
Xavier langsung meninggalkan sekolahnya dan bergegas mendatangi rumah sakit saat ia mendapat telpon dari seseorang yang memberitahu jika Mika sedang di rawat di rumah sakit karena jatuh.
" Kamar berapa pasien atas nama Mikaila? " tanya Xavier pada petugas rumah sakit di bagian pendaftaran.
" Masih di ICU..."
Xavier langsung berlari menuju ke ruang ICU dan di sana ia melihat Ferdi.
Ferdi yang saat itu juga sedang menunggui di sana bersama sopirnya menoleh pada Xavier yang begitu tergopoh\_gopoh mendatangi mereka.
" Ya Ampun... Suami Mika benar benar bocah SMA? " ucap Sopirnya pelan pada Bosnya saat melihat Xavier datang dengan seragam sekolahnya. Ferdi mengangguk.
Xavier langsung mencekal kerah baju Ferdi dengan penuh amarah.
" Kau apakan istriku ?" tanya Xavier yang langsung mengira Ferdi lah yang mencelakakan Mika.
" Aku tidak ngapa ngapain dia..."
" Tidak usah bohong ..kau cemburu kan lihat aku sama dia ...makanya mau mencelakakan Mika...Kau iri dengan kebahagiaan kami.." tuduh Xavier.
" Emang dasar bocah ya...pola pikirnya macam bocah.." timpal Ferdi.
" Kau..." Xavier emosi.
" Tuan Ferdi justru yang menolong dia tahu.." ucap sopirnya membela Bosnya.
" Pinter banget mengarang cerita..."
" Sudahlah...Biarkan saja bocah ini dengan persepsinya sendiri..." kata Ferdi sambil menepis tangan Xavier kuat dan melepaskan diri dari cengkeraman tangan Xavier.
" Wali dari Nona Mikaila ?" tanya Seorang perawat .
" Aku ..." jawab Xavier cepat. " Aku suaminya "
Perawat itu terdiam sambil menatap Xavier . Ia merasa begitu aneh saat seorang bocah berseragam SMA mengaku sebagai suami Pasien Mika yang usianya sudah jauh di atas bocah itu.
.
.
Orang lagi sakit serius...bocah ini malah ngelantur...batin perawat itu kesal.
.
.
" Aku Bosnya " kata Ferdi seraya ikut mendekat pada perawat itu.
" C i h..."
" Maaf , Tuan ... Pasien sedang kritis dan juga harus segera di operasi. Dan kami mencari wali nya, harus dari pihak keluarga yang memberi pernyataan persetujuan untuk tindakan medis selanjutnya.. .." terang perawat itu.
__ADS_1
" Lakukan saja apa yang terbaik untuk mereka Selamatkan dia dan bayinya .. " kata Xavier. Perawat itu cuma mengangguk .
" Maaf Tuan, untuk tindakan seperti ini harus ada persetujuan dari keluarga.."
" Aku keluarganya... Aku suaminya..Cepat operasi dia...Selamatkan anak dan istriku..." kata Xavier lagi.
" Silahkan hubungi keluarganya " kata perawat itu lagi.
" Kau tidak usah khawatir masalah biaya , aku akan menanggung semuanya. Pokoknya cepat lakukan operasi atau apapun itu sekarang. "
" Hubungi orang tua Mika saja..." Ferdi memberi saran pada Xavier. Xavier pun akhirnya mengalah. Ia tidak ngotot lagi dan kemudian segera menghubungi Om Romi dan juga kedua orang tua Mika. Ia tidak ingin Mika dan anak mereka dalam bahaya.
.
.
Maafkan aku Mik...aku benar benar suami yang tidak berguna...
Mau memberi keputusan untuk menolong mu saja aku tak bisa... Di mata orang orang itu aku cuma seorang bocah...
Aku ngotot suami mu pun tak ada yang percaya...Buku nikah pun aku tak punya ...
Aku memang suami yang tidak bisa di andalkan..
.
.
.
Cukup lama mereka menunggu dan akhirnya Romi tiba juga dengan kedua orang tua Mika.
" Maaf lama...Rumah mereka jauh.." ucap Romi yang langsung menjemput Kedua orang tua Mika di rumahnya yang lokasinya cukup jauh dari rumah sakit itu.
Romi menepuk punggung Xavier untuk menguatkan keponakannya yang nampak kacau dan begitu mencemaskan Mika itu.
" Bagaimana kronologi kejadiannya ?" tanya Romi yang bertanya pada Ferdi dan sopirnya . Ia yakin mereka tahu karena saat kecelakaan itu terjadi adalah jam kerja Mika di tempat Ferdi.
Ferdi kemudian menceritakannya pada Romi . Xavier diam dan cuma mendengarkan sekaligus berdoa untuk keselamatan keduanya.
