
Yoga mengambil nafas panjang. Ia membenarkan ucapan Bisma .
" Dan karena ini sudah di luar kapasitas ku , Aku pamit dulu Bro ..Maafkan aku kalau aku terlalu ikut campur dalam urusan keluargamu . " ucap Bisma kemudian segera pergi. Ia sadar sepenuhnya, itu semua adalah wewenang Yoga sebagai kepala keluarga nya. Bisma tak punya hak ikut campur sama sekali.
" Baiklah... Aku akan menikahkan kalian berempat. Dafi dan Aleena ...Dafa dengan Mischa...Besok aku akan mendaftarkan pernikahan kalian secara hukum ..Kalian akan ku nikahkan bersama... Aku akan menghubungi orang tua dan wali kalian ..." kata Yoga dengan keputusan finalnya.
Senyum cerah terpancar dari wajah ke empat muda muda itu .
" Kita menikah Dafa..." ucap Mischa senang. Dafa pun tersenyum dan mengangguk. Demikian pula halnya Dafi dan Aleena, mereka begitu bahagia hubungan mereka akan di resmikan secara hukum pula.
" Ayo kalian saling bermaafan.. " kata Kristy.
Dafa dan Dafi pun segera bersalaman dan berpelukan pula.
" Maafkan aku Fi..."
" Aku juga minta maaf F a..."
Juga Mischa dan Aleena. " Mulai sekarang kau ku pecat...Kau tidak perlu memasak untuk ku lagi...Kau masak saja sendiri untuk suami mu..." kata Mischa
" Jadi...selama ini yang masak untuk aku itu Aleena..bukan kau Mis ?" tanya Dafi.
" Iyalah ..Aku mana bisa masak...Lagian daripada belajar masak mending aku membayar orang untuk memasakkan mu...Aku punya banyak uang... Jadi aku membayar dia bekerja padaku...Untuk memasakkan makananmu...juga mencuci piring bekas makan mu.." jawab Mischa.
" Astaga.. pantesan aku heran kamu tidak kelihatan memasak di rumah belakang tau tau sudah ada makanan..Mischa Mischa..." Dafi benar benar tak habis pikir . Mischa mencibir.
" Sayang sayang...calon istrimu tidak bisa masak bagaimana ?" tanya Mischa pada Dafa.
" Tenang Baby...Aku akan mencarikan pembantu untukmu..." jawab Dafa
" Oh so sweet nya suami ku ." kata Mischa manja.
" Yang penting bisa menyenangkan aku saja..Aku akan bekerja keras untukmu.."
" Tentu sayang .. bukankah aku hebat dalam memuaskan mu .."
" Tentu saja. " jawab Dafa sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
.
.
" Kalau jadi istriku , kita harus bekerja keras membuat restoran kita ini semakin maju...Dan maaf aku tidak memanjakan mu dengan pembantu..Kita hidup secara sederhana..." kata Dafi pada Aleena meski ia sebenarnya mampu .
Namun ia tak menginginkan hal itu. Ia sejak kecil sudah terbiasa hidup dengan kesederhanaan Mama dan neneknya. Bagaimana perjuangan mereka mencari uang dan tidak boros dalam menggunakannya. Ia ingin menerapkan hal itu di rumah tangganya .
" Tidak apa apa ...aku bisa menjadi istrimu saja itu sudah suatu kebahagiaan yang besar..." Aleena yang sedari kecil hidup dalam kesederhanaan pula tidak mempermasalahkan itu . Yang penting , ia menjalani hidupnya dengan bahagia. Tak perlu wah yang penting cukup. Mereka juga harus mempersiapkan rencana jika mereka mempunyai anak juga kelak.
Melihat anak anaknya tersenyum bahagia , Yoga dan Kristy tersenyum lega. Yoga sadar , selama ini terlalu mengatur kehidupan anak anaknya dan malah berakibat fatal. Akan lebih baik jika anaknya memilih sendiri jalan untuk kebahagiaan mereka. Bukan perjodohan karena keinginan orang tua.
" Papa ..Maafkan aku..." Ucap Dafa seraya mendatangi Yoga .Ia bersimpuh di kaki Yoga yang sedang duduk di kursi itu. Ia benar benar menyesali kesalahannya.
" Kau ini punya mulut Dafa... Lain kali jika punya pendapat , katakan isi hatimu... Suarakan semuanya dengan lantang... Jangan seperti ini.." kata Yoga sambil mengusap kepala putranya itu.
" Sakit tidak?" tanya Yoga lagi yang tadi sempat memukul Dafa.
Dafa menggeleng. " Aku tidak akan mengecewakan Papa lagi... Maafkan aku Pa... "
Yoga kemudian memeluk putranya itu. " Papa juga minta maaf..." ucapnya dengan mata berkaca.
" Kau itu kebanggaan Papa..." Yoga pun terlarut dalam keharuannya .
Dafi kemudian turut berpelukan dengan mereka. " Kalian semua anak anak ku ..kebanggaan ku ..."
Kristy tersenyum dengan air mata mengalir. Ia juga terharu. Yoga dan Anak kembarnya memang saling menyayangi. Meski bukan Ayah dan anak kandung , tapi Yoga tak pernah membedakan mereka dengan Xavier dan Cinta. Semua adalah anak anak nya. Dan mereka saling menyayangi.
