
" Temanmu sayang?" tanya Mischa sambil menggandeng mesra tangan Dafi seolah ingin menunjukkan pada gadis itu kalau Dafi adalah miliknya.
Dafi sesaat melirik tangan Mischa. Aleena pun demikian. Ia mengerti arti dari sikap Mischa.
" Iya...kenalin ini Aleena...Dan ini Mischa.." kata Dafi memperkenalkan keduanya.
Mischa tersenyum sambil berjabatan tangan dengan Aleena.
" Kamu teman Dafi?... Senang berkenalan denganmu...Aku tunangan Dafi , calon istrinya " Mischa menunjukkan posisinya kuatnya untuk menyerang mental Aleena.
" Tunangan? " tanya Aleena kaget dengan wajah tak percaya.
" Iya...kami lo sudah tinggal bersama.. Perabotan yang kami beli ini juga untuk tempat tinggal baru kami..." Mischa tersenyum seolah meledek Aleena yang jelas jelas memiliki rasa pada tunangannya. " Kamu pemilik toko ini?... Ah sepertinya bukan ya kalau melihat seragam mu..hihi.. Cuma karyawan..."
Dafi menatap kesal sikap berlebihan Mischa itu. Apalagi ia melihat ekspresi Aleena yang menyedihkan dengan mata berkaca kaca.
" Nanti tolong diantarkan ya...kau tahu kan rumah nenekku..warung itu.." kata Dafi cepat. Aleena yang juga berasal dari desa itu tentu mengetahui rumahnya. Ia cuma mengangguk.
Dafi kemudian buru buru pergi dengan menarik tangan Mischa.
.
" Kamu apa apaan sih Fi ?" tanya Mischa tidak suka dengan sikap Dafi yang ia nilai kasar itu.
" Kamu yang apa apaan...Kenapa bersikap seperti itu?... Kamu suka menghina orang yang derajatnya di bawah mu ? Apa karena kau anak orang kaya kau bisa merendahkan orang lain..Jangan sombong Mis...Aku tidak suka ! "kata Dafi kesal
" Habis...aku kesal..Gadis itu menatapmu dengan penuh cinta.."
" Kami baru bertemu setelah 10 tahun..Cuma saling berpandangan saja dengan teman lama...dimana salah nya...Penuh cinta?... Itu Bull\_\*\*\*\*!! "
Dafi begitu sensitif jika ada orang kaya sombong , karena sejak kecil ia sudah melihat dan ikut merasakan sendiri bagaimana kehidupan nya dan Mamanya di rendahkan oleh orang kaya keluarga Yoga. Sehingga ia begitu marah dengan kesombongan Mischa yang notabene memang anak orang kaya.
" Ma..maaf Fi...Aku tidak bermaksud begitu..." Mischa segera merendah melihat kemarahan Dafi. " Aku cuma takut kau di rebut orang..." Sesal Mischa.
" Kita sudah bertunangan...Sebentar lagi juga menikah.. kalau kau tidak percaya pada pasangan mu.. Kita akhiri saja.."
" Jangan Fi...aku tidak mau. Iya oke oke aku yang salah...maafin aku Dafi...aku tidak akan mengulanginya..."ucap Mischa memelas..Ia sungguh tidak ingin berpisah dengan Dafi yang sangat di sukai nya sejak pertama bertemu itu.
" Kau sungguh tidak akan mengulanginya ?" tanya Dafi.
" Iya..."
" Kalau begitu... Kau kau harus menurut padaku...Jangan sombong ... Jangan merendahkan orang lain... "
" Iya Fi...iyaa..."
Dafi menghela nafas panjang. Ia pun akhirnya tersenyum.
" Ya sudah...kita pulang..." kata Dafi sambil menggandeng tangan Mischa dan kemudian melangkah bersama menuju mobil mereka.
Dafi senang Mischa menyadari kesalahannya. Iapun akhirnya melunak dan bersikap lembut padanya.
.
Sedikit demi sedikit aku akan merubah mu Mis...Aku ingin kau menjadi istri yang patuh padaku..Istri yang menurut pada suaminya...
__ADS_1
.
.
.
Sesampainya di rumah Mischa menghubungi Dafa yang begitu akrab dengannya.
" Kau tahu gadis yang bernama Aleena , Dafa ?"
" Tahu dong...Dia adik Bobby teman baikku sejak TK..." jawab Dafa sambil tersenyum di panggilan Video nya dengan Mischa." Kau sudah ketemu dia? " tanya Dafa
" Dia apanya Dafi? " tanya Mischa langsung.
" Dia cinta pertama Dafi.....Sejak kecil Dafi suka banget padanya... "
" Mereka pernah pacaran?" tanya Mischa lagi.
" Gak lah...Orang Dafi itu anaknya pendiam dan pemalu...Dia nggak berani nembak Aleena sejak dulu...Mereka lucu banget waktu kecil...Saling suka tapi tidak ada yang berani maju..." kata Dafa sambil tertawa mengingat masa kecil Dafi dulu.
" Cinta monyet konyol..."
