KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
137. KERINDUAN YANG MENDALAM


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Yoga dan Kristy masih mengalami hari hari yang sama tiap harinya. Hampir setiap malam mereka di buat begadang oleh Xavier yang terus rewel dan mencari cari Bisma . Bahkan Xavier juga susah di suruh makan. Ia cuma mau minum susu saja. Itupun juga cuma sedikit. Dia seperti mogok makan.



" Bagaimana cara menenangkan Xavier ya.." Yoga pusing tujuh keliling.



Garis hitam matanya panda nya sedikit nampak karena kurang tidur. Sama halnya dengan Kristy. Yang lebih memprihatikan Xavier jadi sering murung, tak bersemangat , rewel terus...belum lagi kalau di suruh makan sulitnya minta ampun.



" Dia belum terbiasa berpisah dari Bisma.." ucap Kristy sedih melihat keadaan putranya.



" Tapi kalau dia mogok makan begini gawat Kris.. dia bisa sakit.. "



Kristy benar benar pusing memikirkan Xavier. Yoga hanya bisa menatap prihatin pada putranya sambil mengusap lembut kepala Xavier yang kini tengah tertidur.



" Apa aku jemput Dafa dan Dafi untuk menemaninya...Siapa tahu dia bisa ceria kembali.."



" Iya mas...siapa tahu kakak kakaknya bisa sedikit menghiburnya..."



" Kalau begitu aku jemput mereka nanti. Hari ini aku harus ke kantor dulu sekalian menjenguk Papa.. Baru menjemput mereka..."



" Hati hati di jalan ya Mas...mas kan kurang tidur.." Kristy mencemaskan suaminya. "Atau memanggil supir mas saja?"



" Aku naik taksi saja.." ucap Yoga yang memang lelah dan kurang tidur.


.


Kristy mengantar Yoga ke depan rumah saat taksi yang di pesannya sudah tiba. Kristy mencium tangan suaminya dan Yoga mengecup lembut keningnya. Sesudah itu Yoga pergi dengan taksi itu.



Kristy kemudian masuk kembali ke dalam rumah dan menemani Xavier. Ia merogoh saku tasnya dan mengambil hp yang sudah beberapa hari ini tidak di aktifkan nya.



Dan ia terhenyak saat melihat begitu banyak pesan masuk dari Bisma selama beberapa hari ini.



' Kris..kau dimana?'



' Kenapa kau dan Xavier tidak pulang..aku merindukan kalian..'



' Cepat pulang Kris...Aku tidak bisa tidur..Aku rindu Xavier..'



' Kris aku menunggumu...aku menunggu kau dan Xavier...'



' Hidupku hampa sekali tanpa kalian.. ini benar benar menyiksaku..'



' Pulang Kris.. kembali padaku..'



Dan masih begitu banyak pesan pesan serupa dari Bisma. Kristy tak kuasa membendung kesedihannya , ia tahu bagaimana tersiksanya Bisma saat ini.. Tiba tiba mereka menghilang dari hidupnya tanpa kabar sama sekali tentu sangat sulit untuk Bisma. Dan mungkin Bisma sama sama tersiksanya seperti Xavier yang begitu merindukannya.



Namun ia sadar, jika ia masih istri Yoga dan ia ingin keluarganya utuh kembali. Sehingga ia harus lebih tegas dengan Bisma dengan keputusannya. Ia memang hanya mencintai Yoga, namun ia juga menyayangi Bisma. Dia pria baik yang selama 3 tahun ini membantu hidupnya. Ia sebenarnya tidak tega menyakiti hatinya.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Tiba tiba hp nya berdering. Sebuah panggilan masuk dan nama Bisma terpampang di sana. Mungkin karena pesan pesan WhatsApp darinya sudah centang dua dan berwarna biru dan nomornya aktif Bisma langsung menghubunginya .



Suara deringnya yang cukup keras dan tidak segera di angkat membuat Xavier yang tertidur jadi terbangun .



" Mommy..." Dan seperti biasa bangun tidur Xavier menangis lagi.



Kristy meletakkan hpnya dan berusaha menenangkan Xavier kembali. Panggilan Bisma berhenti karena tidak ada respon. Kristy kemudian menggendong Xavier untuk menenangkannya. Namun Xavier tetap menangis rewel.



Hingga saat Bisma menghubunginya kembali. Karena panik Xavier menangis terus , kristy kemudian mengangkat telponnya.



" Kris...Kristy..." suara Bisma terdengar . Ia nampak begitu senang Kristy menerima panggilannya.



