KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
104. HARTA TAK BISA MEMBELI NYAWA


__ADS_3

Kristy terpaku di depan ruang praktek Dokter yang akan menggugurkan kandungannya. Ia masih ragu untuk melakukannya atau tidak.



Saat itu ia melihat beberapa perawat dan tenaga medis berlarian.



" Pasien baru..kecelakaan.."



' DEG '



Jantungnya tiba tiba berdetak kencang . Perasaan tidak enak menyelimuti hatinya Terlebih saat ia ingat akan kata kata Yoga sebelum pergi tadi. Ia kian gelisah tak karuan.



Karena hatinya semakin tak tenang ia meninggalkan tempat praktek Dokter itu dan segera menuju ke ruang UGD.



" Mau kemana Kris.." tanya Desi yang berpapasan dengannya bersama Dafa dan Dafi.



Kristy mengabaikannya dan tetap melangkah pergi. Desi mengikutinya bersama Dafa Dafi.



Kristy tak bisa berkata sepatah katapun saat ia masuk ke ruang UGD dan melihat Dokter dan beberapa tenaga medis nampak sibuk menangani seseorang pria.



Yang dari perawakannya mirip dengan Yoga. Pakaian dan sepatu yang di kenakan nya persis dengan yang di pakai Yoga tadi . Bahkan sepatu dan jam tangannya sama persis seperti milik Yoga yang biasa ia siapkan untuk suaminya.



Dan saat sepintas terlihat wajahnya , ia benar benar shock.



' Mas Yoga...' Ia melangkah pelan mendekati suaminya yang terbaring lemah dengan darah yang bercucuran di mana mana.



" Mas... mas... Mas Yoga.... Mas.. mas... Mas... " Kristy dengan terisak dan air mata membanjir mendekat dan menyentuh tubuhnya.



" Siapa dia..."



" Keluarkan dari sini " Kata Dokter yang menanganinya .



" Mas Yoga... bangun mas...bangun.. " Kristy histeris sambil mengguncangkan tubuh Yoga.



Seorang perawat mendekati Kristy .Dan mengajaknya keluar..namun dengan kuat Kristy memegang tangan Yoga dan tak mau pergi . Sembari tetap menangis .



Karena mengganggu para petugas medis itu memberi pertolongan beberapa perawat membawanya dengan paksa keluar dari sana.



Kristy terus memegang tangan Yoga yang seperti menggenggam sesuatu dengan kuat.



Sesudah mereka membawa paksa Kristy keluar mereka mengunci pintu UGD agar bisa memberikan pertolongan dengan cepat.


__ADS_1


" Papa kenapa Ma.." tanya Dafa dengan air mata yang juga turut berjatuhan. Dafi pun demikian. Mereka yang sesaat sempat melihat Papa mereka penuh darah begitu takut dan cemas.



Kristy membeku saat membuka telapak tangannya. Ia yang tadi sempat mengambil sesuatu dari genggaman tangan Yoga tak kuasa berkata sepatah katapun saat melihat apa yang di genggam Yoga kuat kuat tadi.



Sebuah cincin berlian yang ia ketahui sebagai cincin kawin yang di berikan Yoga dulu saat menikahinya dan sebuah foto hasil USG bayi mereka. Yoga mati matian menggenggam dua benda itu di tangannya.



Dua hal yang melambangkan kecintaannya yang tidak rela ia lepaskan . Cincin adalah pernikahan mereka . Foto USG adalah anak mereka.



Kristy tak kuasa lagi menahan air matanya. Ia menangis sejadi jadinya.



' Mas Yoga... Kau benar benar serius dengan perkataan mu...kau lebih memilih mati bersama anakmu...Demi mempertahankan anak ini dan pernikahan kita..'



Semua hal yang terjadi hari ini benar benar menyesakkan dadanya. Terlebih kecelakaan yang menimpa Yoga. Itu sebuah tekanan yang sangat besar baginya. Ia bisa berpisah dengan Yoga. Tapi ia tidak akan sanggup jika Yoga pergi selamanya meninggalkannya. Ia tak akan mampu menghadapinya. Kristy pun akhirnya tak sadarkan diri.



Dafa dan Dafi pun mulai menangis dengan kencang melihat keadaan kedua orang tua mereka. Papanya kecelakaan dan terluka parah IGD dan mamanya pingsan. Kedua anak kecil itu begitu sedih dan panik.



Desi meminta bantuan petugas medis mengurus Kristy. Ia berusaha menenangkan Dafa dan Dafi dan juga menelepon Andi suaminya.



" Andi..cepat pulang. Aku tidak bisa lagi menangani ini. Yoga kecelakaan dan Kristy pingsan. Tolong cepat kembali "



" Kecelakaan?" tanya Andi




Andi begitu terkejut mendengarnya. Namun ia berusaha untuk tetap tenang.