Kedua orang tua Mika juga tampak cemas. Ibunya juga tak berhenti menangis di samping Xavier.
.
.
.
Setelah menunggu cukup lama , Dokter keluar dari ICU dan mendatangi mereka.
" Bagaimana keadaan mereka Dokter? " tanya Xavier cepat .
" Bayinya lahir prematur tapi berhasil selamat meski harus di rawat intensif...Tapi kami mohon maaf , kami tidak dapat menyelamatkan Ibunya "
Semua orang begitu shock mendengar ucapan Dokter itu. Terutama Xavier. Ia bagai terkena serangan jantung mendadak mendengar itu. Kakinya langsung lemas dan ia terkulai di lantai dengan rasa terkejut yang amat sangat mendengar kabar buruk itu.
" Sepertinya Ibunya mengalami benturan keras , Ia mengalami gegar otak parah dan juga pendarahan . Kami mohon maaf ..kami tidak bisa menyelamatkannya. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik ..Namun pasien Mikaila tidak tertolong . Dia meninggal "
__ADS_1
Seketika tangisan Xavier pecah. Ia benar benar tidak percaya jika Mika telah pergi untuk selamanya.
" Tidak !! ..itu tidak benar .. Mika masih hidup....tadi pagi saja dia masih bersamaku..Kau bohong dokter ... Mika tidak mungkin mati ....Mika !!! " ucap Xavier dalam tangisnya. Romi berusaha menenangkan keponakannya itu.
Kedua orang tua Mika pun juga pecah tangisannya. Mereka menangis pilu meratapi kepergian putri satu satunya mereka itu untuk selamanya.
Ferdi menunduk menahan kesedihannya. Juga Sopirnya. Mereka juga tidak menyangka jika Mika akan pergi secepat itu di usianya yang masih sangat muda. Mereka sama sekali tidak menyangka , Mika akan meninggal saat itu .
" Mika...mika... bangun Mika... Kenapa kau meninggalkan aku ..Mika !!! " Xavier menangis pilu saat melihat sosok Mika yang sudah di tutup kain putih di depannya. Ia membuka kain penutup kepala Mika dan melihat wajah istrinya untuk terakhir kalinya. Air mata ketidak\_relaan jatuh tertumpah darinya disertai jerit tangis pilu yang begitu menyayat hati. Ia menangis sambil memeluk istrinya yang kini sudah tak bernyawa lagi. Mika telah pergi untuk selamanya.
" Bawa aku juga Mik...aku tidak mau berpisah denganmu.... Aku ikut denganmu saja. " ucap Xavier dalam tangisnya.
Romi mengusap punggung keponakannya itu .
" Sabar Xavier... Sabar ..kamu harus kuat... Ada anak kalian juga..Dia butuh kamu ...Kau harus kuat demi
anakmu " ucap Romi berusaha menenangkannya.
.
.
.
Xavier menangis pilu di bangku koridor rumah sakit saat jenazah Mika hendak di bawa pulang ke rumah duka. Tubuh Mika sudah di bawa ambulance menuju ke tempat tinggal mereka.
" Ayo kita pulang ." Romi mengajak Xavier yang masih meringkuk dan menangis pilu. Ia duduk di sisi Xavier sambil menunggu Xavier sedikit lebih tenang . Ia memberi waktu Xavier dulu.
Dan setelah cukup lama , Xavier akhirnya mau juga di ajak Romi menuju ke rumah. Namun baru beberapa langkah mereka berpapasan dengan Mimi yang juga berada di dekat ruang ICU .
" Mimi?..Kau kenapa? " tanya Romi saat melihat Mimi juga menangis dengan derai air mata . Sama seperti Xavier.
" Ini semua gara gara kau Xavier...Karena doa buruk mu itu Mas Abimanyu kecelakaan ...Dia meninggal gara gara doa terkutuk mu di pernikahan kami ...Kau jahat .. kau pembunuh !! "
Xavier yang masih shock di tinggal pergi istrinya itu kini lebih shock lagi mendengar ucapan Mimi .
" Abimanyu juga meninggal? " tanya Romi kaget.
" Juga ? "
" Mika meninggal..." terang Romi.
Mimi begitu terkejut mendengarnya...Ternyata yang mengalami naas bukan cuma dirinya tapi Xavier juga. Ia mendengar kabar Xavier menikah dengan Mika .Namun ia juga baru tahu jika Mika meninggal di hari yang sama dengan suaminya , Abimanyu .
.
.
Ya Tuhan ..apalagi ini ..Kenapa begitu banyak dosaku...
Sudah istriku meninggal , aku juga membuat suami Mimi meninggal...
Semua gara gara mulut kotor ku ini..yang mengucap doa buruk ... Semua salahku...
Aku memang orang yang tak berguna dan cuma bisa membuat kacau saja ..
.
__ADS_1
.