" Bis.. " Kristy tak tahu harus berkata apa. Karena ia juga bingung karena Xavier menangis terus. Bahkan ia menangis dengan keras.



" Xavier kenapa ....kenapa menangis ?" tanya Bisma yang mendengar suara tangis Xavier. Ia mengganti panggilan Video untuk melihat keadaan Xavier.



" Cup cup sayang... jangan menangis lagi.. that\_'s your daddy..." Kristy tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menenangkan Xavier yang tidak mau berhenti menangis.



Mendengar kata Daddy Xavier langsung menghentikan tangisnya..Ia melihat ke layar hp wajah Bisma yang di rindukannya.



" Xavier..." Bisma nampak berkaca kaca. " Why do you cry dear.."



" Daddy..Daddy..." Xavier langsung ceria " I want to meet you...I miss you.."



Kristy tak bisa berkata apa apa. Xavier memang sangat merindukan Bisma .Terlalu merindukannya. Sama halnya dengan Bisma. Perpisahan mendadak tanpa pesan itu sepertinya begitu merupakan pukulan berat untuk keduanya.



" Kris.. katakan kalian dimana..aku akan menjemput kalian.."



Tanpa bertanya pun Bisma sudah tahu sebab rewelnya Xavier. Melihat lingkar hitam di mata mereka, dan juga Xavier tampak tidak sehat , jauh dari ceria , sangat berbeda dengan saat ia bersamanya. Bisma sudah bisa menebak apa yang terjadi. Xavier tidak pernah bisa jauh darinya.

__ADS_1



*Maaf Mas Yoga... Xavier bisa sakit kalau di biarkan seperti ini terus... dia terlalu merindukan Bisma.. Dan untuk menenangkannya cuma satu.. Dia harus bertemu dengan Bisma*...


.


.


Yoga sampai di kantornya , Semua orang memberi hormat dan memberi jalan saat melihatnya . Ia langsung menuju ruangannya.



Romi langsung datang ke ruangannya . Mereka langsung membahas pekerjaan mereka. Dan sekejap saja mereka sudah duduk di depan laptopnya .Mengerjakan pekerjaan yang menumpuk di tinggal Yoga absen 3 hari ini.



" Kau tampak lelah Yog.." ucap Romi melihat wajah Yoga yang seperti kurang tidur.


" Apa kau lembur terus tiap malam sesudah bersatu kembali dengan Kristy.."godanya.


" ..." Yoga enggan menjawabnya.



Karena ia masih memendam kekesalan pada Kakaknya itu. Sudah menyembunyikan Kristy dan anaknya, juga mengadu dirinya dengan Bisma sahabatnya. Sebuah keberuntungan ia masih bisa bersama Kristy kembali. Ia cuma mau bicara masalah pekerjaan dengan Raja Singa menyebalkan itu.



" Aku sudah memberhentikan Bisma " tambah Romi lagi.



" Apa mau mu sebenarnya Kak?" Yoga mulai kesal.



" Hahaha... Lupakan itu Adikku sayang...Aku sekarang tidak akan menghalangi mu dengan Kristy . Bisma sudah ku bereskan. Kau cuma harus menghadapi Papa mu saja.."



Yoga benar benar bingung dengan jalan pikiran Romi itu. Kemarin seolah mendukung Bisma, sekarang mendukung dirinya lagi. Apa maunya sebenarnya.



' Tok tok tok..' Suara pintu ruangan Yoga di ketuk.



" Masuk !" ucap Romi.



Tak lama kemudian seseorang masuk dengan membawakan minuman untuk mereka.Dia tak lain adalah Kinara.



Yoga mengabaikannya. ia kembali menatap laptopnya dan bekerja kembali.



" Kenapa sikapmu dingin padaku setelah pergi di malam pernikahan kita..bahkan 3 hari tidak kembali.." ucap Nara sambil meletakkan kopi dan teh untuk mereka di meja.



" Aku lagi malas berdebat denganmu Nara.." ucap Yoga tanpa menatapnya sedikitpun.



" Kau punya istri dua..Istrimu bukan hanya Kristy.. kau harus bersikap adil padaku juga.." protesnya.



Romi cuma diam saja sambil menatap keduanya.




" S..setidaknya berikan sedikit perhatianmu padaku juga... " ucap Kinara dengan nada sedih dan mata berkaca kaca.



" Kak Romi.." Yoga memanggil Romi untuk menyelesaikan masalah mereka.



Romi mengerti maksud Yoga. Ia mengambil hp nya dan mengetikkan sesuatu di sana.



