
Kenzei benar benar marah melihat wanita yang di cintai nya di lecehkan di depan matanya sendiri. Hatinya begitu pedih mendengar jerit tangis Risma yang diperlakukan sedemikian hina oleh Guntoro. Jerit tangis wanitanya yang di gilir oleh anak buah Guntoro begitu menyayat hatinya. Ia berusaha melepaskan diri dari ikatan kursi itu .Namun dua anak buah Guntoro mencekal nya.
" Ku bunuh kau Guntoro !!!...Aku benar benar akan membunuhmu..." ucap Kenzei keras.
" Hahaha... Bagus...lanjutkan...puaskan
j a l a n g itu .." ucap Guntoro sambil tertawa melihat jerit tangis Risma dan teriakan keputusasaan Kenzei.
Bibir Kenzei bergetar , ia begitu murka namun ia tak dapat melakukan apapun untuk menolong kekasihnya itu. Ia hanya bisa menangis pedih dengan dendam membara di hatinya. Ia bersumpah akan membalas Guntoro.
Siksaan pelecehan itu berakhir saat Risma pingsan. Guntoro tertawa senang ia berhasil membalas sakit hatinya pada Kenzei. Ia yakin Kenzei benar benar merasakan kesakitan yang luar biasa melihat hal itu.
" Ini belum seberapa Kenzei ..Dibanding sakit hatiku karena kau membunuh Istriku...Wanita ini tidak ada harganya di mataku..Tapi Istriku Risa dia adalah wanita yang paling berharga di hidupku...Dan kau membunuhnya dengan begitu kejam.."
Kenzei hanya bisa terdiam dengan rasa amarah yang tak terkira. Wanitanya di perkosa dan di gilir di depan mata kepalanya sendiri. Ia benar benar akan membunuh Guntoro. Padahal wanita itu statusnya masih istrinya sendiri. Dengan tanpa hati ia menyuruh anak buahnya melakukan hal hina itu. Benar benar manusia rendah.
" Mungkin lebih baik aku juga membunuh wanita ini di depan matamu ya...hahaha...dengan begitu kita impas...Istriku mati, kekasihmu juga mati.." kata Guntoro lagi .
" Guntoro !!!!" Kenzei berucap keras menyuarakan ke\_tidakrelaan nya.
" Hahaha....Siram wanita itu dengan air...Aku ingin dia berteriak keras saat meregang nyawa di depan bajingan kekasihnya ini..."
Anak buah Guntoro kemudian menyiram air Risma hingga Risma sadar kembali. Ia menangis pedih saat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi menimpanya.
" Kau ini bukan manusia...Kau iblis laknat.." maki Risma. " Pantas saja istri dan anakmu meninggalkanmu ...Mereka tidak mau punya suami dan Ayah sepertimu... Aku benar benar heran.. Manusia baik seperti anakmu Yoga kenapa bisa punya Ayah iblis sepertimu..." ucap Risma lantang menyuarakan kemarahannya.
" Mau ku beritahu sebuah rahasia yang tidak di ketahui siapapun selain aku dan istriku ?" tanya Guntoro menoleh pada Risma. " Aku khusus memberi tahu ini padamu...sebelum kau mati....Dunia tahu...Yoga itu adalah anakku...Tapi sebenarnya dia bukan anakku. Dia itu anak Brian..manager istriku saat menjadi model dulu. Kau tahu, Risa dan managernya itu dulu akan menikah . Dia menolak ku demi manager miskin itu....Namun karena aku mencintai istriku dan harus mendapatkannya ...aku membunuh pria yang bernama Brian itu. Aku merekayasa sebuah kecelakaan untuk membunuhnya. Aku tidak rela wanita yang kucintai menikah dengan pria lain. Aku tak peduli walaupun saat itu dia sedang hamil. Yang penting aku bisa menikahinya dan menjadikannya milikku ..." Terang Guntoro.
Risma dan Kenzei ternganga. Mereka benar benar terkejut mengetahui itu. Mereka tak menyangka sama sekali kalau Yoga yang begitu di sayangi Guntoro itu ternyata bukan anak Kandungnya.
