
Beberapa bulan kemudian. Tepatnya di pertengahan september Bisma mengantar Kristy ke rumah sakit sesuai tanggal operasi kelahiran putranya . Setelah melalui serangkaian tes dan di analisis oleh Dokter , Kristy sudah siap menjalani operasi sesuai dengan hari yang di jadwalkan.
Dafa dan Dafi juga ikut mengantar dan menemani. Mereka berkumpul di Kamar VIP yang di pesankan Bisma atas perintah Romi .
Di kamar yang luas itu terdapat sofa jadi Si Kembar bisa beristirahat di sana sambil menunggu Kristy selesai operasi . Dan tentunya dengan pelayanan istimewa . Makanan dan minuman sudah tersedia untuk Si kembar dan seorang perawat yang di pekerjakan khusus untuk membantu dan merawat Kristy sampai Kristy pulih dan mampu merawat anaknya sendiri juga ada di sana. Ia kini menemani Si Kembar sementara Bisma menemani Kristy .
" Kris... Kamu pasti bisa.. Kamu kuat.. kamu bisa melalui ini . Yang kedua tak akan sesulit yang pertama.. " ucap Bisma sambil menggenggam tangan Kristy yang berbaring di tempat yang akan dibawa ke ruang operasi oleh para perawat.
Kristy tersenyum .
" Aku lho tenang tenang saja Bis.. Kamu malah yang gugup. Tanganmu sedingin ini.. " ucap Kristy geli melihat kepanikan Bisma yang tampak jelas dari tangannya yang teraba dingin.
" Aku kan khawatir Kris.. " Bisma cemas dengan bayangannya sendiri. Membayangkan perut Kristy akan di sobek dengan tajamnya pisau bedah , ia ngeri sendiri. Bagaimana sakitnya...Ia benar benar tak sanggup membayangkannya. Kalau bisa ia gantikan , ia bahkan rela menggantikan Kristy menerima kesakitan itu.
" Tenang saja Bisma..Doakan operasinya lancar dan kami berdua sehat dan selamat " kata Kristy sambil tersenyum.
" Pasti Kris..." ucap Bisma sambil menyentuh perut Kristy yang nampak membesar dan membuncit.
"Ah... dia bergerak Kris.. " ucap Bisma saat menyentuh Kristy ia merasakan pergerakan bayi itu
" Dia menendang nendang tanganku.."
" Jangan nakal ya sayang.. Jangan menyakiti Mamamu... "
Kristy tersenyum . Bisma nampak peduli dan sangat menyayangi dirinya dan juga bayinya meskipun bayinya adalah anak orang lain.
" Sudah bisa kami bawa Nyonya Kristy ke ruang operasi Tuan?" tanya perawat yang akan membawa Kristy.
" A... iya.." Dengan berat hati Bisma melepas tangannya dan membiarkan Para perawat itu mendorong tempat tidur yang di tumpangi Kristy dan membawanya masuk ke ruang operasi.
' Ya Tuhan.. Tolong bantu operasi Kristy..Semoga semua lancar ...Dan semoga semua bisa sehat dan selamat. Amin ' Bisma berdoa untuk Kristy dan bayinya.
.
.
Di dalam ruang operasi beberapa Dokter ahli bedah sudah siap di sana. Romi sudah menyiapkan semuanya. Dokter ahli dan berpengalaman tentunya . Ia ingin semuanya berjalan lancar .
" Sudah siap Nyonya?" tanya Dokter bule itu.
Kristy mengangguk.
" Kami akan mulai sekarang ya.." ucap Dokter itu kemudian ia memberikn obat bius kepadanya.
Dan tak lama kemudian Kristy merasa mengantuk yang tak sanggup di tahannya.Hingga akhirnya matanya terpejam sempurna dan tak merasakan apapun lagi.
Tim Dokter itu kemudian segera memulai operasinya.
.
.
.
" Tuan Romi..."Bisma menghubungi Romi
" Sudah di mulai operasinya ?" tanya Romi
" Iya Tuan "
" Aku akan segera ke sana...Ini aku sudah di bandara ...menunggu jam keberangkatan " kata Romi. " Paling malam sampai sana "
__ADS_1
" Iya Tuan ...Hati hati di jalan "Bisma kemudian segera menutup telponnya .
.
.
.
Yoga berjalan menyusuri sebuah jalan yang di depannya terhampar sebuah taman yang indah . Taman dengan rumput yang hijau dan bunga indah berwarna warni dan bermekaran di sana.
" Di mana ini ?"
Aku tidak tahu di mana aku berada . Tapi sejauh aku memandang semua cuma taman bunga yang indah .
Aku terus melangkah hingga menemukan seseorang di sana.
" Bulan.. " Aku memanggil untuk memastikan sosok yang kulihat itu karena dari gestur tubuh dan perawakannya dia sangat mirip dengan Bulan
Dan saat ia menoleh terlihatlah sosok gadis cantik dengan wajah familiar nya itu . Dia benar benar Bulan. Wajah cantik , imut , dan senyum ceria ciri khasnya terlihat jelas.
" Yoga... " Ia tersenyum dan memanggil namaku.