Yoga, Dafa dan Dafi menyadari mereka memang hanya manusia biasa. Semua tak luput dari khilaf dan dosa. Hanya berusaha dan belajar dari kesalahan lalu , untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya. Mereka tak menyimpan rasa benci di hatinya .
.
.
" Sepertinya dari sini aku harus mengubah keputusan ku Dik...Aku tidak ingin salah menjodohkan seperti ini lagi.. Jadi kelak saat Cinta, Kesha , Alisha dan Andres dewasa...aku tidak akan memaksakan perjodohan seperti ini lagi..Mereka memang di jodohkan., tapi mereka kelak mempunyai hak penuh untuk menerima atau menolak perjodohan nya...Memaksakan keadaan seperti ini malah membuat kacau semua...." kata Yoga pada Kristy kala mereka sudah berada di kamar berdua.
Kristy tersenyum. Ia senang dengan keputusan suaminya itu.
" Kalau mereka berjodoh dalam perjodohan itu, berarti tidak ada masalah .. kalau tidak , biar mereka mencari cinta mereka masing masing tanpa campur tangan kita para orang tua .." tambah Yoga lagi.
__ADS_1
" Itu keputusan bijak..."Kristy mengacungi jempol keputusan suaminya itu.
" Nanti aku beritahu Kak Romi , Andi , Bisma pas bertemu di pernikahan Dafa dan Dafi. Mereka pasti datang.." Kristy mengangguk
.
.
Setelah mendaftarkan pernikahan putra putrinya Yoga berencana mengadakan resepsi di kota tersebut dengan mengundang tetangga dan segenap familinya.
Oma Opa Dafa Dafi dan juga Paman dan Bibi dari keluarga almarhum Raka juga turut di undang pada pernikahan Akbar itu. Keluarga Mischa juga datang semua, termasuk Rasti Bibi Kristy juga hadir.
Romi , Andi ,dan Bisma datang bersama seluruh keluarganya. Mereka berkumpul memasuki hotel tempat Yoga mengadakan pesta pernikahan mewah untuk kedua anak kembarnya.
Dafa Dafi duduk di kursi pernikahan mereka yang begitu indah. Mereka mengenakan kemeja pernikahan dengan warna senada. Namun berbeda dengan mempelai wanitanya. Gaun yang di kenakan Mischa begitu mewah dan indah. sedang ALeena menggunakan Gaun pernikahan yang lebih sederhana. Meski begitu mereka nampak begitu berbahagia di hari pernikahannya itu. Senyuman manis tersungging di wajah mereka semua.
Seorang pemuda yang sangat tampan dengan wajah blesteran nya memasuki aula pernikahan itu di ikuti begitu banyak remaja di belakangnya yang berpakaian santai . Pemuda super tampan berhidung begitu mancung yang tak lain adalah Xavier itu mengundang perhatian para tamu undangan dan juga sanak saudaranya.
" Kalian bebas makan apa saja...tapi jangan membuat keributan.." kata Xavier.
"Oke bos ..."
" Kalian di sini saja , aku mau menemui keluarga ku .." Teman temannya mengangguk.
.
.
.
Yoga dan Kristy mulai memperhatikan sosok putra mereka itu . Yang kini melangkah menuju mereka dengan kemeja putih nya.
" Mas...Aku kok merasa Xavier lain ya..." kata Kristy saat melihat gaya jalan Xavier yang seperti orang over PD dan sok maskulin tidak seperti dulu yang cuek dengan sekitarnya. " Dan lagi puluhan pemuda itu siapa?...Mereka mengikuti Xavier dari Jakarta sampai kesini?..Dan kenapa kok gaya Xavier seperti bos mereka?" ucap Kristy heran.
Romi tersenyum mendengarnya. Ia tahu, Xavier sengaja mencarter sebuah bis khusus untuk mereka meski ia ikut naik pesawat bersama Romi.
" Anak kamu itu bos mereka Dik ...Dia jadi pimpinan Genk di sekolahnya " Bisik Yoga pada Kristy.
" Apa ??!! " Kristy begitu tercengang mendengarnya. Hanya beberapa bulan saja berpisah dengannya dan ikut Romi, Xavier sudah begitu banyak berubah . Menjadi Bos Genk sekolah ?? Bukankah itu artinya melakukan banyak hal hak yang negatif?...Genk sekolah identik dengan kenakalan remaja. Apa anaknya itu kini jadi anak nakal di sekolahnya?
" Darah Pratama nya tidak bisa di bohongi ....Anaknya seperti bapaknya dulu saat remaja... Semoga saja sih tidak kebablasan seperti Kakeknya..." kata Romi.
__ADS_1
Yoga dan Kristy terdiam. Kristy tak banyak tahu tentang bagaimana Yoga saat sekolah di SMA .Namun bagaimana sepak terjang seorang Guntoro , ia sangat memahami hal itu.. Dan itu sangat mencemaskan nya.
Ya ampun...anakku tidak boleh menjadi seperti Kakeknya itu...tidak akan ku biarkan !! batin Kristy.