" Hihi... Dafi memang begitu orangnya..Dia tipe cowok pasif...Suka tapi nunggu diam di tempat.. Pacaran denganmu saja kan karena aku , Mak comblang nya....."
" Dafi parah..Beda banget dengan kamu FA.."
" Hahaha... Harus beda lah...Kembar sudah sama persis semuanya, masak gak ada bedanya..."
" La kamu bilang di luar negeri dulu dia juga punya pacar?"
" Tapi apa Dafi pemarah? ..Hari ini dia memarahiku gara gara si Aleena itu.. "
" Gak sih...Dafi bukan cowok pemarah...Dia marah mungkin karena kamu keterlaluan Mis.... Atau mungkin karena terlalu sayang padamu... Cieee..." goda Dafa.
" i h... Kamu ini Dafa.... " Mischa tersenyum senyum sendiri dengan candaan Dafa itu. " Dah Ah..bye ! " Mischa lalu menutup telponnya.
" Hihi...jadi dari kecil Dafi itu cowok pasif ya...Jadi aku yang harus maju ni...Oke...nggak masalah..." kata Mischa " Tunggu saja Dafi....Aku akan menaklukkan mu..."
.
.
...----------------...
.
.
" Tidur sendiri ? " tanya Mischa saat ia mendatangi Dafi di kamarnya.
" Kamar Dafa kosong... Tadi juga sudah ku rapikan..Tempat tidurnya juga sudah ku ganti yang baru pilihanmu tadi... Jadi kau tinggal saja di kamarnya. Dafa lama kembali ke sini...Dia bilang mau menetap di Surabaya..." kata Dafi.
" Fi...aku tidur denganmu...Kan kita sudah tunangan..."
" Tempat tidurku usang dan jelek...Sudah , kau cepat kembali saja ke kamarmu.. " kata Dafi mengusir Mischa dari kamarnya.
Mischa sebenarnya ingin sedikit ngeyel tapi melihat tempat tidur Dafi yang benar benar kuno , sebuah dipan besi ulir yang usang dan jadul meski sudah di ganti sprei baru namun tetap tak menutupi jika itu tempat tidur lama , ia pun enggan.
Mau tak mau ia keluar dan masuk ke kamar bekas kamar Dafa. Sebuah kamar yang tak begitu luas, namun perabotan nya serba baru. Juga ada AC nya.
__ADS_1
.
Ya sudah....kamar ini lebih nyaman ketimbang kamar Dafi tadi...Sudah usang, jadul AC juga tidak ada....cuma AC alami dari jendela ...Hu_uuuft... Nasibku sesudah menikah nanti...harus tinggal di desa terpencil seperti ini...😔
Betah gak ya....😤
.
.
...----------------...
.
.
Sementara itu Dafi termenung di kamarnya sambil menatap sebuah foto . Foto masa kecil nya bersama dengan Aleena. Gadis desa lugu itu sudah lama sekali ada di hatinya. Bahkan sejak kecil dulu.
" Bobby ..adik kamu namanya siapa ?" tanya Dafa yang kala itu berusia 6 tahun.Bobby adalah murid pindahan. Masih sekolah TK B (nol besar)
" Aleena... "
" Ooo...Aleena..." Dafa menyentil Dafi yang menyuruhnya bertanya pada Bobby.
" Dafi pingin foto sama adikmu...boleh tidak? " tanya Dafa langsung.
" Boleh...sini aku yang foto .." kata Bobby seraya mengambil hp Dafi.
Dafi dan Aleena yang sama sama pemalu menunduk malu .
" Ayo hadap sini..." kata Dafa yang turut bersiap memotret mereka dengan hp nya.
Dafi dan Aleena menghadap kamera dengan muka memerah malu malu kucing mereka.
" Kalau mereka besok menikah kita jadi saudara..." kata Dafa kecil dengan lugunya.
" Hore.. Kita jadi bisa main bola terus ya.. " kata Bobby pula yang senang bisa bermain dengan Dafa. Teman baru yang disukainya.
Dafi kecil sesaat menoleh pada Aleena, kemudian mereka saling tersenyum bersama.
.
" Cita cita kalian apa ? " Tanya Yoga pada putranya kala itu.
" Aku mau jadi pilot..." jawab Dafa cepat
" Kalau Dafi? "
" Aku...aku mau jadi... Pengantin..."
Yoga dan Kristy sampai bengong di buatnya.
" Pengantin?" tanya keduanya.
" Habis...Adik Bobby cantik sekali...seperti boneka barbie..." jawab Dafi dengan lugunya. Yoga dan Kristy pun kemudian tertawa.
Dafi tersenyum saat mengingat itu. Benar benar lucu...
ALEENA.... ALEENA SYAHPUTRI
Nama lengkap gadis itupun masih ia ingat dengan jelas . Senyumnya , kecantikannya tetap bisa membiusnya meski sudah 10 tahun lebih tak bertemu.
Ternyata meski waktu sudah berjalan begitu cepat , ia belum bisa melupakan nama itu. Meski sudah banyak gadis lain yang hadir di hidupnya dan kini juga sudah memiliki tunangan , Ia belum bisa move on dari seorang Aleena.
__ADS_1