" Bulan.. " Betapa aku merindukan dia. Wanita yang sangat aku cintai dulu. Begitu lama Yoga tak bertemu dan bercengkrama dengannya.
Aku baru saja hendak melangkah mendekatinya namun entah darimana asalnya tiba tiba di depanku ada sesosok pria berpakaian serba putih ada di depanku. Seolah ia mencegahku mendekati Bulan.
Aku menatap wajahnya yang juga tak asing dia adalah Raka. Lagi lagi dia muncul . Dia tak berucap apapun hanya menunjuk ke sesuatu di belakangku.
Aku melihat ke arah yang di tunjuk nya dan di sana ada sesosok anak kecil yang tidak ku kenal. Bocah kecil laki laki yang nampak melambaikan tangannya seperti menyuruh aku menghampirinya.
" Jangan.. " Bocah kecil itu berucap keberatan . Ia seperti tak ingin ku mendatangi Bulan.
" Yoga...Yoga..Yoga.. " Bulan terus memanggil bersikeras seolah memaksakan agar aku ke sana.
" Papa..." suara bocah kecil tak di kenal memanggil ku Papa. Aku speechless...
Dan akhirnya aku memilih mendatangi bocah itu. Aku memeluknya...
Aku membuka mataku perlahan dan mendapati sebuah pemandangan yang sama sekali tak ku kenali . Yang terlihat cuma langit langit kamar yang begitu asing. Dan itu bukan rumahku.
' Dimana ini...'
.
.
Bersamaan dengan itu terdengar suara tangisan bayi
"O.ek.." suaranya nyaring sampai terdengar dari luar di telinga Bisma.
Bisma mengucap banyak kata kata syukur kepada Tuhan . Ia benar benar bahagia bayi Kristy telah lahir .
Dan tak lama kemudian. Tim Dokter tadi keluar.
" Selamat Tuan...Putra anda telah lahir dengan selamat dan operasi nya juga lancar " ucap Dokter itu sambil tersenyum
__ADS_1
" Terima kasih banyak Dokter " Bisma benar benar senang. Seolah Itu kelahiran putranya sendiri . Ia benar benar bahagia dan bersyukur.
.
.
.
Kristy di pindahkan di kamar pasien . ia masih tertidur karena pengaruh obat bius yang belum hilang. Dafa dan Dafi menunggu di sana sementara Bisma mendatangi ke tempat bayi.
Bayi anak Kristy masih di inkubator untuk mempertahankan suhu tubuhnya sehingga Bisma hanya bisa melihatnya dari luar ruang di balik kaca.
" Yang mana bayi nya?" tanya Romi yang baru tiba di sana.
" Itu.. Yang memakai gelang warna putih... Yang di inkubator "
" Kenapa dia di inkubator ?.. Apa dia sakit ? "
" Tidak Tuan.. kata Dokter dia di inkubator agar suhu tubuhnya normal. Karena Mamanya belum ada kontak fisik dengannya dan juga belum bisa memberi asi . Kristy masih dalam pengaruh obat tidur " jelas Bisma.
" Begitu...." ucap Romi seraya melangkah masuk ke ruang bayi itu.
" Keluarkan bayi itu... Aku mau melihatnya dari dekat " kata Romi pada petugas kesehatan yang berjaga di sana.
" Maaf Tuan..Dokter bilang belum boleh. "
" Kalau aku bilang keluarkan ya KELUARKAN !! " Ucap Romi keras dan membentak
" Tapi..."
" CEPAT!! " Suara keras di\_sertai bentakan dan tatapan tajam nan menusuk itu memaksa suster jaga itu menuruti Romi .
Ia kemudian mengeluarkan bayi tidur itu dan memberikannya pada Romi . Bayinya sedang dalam keadaan tertidur.
' Bayi sehat dan tampan.. wajahnya benar benar mirip dengan Yoga '
'Like father like son ' Romi tersenyum.
" Selamat datang ke dunia ...Tuan Muda Kecil..." ucapnya pelan sambil mencium kepala mungilnya. Kemudian ia meletakkannya di ranjang
" Bisma.. kau adzanin dia.." Kata Romi.
" Kenapa bukan anda Tuan ?" tanya Bisma
" Hahaha.. manusia kotor seperti aku tidak pantas mengadzani dia.." jawab Romi.
Bisma terdiam. Romi tanpa sungkan mengatakan dirinya seperti itu. Hingga akhirnya Ia segera membacakan adzan dan dan i\_qomat pada bayi itu dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Rasanya damai sekali mendengar suara adzan Bisma.
' Seharusnya kau yang membacakan itu Yoga... '
Dan sesudah itu Romi hendak mengembalikan bayi itu ke inkubator nya lagi namun tiba tiba tangannya terasa basah.
' A....apa dia ... ngompol ?' Romi sampai membelalakkan matanya.
" Dia buang air " kata perawat itu sambil. tertawa kecil.😝
__ADS_1
' ASEM...anak bocah nakal itu ternyata juga nakal seperti bapaknya...Bukan cuma wajahnya yang mirip..ternyata kelakuannya juga sama...' Romi dibuat geregetan oleh bayi merah yang baru lahir itu...