' Ting..'



Nara membuka hp nya saat sebuah pesan masuk.



' Anda mendapat transfer Rp.123xxxxxx dari rekening x '



" Bukan ini yang ku minta...Aku tidak cuma ingin uang darimu Yog.." kata Nara cepat.



" Itu perhatian dari ku. Kalau masih kurang minta Papa ku...Dia bisa memberimu segalanya " Yoga dengan dingin mengatakannya. Ia sudah mengatakan dari awal tapi Kinara nekat menerjang. Dan kini ia membuktikan kata katanya.



" Yog...aku ingin sedikit di cintai... sedikit saja.. " ucap Kinara sambil meneteskan air matanya.



" Maaf... Di hatiku tidak ada tempat sedikitpun untukmu.." ucap Yoga seraya bangkit dan meninggalkan ruangan itu.



Ia sebenarnya tidak tega menyakiti Kinara. Namun ia harus bersikap tegas padanya .



" Aku akan mencari pria lain! " ucap Nara keras . Yoga berhenti sesaat saat hendak membuka pintu mendengar gertakan Kinara itu. Kemudian ia menjawabnya.



" Lakukan apapun yang kau suka.." Sesudah berkata itu Yoga keluar dari ruangannya. Hingga cuma tersisa Kinara dan Romi.



Kinara mulai terisak dengan sikap dingin dari Yoga. Ia benar benar sakit hati dengan ketidakpedulian Yoga. Yoga benar benar membuktikan kata katanya dulu.



" Mau perhatian dariku?" tanya Romi kemudian. Kinara menoleh dengan sengit pada Romi yang kemudian berdiri dan melangkah mendekatinya.



" Kau sangat menyedihkan...Aku jadi kasihan padamu..." ucap Romi datar seolah mengejeknya.



" Aku tidak butuh belas kasihan darimu.."kata Kinara ketus sambil mengusap air matanya.



" Uang sudah...Kau butuh apa lagi.." Romi berucap datar " Pelukan?... Ciuman?... atau penghangat tubuhmu.. ? Dari pada dengan laki laki lain yang tidak jelas..bukankah lebih baik denganku? ... Aku sangat pintar memuaskan wanita di atas ranjang.." ucapnya lagi sambil tersenyum menyeringai..

__ADS_1



Kinara benar benar ngeri mendengarnya. Manusia licik dan brengsek itu kenapa masih juga mengganggunya. Padahal beberapa hari ini ia sudah mengacuhkannya sejak ia memaksa menciumnya waktu itu. Tapi kenapa dia tetap saja berniat melecehkannya.



" Daripada denganmu mendingan dengan orang lain " ucap Nara ketus seraya melangkah pergi. Namun dengan cepat Romi mencekal nya dan menatapnya dengan tajam. sengit.



" Kau mau apa?"



" Memberimu sedikit perhatian " ucap Romi seraya langsung mendaratkan ciumannya di bibir Nara. Tetap kasar dan memaksa. Romi mencengkeram kuat kuat tangan Nara sembari terus menggencarkan ciumannya.



Awalnya Kinara berontak dan berusaha melepaskan diri. Namun karena tak bisa kabur dan bibir Romi terus mengecup bibirnya , menyesap lembut memainkan bibirnya me\_magutnya dengan mesra iapun pasrah.



*Sial*.. *Laki laki brengsek ini memang pemain handal... ciumannya sungguh manis*...



Iapun mulai membalas ciuman Romi. Ia menyambut bibir Romi dengan pautan mesra. membalas kecupannya, menikmati saat bibir mereka saling menyesap dan menuntut .



Merasakan angin segar itu Romi pun tersenyum . Ia meningkatkan permainannya. Kali ini bukan cuma bibirnya saja tapi ia juga memainkan lidahnya.



" Buka mulutmu.." ucap Romi .Kinara menuruti Romi. Dan dengan cepat Romi melesakkan lidahnya bermain main di mulut Kinara. Ia menarikan lidahnya di bibir dan di dalam mulut Kinara.Kinara tak berkutik. ia hanya bisa diam dan menikmati ciuman liar penuh nafsu itu.


Aku kehabisan kata ...dia memang seorang player...


.


.


Bisma mendatangi alamat yang di share lock oleh Kristy. Ia tak bisa berkata apa apa saat berdiri di depan rumah mewah itu.



*Ternyata Yoga benar benar membawa mereka pergi dariku...memberikan tempat semewah ini...Memanjakan mereka seperti ini... Aku bukan apa apanya di hadapan tumpukan kekayaannya*...