" Aku mengakui Yoga sebagai anakku karena setelah dia lahir saat aku ingin mempunyai anak lagi , Dokter mengatakan jika aku mandul. Istriku sendiri bahkan tidak tahu kalau aku tidak bisa punya anak . Kebetulan Yoga juga tidak mau punya adik...Jadi aku menjadikan dia seorang putra tunggal Pratama ... Seorang putra pewaris keluarga kaya raya. Namun dasar keturunan hina , dia malah minggat dari rumah demi janda miskin dan rendah itu...Benar benar tak tahu diri..."
Risma benar benar tak menyangka ternyata Guntoro mempunyai rahasia besar seperti itu. Ia bahkan pernah membunuh orang . Tapi yang lebih mengejutkan ternyata Yoga bukanlah anak dari Guntoro. Namun karena terlalu mencintai istrinya ia mau mengakui Yoga sebagai anak nya.
" Dan karena kalian telah mengetahui rahasia besar ini .. maka kalian harus mati.." kata Guntoro
" Mas ..tolong ampuni aku...Aku tidak akan mengkhianatimu lagi...aku juga tidak akan membocorkan rahasia mu ini.. Tolong jangan bunuh aku..." Risma begitu ketakutan . Ia yakin Guntoro pasti benar benar akan membunuhnya jika ia tak cepat cepat meminta ampun.
" Diam wanita \*\*\*\*\*\* !!..Aku tidak menyuruhmu bicara ..."kata Guntoro kesal.
Guntoro tersenyum licik. Ia melirik Kenzei yang diam dan menatapnya tajam. Kenzei tak takut mati, karena ia yakin Guntoro tak akan berani melakukan itu pada dirinya mengingat dia adalah adik Eagle. Tapi Risma...kekasihnya itu benar benar akan mati di tangan Guntoro untuk membalas kematian Risa.
Kenzei diam diam berusaha melepaskan tangannya . Ikatan tangannya pada kursi itu mulai di rasakan nya longgar saat ia banyak bergerak karena ingin menolong Risma.
" Kau ku bunuh dengan cara apa ya.." ucap Guntoro sambil tersenyum licik. " Risa mati karena tertembak... kau juga harus merasakan hal yang sama.." kata Guntoro.
Anak buahnya memberikan sebuah pistol padanya. Risma nampak begitu ketakutan.
" Jangan Mas...jangan bunuh aku ..ampuni aku Mas .." Risa terisak sambil duduk di meja dengan pakaian nya yang koyak itu mengatupkan kedua tangannya meminta ampun kepada Guntoro 🙏. Ia mengabaikan semuanya karena begitu takut saat Guntoro mengarahkan pistol itu padanya.
Saat itu Kenzei berhasil melepas ikatan tangannya. Dan dengan cepat ia melepas ikatan kakinya. Saat itu Guntoro dan anak buahnya masih terfokus pada Risma yang hendak di akhiri nyawanya oleh Guntoro itu.
Kenzei berusaha berlari dengan cepat dan merebut pistol dari tangan Guntoro itu. Guntoro dan anak buahnya terkejut melihat Kenzei yang bebas .Bagaimana mungkin Kenzei bisa lepas?
__ADS_1
'Dor dor dor...' Risma menutup kedua telinganya mendengar suara letusan pistol itu berkali kali menyasar satu persatu anak buah Guntoro.
Kenzei menggunakan pistol itu menembaki anak buah Guntoro hingga mereka pada jatuh bergelimpangan dengan darah segar yang mengalir deras dari tubuhnya. Dan kini hanya tersisa Guntoro yang duduk di kursi rodanya tanpa seorangpun menjaganya.
Guntoro menatap tajam kearah Kenzei. Kini hidupnya berada di tangan Kenzei. Ia bagai telur di ujung tanduk. Semua ada di tangan Kenzei. Satu tarikan saja, ia sudah pasti akan bertemu malaikat mautnya.
.
*Sial....bagaimana bajingan ini bisa lepas ..Anak buah ku mati semua pula ..Lalu bagaimana denganku .. Apa bajingan Kenzei ini benar benar akan membunuhku*... maki Guntoro kesal.
.
" Sayang..." Risma turun dari meja .Ia mengabaikan semua rasa sakit di tubuhnya dan langsung memeluk Kenzei yang berdiri tegap sambil mengacungkan pistol padanya.
