
Kristy mendapat telepon dari sekolah Dafa dan Dafi. Yang memberitahu Dafa dan Dafi terus menangis tanpa di ketahui sebabnya. Kristy yang panik segera menghubungi Bisma.
" Iya Kris...sebentar aku minta ijin atasanku dulu " ucap Bisma seraya buru buru bangkit dan menuju ke ruangan Romi.
" Ada apa Bisma?"
" Aku minta ijin pulang lebih awal Kak...Anak anakku menangis di sekolah barunya. Aku takut kalau mereka di buli atau semacamnya.."
" Hah..di buli?....Memangnya anakmu sekolah dimana?"
" Di sekolah Internasional X Kak.. Sekolah Asrama . Hari ini hari pertama mereka masuk. Baru saja daftar sekolah dan langsung masuk asrama "
' Sekolah Internasional X... Bukankah itu sekolah yang perusahaan kami sponsori?...Yoga dan Kinara kan ke sana Jangan jangan ..."
" Hem ...baiklah..Kau boleh pergi..." ucap Romi kemudian.
Bisma kemudian segera berpamitan dan pergi menuju ke sana.
.
.
.
Bisma dan Kristy menghadap ke ruang Guru. Mereka begitu panik saat melihat kedua putranya menangis terisak sampai sesenggukan.
Seumur umur tinggal bersama mereka , Bisma baru sekali itu melihat Bocah kembar itu menangis sampai seperti itu. Mereka jarang sekali menangis. Di Australia mereka begitu ceria, punya banyak teman dan selalu penuh semangat.
" Kenapa kalian seperti ini? Apa ada yang mengganggu kalian ?" tanya Bisma. Keduanya tak menjawab.
Bisma menggendong Xavier dan berbicara dengan Guru nya. Sedang Kristy kemudian berusaha menenangkan kedua putranya.
.
" Sekarang ceritakan pada Mama apa yang terjadi.." ucap Kristy saat keduanya mulai tenang.
Dafa bercerita mulai dari ia melihat Orang yang mirip dengan Yoga dan kemudian mereka mengejarnya.
Dafa dan Dafi berlarian menyusuri koridor sekolah . Namun karena mereka belum tahu tempat tempat di sekolah itu mereka berlari tak tentu arah. karena terlalu banyak jalan dan koridor di sekolah internasional yang luas itu mereka kebingungan. Namun mereka tetap terus mencari dan terus berputar mengelilingi sekolah itu.
Hingga mereka melihat orang yang mirip Yoga itu keluar gerbang dan di antar rombongan Kepala sekolah .
Saat mereka tiba Yoga sudah naik mobil dan mobilnya mulai melaju. Dafa dan Dafi yang ingin keluar di halangi oleh para guru dan Penjaga gerbang. Pintu gerbang di tutup dan mereka tak boleh keluar.
Mereka yang bersikeras ingin memastikan itu Papa mereka atau bukan. berontak ingin keluar. Namun para Guru tidak mengijinkan. Sehingga mereka di bawa paksa oleh penjaga sekolah dan guru guru ke kamar asrama mereka..Mereka di kurung di sana .
Dan keduanya kemudian menangis. Namun saat di tanyai oleh para guru apa alasannya mereka tidak mau menjawab. Dan malah menangis semakin terisak
Kristy yang mendengar cerita dari keduanya pun turut menangis. Ia memeluk kedua putra kembarnya dengan erat. Ikatan emosi antara Yoga dan putra kembarnya memang sangat kuat sejak dulu. Mereka saling menyayangi meskipun sama sama tahu mereka tidak memiliki ikatan darah. Hanya Ayah dan anak tiri.
Namun Rasa sayang dan ketulusan Yoga pada mereka yang begitu besar membuat mereka sangat menyayanginya. Rasanya kehilangan Yoga di hidup mereka itu seperti sebuah mimpi buruk ..
Dan sampai sekarangpun itu masih sangat membuat mereka bersedih. Rasanya masih belum bisa merelakan kepergiannya.
" Mungkin itu cuma orang yang mirip saja "
kata Bisma pada anak anaknya
" Bukan Dad...Itu Papa..!" ucap Dafa keras.
" Itu benar benar Papa !!" kata Dafi pula.
" Itu tidak mungkin sayang.. Papa kalian itu sudah meninggal " tegas Bisma.
Ucapan itu membuat Dafa Dafi menangis kembali. Bahkan kini Kristy pun ikut menangis pula.
' *OH MY G O D*... ' Bisma benar benar di bikin pusing . Niatnya ingin menyadarkan mereka ke kenyataan malah membuat banjir air mata lagi. Ia benar benar bingung harus berbuat apa.
