnya kemudian sambil tersenyum dan kemudian kembali lagi bergabung di meja Abraham dan keluarganya yang sedang asik ngobrol dengan Guntoro.



' Maaf kak..Aku terpaksa berbohong padamu.. Aku tidak mau kau memisahkan kami lagi Kak...'



Ternyata benar kata orang tempat teraman untuk bersembunyi itu adalah rumah musuhnya sendiri.. Kak Romi bahkan tidak tahu kalau aku menyembunyikan Kristy di rumahku sendiri .



Sekarang cuma satu yang harus ku lakukan...untuk mengikat Kristy ... Aku harus punya anak. Harus !!


.


.


Kemudian aku pun segera menyusul Kristy ke supermarket di dekat hotel tadi. Kulihat mereka menungguku di tempat duduk rest area supermarket tersebut.



Aku membunyikan klakson mobil dan mereka segera masuk.



" Sudah selesai acaranya tadi.."


__ADS_1


" Ya " jawabku singkat . Aku masih terfokus dengan alam pikirku sendiri.



" Nanti sesampainya di rumah kalian segera tidur. Kunci kamar dan jangan keluar lagi. Langsung tidur..mengerti ?" ucapku pada Dafa dan Dafi.



" Iya " jawab keduanya tanpa berani bertanya lagi karena wajah Papa mereka tampak serius. Kristy heran dengan sikap Yoga itu. tak seperti biasanya yang ramah dan lembut.



' Ada apa gerangan ?" tanyanya dalam hati .


.


Dan benar sesampainya di rumah Dafa dan Dafi langsung menuju ke kamar mereka. Sedang Yoga juga langsung menuju ke kamar tidur mereka. Dan begitu masuk ia langsung mengunci pintu kamar mereka.



Kristy benar benar heran dengan sikap suaminya itu.



Yoga langsung menanggalkan pakaian yang di kenakan nya hingga cuma tersisa bokser saja. Ia lalu menghampiri Kristy .



" Naik ! " ucap Yoga singkat memerintah.



" Yog... kita baru sampai..anak anak juga belum tidur.." ucap Kristy enggan segera naik ke tempat tidur.



" Pegangan ke penyangga itu.." Kristy benar benar heran dengan perubahan sikap Yoga yang terus memerintah nya itu. Namun karena tak jua bergerak Yoga setengah mendorong , menjatuhkan Kristy di tempat tidur.



" Yog..." Kristy hendak protes namun Yoga langsung naik ke atas ranjang mereka. Dan membalik tubuh Kristy dengan posisi tengkurap.



" Kubilang pegangan ke besi itu.." ucap Yoga agak keras sehingga mau tidak mau Kristy melakukannya. Ia pegangan pada besi penyangga ranjangnya dengan posisi menungging.



Dan tanpa berkata apapun lagi Yoga menyingkap gaun Kristy keatas punggungnya. Bagian bawah dress nya yang rumbai lebar begitu mudah dibalik sehingga terlihatlah segitiga dalaman Kristy juga paha dan pantat sintal putih mulusnya.



Yoga melepas celana bokser nya dan kemudian melucuti segitiga Kristy tersebut hingga ke lututnya. Dan tanpa kata langsung memposisikan juniornya ke milik Kristy. dan langsung mendorongnya



" A\_aw sakit Yog " ucap Kristy saat Yoga memaksa masuk. Namun Yoga seolah tak peduli ia terus memaksa . Kristy sampai meringis menahan sakit .



' Apa Yoga mabuk.. 'batinnya bertanya tanya. Setidaknya pemanasan sebentar biar sedikit licin...Ini malah main langsung.. '



Setelah beberapa kali mendorong dan memaksa akhirnya Yoga berhasil juga. Dengan nafas memburu ia langsung menggerakkannya dengan cepat. Kristy pun mulai mengeluarkan suara desahannya. Walau awalnya sedikit sakit tapi lama lama mulai terasa nyaman. Ia mulai bisa menikmatinya



"Ah...ah..ah.. " suara desahannya mulai teratur mengiringi permainan Yoga.



Yoga kian mempercepat memompa juniornya . Sedikit kasar dan memaksa. Pose seperti ini terasa sangat mencengkeram kuat sehingga baru sekitar 15 menit Yoga sudah merasakan ia akan mencapai puncaknya. Padahal ia biasanya main selalu lama. Sampai berjam jam. Kali ini sepertinya ia ingin cepat cepat saja menuntaskannya.



" A.aaah ..." Yoga mengerang saat menumpahkan semuanya di dalam sana. Bahkan ia mendorongnya lebih kedalam semampunya agar tak ada setetes pun yang jatuh diluar.



Yoga terkulai lemas dan membaringkan tubuhnya namun ia membawa Kristy di pelukannya . Tetap belum ingin menarik kepemilikannya . Ia melepaskan lelah sembari berusaha menetralkan nafasnya kembali. Hingga ia pun terlelap dalam tidurnya.



" Kau harus hamil Kris..harus.." ucap Yoga sampai mengigau dalam tidurnya.

__ADS_1



Kristy yang belum tidur mendengarnya. ' Jadi Yoga begitu terobsesi karena sangat ingin punya anak ya..' kini ia mengerti kenapa sikap Yoga sampai jadi begitu aneh itu.


__ADS_2