" Pegang ini sebentar . Kalau dia berani bergerak, tembak saja..." Kenzei memberikan pistol tersebut pada Risma. Risma mengangguk . Risma dengan tangan gemetar memegangnya karena itu baru pertama kali ia memegang senjata api. Ia mengarahkan itu pada Guntoro dan bersiap menarik pelatuk nya jika Guntoro berani bergerak.
Kenzei melepaskan kemeja nya , hingga ia bertelanjang dada . Tubuh Kenzei yang berkulit putih itu nampak terbebas sempurna dengan lipatan lipatan six pack sempurna.
.
*Mau pamer bodi?...c i h... konyol... jika aku seumur mu aku juga tidak akan kalah*....Guntoro mendengus kesal.
.
Namun dugaan Guntoro salah...ternyata Kenzei memberikan bajunya itu pada Risma agar tubuh Risma yang memakai pakaian koyak itu tertutup kembali. Tenyata sebajing_bajingannya Kenzei ia tetap tak ingin tubuh wanitanya di lihat orang lain. Ia tetap menjaga wanitanya.
Risma memakai baju Kenzei yang kedodoran di tubuh mungilnya itu. Kemeja putih panjang itu sampai ke lututnya. tubuhnya kelihatan tertutup kini.
" Sekarang mau kita apakan bajingan ini sayang..." ucap Kenzei dengan senyum simpulnya dan dengan pistol mengarah ke Guntoro.
Risma tersenyum penuh kemenangan. " Kita buat dia merasakan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada kita...tentu saja...dengan bonus... lebih menyakitkan..." jawab Risma sambil tersenyum pula.
" hahaha..bagus.." Kenzei pun menyetujuinya
.
*Ah ..sial....sialan...Dua bajingan ini benar benar sialan...seharusnya aku sudah membunuh mereka dari tadi...Sekarang aku yang dalam bahaya*..
.
" Tunggu sebentar Ken...jangan di bunuh dulu..." Kata Risma saat menemukan sesuatu tak jauh darinya. Risma menemukan sebuah kayu cukup besar. Ia segera mengambilnya. Kemudian ia memukul tubuh Guntoro dengan keras.
" Aa\_arhgt.." Guntoro mengerang kesakitan saat pukulan demi pukulan mengenai tubuhnya. Sepertinya Risma benar benar dendam dengannya hingga ia membalasnya dengan kejam.
" Hahaha...rasakan itu ..." Kenzei tertawa melihat Guntoro di siksa oleh wanitanya.
" Beraninya kau melakukan semua itu padaku..." kata Risma geram sambil terus memukuli Guntoro. Ia benar benar tak akan melupakan semua penghinaan yang di terimanya dari Guntoro. Dan hari ini adalah yang terparah...Ia benar-benar tidak akan mengampuninya.
Risma berhenti memukul Guntoro saat ia kehabisan tenaga . Ia melihat Guntoro yang kesakitan itu berusaha merangkak menjauhi keduanya. Kenzei tertawa sambil duduk di kursi melihat itu. Ia benar benar puas melihat Guntoro tersiksa.
" Sayang...aku capek..." kata Risma manja sambil duduk di pangkuan Kenzei.
" Istirahat sebentar sayang...nanti kita siksa bajingan ini lagi .." kata Kenzei sambil memeluk pinggang kekasihnya . Kemudian ia memberikan sebuah ciuman pada Risma. Risma pun membalasnya.
Guntoro muak melihat kemesraan keduanya. Ia benar benar jijik melihat keduanya dengan tak tahu malu malah mengumbar kemesraan di depan matanya.
Guntoro mendekat ke salah satu mayat anak buahnya . Ia merogoh tubuh salah satu anak buahnya dan menemukan sebuah pistol .
.
Ah...aku beruntung...Kemenangan masih berpihak padaku...
.
Guntoro mengambil pistol itu dan berusaha bangkit. Ia mengabaikan tubuhnya yang terasa nyeri akibat pukulan Risma. Dengan susah payah , ia bisa duduk juga. Dan kemudian mengarahkan pistol itu pada keduanya
" Selamat tinggal b i t c h..."
__ADS_1
Seiring dengan ucapan itu terdengar suara letupan pistol. ' Dor ' Dan itu tepat mengenai kepala Risma. Risma jatuh bersimbah darah. Dan belum sampai rasa terkejut Kenzei hilang, Guntoro pun menembak kearah dadanya. ' Dor'
" Mati kalian !!!".