Bisma segera membuka pintu pagar dan memencet bel pintu rumah tersebut. Beberapa saat kemudian pintu itu dibuka. Dan terlihatlah Kristy dan Xavier.



" Daddy..." ucap Xavier keras sambil berlarian kearah Bisma.



Bisma dan Xavier saling berpelukan erat. Mereka yang lama tidak bertemu saling melepaskan rindu.



" I miss you Dad... I miss you so much.."ucap Xavier



Bisma sampai menitikkan air matanya .Ia memeluk dan menciumi Xavier berkali kali. Kristy hanya bisa diam dengan rasa haru menatap keduanya yang nampak bahagia bisa bertemu kembali.



" Xavier my s o n ..."


.


Bisma kemudian mengajak mereka pergi dari sana. Ia mendengar cerita Kristy, Xavier yang rewel dan tidak mau makan dan setiap malam selalu mencari dirinya. Bisma membawa mereka ke sebuah restoran dan memesan banyak makanan untuk mereka.



" Kamu harus makan ya Sayang...Daddy akan menyuapi mu..." ucap Bisma. Ia mengambilkan semangkuk bubur Xavier dan kemudian menyuapinya.



Xavier yang duduk di pangkuan Bisma tersenyum dan menerima suapan demi suapan dari Bisma. Setiap Xavier mau makan , Bisma memberikan hadiah sebuah ciuman manis di pipinya. Xavier tertawa bahagia sambil memeluk Bisma.



Kristy tersenyum melihat Xavier yang nampak ceria kembali.



Sesudah makan Bisma membawa mereka kembali ke rumah mereka sebelumnya. Rumah yang di berikan Romi untuk tempat tinggal sementara mereka.



Xavier benar benar tak mau lepas dari Bisma. Ia terus mengekor Bisma. Saat mulai mengantuk pun ,ia meminta Bisma tetap di dekatnya. Tidur di pelukannya sambil memainkan jari jarinya seperti biasanya dulu.



Baru setelah Xavier tertidur pulas ,Bisma bangun dan menghampiri Kristy.



" Kris...aku sangat merindukanmu.." ucapnya sambil memeluk Kristy dengan erat.



Sesaat Kristy membiarkan Bisma memeluknya. Namun kemudian ia melepas pelukannya kembali.



" Bisma...maaf..aku pergi tanpa pamit padamu beberapa hari ini..." ucap Kristy kemudian.



" Tidak apa apa Kris...Asal kau kembali..itu bukan masalah.."



" Maaf Bisma... Kau salah paham. Aku kemari untuk berpamitan denganmu... Aku dan Xavier harus mengucap perpisahan dengan benar padamu...Kami tidak bisa bersama denganmu karena Papa Xavier masih hidup. Dulu dia cuma sakit dan koma... Dan aku meminta maaf padamu Bisma...Aku tidak bisa menikah denganmu karena aku masih istri Mas Yoga.. "



" Tidak Kris... Aku tidak bisa menerima ini. Kau sudah berjanji padaku akan menikah dengan ku..2 kali kau berjanji.. Apa kau akan mengingkarinya lagi seperti dulu .."



" Tapi aku masih istri sah Mas Yoga.."



" Kau sudah bilang akan mengurus surat kematiannya atau perceraian nya seperti katamu dulu..lalu kita pulang kampung dan menikah di sana... "



" Itu karena kukira waktu itu Mas Yoga sudah meninggal..." sangkal Kristy.



" Janji adalah janji Kris.. Kau tetap harus menepatinya.. " ucap Bisma seraya mengangkat tubuh Kristy dan membawa Kristy ke kamarnya.



" Bisma... kau mau apa?" tanya Kristy saat Bisma menurunkan dia di tempat tidur dan kemudian mengunci kamarnya .



" Tiga tahun ini aku memang bodoh tidak melakukan apa apa padamu.Terlalumenjagamu..

__ADS_1


Tak menyentuhmu sama sekali.. Sekarang aku tidak mau kehilangan kau lagi. Kau dan Xavier adalah milikku. Aku tidak akan melepaskan kalian lagi...Kalian adalah milikku " ucap Bisma seraya membuka kancing kemejanya. Melemparnya ke sembarang arah .Ia juga melepas ikat pinggang dan celana panjangnya. Yang tersisa hanya celana pendek bokser nya saja. Dan kemudian ia segera mendekati Kristy yang terbaring di ranjangnya. Tekadnya sudah bulat , ia harus memiliki Kristy . Ia tak akan melepaskannya lagi.


__ADS_2