" Oke Desi...Aku akan pulang sekarang..Dan juga mengabari Kak Romi.. Nanti beri kabar kondisi terbaru Yoga ya.."


.


.


.


..


" Kecelakaan?" Guntoro dan Risa begitu shock saat mendapat kabar Putra tunggal mereka mendapat musibah.


" Benar , Tuan Besar. Dan kata Andi ..cukup parah... "ucap Romi yang baru saja mendapat kabar dari Andi



" OH tidak... Anakku... bagaimana ini Pa. Kalau terjadi sesuatu pada Yoga...tidak ..." Risa langsung menangis terisak. ia sangat takut sesuatu yang buruk menimpa putra semata wayangnya.



" Kecelakaan musuh apa?" tanya Guntoro.



" Kecelakaan tunggal " jawab Romi



Guntoro tertegun. Ia ingat ucapan Yoga tadi malam saat ribut dengannya di telepon. Yoga bilang ia lebih baik mati daripada kehilangan Kristy.

__ADS_1



Dalam hati ia bertanya tanya. Apa Yoga benar benar ingin mengakhiri hidupnya karena ia memaksanya berpisah dari istrinya itu. Apa ia sudah tak ingin hidup lagi tanpa wanita itu. Apakah perpisahan mereka begitu menyakiti hati putra tunggal nya itu ? Apakah Yoga bunuh diri ?



" Suruh anak buah mu di daerah sana mencari C C T V sekitar tempat kecelakaan. Aku ingin tahu apakah itu di\_celakai orang atau memang kecelakaan tunggal..'



" Baik Tuan Besar "



" Dan juga siapkan pesawat pribadi..Kita berangkat sekarang " kata Guntoro.



" Siap "



" Pa...bagaimana ini... bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Yoga...Yoga anak tunggal kita.. kita tidak punya siapapun lagi.. Tanpa Yoga kita tak punya penerus lagi.. " ucap Risa dalam isak tangisnya.



Guntoro terdiam. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Yoga benar benar pergi. Akan di kemana kan harta bendanya yang berlimpah ruah itu jika mereka tidak mempunyai penerus.



Garis keturunan keluarga mereka akan berakhir di sana. Hartanya entah akan di nikmati siapa sepeninggal mereka nanti. Mereka juga sudah terlalu tua untuk memiliki anak lagi.



" Sudah dapat Tuan Besar. Ini video kecelakaan Yoga.. "



Romi dengan cepat mendapatkan rekaman C C T V dari tempat kejadian. Lobi lobinya yang ada di mana saja membantunya mendapat info dengan cepat.



Guntoro , Risa dan Romi melihat bersama video kecelakaan itu.



" Anakku...mobilnya terbalik.. kepalanya... oh tidak... " Risa menangis terisak menyaksikan video kejadian dari awal hingga akhir kecelakaan itu terjadi.



GUNTORO mematung . Ia sampai melepaskan hp yang di pegang nya karena tak kuasa melihat semua yang terjadi.



Bibirnya bergetar . Namun tak mampu berucap apapun saking shock nya.



' Yoga...anakku...anakku...dia..bunuh diri ?'



Romi terdiam menatap keduanya dan mengambil hp yang terjatuh itu. Ia sebenarnya ngeri melihat kejadian itu. Dan seperti semua mata yang melihat , kejadian itu memang tampak seperti kecelakaan tunggal yang di sengaja.



Dan itu membuat orang yang melihatnya pasti berpikir kalau Yoga sengaja melakukannya. Yoga bunuh diri.



' Kemungkinan untuk selamat dari kecelakaan itu kecil .. karena Yoga luka di kepalanya. Dia pasti terpukul sekali dengan sikap kedua orang tuanya pada Kristy dan anak anaknya.


Dia anak manja..Pasti tak sanggup menerima ujian berat . Terlebih berpisah dari orang yang di cintai nya yang kedua kali. Yang pertama saja ia sampai depresi. Kali ini pasti lebih sakit. Anak manja itu terlalu mencintai janda itu dan anak anaknya. Sampai bunuh diri seperti itu..


Sekarang kalau sudah begini kalian mau apa lagi? menyesal tidak? Ngotot mempertahankan ego, mikir harta benda terus, dan mencari keturunan mulia darah biru , tidak memikirkan kebahagiaan anak . Harta kalian bisa tidak untuk menebus nyawa anak kalian..'



Dalam hati Romi mengejek kesombongan orang tua angkatnya itu , mungkin kejadian ini merupakan tamparan keras dari Tuhan untuk memberi pelajaran pada kedua orang sombong itu. Harta bisa di cari namun harta tak bisa untuk menebus nyawa seseorang. Terutama nyawa orang yang mereka cintai.

__ADS_1



Mereka sudah terlalu sering bermain main dengan nyawa orang dengan uang yang mereka punya. Bagaimana saat dibalik?


__ADS_2