Para Ibu Guru kini ganti berusaha menenangkan Kristy dan putra kembarnya.
" Sebenarnya siapa sih orang itu.. bikin stres keluargaku.." ucap Bisma tak habis pikir.
" Tamu kami cuma pihak sponsor saja. Mungkin anak anak anda salah lihat karena wajahnya mirip.." kata Guru Dafa dan Dafi.
__ADS_1
.
.
.
Kristy dan Bisma akhirnya pulang ke rumah bersama Xavier setelah Dafa dan Dafi tenang. Kristy terdiam dengan mata memerah dan sedikit bengkak karena habis menangis.
" Maaf aku tanya soal ini Kris.. Sebenarnya kenapa kau selalu menangis kalau mengingat mantan suami kedua mu..Tidak seperti Raka dulu...Kau seperti punya penyesalan yang tak terselesaikan...." tanya Bisma sambil mengemudi.
" Aku sedih di tinggal Mas Raka..Aku juga kehilangan semangat hidup waktu itu... Tapi Kalau Papa Xavier... Dia meninggal karena aku. Gara gara aku dia bunuh diri..."
Bisma terdiam. Ternyata itu sebabnya. Kristy merasa bersalah karena menyebabkan suaminya bunuh diri...
***Pantas saja***....ia selalu bersedih mengingatnya...
.
.
.
*****
Seminggu kemudian
.
.
Bisma mengundang Romi dan Yoga ke rumahnya untuk makan malam. Kristy sudah menyiapkan makanan istimewanya . Ia sudah memasak ayam bakar , gurami , dan udang asam manis. Juga ungkep daging kecap. Tak lupa juga sup untuk makan Xavier. Sambal dan lalapan tidak ketinggalan.
' Akhirnya hari ini tiba juga... Hari di mana shock terapi di mulai ' batin Romi. Ia begitu terharu saat yang paling di nantikan nya akhirnya akan segera tiba.
Kau akan tahu bagaimana sakit hatinya orang yang kau cintai di rebut orang terdekatmu...
πΆπΆπΆπΆ
" Kak...hape mu bunyi .. kau tidak mengangkatnya ?" tanya Yoga.
Romi enggan menjawab nya karena nama Guntoro terpampang di sana.
' *Menyebalkan sekali... Kenapa si Guntoro ini menelpon ku sekarang... Dia mau memerintah apa lagi...Padahal ini momen yang aku tunggu tunggu... Momen kehancuran Yoga.. Aku ingin menyaksikannya langsung...Ada saja gangguannya*..'
Mau tak mau Romi mengangkat panggilan dari Guntoro.
" Halo Tuan Besar..."
" Kami mau makan malam di rumah Bisma..Dia mengundang kami makan bersama. Kami sedang dalam perjalanan ke sana " jawab Romi melalui headset bluetooth nya. Ia sedang mengemudikan mobil bersama Yoga di sisinya.
" Balik.. Suruh Yoga kembali. Kinara meminta untuk mencoba gaun pengantin . Kau antar Yoga ke tempat Kinara sekarang Romi..." ucap Guntoro seraya langsung menutup telpon nya.
' Sialan... Kenapa si tua itu mengganggu ...Kalau begini Yoga tidak akan bertemu Kristy. Dan semua rencana ku akan sia sia...Dasar Pak Tua **brengsek** !!! ' Romi memaki maki Guntoro dalam hati.
" Kenapa Kak..?" tanya Yoga.
" Kau di suruh menemani Kinara mencoba gaun pengantin..Kita di suruh balik..."
" Abaikan saja... Kita tetap ke tempat Bisma "
" Tapi Nara..."
" Kalau Kakak mau menemani Nara kakak ke sana saja. Aku tetap ke tempat Bisma..." ucap Yoga . Bagi Yoga Bisma jauh lebih penting dari pada Kinara.
" Ya sudah ku antar kau ke tempat Bisma.. setelah itu aku ke tempat Kinara . Kalau tidak Papa mu pasti akan terus menelpon nanti..."ucap Romi dari pada risih mendapat panggilan dari Guntoro lagi.
.
.
.
' Ting tong..' Yoga memencet bel pintu rumah Bisma . Dan tak lama kemudian Bisma membukakan pintu.
" Masuk Yog. Lho kok sendiri..mana Kak Romi?" tanya Bisma yang heran mendapati Yoga datang sendiri.
" Dia lagi di suruh Papa ku .."
Bisma dan Yoga kemudian masuk ke rumah Bisma dan duduk di sofa ruang tamu.
"Sebentar ya...istriku lagi menyiapkan hidangannya.." kata Bisma.