Guntoro tertawa keras saat melihat 2 tubuh itu terkulai lemas tak berdaya dan akhirnya pun tak bergerak sama sekali. Keduanya jatuh di tanah dan meregang nyawa menghembuskan nafas terakhirnya.
" Hahaha " Suara tawanya menggelegar memenuhi gedung tua itu. Ia berhasil mengalahkan keduanya. Ia berhasil membalaskan dendam kematian Risa pada pembunuh istrinya itu.
.
.
.
.
Romi mendatangi tempat itu bersama anak buahnya saat mendapat telpon dari Guntoro untuk menjemputnya.
" Bereskan itu..." Guntoro pun segera pergi dengan anak buahnya.
Romi benar benar tidak bisa berkata apa apa saat melihat begitu banyak tubuh bergelimpangan tak bernyawa. Terlebih Kenzei dan Risma.
Ia begitu sedih saat melihat Kenzei mati dengan menggenggam tangan kekasihnya.
.
.
*Manusia iblis itu....benar benar kejam...Dia bahkan membunuh Kenzei* ..
.
.
" Tuan Romi ...ada yang masih hidup " kata Anak buahnya saat menemukan salah satu anak Buah Guntoro tadi masih ada yang belum mati.
" Selamatkan dia...Bawa ke rumah sakit...tapi ingat...Rahasiakan ini dari Tuan Besar..." kata Romi.
" Baik Tuan..."
Romi terdiam. Ia harus menyelamatkan satu nyawa saksi terakhir kejadian itu. Ia ingin tahu semua detailnya peristiwa yang terjadi untuk mengetahui sebab Sahabatnya Kenzei meninggal.
.
.
*Ken...aku sudah mengingatkanmu...dan kau tidak mendengarkan.. Kau seharusnya tidak melawannya*....
.
.
Romi memotret Kenzei dan Risma. Ia kemudian mengirimkan gambar itu pada Eagle. Ia tahu Eagle akan mengamuk saat mengetahuinya. Namun ia tetap harus memberi tahu Eagle karena jika tidak ia juga akan terkena imbasnya jika tak menjelaskan nya.... Eagle pasti mengira jika ia juga turut andil menghabisi nyawa Kenzei.
' Maaf , Eagle...aku datang terlambat...aku tidak sempat menolong Ken...Guntoro mengabari ku setelah semua ini terjadi... aku tidak ikut campur dalam masalah ini...Kalau kau mau membalas Guntoro...jangan sentuh istri dan anakku.. 'tulis Romi dalam pesan bersama gambar itu.
Ia yang sudah mengenal Eagle dan sepak terjangnya yang terkenal bengis dan kejam tak akan pandang bulu pada musuhnya . Baik wanita dan anak anakpun akan ia habisi. Bahkan ia terkenal menghabisi musuh sampai anak keturunannya tak bersisa. Karenanya ia harus melindungi Kesha dan Kinara. Jika tidak Eagle pun akan membabat habis mereka.
.
.
.
Eagle yang membaca pesan Romi itu begitu murka. Dengan amarah yang menggelegak bak gunung api hendak meletus ia melupakan emosinya.
" Kurang ajar Si Guntoro...Bajingan brengsek itu berani membunuh adik ku...Benar benar cari mati dia .. padahal semua hidup enak nya itu dari ku ..Beraninya membunuh adikku hanya karena seorang wanita..." ucap Eagle murka.
" Lalu bagaimana Bos..."
" Sampah tidak tahu diri itu harus kembali ke tempat asalnya ... Dan dia juga akan merasakan kematian yang pedih atas perbuatannya...Dia mencari masalah denganku..maka aku akan menghancurkan dia..."
" Lalu Romi?"
" Kumpulkan anak buah kita ..Kita akan membalas Guntoro... " anak buahnya mengangguk . " Jangan Sentuh Romi dan keluarganya. Menantu dan cucu Guntoro itu adalah anak istrinya...Mereka tidak termasuk dalam balas dendam kita "
__ADS_1
Eagle pun sudah tahu jika Kesha dan Kinara Adalah anak istri Romi karena kedekatan Romi dan Kenzei, adiknya.
" Baik Bos..."