__ADS_1
"Santai saja Bro..." jawabku.
" Daddy..." Xavier dengan berlarian menuju ke tempat Bisma. Bisma mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Xavier dan langsung memeluknya. Kemudian mereka bersenda gurau tertawa bersama.
" Gantengnya Daddy ...nakal tidak.. bantuin Mommy masak apa bikin rusuh?" tanya Bisma
" Dis\_turbing Mom." Xavier pun tertawa. Ia suka sekali menggoda Daddy nya. Ia malah bilang mengganggu mamanya.
" You re so naughty .." ucap Bisma gemas pada Xavier kenakalan Xavier.
Yoga menatap bocah kecil tampan yang seperti anak bule itu. Hidungnya mancung , kulitnya cerah bibirnya tipis dan rambutnya kecoklatan . Ada perasaan menusuk saat melihatnya. Wajah imut nya memang asing tapi batinnya merasa dekat dengan bocah yang pertama kali di lihatnya itu.
Dan anehnya semakin ia mengamati Xavier ia merasa Xavier itu begitu mirip dengannya. Ia ingat di album foto masa kecilnya yang pernah ia lihat dulu..itu sama persis dengan wajah Xavier sekarang.
Dan itu membuatnya teringat pada Kristy... kalau saja Kristy tidak menggugurkan kandungannya mungkin anaknya sudah seusia bocah itu.
" Dia... " Aku ragu berkata kata.
" Ah..ini anak gue Bro.. yang waktu itu gue ceritakan ...Namanya **XAVIER** "
**Xavier**.. Safir?... Tiba tiba saja Yoga teringat saat ngobrol tentang nama anak bersama Kristy..
.
.
...----------------...
I N memory..
Kalau kita punya anak nanti .. Kau ingin memberi nama siapa " tanya Kristy kemudian.
Aku membuka mataku , aku membayangkan andai saja aku memiliki anak...
" Kalau cewek aku ingin menamainya 'Cinta' ... dia kan anak dari percintaan kita.." Kristy tersenyum. Ternyata simpel sekali pikiran Yoga.
"Dan kalau cowok aku ingin menamainya Safir..."
" Kenapa Safir.. itu seperti nama berlian.."
" Iya... Safir memang nama batu berharga.. anak perempuan itu istimewa ... tapi kalau laki laki itu sangat berharga.. Dia akan menjadi penerus ku nanti ..'
.
...----------------...
.
.
.
.
" Xavier..." Aku mengucapkan nama itu. Dan bocah kecil tampan itu langsung menoleh dan menatapku.
" Say Hi to uncle Yoga.." Bisma menyuruh Xavier menyapa ku.
" Hi Uncle.. My name i s Xavier.." ucap Xavier sambil mendekati Yoga.
.
***Oh My God***.....Semakin dekat bocah itu aku merasa semakin mengenalnya. Itu wajahku.. Wajah masa kecilku...Ini aneh.. tapi entah mengapa aku seolah merasa dia itu anakku sendiri.
Aku menyentuh wajah mungil Xavier yang tersenyum sambil menatapku. Sebuah kilauan biru memancar dari sekitar dadanya. Dan setelah ku amati ternyata bocah itu memakai kalung dengan liontin cincin bermata biru.
Dan cincin itu sama persis dengan cincin kawin yang pernah kuberikan pada Kristy. Dimana cincin itu ku genggam erat saat kecelakaan mengerikan itu menimpaku. Dan begitu sadar dari koma cincin dan foto bayi USG anak kami hilang. Dan sekarang cincin itu di sini tergantung di leher bocah ini.
' *Apa anak ini* ***ANAKKU*** ...?'
Pertanyaan itu terselip di benakku.
.
" A..itu cincin peninggalan dari Papanya yang sudah meninggal...Istriku selalu memakaikan itu padanya sejak kecil.." Bisma memberi penjelasan saat aku terpaku menatap cincin itu
"Meninggal?"
" Iya... Papa kandung anak ini sudah meninggal Bro "
Aku membisu tanpa bisa berkata apa apa. Bagaimana mungkin ..Aku mengenal dengan pasti itu cincin pernikahanku dengan Kristy .. dan anak itu memiliki wajahku..Bukankah itu berarti dia anakku?...Tapi meninggal?...aku masih hidup disini..di depannya...
'Prang'
Suara gelas dan nampan jatuh mengalihkan perhatian ku. Seketika aku menoleh ke sumber suara dan aku benar benar terkejut saat melihat orang yang ku cari cari selama ini berdiri di hadapanku dengan wajah sama sama terkejutnya.
__ADS_1
Ya.. Dia **Kristy**.....Itu Kristy ...Istriku...